Senin, 31 Juli 2017

Sinopsis Secret Forest Episode 9

Ketegangan antar dua belah pihak makin meningkat. Shi Mok mengambil beberapa keputusan yang cukup berani, seperti pepatah : Keep your friends close, but your enemies even closer. Kita liat, apakah Shi Mok mampu mempertanggung-jawabkan keputusannya itu. 


Episode 9

Di hadapan semua pegawai, Kepala Lee menunjuk Shi Mok sebagai penanggung jawab kasus korupsi itu. Dan sebagai bentuk pertanggung-jawaban, Kepala Lee mengundurkan diri dari posisinya. Keputusannya yang kontroversial itu mengejutkan semua orang (Ih mau bebas ya?!). Tiba-tiba Manajer Kang menyatakan ketidaksetujuannya, “Bertanggungjawablah sebagai ‘seorang Kepala’. Kejaksaan bukan tempat dimana orang bisa masuk dan keluar seenaknya.”

Shi Mok berdiri, tanpa menanggapi apa yang Manajer Kang ucapkan. Dia bertanya, apa tugasnya (sebagai Penanggung Jawab) bisa dimulai hari ini? Mendengar pertanyaan Shi Mok, Manajer Kang memilih keluar, diikuti semua pegawai yang lain.


Ketika tinggal Shi Mok dan Kepala Lee yang tersisa, Kepala Lee mengizinkan Shi Mok untuk memulainya sekarang. Tak lupa Shi Mok meminta rincian aset milik Jaksa Seo, untuk menghindari adanya pelenyapan bukti.


Shi Mok gerak cepat bersama beberapa penyidik, mereka bergegas ke ruangan Jaksa Seo untuk melakukan penggeledahan. Jaksa Seo mengunci pintu pribadinya dari dalam, dia tergesa-gesa mengambil beberapa barang penting dan menyembunyikannya. Jaksa Seo keluar tepat ketika Shi Mok ingin membuka pintunya secara paksa. Jaksa Seo menatap Shi Mok marah, karena sudah bersikap seenaknya (posisi Jaksa Seo lebih tinggi dibanding Shi Mok). Shi Mok menanggapinya santai.

Jaksa Seo pergi ke toilet sambil mencoba bersikap santai. Ketika masuk ke salah satu bilik toliet, dia membuka tombol air yang ada di belakang toilet duduk, lalu mengambil barang-penting dari balik jas hitamnya, dan menyimpan barang itu bersama genangan air. Jaksa Seo buru-buru keluar dan masuk ke bilik lain. Sesaat sebelum penyidik muncul.

Jaksa Seo pura-pura keluar, dan mendapat tatapan-curiga dari penyidik. Tim Shi Mok segera memeriksa bilik itu, tapi tidak menemukan apa-apa. Jaksa Seo tersenyum kecil. (Hah, cerdik juga ya)



Pimpinan Tim menemui Kepala Kepolisian Kim yang sedang membaca berita pengunduran-diri-Kepala-Lee. Pimpinan Tim menyerahkan sebuah berkas yang berisi permintaan persetujuan untuk mengirim polisi guna membantu penyelidikan di Kejaksaan. Kepala Kepolisian bertanya-tanya apa sebenarnya yang Kejaksaan inginkan. Pada akhirnya, Kepala Kepolisian Kim menyetujui permintaan itu (bersedia bekerja sama).


Oke, Shi Mok berserta anggota-tim-inti-pilihannya tiba di kantor baru yang terletak di pusat. Mereka akan bekerja di sana untuk beberapa waktu. Setelah semua orang tiba, mereka mulai memperkenalkan diri secara singkat. Omong-omong, anggota-tim-nya cukup menarik. Ada Shi Mok dan 2 asistennya (Penyidik Kim dan Asisten Choi. Nah, waktu itu Shi Mok ngga sengaja melihat Penyidik Kim menerima amplop dari Jaksa Seo. Penyidik Kim juga yg meminjamkan pistol di episod lalu), Tuan Yoon (Pria yg pernah mewawancarai dokter Shi Mok. Dan ternyata Shi Mok tau kalau Tuan Yoon sempat menemui dokternya), Jung Bon (teman SMP Shi Mok yg terlihat mencurigakan), Letnan Han, dan Jang Gun (polisi yg bantuin nyari ponsel di sungai itu). (Shi Mok lagi menerapkan ‘dekati kawan sekaligus lawanmu’)


Jang Gun menatap Jung Bon aneh (dia gedeg karena Jung Bon sudah merusak citra polisi dg unggahan foto Kyung-Wan-yg-penuh luka). Jung Bon cuma senyum-senyum sambil memberitahu profesi yang dia jalani sebelumnya (sebagai pembela umum?). Sedangkan Letnan Han memandang Shi Mok penuh arti. Setelah itu, mereka pun memulai rapatnya.

Shi Mok berkata saksi penting (CEO Park) kasus korupsi itu sudah meninggal, jadi bagi siapapun yang merasa penyelidikan ini sia-sia, boleh meninggalkan ruangan. Karena tak ada yang meninggalkan ruangan, maka dianggap semua anggota itu menyetujui untuk melakukan penyelidikan kasus itu. Kemudian Shi Mok mengeluarkan foto Jaksa Seo, itulah orang pertama yang mereka selidiki.

Shi Mok membagi tugas pada timnya. Kemudian Shi Mok mendapat berita bahwa penahanan Jaksa Seo telah ditolak, dengan alasan Jaksa Seo sudah bersedia bersaksi, jadi tak ada alasan buat menahan Jaksa Seo. Shi Mok menghela napas pelan.


Tanpa disangka, Kepala Lee datang. Semua berdiri sambil menunduk sopan. Kepala Lee bahkan mengenali Jung Bon sebagai aktivis-yang-membeberkan-foto-luka-lebam-Kyung-Wan. Kepala Lee beralih ke Shi Mok untuk menemui Jaksa Agung (Mantan Kepala Kejaksaan). Entah apa yang dipikirkan Kepala Lee, dia merapihkan dasi Shi Mok di depan orang, dengan alasan Shi Mok terlihat agak berantakan. Semua orang menyadari ada ketegangan diantara keduanya.



Jaksa Agung memberi surat penunjukan resmi pada Shi Mok sebagai-penanggung-jawab kasus korupsi. Shi Mok menunduk sopan, dan berkata kalau dia tidak tau kenapa diberi tugas itu, tapi yang jelas dia tau apa yang harus dia lakukan. Alih-alih menanggapi, Jaksa Agung menasehati Shi Mok untuk menunjukan pada dunia kalau jaksa adalah orang yang teladan. Shi Mok mengangguk pelan.


Shi Mok menyetujui ajakan makan malam bersama Kepala Lee. Dan jeng-jeng.. ternyata anggota-tim-nya sudah berkumpul di meja makan bersama dengan Nyonya Lee (Istri Kepala Lee). Nyonya Lee memuji ketampanan Shi Mok, Ha. Shi Mok cuma menunduk sopan. Kemudian mempersilahkan semuanya duduk dan mulai makan.


Mereka mulai makan sambil mengobrol, dengan suasana agak canggung. Nyonya Lee curhat tentang anaknya. Kemudian, dia iseng bertanya tentang kekasih Shi Mok. Shi Mok malah balik bertanya, siapa? Sontak tawa Nyonya Lee pecah ketika tau Shi Mok masih jomblo, dia menawarkan untuk mencarikan seorang wanita pada Shi Mok. “Aku punya kenalan wanita cantik. Apa kau tidak keberatan, Letnan?”


“Eh? Aku juga suka wanita wantik,” jawab Letnan Han.

“Apa maksudmu? Ada pepatah, musuh terburuk wanita, biasanya sesama wanita lainnya.” ucap Nyonya Lee.

“Wanita yang mempercayai pepatah itu, pastilah akan memperlakukan wanita lain sebagai musuhnya..” ucap Letnan Han polos. Krik krik. Senyum Nyonya Lee hilang, dan suasananya makin awkward karena orang-orang menoleh ke arah Letnan Han. Akhirnya Letnan Han sadar kalau sepertinya dia sudah salah ngomong.



Sedetik kemudian, Nyonya Lee tersenyum kecil. Lalu Mertua Lee muncul, semua orang refleks berdiri sambil menunduk sopan. Sama seperti putrinya, Mertua Lee memuji ketampanan Shi Mok. Mereka bersalaman sambil bertatapan dengan penuh arti.


Mertua Lee lantas pergi tanpa berniat bergabung (mungkin mau masuk kamar). Shi Mok juga pamit pulang. Nyonya Lee menyela kalau makan-makannya belum selesai. Shi Mok tetap menolak, entah sadar atau engga kalau Nyonya Lee terlihat tidak senang karena tawarannya ditolak. Tapi Nyonya Lee menyunggingkan senyum kecil sambil berkata itu tidak masalah.

Setelah Shi Mok dan timnya pergi, Nyonya Lee dengan nada marah menyuruh Asisten Rumah Tangga-nya untuk membuang semua makanan yang ada di meja. (Oke, itu horor abis. Keliatan bgt Nyonya Lee tersinggung tawarannya berani ditolak)


Tim Shi Mok melanjutkan makan ke tempat lain, Ha. Mereka benar-benar tak nyaman di meja makan tadi. Tapi Shi Mok menolak untuk gabung, memilih pulang duluan.

Di sepanjang jalan, Letnan Han mempertanyakan perkembangan kasus Kyung Wan pada Jung Bon. Jung Bon menjawab sekenanya. Asisten Shi Mok (Penyidik Kim) juga cerita fakta tentang anak Tuan Yoon yang mengalami kecelakaan. Mereka bertiga berbicara sambil berbisik, berusaha agar tidak terdengar oleh Tuan Yoon yang hanya berjarak beberapa langkah di depan mereka.


Shi Mok kembali ke kantornya. Dia mendekati papan kosong yang ada di belakang kursinya. Lalu membaliknya. Jeng-jeng.. ternyata sudah penuh dengan foto-foto serta coretan tentang kasus yang dia selidiki. Whoa. Dia memprint-out foto Nyonya Lee dan menempelkan foto itu di sebelah foto Kepala Lee. Uh.



Shi Mok bekerja sampai terlelap di meja kerja, hingga tak menyadari ketukan pintu dari Jaksa Young. Jaksa Young masuk dan melihat Shi Mok tidur. Jaksa Young mengeluarkan pakaian Shi Mok yang dia pinjam untuk menyelimuti Shi Mok.

Jaksa Young tak sengaja menjatuhkan sebuah berkas yang membuat Shi Mok terbangun. Shi Mok dengan nada datar meminta Jaksa Young untuk keluar. Jaksa Young protes kenapa dia tidak diikutsertakan dalam tim inti. Shi Mok berdiri sambil berkata kalau tim itu dibentuk bukan untuk membalas dendam Jaksa Young pada Kepala Lee. Dia meminta Jaksa Young keluar. Belum sempat Jaksa Young menjawab, tiba-tiba Letnan Han dan anggota-tim yang lain muncul sambil membawa makanan. Jaksa Young buru-buru keluar ruangan tanpa berniat menyapa. Anggota tim inti tak enak hati karena telah mengganggu pembicaraan Shi Mok dengan Jaksa Young.

Anggota-tim-inti mulai makan bersama, tapi kali ini, dilakukan sambil bekerja. Shi Mok tersadar ada pakaian yang jatuh ketika asistennya memberitahunya. Dia juga mendapati bingkisan di samping kursinya yang berisi pakaian serupa (cuma beda warna) yang masih tertera price-tag-nya. Letnan Han melihat Shi Mok kepo (atau cemburu?).



Keesokan harinya, Tim Shi Mok mulai menjalankan tugas masing-masing yang mereka telah sepakati bersama. Jang Gun menjemput Ibu Jaksa Young sebagai saksi, tapi Shi Mok lah yang mengajukan beberapa pertanyaan pada Ibu Jaksa Young. Ibu Jaksa Young bilang, “Kami mendapat banyak hadiah. Ku kira itu hanya hadiah biasa, tapi kami terkejut ternyata isinya uang. Setelah itu, petugas mengambil uang itu,” jelas Ibu Jaksa Young. (Singkatnya, Ibu Jaksa Young mengaku suaminya dijebak. Petugas datang ketika mereka belum memakai uang itu.)


Di ruangan lain, Tuan Yoon menginterogasi Jaksa Seo yang masih ngga mau ngaku. Akhirnya, Tuan Yoon memperlihatkan bukti foto-foto yang menunjukkan bahwa Jaksa Seo telah menerima suap dalam jumlah besar.

Kilas balik. Asisten Shi Mok (Penyidik Kim) membuka tombol aliran air tempat barang-barang Jaksa Seo disimpan. Dia takjub karena tebakan Shi Mok benar kalau Jaksa Seo pasti menyembunyikan barang-bukti-itu di suatu tempat untuk sementara waktu. Kemudian Asisten Shi Mok mengeluarkan satu-persatu barang itu dan memfotonya.

Kembali ke masa kini. Jaksa Seo kaget setengah mati. Tak menyangka bakal ketahuan secepat itu. Dia mencoba bernegosiasi dengan Tuan Yoon, tapi Tuan Yoon menolaknya dengan tegas.



Jaksa Seo berjalan dengan wajah muram. Jaksa Seo tak sengaja mendengar suara Jaksa Young yang memanggil ibunya. Tapi Jaksa Seo terus berjalan, dia lebih memilih jalur tangga, dengan alasan menghindari wartawan yang berkumpul di lobi. Ketika menuruni tangga, Jaksa Seo terlihat oleng dan jatuh dari tangga (sengaja ya?). Asisten Shi Mok yang menemani Jaksa Seo bergegas menelepon rumah sakit.


Ketika Kepala Lee sedang mengemas barang-barangnya, tiba-tiba Young Il Jae (Ayah Jaksa Young) masuk. Kepala Lee refleks menunduk 90 derajat (dulu Kepala Lee adalah junior Young Il Jae). Young Il Jae tanpa basa-basi memperingati Kepala Lee untuk tidak mengganggu keluarganya lagi. Selama ini dia sudah cukup sabar, melihat kelicikan Kejaksaan.

Kepala Lee tak mengerti apa yang Young Il Jae bicarakan. Young Il Jae memberitahu kalau Shi Mok memanggil istrinya. Young Il Jae berjanji tak akan mengatakan apapun, meskipun Shi Mok memohon padanya. Jadi Young Il Jae berharap ‘kejaksaan’ tidak mengganggu keluarganya lagi. Kepala Lee mengangguk paham. Tatapan Young Il Jae beralih pada barang-barang Kepala Lee, dia tau apa yang terjadi, dia menyayangkan keputusan yang diambil Kepala Lee (utk ngundurin diri). Padahal dia yakin kalau Kepala Lee bisa berbuat lebih. Setelah mengatakan itu, Young Il Jae keluar ruangan.



Beralih, Letnan Han bersama Jang Gun sedang mengorek informasi Kwon Min Ah (nama samaran Kim Ga Young) pada supir taksi. Dengan-sangat-terpaksa supir taksi itu membeberkan apa yang dia tau.

Tuan Yoon menghampiri Shi Mok yang sedang berjalan di lorong kantor. Dengan ragu, Tuan Yoon mengakui tindakan lancangnya karena sudah memata-matai Shi Mok dulu, dan melaporkannya pada Kepala Lee. Dia merasa bersalah dan bersedia dikeluarkan dari tim inti bila perlu. Shi Mok berkata itu tak perlu dan mengaku kalau dia sudah tau Tuan Yoon pernah bertemu dokternya (Shi Mok dikasitau keluarganya). Tuan Yoon terkejut mendengarnya, dia bertanya-tanya kenapa Shi Mok menunjuknya kalau sudah tau hal itu?


Di kantor, Shi Mok menerima perkembangan atas kasus yang mereka selidiki. Letnan Han keluar dan mengirim pesan pada Shi Mok untuk bertemu.

Di sebuah ruangan kosong, Letnan Han menuntut penjelasan, kenapa Ibu Jaksa Young dilibatkan? Dan kenapa harus sembunyi-sembunyi? Apa hubungannya CEO Park dengan Hanjo Group (perusahaan milik Mertua Lee)? Apa itu berhubungan dengan kasus korupsi mereka?

Shi Mok menjelaskan kalau penyelidikan Ibu Jaksa Young dilakukan secara diam-diam karena dia ngga mau Kepala Lee tau (faktanya Kepala Lee udh dikasitau Young Il Jae). Shi Mok juga berkata saham CEO Park yang ada di Perusahaan Hanjo mencapai sepuluh miliar won, “Sepuluh miliar itulah yang melibatkan Kepala Lee, Mertua Lee, dan Young Il Jae,”

Letnan Han agak kaget karena Shi Mok nekat menyelidiki Mertua Lee. Shi Mok bertekad untuk mencabut akar permasalahan kasus ini untuk menghindari jatuhnya korban seperti CEO Park lagi. Letnan Han membenarkan, tapi hal itu pasti sangat sulit. Shi Mok juga sadar akan hal itu, makanya dia pelan-pelan dengan langkah awal dibentuknya tim inti. Letnan Han mengangguk paham.



Asisten Shi Mok yang menunggui Jaksa Seo, kaget ketika tidak melihat Jaksa Seo di tempat tidurnya. Dia panik dan segera memberitahu Shi Mok. Shi Mok bergegas ketika menerima panggilan itu. Letnan Han masuk ke ruangan dan ucapannya menghentikan langkah Shi Mok.

Jaksa Seo sedang memohon bantuan pada Mertua Lee. Dia bahkan bersedia melakukan apa saja. Mertua Lee tak bereaksi, padahal Jaksa Seo udah berlutut sambil memohon. Di saat yang sama, Letnan Han bersama Shi Mok pergi ke ruang rawat Kim Ga Young dengan tergesa-gesa. Ya, Kim Ga Young just opened her eyes.



BERSAMBUNG


Asik, tambah seru. 

2 komentar: