Sabtu, 23 Juni 2018

Sinopsis Rich Man Episode 4 Bagian 2



Episode 4 Bagian 2

Keesokan harinya, Tae Ju dikejutkan dengan kemunculan seorang wanita. Dia adalah MIN TAE RA (Kim Ye-won), adiknya. Tae Ra ada bisnis seputar lukisan di gedung yang sama dengan Next In. Lalu Tae Ju mengenalkan adiknya pada Yoo Chan yang baru saja sampai. Yoo Chan menerima uluran tangan Tae Ra dengan cuek. Tae Ra tersenyum.




_

Bo Ra menyiapkan keperluan Yoo Chan sebelum melakukan wawancara. Kemudian Yoo Chan memberikan kartu-nama-Bo-Ra. Bo Ra seneng banget, apalagi dibelakang kartunya ada gambar kartun lucu. Yoo Chan bingung kenapa Bo Ra malah senang, kan kartunnya seperti sedang meledek Bo Ra yang idiot.



“Biar saja. Lucu. Kau ini benar-benar orang baik. Tapi berpura-pura tidak.” kata Bo Ra.

Seperti disetrum. Yoo Chan mengingat kalau ‘Kim Boon Hong’ pernah mengatakan hal yang sama. Tapi Yoo Chan berusaha bersikap biasa di depan Bo Ra. Lalu Yoo Chan berkata agar Bo Ra belajar untuk kreatif (bukan cuma menghafal), kalau tidak ingin mendapat Death Mail. Bo Ra merinding mendengarnya.


_

Tae Ju dan Tae Ra datang ke rumah Yoo Chan sambil membawa makanan. Mereka makan bersama sambil berbincang. Tae Ra juga melihat ada lukisan-gadis-tersenyum yang terpasang di dinding rumah Yoo Chan. Dan ya, Yoo Chan memang sering memandang lukisan ini.

_

Dalam perjalanan pulang, Tae Ju dan Tae Ra mengobrol hangat. Dan ternyata Tae Ju dan Tae Ra ini adalah chaebol (konglomerat) Taesan Group. Tapi Tae Ju tidak bekerja di perusahaan ayahnya karena dia tidak suka diatur. (Pantesan Tae Ju punya link lamaran Taesan buat Bo Ra)

_

Keesokan harinya, Tae Ra masih sibuk menata ruangan pamerannya. Lalu Tae Ra menyapa Yoo Chan yang baru saja tiba. Tapi Yoo Chan tidak mengenalinya (sambil terus berjalan) dan menanyakan namanya.


Tae Ra pun menelepon kakaknya dan bilang kalau Yoo Chan tidak mengenalnya. Tae Ju terkekeh sambil bilang kalau Yoo Chan memang tidak bisa mengenal wajah orang. Tae Ra terkejut, berarti dia tidak akan pernah mengingat dirinya dong? Tae Ra cemberut.
_

Bo Ra bengong mendengar istilah-istilah yang diucapkan oleh pegawai saat sedang berdiskusi. Dia sama sekali tidak paham apa yang mereka bicarakan. Chan Soo (pegawai yg sering dimintai bantuan Yoo Chan) menyarankan agar Bo Ra belajar sama Do Jin. Karena yang memungkinkan ya cuma Do Jin. Bo Ra terpaksa mengangguk sambil memasang wajah pasrah.


_

Jadilah Bo Ra meminta Do Jin untuk menjadi mentornya, dengan sogokan segelas kopi. Untungnya Do Jin bersedia. Tapi tetap saja, pasti ada maunya. Setelah memberi penjelasan singkat, Do Jin minta dipijitin sama Bo Ra. Bo Ra mematuhinya sebagai ucapan terima kasih.

Tae Ju dan Yoo Chan melihatnya. Tae Ju kagum dengan keberanian Bo Ra. Sedangkan Yoo Chan terlihat tidak suka.




_

Bo Ra dan Tae Ju makan malam bersama. Bo Ra cerita-cerita dan membuat Tae Ju tertawa saat mendengar ceritanya.



Di tempat lain, Yoo Chan juga makan malam dengan Tae Ra, setelah mereka melihat-lihat lukisan. Tae Ra pun bercerita kalau mereka pernah bertemu di Pulau Jeju, 6 tahun lalu. Yoo Chan membeli lukisan-gadis-tersenyum saat berkunjung ke galerinya. Yoo Chan mengingatnya. Dia tak menyangka akan bertemu Tae Ra lagi di Seoul.


_

Bo Ra dan Tae Ju berjalan pulang. Masih sambil cerita dan tertawa. Tiba-tiba mereka berhenti saat melihat pasangan yang sedang berciuman.

Terkejutlah mereka, saat tahu kalau pasangan itu adalah Yoo Chan dan Tae Ra.



***

BERSAMBUNG ke Episode 5 Bagian 1




Sinopsis Rich Man Episode 4 Bagian 1


Episode 4 Bagian 1

TERLIHAT Kim Bo Ra bersama beberapa pelamar lain sedang bersiap-siap melamar di perusahaan Taesan. Kim Bo Ra terlihat gugup, karena ini adalah lamaran ke-32-nya. Ponselnya berdering, ternyata dari Yoo Chan. Yoo Chan bertanya dimana dia sekarang.

Setelah menyebutkan ‘Taesan’, Bo Ra langsung mengakhiri panggilannya karena gilirannya dipanggil.

Tak lama kemudian, tiba-tiba saja Yoo Chan muncul sambil memarahi wanita yang dia kira Bo Ra di hadapan penguji. LOL. Lalu Bo Ra (yg asli) mengacungkan tangannya sambil menyebutkan namanya. Yoo Chan berbelok dan mendekati Bo Ra yang asli. Kembali memarahinya.

Yoo Chan marah-marah karena Bo Ra memohon sampe rela berlutut pada Wakil Menteri. Bo Ra balik berteriak sambil berkata kalau dia pantas berlutut karena memang bersalah. Yoo Chan menjawab kalau dialah yang salah, bukan Bo Ra. Lalu Yoo Chan menarik tangan Bo Ra dan berkata pada penguji Taesan kalau Bo Ra adalah karyawan NEXT IN. Bo Ra terkejut, tapi tidak menolak.



_

Di luar Yoo Chan berkata kalau proyek ‘Sekretaris Digital’ sudah diterima oleh Kementerian. Dan itu karena Bo Ra. Lalu Yoo Chan memberi ID yang akan Bo Ra pakai saat bekerja di NEXT IN. Yoo Chan pun pergi, meninggalkan Bo Ra yang jingkrak-jingkrak karena bahagia.


_

Bo Ra tiba di indekosnya. Dan memberitahu temannya kalau dia diterima kerja di NEXT IN. Seketika mereka jadi heboh banget.

Lalu Bo Ra melakukan video call ke orangtuanya. Mereka juga seneng banget, meskipun mereka tidak tau NEXT IT perusahaan macam apa. Mereka pun menyanyikan yel-yel untuk menyemangati Bo Ra. Bo Ra tersenyum melihatnya.



_

Keesokan harinya, Bo Ra pergi ke Kementerian Sosial dan Komunikasi. Bo Ra bertemu dengan Wakil Menteri dan berterima kasih karena sudah berubah pikiran untuk menerima proyek ‘Sekretaris Digital’.


Wakil Menteri pun bilang kalau itu semua karena Yoo Chan. Yoo Chan menyusulnya ke Jenawa. OH.
 
Di sana Yoo Chan meminta maaf atas perilakunya. Lalu menunjukkan ‘Sekretaris Digital’nya yang sudah selesai disempurnakan. Sekarang modelnya itu bernama Nyonya Park. Ketika Yoo Chan memanggil Nyonya Park, munculah sosok wanita yang berusia 60-an. Dia adalah ibunya Wakil Menteri. Wakil Menteri terkejut.

Yoo Chan menjelaskan kalau Nyonya Park hanya menjawab pertanyaan dari Wakil Menteri. Selain suara Wakil Menteri, Nyonya Park akan berkata ‘Aku menyayangimu anakku’ sebagai penolakan.
Wakil Menteri pun berbincang sebentar dengan sosok ibunya. Mau-tidak-mau Wakil Menteri juga terharu dengan itu semua.



Begitulah kenapa ‘Sekretaris Digital’ diterima.

Bo Ra kaget, lalu tersenyum. Ternyata Yoo Chan tidak seegois yang dia pikir. Wakil Menteri nampaknya juga sudah memaafkan Bo Ra. Wakil Menteri mengucapkan selamat pada Bo Ra karena telah diterima NEXT IN. Bo Ra mengangguk sambil tersenyum.

_

Bo Ra WISUDA. Yeay.



_

Bo Ra kembali memperkenalkan diri di depan pegawai NEXT IN. Mereka senang-senang saja bertemu Bo Ra lagi. Kecuali satu, si Cha Do Jin.

Saat pegawai yang lain mau bikin pesta penyambutan, Do Jin marah dan mengingatkan mereka tentang ‘Death Mail’. Surat pemecatan buat pegawai yang kinerjanya menurun. (kayak di episode 1)

Mereka pun terdiam. Lalu Do Jin meminta dibelikan Starbucks sama Bo Ra. Soalnya dia senior Bo Ra di sini. Lagipula Bo Ra kan anak baru, dan bukan ‘Ketua Tim’ seperti yang disebutkan kemarin. Bo Ra hanya menunduk.

Saat Bo Ra ingin pergi beli kopi, tiba-tiba Wapres Tae Ju berkata kalau dia juga ingin kopi. Tapi Do Jin yang belikan, kan Tae Ju lebih senior daripada Do Jin. Do Jin menggaruk kepala yang tidak gatal, lalu berkata kalau dia sudah tidak ingin kopi lagi. Tae Ju pun mengaku dia juga tidak ingin kopi lagi. Semua orang terkikik geli.




_

Tae Ju mengobrol dengan Bo Ra. Tae Ju bilang Do Jin memang seperti itu.“Kau jangan heran saat mereka teriak-teriak jika sedang menyampaikan pendapat. Begitulah kami bekerja. Apalagi Cha Do Jin. Dia playboy dan suka memberontak. Tapi dia salah satu pegawai NEXT IN yang paling berpengaruh. Jadi cobalah untuk terbiasa,” ucap Tae Ju.

Bo Ra mengangguk paham. Lalu Bo Ra meminta maaf karena dia malah membuang kesempatan di Taesan, karena Tae Ju sudah repot-repot menawarkan Taesan padanya. Tae Ju menggeleng, kalau itu bukan apa-apa.

Lalu Tae Ju berkata kalau dia sebenarnya tidak terlalu setuju Bo Ra  kembali, dia khawatir Bo Ra malah mengingatkan Yoo Chan pada Kim Boon Hong. Kim Boon Hong lah yang Yoo Chan punya. Makanya ketika Kim Boon Hong menghilang, Yoo Chan terpuruk banget. Butuh waktu yang lama hingga Yoo Chan kembali seperti semula.

Bo Ra menunduk dan mengangguk pelan.

***

BERSAMBUNG ke Episode 4 Bagian 2



Jumat, 22 Juni 2018

Sinopsis Lawless Lawyer Episode 4 Bagian 2


Episode 4 Bagian 2

PADA akhirnya, rekaman yang menunjukkan Detektif Woo ada di tempat lain (bukan di TKP) ditolak. Karena wajah Detektif Woo tidak terlihat secara jelas. Dan juga Hakim Cha tidak akan mengganti rekannya yang sebelumnya dituduh telah melakukan hal tidak senonoh. Karena tindakan (yg tidak senonoh) itu tidak terbukti benar.

Sang Pil hanya mengangguk-angguk, lalu berkata, “Mungkin kali ini bisa lolos. Tapi kau tidak bisa menolak bukti yang kuberikan di sidang nanti.”

Jaksa Yeon Hee mengikuti Sang Pil, sambil mengejek sikap Sang Pil yang masih saja percaya diri. Lalu Sang Pil membeberkan perihal An Oju yang mendalangi pembunuhan walikota, untuk merebut posisi walikota.

“Kenapa kau bercerita tentang hal konyol itu padaku?” ucap Jaksa Yeon Hee tidak percaya.

“Karena kau dan aku sama-sama berjuang demi kebenaran.” jawab Sang Pil.



_

Jae Yi mengunjungi Detektif Woo. Membicarakan beberapa hal. Sampai akhirnya Detektif Woo mengatakan sifat Hakim Cha (yang asli), yang tentu menyinggung Jae Yi. Tapi tiba-tiba Sang Pil datang dan mengajak Jae Yi keluar.

Ketika di luar, Sang Pil pun menceritakan semua kejelekan Hakim Cha. Serta bukti yang baru saja ditolak. Jae Yi kaget karena Hakim Cha menolaknya. Tapi Jae Yi masih tidak percaya kalau Hakim Cha jahat.



Pembicaraan mereka terhenti ketika Jae Yi bertemu dengan Detektif Jang. Detektif yang menangani dan mengurusi kehilangan Ibu Jae Yi. Jae Yi berterima kasih pada Detektif Jang dan mengaku kalau dia masih berharap ibunya segera ditemukan. Detektif Jang mengangguk sambil memberi semangat.

Dan tanpa mereka sadari, sebenarnya Detektif Jang juga yang menangani kasus Ibu Sang Pil.

_

Keesokan harinya, Jae Yi bergabung dengan Sang Pil, Manajer Tae, dan Bos Rentenir. Mereka akan mencari Si Broker. Sebenarnya Sang Pil malarang Jae Yi ikut, tapi Jae Yi keukeuh mau ikut untuk membuktikan tuduhan Sang Pil pada Hakim Cha.

Jadilah mereka berempat meluncur. 

Saat Jae Yi tahu bahwa Sang Pil ternyata menyimpan ponsel Si Pembunuh, dia protes karena Sang Pil tidak menyerahkannya pada polisi. Jae Yi cuma khawatir bukti itu akan ditolak, karena 'disembunyikan' dulu. Sang Pil hanya tersenyum menanggapi ocehan Jae Yi.


Pertama-tama mereka mengikuti seorang lelaki yang diduga sebagai broker. Sampai akhirnya Si Broker sadar kalau dia sedang diincar. Broker itu pun lari. Lalu naik mobil, yang berhasil disusul sama Bos Rentenir.

Broker itu melaju dengan kencang, diikuti Sang Pil di belakang.

Setelah melalui jalan sempit yang ramai, membuat kekacauan di jalan, serta mempertontonkan adegan tabrak-menabrak yang kece badai, akhirnya Sang Pil berhasil menyudutkan dan menangkap Si Broker.




_

Di tempat lain, Hakim Cha tengah melakukan pembukaan patung ayahnya, sekaligus Hakim yang paling disegani di Gisung. Kemudian Hakim Cha memberikan sambutan yang disambut suka cita oleh undangan (dan rakyat) yang hadir.

Kemudian, dengan berapi-api An Oju mengumumkan soal pencalonan dirinya sebagai Walikota Gisung. Hakim Cha melihatnya tidak suka, sebab acara pentingnya malah diganggu. Ibu Jaksa Yeon Hae sangat gondok melihat An Oju.





Tiba-tiba, datanglah Sang Pil bersama Si Broker di belakangnya. Jae Yi masih tidak mengerti mengapa Sang Pil malah ke sini.

Sang Pil berdiri di depan dan memperkenalkan dirinya. Tak lupa meminta maaf pada Hakim Cha karena telah menganggu acaranya. Lalu Sang Pil berkata, “Aku membawa bukti penting terkait dengan pembunuhan Walikota Lee! Dan aku akan menyerahkannya pada Jaksa Yeon Hee.”

Si Broker pun didorong ke arah Jaksa Yeon Hee yang masih belum mengerti, apa maksud semua ini. Hakim Cha hanya bisa menahan emosinya.



_

Sang Pil menghampiri Hakim Cha. Sang Pil terang-terangan menyerang Hakim Cha. Jae Yi melihat mereka dari jauh.


***
BERSAMBUNG ke Episode 5 Bagian 1