Sabtu, 05 Agustus 2017

Sinopsis Secret Forest Episode 11

Sekarang atau tidak sama sekali. Cuma itu pilihan Shi Mok. 


Episode 11

KEPALA LEE menyalami mantan rekannya satu persatu yang memberi selamat karena jabatan barunya sebagai Kepala Sekretaris Presiden. Kemudian Kepala Lee mengambil sebotol minuman dan dua gelas yang sudah disediakan asistennya. Kepala Lee memberi satu gelasnya ke Shi Mok, lalu menuangkannya ke gelas Shi Mok sebagai hadiah karena Shi Mok sudah mengambil langkah yang SANGAT bagus hingga mampu mengacaukan instansi lain (ngancurin citra kepolisian). Kepala Lee bergurau (?) memberitahu pegawai yang lain untuk berhati-hati, bisa-bisa Shi Mok mengacaukan mereka juga.

Shi Mok spontan berkata, “Tidak peduli siapapun, sudah sepatutnya orang yang bersalah untuk waspada.” Kemudian Shi Mok gantian menuangkan minuman ke gelas Kepala Lee. Mereka bersulang. Kepala Lee meminum minumannya, tapi Shi Mok mundur dan menyimpan gelasnya ke meja, “Aku bawa mobil.” (Jadi ga boleh mabuk. Lagipula Shi Mok itu emg ga minum)

Semua orang yang ada di sana kaget melihat sikap frontal Shi Mok. Kepala Lee mencoba bersikap cool, padahal keliatan banget kalau dia merasa diremehkan.



Adegan beralih, dimana Letnan Han duduk berhadapan dengan Nyonya Lee. Tanpa basa-basi, Letnan Han langsung menanyai alasan Nyonya Lee yang menemui Ga Young. Tapi Nyonya Lee mengaku tidak mengenal Kim Ga Young. Letnan Han blak-blak-an bertanya, apa Nyonya Lee yang sudah mencabut oksigen buatan Ga Young? Bukannya menjawab, Nyonya Lee malah bertanya balik, apa Letnan Han sudah memeriksa CCTV-nya? (bahasa halusnya ‘cek dulu sebelum nuduh’)

Melihat tidak ada respon dari Letnan Han, Nyonya Lee menebak kalau Letnan Han belum melihatnya. Nyonya Lee bergumam ‘Tidak mungkin dia melupakan CCTV-nya. Dia kan bukan amatiran’. Letnan Han hanya mengangguk-ngangguk santai seakan tak peduli dengan gumam-an Nyonya Lee. Lalu Letnan Han bertanya lagi, kenapa Nyonya Lee buru-buru pulang dari Tokyo? Nyonya Lee beralasan dia mau menemani suaminya yang baru saja menerima mandat dari presiden.

Letnan Han memberi selamat, dan menambahkan, “Bagaimana bukan karena mandat? Tapi karena Ga Young masih hidup? Anda takut meninggalkan suami Anda sendiri yang mungkin akan iba pada gadis itu,”

Nyonya Lee menatap tajam Letnan Han, “Suamiku tidak akan iba pada seseorang yang tidak dikenal.” Nyonya Lee bangkit dan mengusir Letnan Han secara halus. Letnan Han berdiri sambil berkata, mungkin Nyonya Lee tidak bisa berpergian dalam waktu dekat ini karena kasus kriminal (diduga berusaha ngebunuh Ga Young).



Nyonya Lee spontan tertawa (meremehkan), dia mempersilahkan Letnan Han melakukan apa saja. Letnan Han mengangguk sambil tersenyum sopan, lalu berjalan keluar.


Kembali ke kantor. Baru saja Kepala dan rekan-rekannya mengobrol, asistennya Kepala Lee mengingatkan bahwa akan ada rapat dalam 10 menit ke depan. Akhirnya semua pegawai pamit undur diri.

Sampai luar, Manajer Kang langsung berbisik dan menasehati Shi Mok untuk tidak terlalu berani. Shi Mok mengangguk paham. Sedangkan di dalam ruangan, Kepala Lee mendapat telepon dari Kepala Kepolisian Kim yang memintanya untuk ke basement. Kepala Lee terpaksa menurutinya.

Belum lama mobil Manajer Kang dan pegawai yang lain pergi, Shi Mok masih di dalam mobil dan mengirim pesan ke seseorang. Tapi perhatiannya langsung teralihkan ketika melihat Kepala Lee muncul dari pintu basement. Shi Mok terlihat bingung, seingatnya Kepala Lee ada rapat beberapa menit lagi. Shi Mok langsung menunduk agar tidak kelihatan.

Kepala Lee masuk ke mobil Kepala Kepolisian Kim. Kepala Lee marah karena Kepala Kepolisian Kim telah mengancamnya. Kepala Kepolisian Kim membela diri bahwa Kepala Lee lah yang memperkenalkan gadis itu pada dirinya.

Setelah-lama-bernegosiasi, akhirnya Kepala Lee bersedia membantu Kepala Kepolisian Kim yang merupakan temannya selama 40 tahun terakhir. Kepala Lee bergegas keluar mobil, Kepala Kepolisian Kim mengikutinya sambil berterima kasih. Dan Shi Mok melihat mereka dengan amat jelas.



Shi Mok langsung menghubungi Letnan Han. Letnan Han menjawab singkat bahwa dia akan menghubungi Shi Mok nanti, soalnya dia lagi diomeli Pimpinan Tim (dimarahi gara2 berani nyerang Kepala Kepolisian Kim, yg notabene atasan mereka. Gara2 itu juga, citra kepolisian ancur). Setelah mengakhiri panggilannya, Shi Mok membututi mobil Kepala Kepolisian Kim.


Nyonya Lee terlihat pucat. Dia buru-buru menuju sebuah lemari pajangan yang ada di rumahnya, lalu menariknya di kedua sisi kanan-dan-kiri hingga terlihat sebuah lemari lagi yang berisi banyak botol obat-obatan. Nyonya mengambil beberapa pil dari beberapa botol obat dan meminumnya dengan gemetar.

Beberapa detik kemudian, dia terlihat lebih tenang. Suatu kilas balik menghantui pikirannya.


Kilas balik. Nyonya Lee pergi ke ruang rawat Ga Young dengan memakai kaus tangan. Belum sempat dia menemukan ranjang Ga Young (di kamar itu, ada 4 ranjang yg ditutupi tirai), matanya menangkap sosok Kepala Kepolisian Kim yang ada tak jauh dari kamar rawat Ga Young. Buru-buru dia sembunyi di salah satu tirai. Nyonya Lee mendengar suara langkah yang melewati tirainya. Nyonya Lee pelan-pelan membuka tirai dari samping, terkejutlah dia melihat Kepala Kepolisian Kim yang sedang melepas oksigen Ga Young dan membekap wajahnya dengan bantal. (Wow, suatu kejutan yg menarik. Nyonya Lee dateng diwaktu yg salah)



Kembali ke masa kini. Nyonya Lee menelepon seseorang, dia menyuruh si penerima telepon untuk mengawasi gerak-gerik seseorang (mungkin suaminya). Di tempat lain, Mertua Lee marah tertahan ketika melihat surat pencekalan terbang untuk putrinya. Dia langsung meminta asistennya untuk memanggil Jaksa Seo.

Letnan Han dan Jang Gun masih dimarahi Pimpinan Tim. Tiba-tiba ponsel Letnan Han berdering. Dia melirik ponselnya, lalu meminta maaf sambil minta izin untuk mengurus sesuatu. Pimpinan  Letnan Han menarik Jang Gun dengannya.

Jang Gun bingung melihat Letnan Han tergesa-gesa menariknya. Setelah agak jauh, Letnan Han mengatakan bahwa Ga Young cidera. Sersan Kim yang menguping, langsung menghubungi Kepala Kepolisian Kim. (Hah, Letnan Han ngga sebodoh itu buat ngebocorin kondisi Ga Young. Ini jebakan?)



Jaksa Seo menghadap Mertua Lee. Dia bilang kalau penyebab penerbangan Nyonya Lee dicekal karena ada dugaan pembunuhan. Sebelum masuk ke ruang itu, Jaksa Seo udah nanya ke Shi Mok lewat telepon. Mertua Lee tersenyum kecil mendengar nama Shi Mok.

Kepala Lee masuk ke ruang ayahnya, dan agak kaget melihat Jaksa Seo. Jaksa Seo tahu diri, dan keluar ruangan. Kepala Lee mengantarnya ke pintu sambil  berbisik agar Jaksa Seo menunggunya di lobi.

Mertua Lee memberitahu tentang tuduhan pembunuhan atas putrinya pada menantunya. Melihat reaksi Kepala Lee, Mertua Lee tau kalau Kepala Lee belum dengar berita itu. Mertua Lee menasehati menantunya, harusnya Kepala Lee lebih memperhatikan istrinya. Gimana mau ngurus negara kalau ngurus istrinya aja ngga sanggup? Kepala Lee tampak bersalah.

Mertua Lee juga bilang kalau Kepala Lee harus memastikan Shi Mok tidak mencium bisnis-besar yang akan mereka jalankan. Kepala Lee tak merespon, dia bangkit dan izin undur diri.

Setelah Kepala Lee keluar, Mertua Lee menuju jendela. Dia menerawang, sambil berkata, “Dia bahkan tidak bertanya siapa yang istrinya bunuh, dan kenapa istrinya membunuh.” (Mertua Lee sadar kalau Kepala Lee mungkin udah tau jawabannya)



Di lobi, entah dengan maksud apa, Kepala Lee menerima Jaksa Seo untuk menjadi bawahannya lagi. Dia meminta Jaksa Seo untuk setia padanya dan mertuanya. Jaksa Seo berterima kasih, dan nampak bahagia.

Letnan Han tergesa-gesa masuk ke ruang rawat Ga Young dengan niat ingin memindahkannya ke RS lain. Sersan Kim menyerbu masuk, sambil menuduh Letnan Han yang sudah menyembunyikan saksi. Letnan Han terkejut. Sersan Kim langsung merampas Ga Young yang duduk di kursi roda. Letnan Han mencoba melawan, tapi dia malah terjengkang ke samping.

Kepala Kepolisian Kim juga muncul. Sersan Kim langsung menahan Letnan Han dan membiarkan Kepala Kepolisian Kim untuk membawa Ga Young. Setelah Kepala Kepolisian Kim keluar, Letnan Han baru mengeluarkan tenaga dalamnya. Dia menonjok Sersan Kim hingga terjatuh, lalu memborgolnya di jeruji ranjang. Dan.. di saat bersamaan, Shi Mok mengawasi kejadian itu dari ruang keamanan melalui CCTV.

Dari CCTV, Shi Mok tau kalau Kepala Kepolisian Kim membawa Ga Young ke atap. Shi Mok segera memberitahu Letnan Han.



Kepala Kepolisian Kim tiba di atap. Dia berbicara di tepat wajah Ga Young yang tertutup masker. Kepala Kepolisian Kim memohon pada Ga Young untuk pura-pura tidak mengenalnya saat bersaksi nanti, bahkan berjanji akan memberikan uang yang banyak. Tapi Ga Young cuma menggeleng sambil memalingkan wajah.


