Selasa, 01 Agustus 2017

Sinopsis Secret Forest Episode 10

Shi Mok sangat berhati-hati dalam bertindak. Perlahan tapi pasti. Beberapa petunjuk muncul untuk menyatukan benang merah. 


Episode 10 

Letnan Han dan Shi Mok tiba di ruang rawat Kim Ga Young (korban penculikan). Di sana sudah ada Pimpinan Tim dan Sersan Kim yang masih mencoba berbicara pada Ga Young yang baru saja sadar dari koma. Kata pertama yang keluar dari bibirnya, adalah ‘Eomma’. Sedetik kemudian, Ibu Ga Young tiba, dia menangis terharu karena anaknya sudah sadar.


Pimpinan Tim menerima telepon dan berdiri agak jauh dari orang. Shi Mok dan Letnan Han seakan tau kalau Pimpinan Tim menerima dari Kepala Kepolisian Kim (Kepala pernah ketangkep CCTV bersama Ga Young. Pasti bakal panik Ga Young sadar). Ketika mereka berdua keluar, ponsel Shi Mok berdering. Karena terjadi masalah mendesak, akhirnya Shi Mok dan Letnan Han berbagi tugas. Shi Mok diharuskan pergi, sedangkan Letnan Han akan mengurus Ga Young.


Sepertinya Mertua Lee memberi kesempatan pada Jaksa Seo, karena sekarang mereka sedang berbicara 4 mata. Jaksa Seo memberitahu tentang-Istri-Young-Il-Jae yang dipanggil Shi Mok sebagai saksi. Mertua Lee agak terkejut mendengarnya (kayaknya Kepala Lee belum bilang ke mertuanya kalo Young Il Jae menemuinya). Jaksa Seo juga berbohong kalau Shi Mok mengajaknya bersekongkol untuk mengungkap kasus CEO Park dengan imbalan dia akan dibebaskan.

Jaksa Seo bersedia menyelidiki apa yang Tim Shi Mok cari kalau Mertua Lee mau, tapi Mertua Lee bilang informasi itu tidak ada untungnya. Jaksa Seo memohon agar Mertua Lee membantunya.

Ketika Jaksa Seo pergi, Mertua Lee langsung meminta sekretarisnya untuk menghubungi Kepala Lee yang baru saja tiba di Tokyo agar segera kembali ke Korea. Sekretaris mengiyakan, lalu memberitahu kalau Ga Young telah sadar. (Kepala Lee dan istrinya ke Tokyo berniat bertemu dengan anak mereka)


Ada panggilan untuk Pimpinan Kim agar pergi ke meja informasi. Pimpinan Kim pergi dengan bingung. Nah, saat itulah, Letnan Han datang bersama staf medis. Mereka memindahkan Ga Young dengan alasan keselamatan (yg buat panggilan itu adalah Letnan Han, biar Pimpinan Tim keluar dari ruang rawat Ga Young). Letnan Han tentu sudah mendapat izin dari ibu Ga Young.

Mereka segera membawa Ga Young ke mobil. Dan hampir saja ketahuan Sersan Kim, untung Sun Chang (polisi muda junior Letnan Han) memanggil Sersan Kim, jadi perhatian Sersan Kim teralihkan. Suster yang menjaga Ga Young menghampiri Letnan Han dan ingin menceritakan sesuatu yang penting tentang wanita yang menyusup ke kamar Ga Young (dari belakang wanita itu adalah Nyonya Lee). Letnan Han memutuskan agar Asisten Shi Mok (Asisten Choi) pergi dengan Ga Young duluan karena dia ingin mengurus sesuatu dengan suster dulu.



Letnan Han pergi ke bagian keamanan rumah sakit, meminta CCTV pada saat kejadian berlangsung. Sayangnya, petugas itu bilang ada polisi bermarga ‘Kim’ (Sersan Kim kah?) yang mengambil rekaman itu. Letnan Han mendengarnya dongkol. Kemudian Letnan Han pergi ke ruang rawat Ga Young dan pura-pura terkejut dengan hilangnya Ga Young. Pimpinan Tim mondar-mandir dan terlihat frustasi.


Shi Mok tiba di tempat dimana sudah ada Jaksa Young, Tuan Yoon, dan pria yang dikenal Kurir Tae Gyun. Selama beberapa terakhir Jaksa Young mengikutinya, karena Kurir Tae Gyun adalah kurir yang mengirim uang-suap ke rumahnya 3 tahun lalu. Tapi Kurir Tae Gyun terus mengaku kalau dia tak mengenal CEO Park.

Melihat tatapan Shi Mok pada Jaksa Young, Tuan Yoon membela Jaksa Young yang ingin membantu. (Arti tatapan Shi Mok = ngapain lo di sini, kan lo bukan tim inti)

Kurir Tae Gyun mengenali Shi Mok sebagai jaksa yang muncul di teve. Dan sebenarnya Kurir Tae Gyun dan Shi Mok sudah pernah bertemu di kasus yang berbeda. Kurir Tae Gyun berkata, “Apa kau pikir pelaku CEO Park akan diam saja kalau aku buka mulut?”

“Justru kau mati kalau diam saja. Si pembunuh CEO Park ingin mengungkap segala sesuatu tentang CEO Park. Dan dia tidak mau orang-orang yang bersalah tetap bebas berkeliaran,” tegas Shi Mok. Shi Mok meminta agar Kurir Tae Gyun mau bekerja sama, agar korban tak lagi bertambah.

Akhirnya, Kurir Tae Gyun bersedia memberi pernyataan, bahwa dia benar-benar menerima pengembalian sejumlah uang dari Young Il Jae (artinya Young Il Jae tidak memakai uang suap). Jaksa Young menghela napas lega. Juga Tuan Yoon sudah merekam pernyataan itu di ponselnya.



Shi Mok menyuruh Kurir Tae Gyun ke kantor kejaksaan pusat untuk diekspos bersama Tuan Yoon, agar tidak ada yang melakukan sesuatu padanya (Karna udh dikelilingi media. Tau kan kehebatan media itu gimana? Pendeknya, media bisa menjungkir-balikan keadaan dalam sekejap). Mau tidak mau Kurir Tae Gyun menuruti saran Shi Mok. Selepas Tuan Yoon pergi, Jaksa Young berterima kasih pada Shi Mok, karena secara ngga langsung telah membantunya.


Letnan Han menunjukan foto Nyonya Lee pada Suster Ga Young. Dan suster itu mengangguk sambil menceritakan kejadian yang dia tau malam itu. Sang Suster juga menceritakan kalau dia melihat bantal Ga Young ada di lantai, yang dia kira jatuh karena Ga Young yang mengalami kejang (padahal mah buat membekap Ga Young). Ketika Suster itu bertanya pada Nyonya Lee yang menjauh, Nyonya Lee hanya menoleh sambil tersenyum.

Mendengar itu, Letnan Han segera menghubungi Shi Mok dan memberitau fakta terbaru itu. Shi Mok berkata, “Karena Sersan Kim gece mengambil rekaman itu saat kejadian Nyonya Lee, berarti Sersan Kim segera tau siapa yang membawa Ga Young sekarang (soalnya Sersan Kim bakal segera ngecek CCTV).” Letnan Han buru-buru ke ruang keamanan.


Sesuai dugaan Shi Mok, Kepala Kepolisian Kim baru saja menonton rekaman CCTV Nyonya Lee dan Letnan Han yang memindahkan Ga Young. Dia terlihat sangat terkejut, lalu bergegas menghubungi Sersan Kim.


Setelah menerima telepon dari Kepala Kepolisian Kim, Sersan Kim langsung mengancam Sun Chang agar memberitahu dimana Ga Young sekarang. Sun Chang mencoba beralasan. Tiba-tiba Letnan Han masuk ke ruangan itu sambil bersedekap, lalu mengusir Sun Chang keluar (arti usiran itu = biar gue yg ngadepin si Sersan yg satu ini).

Letnan Han meminta salinan CCTV-nya, tapi Sersan Kim mau ngasih sebelum Ga Young dikembalikan dengan alasan Ga Young adalah saksi penting. Letnan Han memutar bola matanya malas, sambil berkata kalau sampai kapanpun dia tidak akan memberitahu Sersan Kim. Akhirnya Letnan Han keluar ruangan itu, dan pergi ke meja kerja Sersan Kim, sayangnya dia tidak menemukan apa-apa.


Manajer Kang menuntut penjelasan Shi Mok yang sudah membuatnya menunggu selama 2 jam. Shi Mok minta maaf, lalu melaporkan kondisi Ga Young yang sudah sadar. Manajer Kang mengangguk-ngangguk. Shi Mok juga bilang kalau Ga Young melakukan apapun, jadi mereka harus menunggunya.

Kemudian mereka berdua mulai membahas masalah korupsi. Karena Manajer Kang menyinggung Kurir Tae Gyun, akhirnya Shi Mok jujur kalau dia baru saja bertemu dengannya. Manajer Kang kaget. Shi Mok berkata, “Dia telah mengaku uang-suap itu dikembalikan. Dan pernyataannya itu, akan di publikasikan secepatnya,”

Manajer Kang mengangguk ragu sambil memuji kinerja Shi Mok. Kemudian Shi Mok memberikan berkas 3 tahun yang lalu, ketika kasus itu sedang heboh-hebohnya. Di berkas itu terselip foto dari rekaman CCTV yang merekam Kurir Tae Gyun di pintu masuk sebuah bangunan.

“Dia baru saja mengaku telah menerima uang itu kembali. Tapi, di foto itu terlihat kalau Tae Gyun tidak membawa apa-apa,” ucap Shi Mok. (Karna foto itu, Young Il Jae dituduh menerima suap. Apalagi 3 tahun yg lalu, Tae Gyun memberi kesaksian palsu dg mengatakan kalau uangnya tidak dikembalikan)

Shi Mok menatap intens Manajer Kang yang merasa iba pada Young Il Jae karena dipecat oleh sesuatu yang tidak pernah dia lakukan. Mendengar perkataan Manajer Kang yang seakan-akan tau kalau Young Il Jae memang tidak bersalah, Shi Mok merasa Manajer Kang menyembunyikan sesuatu yang penting. Tapi Manajer Kang tidak berkata apa-apa. Manajer Kang memilih bangkit sambil berkata kalau dia butuh waktu untuk berpikir.



Letnan Han bersama Jang Gun menyelidiki hotel tempat Ga Young bertemu dengan Kepala Lee dulu. Mereka merasa kesulitan menemukan nama-nama pria yang bertemu dengan Ga Young karena memang sebelumnya sudah diatur sedemikian rupa. Jadi pria-pria itu benar-benar menjaga privasinya rapat-rapat. Tapi bukan Letnan Han kalau tidak bisa mendapat hasil apapun, dia mencium sesuatu yang janggal.

Letnan Han menemui Ga Young yang bersembunyi di balik selimut. Tak lama Shi Mok juga masuk sambil memperkenalkan identitasnya. Kemudian Letnan Han bertanya pada Ga Young, siapa yang pria dia temui setiap hari senin?

Kamera dialihkan ke Kepala Kepolisian Kim. Dia baru saja membuang sebuah chip ke toilet. Suara Letnan Han kembali terdengar, “Kepala. Kepala kamilah yang menemuimu. ‘Polisi’ seharusnya tidak melakukan hal itu. Kami minta maaf.” (Dari 3 nomor yang terdaftar di riwayat Ga Young, salah satunya adalah nomor Kepala Kepolisian Kim. Letnan Han sudah memastikannya)



Tidak mau kehilangan momentum penting, Shi Mok segera memberi klarifikassi perkembangan kasusnya di depan pers. Ada 3 poin penting, dan ketiganya sama-sama membuat wartawan heboh. Yang pertama, tuduhan penyuapan terhadap Young Il Jae akan dicabut. Kedua, soal pria yang sering ditemui Ga Young yang adalah Kepala Kepolisian Kim. Dan yang terkahir, Shi Mok berkata bahwa ada satu jaksa yang akan ditahan, setelah surat izin diterbitkan (Shi Mok ga kasitau siapa jaksa itu). Shi Mok berjanji akan mengeluarkan bukti-bukti itu secepatnya.

Di belakang wartawan itu, ada Jaksa Seo menyunggingkan senyum lebarnya (kayak ngejek). Shi Mok sama sekali tidak terpengaruh. Dia lebih memilih untuk menjawab beberapa pertanyaan dari wartawan.



Jaksa Seo mengikuti Shi Mok sambil menawarkan bantuannya. Lah?! Jaksa Seo mengingatkan bahwa Hanjo Group lebih berkuasa daripada presiden (Hanjo Group itu milik Mertua Lee). Jaksa Seo berkata dia akan membayar semua kesalahannya dan bersedia bekerja sama dengan Shi Mok.


Sebelum Shi Mok merespon, kamera dialihkan ke kediaman Young Il Jae. Dia membuka sebuah kotak dari lacinya, di dalam kotak itu adalah sebuah flashdisk. Tapi ketika Jaksa Young muncul dari pintu, Young Il Jae langsung menyembunyikan flashdisk itu lagi ke kotaknya.

Jaksa Young bertanya kesediaan ayahnya untuk melakukan wawancara dalam waktu dekat. Tapi Young Il Jae dengan tegak menolak, dia tidak percaya siapapun. Jaksa Young mengangguk paham, tanpa berniat memaksa. Sebelum keluar kamar, Jaksa Young melirik kotak yang dibuka ayahnya tadi.



Mertua Lee memasang wajah serius, tak menyangka Shi Mok melangkah sejauh itu. Dan ketika sampai rumah, Nyonya Lee protes karena ayahnya mendadak memanggil suaminya. Dengan nada tinggi, ayahnya berkata Kepala Lee lah yang memaksanya untuk memanggil (karna ga becus). Nyonya Lee sontak melotot pada ayahnya (dia ga suka suaminya diomeli). Nyonya Lee menaiki tangga karena kesal.

Kepala Lee minta maaf pada mertuanya, dia sama sekali tidak menyangka Shi Mok secerdik itu. Mertua Lee berharap menantunya itu cepat-cepat menyelesaikan masalah Shi Mok, sebelum bertambah buruk. Dering ponsel menghentikan percakapan mereka, ternyata Nyonya Lee menguping dari tangga. Dia bergegas ke atas. Di kamarnya, Nyonya Lee diberitahu tentang kondisi Ga Young. Dia kaget sekaligus marah pada orang yang meneleponnya karena kehilangan jejak Ga Young.



Kepala Kepolisian Kim tiba di kantor kejaksaan. Dia dikerubuti wartawan yang menuntut penjelasan darinya. Kepala Kepolisian Kim terlihat stress, tapi kemudian dia menyangkal tuduhan itu. Dia berkata kalau Shi Mok cuma mengarang cerita. Well, anggota-tim-inti (minus Asisten Choi) menonton siaran langsung itu dari teve. Mereka tak enak hati pada Letnan Han karena itu adalah atasan Letnan Han. Letnan Han berkata dia hanya menjalankan tugas, padahal dari ekspresinya keliatan kalau Letnan Han merasa tertekan.

Letnan Han masuk ke sebuah ruangan untuk menginterogasi Kepala Kepolisian Kim. Letnan Han mulai mengajukan beberapa pernyataan seputar hubungan Kepala Kepolisian Kim dengan CEO Park.

“Apa kau berniat menjadikan aku pembunuh, karena kau tidak punya bukti hubunganku dengan gadis itu, hah?! Aku bahkan tak mengenal gadis itu!” ucapnya. Kepala Kepolisian Kim berkata teganya Letnan Han merusak citra dirinya sebagai seorang suami-dan-ayah.

Letnan Han kemudian menunjukkan foto rekaman CCTV yang merekam Ga Young bersama Kepala Kepolisian Kim di depan lift (abis ketemu Kepala Lee, Ga Young berjalan ke depan lift sambil tersenyum pada Kepala Kepolisian Kim, lalu mereka jalan bareng). Kepala Kepolisian Kim kaget setengah mati melihat fotonya. Letnan Han berkata foto-foto itu akan dipublish kalau Kepala Kepolisian Kim terus menyangkal. “Akuilah dan minta maaf.” ucap Letnan Han dengan mata berkaca-kaca. (Saya rasa Letnan Han sedih, kesel, sekaligus marah, ngeliat kelakuan atasannya yang begitu memalukan)



Kepala Kepolisian Kim masih syok, tidak mengatakan satu kata pun. Dua orang petugas masuk dan membawanya keluar. Di luar sudah ada Jang Gun. Tiba-tiba Kepala Kepolisian minta izin untuk ke toilet. Jang Gun bersedia mengantarnya. Tapi ketika mereka sudah masuk toilet, Kepala Kepolisian Kim langsung memegang kedua bahu Jang Gun sambil meminta tolong pada Jang Gun.


Kamera beralih dan memperlihatkan Jang Gun yang memegang foto-foto Kepala Kepolisian Kim bersama Ga Young. Jang Gun merasa foto itu adalah rekayasa Shi Mok. Letnan Han hanya menatap Jang Gun sebentar, lalu menunjukan rekaman asli itu.  (Jang Gun ngomong gitu pas cuma ada mereka berdua di kantor)

Kilas balik singkat, Kepala Kepolisian Kim meminta Jang Gun untuk meng-copas rekaman itu.

Kembali ke masa kini. Jang Gun terlihat ragu untuk menuruti permintaan atasannya. Ketika Letnan Han ingin memutar rekaman itu, Jang Gun langsung meminta Letnan Han menutup laptop itu dengan alasan dia tidak perlu tau tentang kasus itu (entah pura2 nolak atau emg takut). Letnan Han mengangguk-ngangguk, lalu bersiap pergi ke suatu tempat. Dia pergi dan meninggalkan laptopnya di situ. Jang Gun melirik laptop itu. Eh? Sengaja ditinggal ya?


Entah gimana caranya, nampaknya bantuan Jaksa Seo diterima Shi Mok. Kini mereka berdua duduk berhadapan bersama Manajer Kang. Jaksa Seo mulai memberitahu info penting yang dia punya. Yaitu : Mertua Lee yang menyuruh CEO Park mengirim uang itu pada Young Il Jae.


Layar menjadi buram, sepertinya ini adalah kilas balik. Waktu itu CEO Park datang dan memberi hormat Kepala Lee dan Jaksa Seo yang sedang minum di sebuah bar. CEO Park mau jadi tender di Hanjo Group, tapi tidak punya uang yang cukup.

Mertua Lee tau kalau menantunya itu sudah selingkuh. Suatu ketika, Kepala Lee kaget banget saat melihat CEO Park ada di ruangan mertuanya. CEO Park lah yang memberi kesenangan (wanita selingkuhan) pada Kepala Lee. (sepertinya CEO Park juga yg ngebocorin perbuatan Kepala Lee pada Mertua Lee, biar dia bisa ‘main’ di Hanjo Group)

Entah karena alasan apa, Mertua Lee mau menyingkirkan Young Il Jae dan membutuhkan Kepala Lee dipihaknya. Akhirnya Kepala Lee mengkhianati Young Il Jae, yang selama ini sudah dia anggap sebagai ayah sendiri. (Jadi mungkin : Mertua Lee nyuruh CEO Park menjebak Young Il Jae, dengan imbalan CEO Park boleh ‘main’ di perusahaannya/Hanjo Group)


Kembali ke masa kini. Mendengar kisah itu, Shi Mok berpikir keras. Shi Mok bingung kenapa Mertua Lee sampe memanfaatkan menantunya sendiri. Lalu Shi Mok bertanya, apa Manajer benar-benar tak tahu apa-apa? Manajer Kang tersenyum kecil sambil meminta Shi Mok untuk mendesaknya. Kemudian Manajer Kang beralih membicarakan tentang saham-saham-CEO-Park-yang-meroket-dalam-waktu-singkat. Manajer Kang merasa ada aliran uang ilegal di sana.

Manajer Kang mengalisis infomasi-informasi seputar keuangan layaknya financial expert. Dia terlihat sangat mengetahui seluk-beluk keuangan. Dia juga memperlihatkan kalau berkas jumlah saham Nyonya Lee di Hanjo Group. Shi Mok nampak frustasi karena tidak menemukan hubungan antara saham-saham itu dengan Young Il Jae.

Jaksa Seo mengaku dia juga tak tau, tapi dia yakin kalau Young Il Jae pasti mengetahui sesuatu, makanya dia dijebak (Yes, he did! Pasti ada di flashdisk itu). Manajer Kang menggeleng dan mengaku kalau dia juga tak tahu.


Ponsel Manajer Kang berdering. Setelah mengakhiri panggilannya, Manajer Kang menyuruh Jaksa Seo untuk menyalakan teve. Dan.. ada berita terbaru, Kepala Lee ditunjuk sebagai Kepala Sekretaris Presiden. Manajer Kang tersenyum jengkel sambil menggeleng-gelengkan kepala. Sedangkan Shi Mok dan Jaksa Seo juga sama-sama nampak terkejut.

Jaksa Seo izin keluar karena ada janji, jadi tak bisa ikut memberi selamat pada Kepala Lee. Dan ketika Jaksa Seo keluar, Manajer Kang curhat pada Shi Mok, kalau sebenarnya dia ngga terlalu percaya pada Jaksa Seo. Ada kemungkinan Jaksa Seo sedang bekerja sama dengan Mertua Lee. Shi Mok mengangguk, dia juga sadar akan hal itu. Tapi, Shi Mok tidak punya pilihan lain selain menerima Jaksa Seo, dia tak ingin bernasib sama dengan CEO Park. Eh?

Shi Mok meminta agar Manajer Kang menunda pemecatan Jaksa Seo dulu, karena dia masih belum selesai menyelidikinya. Toh akhirnya Jaksa Seo pasti ditahan. Manajer Kang menyanggupinya dengan sedikit terpaksa. Setelah itu, mereka berdua keluar ruangan dan berkumpul dengan pegawai lain untuk memberi selamat pada Kepala Lee.



Nyonya Lee sedang merias diri sambil tersenyum, hingga Asisten Rumah Tangga-nya memberitahunya kalau ada polisi yang ingin bertemu dengannya. Senyum Nyonya Lee seketika lenyap. Letnan Han lah polisi yang dimaksud itu.


Di kantor barunya, Kepala Lee mengedarkan pandangan ke setiap sudut ruangan. Tiba-tiba asistennya masuk dan memberikan 2 hadiah, yaitu sebotol wine mewah dari Pak Menteri dan juga sebuah kotak berukuran sedang dari Kepala Kepolisian Kim.

Ketika asistennya keluar, Kepala Lee dengan hati-hati membuka hadiah dari Kepala Kepolisian Kim. Isinya adalah selembar foto rekaman CCTV tepat saat Ga Young keluar dari kamar hotel Kepala Lee dulu. Di belakang foto tertulis, ‘Harus kah ku bilang siapa yang Ga Young temui sebelum bertemu denganku?’. Yeah, pada akhirnya Kepala Kepolisian Kim gamau di penjara sendirian.

Kepala Lee belum sempat bereaksi, karena rekan-rekannya dari kejaksaan tiba untuk memberi ucapan selamat. Buru-buru Kepala Lee mengantongi foto itu. Dan menyambut mantan rekan-rekannya dulu.


Kepala Lee menyalami satu-persatu. Shi Mok mengedarkan pandangan, dan tatapannya jatuh pada kotak hadiah Kepala Kepolisian Kim yang belum ditutup. Lalu dia menatap Kepala Lee, begitu juga sebaliknya. Di saat yang sama, Nyonya Lee menyambut Letnan Han dengan senyuman super creepy.


BERSAMBUNG

6 episodes to go! Yey!

Hm, sebenernya saya masih belum tau, sebenernya Manajer Kang itu mihak siapa.. Dia pengin cepet-cepet mecat Jaksa Seo, dan di satu sisi, dia seperti menyembunyikan sesuatu pada Shi Mok. Tapi satu yang pasti, Manajer Kang bener-bener gedeg sama Kepala Lee.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar