Jumat, 01 September 2017

Sinopsis Secret Forest Episode 16 (Tamat)

NOW PLAYING : Asking – Jung Won Bo, Jeon Sang Geun

OUR journey is over. Kalo kata Dr Seuss, jangan nangis karena ini berakhir, tapi tersenyumlah karena ini pernah ada. Dan ada yang bilang gini, “Insanity is doing the same thing, over and over again, but expecting different results.”

Let’s say goodbye to our beloved Geomsa and our Lieutenant for their hard work!


Episode terakhir

KEPALA LEE menerima panggilan dari mertuanya. Di telepon, Kepala Lee mengaku bahwa dia adalah dalang dari kasus CEO Park dan Ga Young. Mertua Lee bertanya, mereka sudah berhubungan lama, tapi kenapa jadi begini? Kepala Lee tak menjawab, hanya berpesan agar mertuanya baik-baik saja. Dia mengakhiri panggilan, setelah merekam pembicaraannya tadi. Panggilan dari Shi Mok muncul di layar ponselnya.


Shi Mok tiba di bangunan yang belum jadi, dan ada Kepala Lee yang sudah menunggu (dèjavu Lookout!). Ada tas hitam di samping Kepala Lee. Tanpa basa-basi, Kepala Lee mengaku kejahatannya pada Shi Mok, tapi di menolak tuduhan atas pembunuhan Jaksa Young. Shi Mok hanya mengerutkan kening.


Kepala Lee menyesali perbuatannya. Seharusnya dari awal dia tidak pernah mengenalkan Hanjo pada CEO Park. CEO Park sudah membawa pengaruh buruk untuknya. Dia jadi bertindak di luar akal sehat. Shi Mok mendekatinya, tapi Kepala Lee langsung membuat gerakan agar Shi Mok berhenti. Dia bertanya, “Pernahkah kau melakukan sesuatu yang kemudian kau sesali?”



Adegan beralih, Letnan Han dan Jaksa Seo baru saja tiba. Shi Mok yang memberitahunya. Letnan Han sebenernya curiga, kok Kepala Lee sengaja membiarkan posisinya terlacak..

Kembali ke bangunan. Shi Mok meminta agar Kepala Lee menyerahkan diri. Kepala Lee mundur mendekati tepi bangunan sambil bertanya, “Haruskah aku menerima kekalahan? Atau aku menghilang saja?”

Shi Mok maju perlahan. Kepala Lee ikut mundur. Shi Mok berlari. Dan BUM! Letnan Han dan Jaksa Seo yang baru saja mau naik ke bangunan terkejut mendengar suara kedebum di sampingnya. Ya, itu Kepala Lee. Dia terjatuh. (Wat de heck?! Mati ya?)



Letnan Han mendekati Kepala Lee yang bersimbah darah. Jaksa Seo ngga kalah syok. Letnan Han gerak cepat, dia langsung menghubungi ambulans, lalu naik ke atas bangunan. Letnan Han menodongkan pistol pada punggung Shi Mok. Tak lama Letnan Han sadar, kalau pria di depannya adalah Shi Mok.

Di bawah, Kepala Lee masih bergerak lemah. Jaksa Seo langsung menggenggam tangannya. Kepala Lee cuma menasehati Jaksa Seo agar tidak mengikuti langkahnya. Kemudian mata Kepala Lee terpejam lagi. Jaksa Seo memanggil namanya, tapi tak ada jawaban. Kembali ke atas, Letnan Han meminta Shi Mok untuk mengangkat tangan dan balik badan. Shi Mok menurutinya. Letnan Han bertanya, apa Shi Mok yang mendorong Kepala Lee?



Polisi berdatangan dan ambulans membawa Kepala Lee. Shi Mok berdiri di samping Letnan Han, sepertinya Shi Mok sudah menceritakan kejadiannya pada Letnan Han. Pimpinan Tim agak curiga ada perkelahian di atas gedung atau apalah, yang menyebabkan Kepala Lee terjatuh secara tidak sengaja. Pimpinan Han masih ragu kalau Kepala Lee bunuh diri.


Beralih, kejadian yang menimpa Kepala Lee sampai ke telinga mertuanya. Mertua Lee menyuruh bawahannya untuk segera membuat berita palsu. Yaitu, Kepala Lee bunuh diri karena merasa bersalah karena sudah korupsi selama bekerja di Kejaksaan. Bawahannya menunduk paham. Mertua Lee tak bisa menyembunyikan rasa gelisahnya.

Shi Mok berbicara pada Manajer Kang. Dia berencana mengungkap kebusukan Hanjo dengan bukti-bukti yang Shi Mok temukan di tas hitam yang Kepala Lee tinggalkan. Sejenak Manajer Kang ragu, apa mereka sanggup melawan Hanjo? Manajer Kang mengaku dia tidak mau kehilangan posisinya sekarang (Kepala Kejaksaan). Kemudian beberapa Petinggi Kejaksaan datang dan ikut bergabung.

Shi Mok mengklarifikasi berita kematian Kepala Lee dan kejahatannya. Petinggi geleng-geleng tak percaya. Dengan ragu, Manajer Kang menjelaskan rencananya yang ingin melawan Hanjo. Shi Mok memberikan berkas-berkas kebusukan Hanjo pada para petinggi. Para petinggi membacanya sambil  melotot, lalu bertanya, Shi Mok dapat dari mana berkas itu? Kok catatannya beda sama yang Kejaksaan punya? Manajer Kang mencoba menjawab sebisanya, dia bilang kalau Hanjo punya antek-antek yang bisa memanipulasi data.

Manajer Kang menghembuskan napas, lalu mengambil keputusan bahwa mereka akan benar-benar melawan Hanjo. Para petinggi diam sejenak, lalu mengangguk setuju. Sekaligus diberantas atau tidak sama sekali. Para petinggi yakin mereka akan menang.



Letnan Han mengunjungi sel Tuan Yoon. Tuan Yoon tidak kaget saat mendengar berita bunuh diri Kepala Lee, dan fakta bahwa Asisten Mertua Lee lah yang membunuh Jaksa Young. Letnan Han tersenyum pahit.

Letnan Han berkata pasti selama mereka satu tim dulu (Tim Investigasi Khusus), mereka terlihat bodoh di depan Tuan Yoon karena tak menyadari bahwa pembunuh yang mereka cari-cari ada di dekat mereka sendiri. Tuan Yoon dengan nada bersalah menjawab bahwa untuk pertama kalinya dia bisa ‘bernapas’ sejak dia kehilangan putranya. Dihormati dan dipercaya untuk mengerjakan sesuatu.

“Di negeri ini banyak orangtua yang kehilangan anaknya. Mereka berusaha mengatasi rasa kehilangan mereka secara perlahan. Tapi apa mereka membunuh orang lain? Kau bilang kau bisa bernapas setelah membunuh orang? Hah?” ucap Letnan Han sebelum meninggalkan ruangan. Tuan Yoon menunduk dalam-dalam.



Pegawai Kejaksaan bergerak. Satu-persatu berkas penting dibocorkan ke media. Berita itu berhasil menggemparkan rakyat Korea. Hanjo Group diperiksa Kejaksaan. Mertua Lee dipanggil ke Kejaksaan. Segerombolan wartawan mengelilinginya dan meminta penjelasan. Mertua Lee masih keukeuh mengaku tidak bersalah, “Aku turut membantu perekonomian negeri ini. Aku mempekerjakan jutaan rakyat. Kejaksaan dengan hukumnya itu mungkin menganggap bahwa itu sesuatu kejahatan. Mereka ingin menjatuhkan Hanjo ke dasar...”

Dari depan, muncul Young Il Jae (Ayahnya Jaksa Young) yang memotong pernyataan Mertua Lee, “Bahkan anak kecil punya rasa malu.” Mertua Lee pura-pura tak mengerti apa yang dibicarakan Young Il Jae. Young Il Jae berkata Mertua Lee sudah membunuh menantunya sendiri. Kemudian Young Il Jae berlalu dan mengabaikan kekepoan wartawan. Mertua Lee masuk ke gedung Kejaksaan dengan geram.



Lewat berita teve, ditunjukkan bahwa Kejaksaan akan memeriksa pemindahan aset ilegal Nyonya Lee yang belum lama dipindahkan ke Yayasan. Berita lainnya, Asisten Mertua Lee berhasil ditangkap. Tapi dia bersikukuh menyangkal adanya keterlibatan Mertua Lee di dalamnya. Letnan Han gemes sendiri melihat berita itu. Ha.

Manajer Kang menginterogasi Mertua Lee sampai malam. Tapi Mertua Lee belum juga ngaku. Mertua Lee bilang, apa mungkin orang sekelas dia bakal nyuruh asistennya sendiri buat ngebunuh seorang Jaksa (biasanya nyuruh org yg ga dikenal buat bunuh2, biar ngilangin jejak)? Manajer Kang bersedekap sambil ngangguk-ngangguk. Mertua Lee bangkit dan memakai jasnya, dia berkata harusnya Kejaksaan berterima kasih karena dia sudah rela datang ke sana. Mertua Lee keluar.



Beberapa meter dari pintu keluar, Shi Mok muncul menghadang Mertua Lee. Manajer Kang yang ada di belakang Mertua Lee, menguap ngantuk sambil bertanya, apa surat penahanannya sudah keluar? Shi Mok mengangguk. Mertua Lee menatap Shi Mok dan berkata tindakan Shi Mok bisa menghancurkan citra Korea. Shi Mok berjanji itu tidak akan terjadi. Kemudian, Mertua Lee resmi ditahan Kejaksaan. Manajer Kang memuji kerja Shi Mok. Shi Mok menunduk hormat.



Baru saja Shi Mok duduk di kursinya, telepon kantor berdering. Tak lama Nyonya Lee muncul.

Dengan napas tercekat, Nyonya Lee berkata Shi Mok akan menyesal karena sudah mengusik keluarganya. Shi Mok tak menjawab, lalu memberikan sebuah amplop pada Nyonya Lee. Titipan dari Kepala Lee. Di dalamnya ada sepucuk surat yang ditulis tangan. Surat yang Kepala Lee tulis sebelum bunuh diri.

Kita diperlihatkan Kepala Lee yang merekam pembicaraannya di tiap pertemuan penting. Dia yang mencuri berkas yang ada di ruang Mertua Lee. Dia menatap istrinya yang tertidur (dg rasa bersalah). Kepala Lee yang merenung dalam kesendirian. Lalu terdengar isi surat itu: “Korea diambang kehancuran. Kita mulai kehilangan kepercayaan rakyat. Selama aku bekerja di Kejaksaan, sering aku melihat banyak ketidakadilan. Di siang hari, aku menghukum rakyat yang tidak mempunyai apa-apa. Malamnya, aku berpesta di klub dan melihat orang mengumpulkan banyak uang hanya dengan kata-kata yang keluar dari bibirnya. Aku belajar bagaimana seseorang (yg punya kekuasaan dan punya duit) bisa lolos dari hukum. Aku menikmati harta korup, tapi hati nuraniku tak bisa menahannya lagi. Semua benda yang ditemukan tas itu, murni berasal dari pengakuan tersangka. Bukan dari pengkhianat yang menikam mertuanya sendiri. Hanya dengan itu, semua bukti menjadi efektif dan kredibel...” (kalo Kepala Lee masih hidup, dia bakalan dipandang sebagai pengkhianat aja. Nah kalo meninggal, dia bisa dianggep buronan dan ga nimbulin keraguan rakyat. Inget ga... kayak korban salah tangkep yang dituduh ngebunuh CEO Park. Dia rela bunuh diri sebagai bukti kalo dia bukan pembunuhnya. Dan setelah kematian itu, rakyat jadi percaya kalo dia bukan pembunuhnya)

“...bukan kekuasaan atau uang yang bisa mengubahnya. Tapi darah. Aku harus menemukan sesuatu dan membalikan keadaan. Sudah tidak ada waktu untuk memperbaikinya dengan cara normal. Aku tidak bisa menunggu lagi, atau menunggu orang lain. Jika aku diam, negeri ini akan hancur berantakan. Sekarang aku membuka mulut, dan menyebut nama para pendosa. Dan mengungkap rahasia di balik tirai yang disembunyikan. Aku harap, inilah awal yang baru.” Nyonya Lee melipat suratnya kembali, dan berlalu tanpa berkata apapun.


Kepala Kepolisian Kim mengatakan penyesalannya atas kejahatan yang telah dia lakukan. Hakim memvonisnya selama kurang dari 4 tahun. Sersan Kim sedih melihat atasannya. Rekan polisi lain juga merasa tidak enak melihatnya. Di tempat lain, Ga Young diinterogasi Letnan Han. Ga Young sudah kembali modis, bergaya, dan kelihatan songong. Dia membentak dan mengaku tak ingat apa-apa saat Letnan Han bertanya siapa lagi yang dia layani selain Kepala Kepolisian Kim. Akhirnya Letnan Han keluar dari ruangan, dan menyapa ibu Ga Young di depan pintu.



Ga Young keluar dan langsung memarahi ibunya karena telah membawanya ke kantor polisi. Mendengar bentakan itu, Letnan Han berbalik dan siap melayangkan buku catatannya pada Ga Young. Ibu Ga Young langsung memeluk anaknya kaget, Ga Young juga ngga kalah kaget. Letnan Han meninggikan suaranya, “Lihat! Ibumu bahkan melindungimu setelah kau marahi tadi. Apa kau tau,  kesulitan macam apa yang ibumu lewati selama kau di rumah sakit? Kau berhasil hidup atas kehendak Tuhan. Apa kau masih mau hidup seperti ini terus?” Tanpa menunggu jawaban Ga Young, Letnan Han berbalik pergi.



Letnan Han mendapat sebuah pesan. Dan jeng-jeng. Tim Investigasi Khusus berkumpul di sebuah tempat makan untuk merayakan Jung Bon (teman SMP Shi Mok) yang baru saja mendapat pekerjaan baru. Mereka bertanya-tanya keberadaan Shi Mok. Tau-tau orang yang mereka bicarakan muncul di layar televisi. Mereka menonton dengan saksama.



Shi Mok kembali hadir ke acara teve, seperti 2 bulan lalu. Masih dengan pembawa acara yang sama. Dia berhasil menunaikan janji yang dia pernah ikrarkan. Shi Mok juga mengklarifikasi tindakan Kepala Lee yang rela mengorbankan dirinya untuk mengubah dunia, yang sebelumnya dianggap sebagai pengkhianat. Pembawa acara bertanya, menurut Shi Mok pribadi, mendiang Kepala Lee itu pahlawan atau justru kriminal?

“Dia monster. Dia membunuh orang. Dan mungkin dia menganggap kematiannya sendiri sebagai pengorbanan kecil untuk sebuah tujuan besar. Namun saya pikir semua nyawa sama berharganya. Dia berdelusi bahwa dia berhak untuk menghukum para pendosa. Dia adalah monster yang kita ciptakan. Seseorang pernah bilang pada saya, koruptor berani melakukannya karena mereka yakin bisa selalu lolos dan masyarakat yang selalu tutup mata (gamau ikut campur, karna rakyat pikir percuma lawan org yg berkuasa). Orang itu bilang, jika saja ada satu orang yang berani, segalanya bisa berubah...” (org yg pernah bilang kata-kata itu ke Shi Mok adalah Letnan Han)

“...Kami gagal. Kepala Lee adalah kegagalan kami. Saya, mewakili Kejaksaan, meminta maaf kepada masyarakat, karena telah sangat mengecewakan. Tapi, saya percaya kami memiliki kesempatan. Senjata terkuat yang dimiliki penegak hukum adalah hukum itu sendiri. Seseorang pernah mengatakan itu pada saya..” (nah itu yg bilang Young Il Jae)

“... Kami bisa tetap bertarung selama hukum itu ada. Kejaksaan tidak akan goyah lagi dengan kekuasaan apapun. Kami akan melakukan peradilan yang seadil-adilnya. Dan masyarakat adalah kekuatan kami. Kami akan memastikan tidak akan ada lagi seseorang di Kejaksaan berubah menjadi monster.” Shi Mok mengakhiri pernyataannya. Pembawa acara menutup acara itu dengan napas lega. Dan tayangan itu ditonton banyak orang.



Kembali ke Tim Inves. Mereka makan kembali. Ada rasa bersalah di benak mereka, soalnya mereka menganggap Kepala Lee jahat luar biasa, ternyata Kepala Lee punya sisi tanggung jawab, meskipun langkah yang dia pilih itu salah. Mereka juga tak enak pada Tuan Yoon. Kemudian hening.

Asisten Shi Mok memecah keheningan dengan memuji Shi Mok yang terlihat tampan di teve (Yoi, udah pake dasi lagi). Asisten Shi Mok yang lain (Asisten Choi) bilang kalau dia sedih karena Shi Mok akan ke USA untuk ngurus kasus pertama dari Manajer Kang sebagai Kepala Divisi baru.


Jaksa Seo menghentikan langkah Shi Mok yang baru saja keluar gedung penyiaran. Jaksa Seo memohon agar Shi Mok memberi kesempatan terakhir untuknya. Dia mengaku ingin melaksanakan pesan Kepala Lee yang terakhir ‘jangan ikuti langkahku’. Jaksa Seo berjanji tidak akan bertindak bodoh lagi, “Aku berjanji atas nama Seo Dong Jae (itu namanya sendiri, HAHA).” Shi Mok menatap Jaksa Seo.


Jung Bon bersama Kyung Wan (putra CEO Park) menemui Tuan Yoon. Jung Bong bilang kalau firmanya akan mengurus kasus Tuan Yoon. Lalu Jung Bon berkata kalau Kyung Wan ingin mengatakan sesuatu pada Tuan Yoon.

Kyung Wan mengungkapkan rasa kecewa-nya pada Tuan Yoon. Dia bertanya, apa Tuan Yoon merasa baikan setelah membunuh ayahnya? Tuan Yoon tak langsung menjawab. Baru saat Kyung Wan berdiri, Tuan Yoon meminta maaf, sincerely. Sambil menangis. Kyung Wan tak menjawab, dia menahan tangisnya dan keluar ruangan.


Di luar, Kyung Wan mengusap air matanya, lalu berterima kasih pada Jung Bon karena telah menemaninya selama ini. Dia curhat dia sudah mendapat pekerjaan baru-baru ini. Jung Bon menepuk bahunya pelan, “Syukurlah, keliatannya, kita menemukan nasib baik kita masing-masing.” Mereka berjalan meninggalkan penjara.


Shi Mok berbincang dengan Manajer Lee. Mereka terus berupaya agar Mertua Lee segera mengaku. Manajer Kang bilang Shi Mok tidak jadi US, tapi dimutasi ke Namhae. Manajer Kang minta maaf, harusnya dengan kerja keras Shi Mok selama ini, Shi Mok dipromosikan, bukan dimutasi. Shi Mok mengaku tak keberatan, dia berterima kasih pada Manajer Kang karena sudah mendukungnya sejauh ini.

Manajer Kang bercerita Kepala Lee lah yang membuat mereka berada di posisi tinggi. Manajer Kang berkata, “Awalnya ku kira Kepala Lee memberikan posisi ini (Kepala Kejaksaan) untuk membungkamku, ternyata dia memilihku untuk mendukungmu. Sepertinya dia ingin kau menyelesaikan semuanya.”


Letnan Han mendapat sekeranjang bunga dan satu boks yang berisi dompet dan lipstiks merah dari Jung Bon. Rekannya meledek Letnan Han jahil. Letnan Han hanya tersenyum kecil tanpa menganggapnya serius. Letnan Han pergi ke toilet dan mencoba lipstiknya. Dia menyukainya. Ha. Lalu, Letnan Han menerima pesan dari Asistennya Shi Mok yang bilang tentang pemindahan Shi Mok ke Namhae.



Letnan Han menemui Shi Mok di pojangmacha. Melihat Shi Mok yang akhir-akhir ini suka minum, Letnan Han berkata Shi Mok sekarang sudah dewasa. HAHA. Letnan Han menesahati Shi Mok agar tidak bersikap kaku saat di Namhae agar mudah mendapat teman nantinya. Letnan Han bertanya, bagaimana dengan rumah Shi Mok nanti? Kan berita pemindahan itu terlalu mendadak.

Shi Mok bilang dia menyewakannya. Letnan Han tersenyum manis, dia ingin menyewanya dan menawarkan 10 juta won pada Shi Mok. Dengan ekspresi lempeng Shi Mok berkata dia sudah mendaftarkannya sebesar 350 juta won (Buseh hahahah). Letnan Han kaget, dia tak menyangka ternyata Shi Mok mata duitan juga. Ha.


Shi Mok menuangkan minuman ke gelas Letnan Han sambil mengucapkan selamat atas kenaikan pangkat Letnan Han. Letnan Han berkata dengan wajah serius, “Omong-omong upacara promosiku besok pagi. Tapi kau bilang, kau berangkatnya besok pagi juga,”

“Lalu?” tanya Shi Mok polos. (Itu kode oy! Shi Mok ga peka bgt yak)

Letnan Han menghela napas panjang. Lelah, ha. Dia menyuruh Shi Mok melupakan perkataannya saja. Lalu Letnan Han bertanya keadaan kantor Shi Mok, apa udah beres? Shi Mok berkata ada Jaksa Seo yang membantu dan ada orang kejaksaan lain yang dia percaya. Letnan Han bingung, kok Jaksa Seo? Emang Shi Mok tidak menahannya? Dia kan sudah banyak melakukan kesalahan.

“Dia memohon padaku. Tapi aku tetap tidak mempercayainya sampai akhir. Seperti Jaksa Young (Shi Mok gamau ngulangin kesalahan yg sama,” jawab Shi Mok. Shi Mok menambahkan kalau dia akan tetap mengawasi Jaksa Seo. Letnan Han mengangguk paham.

Letnan Han mengeluarkan buku catatannya dan memberikan sebuah gambar pria nyengir yang sudah diwarnai, yeah itu Shi Mok. Itu hadiah untuk latihan senyum, kata Letnan Han. Shi Mok menghela napas malas, dia berkomentar kalau gambarnya tidak mirip dengannya. Tapi Shi Mok tetap mengantongi gambar itu. Ha.

Letnan Han mengucap selamat tinggal. Shi Mok juga minta maaf karena tak bisa hadir di upacaranya. Lalu Shi Mok dengan blak-blakan berkata kalau Letnan Han keliatan aneh dengan lipstiknya. Letnan Han tertawa.



Letnan Han dan Jang Gun resmi menerima jabatan baru. Atas balasan kinerja mereka dalam menyelesaikan kasus berantai CEO Park. Rekan-rekan Letnan Han bertepuk tangan bangga dan balik hormat, mereka ikut merasakan kebahagiaan itu. Sedang di tempat lain, kedua asisten Shi Mok melepas kepergian Shi Mok dengan berat hati. Sebelum pergi, Shi Mok berterima kasih pada mereka berdua.



Dan pengganti Shi Mok adalah Jaksa Seo. Asisten Shi Mok melotot kaget, tidak percaya. Jaksa Seo santai masuk ke ruang pribadi Shi Mok dulu. Telepon berdering. Jaksa Seo sigap mengangkatnya. Mendengar suara seseorang di telepon, Jaksa Seo langsung menutup tirai ruangan. Dia duduk dan mengangkat kakinya ke meja, lalu mengobrol sambil ketawa-ketawa dengan seseorang di telepon itu. 



Nyonya Lee berziarah ke kuburan suaminya. Dia menangis (nginget suaminya ngelindungin dia) dan meminta maaf (karna gabisa berbuat apa-apa).

Nyonya Lee masuk ke ruangan ayahnya. Lalu duduk dibalik meja kebesaran itu. Terpampang namanya menggantikan nama ayahnya dulu. Asistennya menelepon seseorang, hanya ini yang dia katakan, ‘katakan pada Komensaris (Mertua Lee) bahwa kami akan mengusahakan pembatalan penahanannya’.  



10 bulan kemudian. Shi Mok tengah mengemudikan mobil, menuju kantornya. Sebuah lagu diputar lewat radio yang mengingatkannya pada Kepala Lee. Tepatnya saat Kepala Lee masih bermain bersih. Dulu Shi Mok yang masih culun keliatan kagum melihat Kepala Lee yang berwibawa. Lagu itu berakhir, dan menyiarkan sebuah berita tentang isu kejahatan Perdana Menteri.



Di kantornya, Shi Mok menerima sebuah telepon. Dari Manajer Kang. Manajer Kang berkata Shi Mok ditunjuk sebagai Tim Investigasi Khusus lagi untuk menyelidiki kasus Perdana Menteri, Shi Mok diminta kembali ke Kejaksaan Pusat dalam 2 hari. Manajer Kang juga curhat kalau Jaksa Seo tidak berubah sama sekali (yah emang ya, people doesn’t change easily). Shi Mok menghela napas, dia berjanji kalau dia tidak akan telat besok lusa. Telepon ditutup.


Shi Mok berdiri. Mengambil berkas dari lemari dan di atas lemari, dia melihat foto Tim Investigasi dulu. Shi Mok duduk kembali. Di hadapannya ada gambar dirinya yang Letnan Han kasih. Shi Mok melihatnya sambil tersenyum. *melted* 

Shi Mok kembali melanjutkan pekerjaannya. Dengan senyuman.



TAMAT

Komentar :

WHAT AN AMAZING DRAMA.


Bingung mau ngomong apa. Ha. Pokoknya, this episod totally dramatic. Semuanya tercover dengan baik dan jelas. Meskipun saya menyayangkan kematian Kepala Lee yang sebegitu mudahnya. Kepala Lee tricks us, dari awal ampe akhir episod, dengan karakter yang ga gampang ditebak itu. Lalu dia lari dari tanggung-jawab, tapi akhirnya saya (kesel karena) ngerti pas dengerin isi surat itu. Ada sebuah tekad untuk meluruskan, tapi eksekusi-nya itu salah banget.


Semua penjahat berhasil diadili, ngga ada yang terlewat. Realistis, saya suka pas ditampilin karakter Jaksa Seo yang ga berubah. Dia tetaplah Jaksa Seo yang kita kenal. Licik. Dan menurut saya, drama ini stabil tingkat ketegangan dan keseruannya, ga stengah-stengah. I’m satisfieeeeed.


Dadah~ Shi Mok yang polos, Letnan Han yang ketje, Jaksa Seo yang nekat, Jaksa Young yang eksentrik, Kepala Lee yang misterius, dan yang lainnya. Makasih juga buat SW-nim, PD-nim udah bikin drama ini. Episode terakhir ini ditutup dengan rating 6,6%. DAN (ga nyangka) bisa nyelip di posisi 7 sebagai Top Rated Show di mydramalist. Keren kan? HAHA.


Oya, saya terharu bisa namatin sinopsis drama ini karena penulisannya yang sangaaat lama, karena terganggu penyakit malas yang sering datang tanpa diundang. Maaf ya kalo ada kata-kata yg kurang berkenan, typo, atau kesalahan diksi yang ngebingungin. Makasih temen-temen yang udah mampir ke sini. Sampai jumpa di lain kesempatan!


**


PS. Saya ada niatan nge-recap Live Up To Your Name (ituloh drama medis di dua dunia), tapi ngeri kelamaan updatenya kayak gini. Kalau ada yg pengin, komen ya! Ntar saya pertimbangin mau nge-recap atau kagak. Gomawo!

6 komentar:

  1. Wah gomawoo min, selsai jg yaaa. O iya, aku setuju aja sih kalo admin mau ngerecap, tapi kalo kelamaan nggak usah deh min, nanti aku nggak sabar nunggunya hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Et HAHAHA. Jujur bgt dah XD. Makasih udah mampir ;)

      Hapus
  2. Boleh dong rekap live up. Ada sih yg udah recap tp blm sreg haha. Dibikin reviewnya aja gapapa, alis nyeritain ke penonton. lebih enak buat saya sih. Kalau sinop gini kan kesannya harus detail. Plus semoga ga makan waktu banyak karena telat. Thanks. New visitor from kdramastory

    BalasHapus
  3. Terima kasih untuk sinopsis nya.. Baru aja kelar nonton.. Emang sudah telat banget sih cuma baru sempet. Jujur ini tipe drama favorit saya.. Dan biasa nya saya dapet justru dr J dorama.. Nonton ini justru krn shin hye-sun... Kalo bisa boleh dishare drama sejenis ini juga? Tapi selain "defendant" yaaa. Hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Drama ini emg cerdas bgt, saya juga sukaa XD.

      Rekomendasi drama thriller, mystery : lookout/the guardian, duel OCN, signal tvN, voice, save me :))

      Hapus
    2. Ralaat, save me tdk jd direkomendasikan. Ceritanya gak berkualitas wkwk. Sy bertahan ampe akhir gara2 Seo Ye-ji (Sang Mi) hmm. Keren bet aktingnyaaa

      Hapus