Kepala Kepolisian Kim refleks berdiri saat melihat Shi Mok mendekat. Lebih kaget lagi saat melihat Letnan Han dari arah berlawanan, bersama banyak rekan polisi di belakangnya. Kepala Kepolisian Kim langsung ngadu kalau dia telah menemukan saksi yang dicuri.. Letnan Han menyela, “Aku yang memanggil mereka (polisi) ke sini. Mereka juga harus tau yang sebenarnya,”


Dan.. jeng jeng, dari belakang mereka, munculah Ibu Ga Young dan Tuan Yoon yang mendorong kursi roda yang sedang diduduki Ga Young! Nah lo. ‘Ga Young’ yang tertutup masker seketika berdiri dan membuka maskernya, dan ternyata dia adalah Asisten-nya Shi Mok (Asisten Choi). Semua orang bergeming, masih tidak mengerti apa maksud semua itu.

Shi Mok menunduk dan berbicara pada Ga Young. Shi Mok menyuruh Ga Young rileks, dan bertanya, siapa pria yang Ga Young rutin temui? Dengan lemah, Ga Young mengangkat wajahnya yang sedari tadi menunduk dan perlahan mengarahkan jari telunjuknya pada Kepala Kepolisian Kim.



Semua orang kaget, tidak percaya. Pimpinan Tim lebih kaget, selama ini orang yang dia bela malah seperti itu. Akhirnya, dengan berat hati, Pimpinan Tim membiarkan Letnan Han untuk memborgol Kepala Kepolisian Kim dengan tuduhan Pelanggaran Hak Anak dibawah Umur. (Secara itu atasannya. Pastilah ada rasa sungkan untuk mengadili atasan sendiri)


Mertua Lee dan Kepala Lee tiba di sebuah tempat makan. Bersama beberapa orang penting lainnya. Mereka makan, sambil membicarakan sebuah bisnis dengan memakai Bahasa Jepang. Sepertinya mereka akan bekerja sama. 

Sedangkan di tempat lain, Jaksa Young mendekati ayahnya yang sedang membaca buku. Jaksa Young dengan gembira memberitahu kalau dia akan mengajukan banding guna membersihkan nama ayahnya. Young Il Jae menatap sayang putrinya. Dalam hatinya, Young Il Jae yakin putrinya bisa melakukan sesuatu yang dia pilih, tapi Young Il Jae juga takut putrinya akan terluka karenanya.


Manajer Kang agak frustasi melihat tindakan Shi Mok yang berhasil mengacaukan salah satu instansi kepolisian. Dan Manajer Kang lah yang bertugas menginterogasi Kepala Kepolisian Kim, dia terlihat enggan (mungkin Kepala Kepolisian Kim itu temennya). Ketika sampai di ruang interogasi, Kepala Kepolisian Kim langsung meminta dipinjamkan ponsel. Manajer Kang memberinya tanpa banyak tanya.

Kepala Kepolisian Kim menghubungi Kepala Lee untuk meminta bantuan. Sayangnya Kepala Lee terdengar tak peduli, “Kau sudah tamat. Jatuhlah sendirian, kalau kau mau keluargamu tetap aman.” Klik. Telepon terputus. Kepala Kepolisian Kim mengusap wajahnya pasrah.



Shi Mok mendekati Ga Young yang terbaring lemah di ranjang rumah sakit. Ada Ibu Ga Young, Asisten Choi, Tuan Yoon, dan Letnan Han juga. Kemudian, dengan nada yang super lembut, Shi Mok bertanya, apa Ga Young mengenali Kepala Lee (sambil nyodorin foto)? Ga Young terdiam, nampak berpikir. Lama. Akhirnya Shi Mok menarik ponselnya lagi, tidak memaksa.

Ibu Ga Young bilang kalau anaknya sempat kejang pas nunggu di basement. Shi Mok menatap Ga Young. Tiba-tiba Ga Young mengigau ‘nol’ dan ‘tujuh’. Semua orang tak mengerti, apa maksudnya?

Tepat sebelum keluar, Shi Mok sempat menoleh dan mendengar Ga Young kembali bergumam ‘dingin’, anehnya Ga Young malah menolak untuk diselimuti. Terlihat bahwa suhu kamar saat itu ada di 28 derajat. Bukankah itu cukup hangat? Isangee (cukup aneh).



Tim Khusus Investigasi (alias Tim Inti) sedang mendiskusikan pernyataan-Nyonya-Lee-yang-terkesan-ambigu. Letnan Han berkata, “Setelah ku pikir-pikir, pernyataan Nyonya Lee menyiratkan kalau dia melihat seseorang di sana,” Letnan Han berhenti sejenak, “Nyonya Lee bilang ‘dia bukan amatir’...”

Shi Mok langsung sadar. Kemungkinan besar orang yang dimaksud Nyonya Lee adalah Kepala Kepolisian Kim. Jang Gun protes, dia yakin atasannya ngga sejahat itu buat membunuh seseorang. Jang Gun emosi karena instansinya dituduh yang tidak-tidak, “Yang terlibat korupsi adalah jaksa, lalu kenapa kalian mengincar kepolisian? Bukankah Jaksa Seo lebih mencurigakan karena terbukti menyembunyikan ponsel Ga Young?”

Jang Gun tambah kecewa saat tau yang ngelaporin kekerasan yang menimpa Kyung Wan adalah Letnan Han (Letnan Han dianggap pengkhianat karena nyerang rekannya sendiri). Saking kecewanya, Jang Gun keluar ruangan saat itu juga. (Mungkin Jang Gun juga takut. Dia ngasih salinan CCTV yg dicuri dari laptop Letnan Han, itu sama aja dia udah ngebantuin tersangka)



Shi Mok baru saja menerima perkembangan kondisi Ga Young dari asistennya yang menjaga Ga Young. Asisten Choi cuma bilang kalau Ga Young mengigau ‘basah’. Shi Mok tak mengerti. Dia coba menghubungkan kata ‘basah’ dengan ‘dingin’ yang sempat Ga Young ucapkan tadi.

Jaksa Seo menemui Shi Mok yang sedang makan di kantin. Entah nyindir atau emang pujian, dia memberi selamat pada Shi Mok yang berhasil menangkap Kepala Kepolisian Kim. Lalu Jaksa Seo dengan wajah berseri dia ngasih tau Shi Mok kalau dia udah kerja di Blue House (Istana Kepresidenan), bekerja di bawah Kepala Lee. (Ingat, Kepala Lee sekarang menjabat sebagai Kepala Sekretaris Kepresidenan)


Shi Mok tidak terkejut mendengarnya. Jaksa Seo berbisik tentang Kepala Lee melakukan rencana rahasia yang bekerja sama dengan orang-orang penting, seperti Menteri Pertahanan, dan Pengusaha Jepang Matsuyama. Jaksa Seo bisa tau, soalnya Jaksa Seo ngintip saat mereka masuk ke sebuah rumah makan.

Jaksa Seo mencoba bernegosiasi, kalau Shi Mok menarik surat penahanannya (alias ga jadi ditangkep), dia janji akan mencari tau bisnis apa itu. Shi Mok membalas, kalau tiba-tiba surat itu ditarik, otomatis Hanjo Group akan curiga. “Dengan otoritas yang Hanjo punya, kau tidak akan ditahan kalau kau benar-benar dibutuhkan,” lanjut Shi Mok. (Shi Mok tau tujuan Jaksa Seo cuma 1, yaitu : gamau dipenjara)

Shi Mok menunjuk teve yang ada di samping mereka, teve itu terlihat ada orang-orang penting yang kemarin bertemu Kepala Lee dan Mertua Lee yang inti beritanya adalah pengembalian beberapa aset budaya (beritanya ga mencurigakan). Akhirnya, Shi Mok cuma berpesan agar Jaksa Seo mencari tau tentang bisnis itu, terutama tentang ‘CEO Park’. Shi Mok menekankan bukankah Jaksa Seo dulu bersikeras kalau pembunuh CEO Park adalah Kepala Lee? Apa kau tidak penasaran? Jaksa Seo seakan tersadar kalau dia sudah melewatkan hal itu.


Jaksa Young menerobos kantor Kepala Lee dengan paksa. Jaksa Seo sampai kaget melihatnya, dia mencoba menghentikan kecerobohan Jaksa Young, tapi percuma saja. Jaksa Young sangat marah pada Kepala Lee karena telah membuat banding yang diajukan olehnya di tolak (Banding = pemeriksaan kembali atas persetujuan Presiden. Jaksa Seo pernah bilang ‘kekuasaan Hanjo mampu ngalahin kekuasaan Presiden’).

Tapi Kepala Lee mengaku tak tahu apa-apa soal itu. Wajahnya tidak menunjukan rasa bersalah sama sekali, dia terlihat tidak peduli. Jaksa Young berkata sambil menangis, “Punya kekuasaan hingga bisa menghancurkan hidup seseorang, pasti membuatmu merasa seperti Tuhan. Tapi kau tidak akan menang!” Kepala Lee hanya melirik Jaksa Young, seperti masa bodo. Jaksa Young pun keluar.



Sedangkan Jaksa Seo masih diam, sepertinya perkataan Jaksa Young sudah menyentuh hatinya. Beberapa saat kemudian, Jaksa Seo keluar, dan dia melihat Jaksa Young sedang menangis sejadi-jadinya. Sesak. (Gimana si rasanya di PHP-in? Sakit. Apalagi Jaksa Young ini benci bgt sama Kepala Lee.)


Tak lama setelah Jaksa Young keluar kantor, Mertua Lee datang ke kantor menantunya. Sebenarnya Mertua Lee berpapasan dengan Jaksa Young, hanya saja mereka tak saling menyadari. Atau bahkan tak saling mengenal.

Saking keponya, Jaksa Seo nekat merekam percakapan Mertua Lee dan Kepala Lee. Bukan pakai penyadap atau semacamnya, tapi pakai ponsel yang segede papantulis (hiperbolis ya? haha). Jaksa Seo melempar ponselnya dalam mode ‘merekam’ ke bawah sofa yang ada di ruangan Kepala Lee (Jaksa Seo pura-pura bawa 2 cangkir teh pake nampan). Lagipula ruangan itu dilengkapi alat pendeteksi penyadap. Jadi kalau ada penyadap, pasti ketahuan.



Setelah berpikir cukup lama, sepertinya Shi Mok sudah mendapat sebuah petunjuk. Kata ‘basah’ dan ‘dingin’ ternyata ada makna tersendiri. Shi Mok ingat, Ibu Ga Young bilang bahwa Ga Young mengalami kejang di basement. Dan saat itulah Ga Young bilang ‘dingin’ dan ‘basah’. Basement itu sudah mengingatkan Ga Young akan sesuatu. Sesuatu yang membuatnya trauma berkepanjangan. Ya itu dia.

Shi Mok mengajak Letnan Han untuk ikut bersamanya. Menuju basement rumah CEO Park. Tempat dimana Ga Young ditemukan dengan kondisi yang menyedihkan.


BERSAMBUNG


Dari drama yg Shin Hye Sun (Jaksa Young) yg saya tonton (LOTBS dan SWP), menurut saya, yg di drama ini yg paling keren. Cewek yang berani, gigih, dan sedikit ambisius. Ternyata cocok juga.

Kenapa Nyonya Lee ngga ngaku aja kalo dia ngeliat Kepala Kepolisian Kim yg ngelepasin oksigen G Young? Kan kalo ngaku, dia ngga bakal dicurigain. Gini, MUNGKIN Nyonya Lee gamau ketahuan suaminya kalau dia udah tau tentang sosok 'Ga Young'. Kalo seandainya Nyonya Lee ngaku, otomatis itu nunjukin kalo dia udah tau tentang Ga Young kan?

1 komentar:

  1. Shin Hye sun Daebak ..
    Saya nyari film ini karena ada Shin Hye sun nya .. di film five enough juga kereeen bgt nih

    BalasHapus