Senin, 31 Juli 2017

Sinopsis Secret Forest Episode 9

Ketegangan antar dua belah pihak makin meningkat. Shi Mok mengambil beberapa keputusan yang cukup berani, seperti pepatah : Keep your friends close, but your enemies even closer. Kita liat, apakah Shi Mok mampu mempertanggung-jawabkan keputusannya itu. 


Episode 9

Di hadapan semua pegawai, Kepala Lee menunjuk Shi Mok sebagai penanggung jawab kasus korupsi itu. Dan sebagai bentuk pertanggung-jawaban, Kepala Lee mengundurkan diri dari posisinya. Keputusannya yang kontroversial itu mengejutkan semua orang (Ih mau bebas ya?!). Tiba-tiba Manajer Kang menyatakan ketidaksetujuannya, “Bertanggungjawablah sebagai ‘seorang Kepala’. Kejaksaan bukan tempat dimana orang bisa masuk dan keluar seenaknya.”

Shi Mok berdiri, tanpa menanggapi apa yang Manajer Kang ucapkan. Dia bertanya, apa tugasnya (sebagai Penanggung Jawab) bisa dimulai hari ini? Mendengar pertanyaan Shi Mok, Manajer Kang memilih keluar, diikuti semua pegawai yang lain.


Ketika tinggal Shi Mok dan Kepala Lee yang tersisa, Kepala Lee mengizinkan Shi Mok untuk memulainya sekarang. Tak lupa Shi Mok meminta rincian aset milik Jaksa Seo, untuk menghindari adanya pelenyapan bukti.


Shi Mok gerak cepat bersama beberapa penyidik, mereka bergegas ke ruangan Jaksa Seo untuk melakukan penggeledahan. Jaksa Seo mengunci pintu pribadinya dari dalam, dia tergesa-gesa mengambil beberapa barang penting dan menyembunyikannya. Jaksa Seo keluar tepat ketika Shi Mok ingin membuka pintunya secara paksa. Jaksa Seo menatap Shi Mok marah, karena sudah bersikap seenaknya (posisi Jaksa Seo lebih tinggi dibanding Shi Mok). Shi Mok menanggapinya santai.

Jaksa Seo pergi ke toilet sambil mencoba bersikap santai. Ketika masuk ke salah satu bilik toliet, dia membuka tombol air yang ada di belakang toilet duduk, lalu mengambil barang-penting dari balik jas hitamnya, dan menyimpan barang itu bersama genangan air. Jaksa Seo buru-buru keluar dan masuk ke bilik lain. Sesaat sebelum penyidik muncul.

Jaksa Seo pura-pura keluar, dan mendapat tatapan-curiga dari penyidik. Tim Shi Mok segera memeriksa bilik itu, tapi tidak menemukan apa-apa. Jaksa Seo tersenyum kecil. (Hah, cerdik juga ya)



Pimpinan Tim menemui Kepala Kepolisian Kim yang sedang membaca berita pengunduran-diri-Kepala-Lee. Pimpinan Tim menyerahkan sebuah berkas yang berisi permintaan persetujuan untuk mengirim polisi guna membantu penyelidikan di Kejaksaan. Kepala Kepolisian bertanya-tanya apa sebenarnya yang Kejaksaan inginkan. Pada akhirnya, Kepala Kepolisian Kim menyetujui permintaan itu (bersedia bekerja sama).


Oke, Shi Mok berserta anggota-tim-inti-pilihannya tiba di kantor baru yang terletak di pusat. Mereka akan bekerja di sana untuk beberapa waktu. Setelah semua orang tiba, mereka mulai memperkenalkan diri secara singkat. Omong-omong, anggota-tim-nya cukup menarik. Ada Shi Mok dan 2 asistennya (Penyidik Kim dan Asisten Choi. Nah, waktu itu Shi Mok ngga sengaja melihat Penyidik Kim menerima amplop dari Jaksa Seo. Penyidik Kim juga yg meminjamkan pistol di episod lalu), Tuan Yoon (Pria yg pernah mewawancarai dokter Shi Mok. Dan ternyata Shi Mok tau kalau Tuan Yoon sempat menemui dokternya), Jung Bon (teman SMP Shi Mok yg terlihat mencurigakan), Letnan Han, dan Jang Gun (polisi yg bantuin nyari ponsel di sungai itu). (Shi Mok lagi menerapkan ‘dekati kawan sekaligus lawanmu’)


Jang Gun menatap Jung Bon aneh (dia gedeg karena Jung Bon sudah merusak citra polisi dg unggahan foto Kyung-Wan-yg-penuh luka). Jung Bon cuma senyum-senyum sambil memberitahu profesi yang dia jalani sebelumnya (sebagai pembela umum?). Sedangkan Letnan Han memandang Shi Mok penuh arti. Setelah itu, mereka pun memulai rapatnya.

Shi Mok berkata saksi penting (CEO Park) kasus korupsi itu sudah meninggal, jadi bagi siapapun yang merasa penyelidikan ini sia-sia, boleh meninggalkan ruangan. Karena tak ada yang meninggalkan ruangan, maka dianggap semua anggota itu menyetujui untuk melakukan penyelidikan kasus itu. Kemudian Shi Mok mengeluarkan foto Jaksa Seo, itulah orang pertama yang mereka selidiki.

Shi Mok membagi tugas pada timnya. Kemudian Shi Mok mendapat berita bahwa penahanan Jaksa Seo telah ditolak, dengan alasan Jaksa Seo sudah bersedia bersaksi, jadi tak ada alasan buat menahan Jaksa Seo. Shi Mok menghela napas pelan.


Tanpa disangka, Kepala Lee datang. Semua berdiri sambil menunduk sopan. Kepala Lee bahkan mengenali Jung Bon sebagai aktivis-yang-membeberkan-foto-luka-lebam-Kyung-Wan. Kepala Lee beralih ke Shi Mok untuk menemui Jaksa Agung (Mantan Kepala Kejaksaan). Entah apa yang dipikirkan Kepala Lee, dia merapihkan dasi Shi Mok di depan orang, dengan alasan Shi Mok terlihat agak berantakan. Semua orang menyadari ada ketegangan diantara keduanya.



Jaksa Agung memberi surat penunjukan resmi pada Shi Mok sebagai-penanggung-jawab kasus korupsi. Shi Mok menunduk sopan, dan berkata kalau dia tidak tau kenapa diberi tugas itu, tapi yang jelas dia tau apa yang harus dia lakukan. Alih-alih menanggapi, Jaksa Agung menasehati Shi Mok untuk menunjukan pada dunia kalau jaksa adalah orang yang teladan. Shi Mok mengangguk pelan.


Shi Mok menyetujui ajakan makan malam bersama Kepala Lee. Dan jeng-jeng.. ternyata anggota-tim-nya sudah berkumpul di meja makan bersama dengan Nyonya Lee (Istri Kepala Lee). Nyonya Lee memuji ketampanan Shi Mok, Ha. Shi Mok cuma menunduk sopan. Kemudian mempersilahkan semuanya duduk dan mulai makan.


Mereka mulai makan sambil mengobrol, dengan suasana agak canggung. Nyonya Lee curhat tentang anaknya. Kemudian, dia iseng bertanya tentang kekasih Shi Mok. Shi Mok malah balik bertanya, siapa? Sontak tawa Nyonya Lee pecah ketika tau Shi Mok masih jomblo, dia menawarkan untuk mencarikan seorang wanita pada Shi Mok. “Aku punya kenalan wanita cantik. Apa kau tidak keberatan, Letnan?”


“Eh? Aku juga suka wanita wantik,” jawab Letnan Han.

“Apa maksudmu? Ada pepatah, musuh terburuk wanita, biasanya sesama wanita lainnya.” ucap Nyonya Lee.

“Wanita yang mempercayai pepatah itu, pastilah akan memperlakukan wanita lain sebagai musuhnya..” ucap Letnan Han polos. Krik krik. Senyum Nyonya Lee hilang, dan suasananya makin awkward karena orang-orang menoleh ke arah Letnan Han. Akhirnya Letnan Han sadar kalau sepertinya dia sudah salah ngomong.



Sedetik kemudian, Nyonya Lee tersenyum kecil. Lalu Mertua Lee muncul, semua orang refleks berdiri sambil menunduk sopan. Sama seperti putrinya, Mertua Lee memuji ketampanan Shi Mok. Mereka bersalaman sambil bertatapan dengan penuh arti.


Mertua Lee lantas pergi tanpa berniat bergabung (mungkin mau masuk kamar). Shi Mok juga pamit pulang. Nyonya Lee menyela kalau makan-makannya belum selesai. Shi Mok tetap menolak, entah sadar atau engga kalau Nyonya Lee terlihat tidak senang karena tawarannya ditolak. Tapi Nyonya Lee menyunggingkan senyum kecil sambil berkata itu tidak masalah.

Setelah Shi Mok dan timnya pergi, Nyonya Lee dengan nada marah menyuruh Asisten Rumah Tangga-nya untuk membuang semua makanan yang ada di meja. (Oke, itu horor abis. Keliatan bgt Nyonya Lee tersinggung tawarannya berani ditolak)


Tim Shi Mok melanjutkan makan ke tempat lain, Ha. Mereka benar-benar tak nyaman di meja makan tadi. Tapi Shi Mok menolak untuk gabung, memilih pulang duluan.

Di sepanjang jalan, Letnan Han mempertanyakan perkembangan kasus Kyung Wan pada Jung Bon. Jung Bon menjawab sekenanya. Asisten Shi Mok (Penyidik Kim) juga cerita fakta tentang anak Tuan Yoon yang mengalami kecelakaan. Mereka bertiga berbicara sambil berbisik, berusaha agar tidak terdengar oleh Tuan Yoon yang hanya berjarak beberapa langkah di depan mereka.


Shi Mok kembali ke kantornya. Dia mendekati papan kosong yang ada di belakang kursinya. Lalu membaliknya. Jeng-jeng.. ternyata sudah penuh dengan foto-foto serta coretan tentang kasus yang dia selidiki. Whoa. Dia memprint-out foto Nyonya Lee dan menempelkan foto itu di sebelah foto Kepala Lee. Uh.



Shi Mok bekerja sampai terlelap di meja kerja, hingga tak menyadari ketukan pintu dari Jaksa Young. Jaksa Young masuk dan melihat Shi Mok tidur. Jaksa Young mengeluarkan pakaian Shi Mok yang dia pinjam untuk menyelimuti Shi Mok.

Jaksa Young tak sengaja menjatuhkan sebuah berkas yang membuat Shi Mok terbangun. Shi Mok dengan nada datar meminta Jaksa Young untuk keluar. Jaksa Young protes kenapa dia tidak diikutsertakan dalam tim inti. Shi Mok berdiri sambil berkata kalau tim itu dibentuk bukan untuk membalas dendam Jaksa Young pada Kepala Lee. Dia meminta Jaksa Young keluar. Belum sempat Jaksa Young menjawab, tiba-tiba Letnan Han dan anggota-tim yang lain muncul sambil membawa makanan. Jaksa Young buru-buru keluar ruangan tanpa berniat menyapa. Anggota tim inti tak enak hati karena telah mengganggu pembicaraan Shi Mok dengan Jaksa Young.

Anggota-tim-inti mulai makan bersama, tapi kali ini, dilakukan sambil bekerja. Shi Mok tersadar ada pakaian yang jatuh ketika asistennya memberitahunya. Dia juga mendapati bingkisan di samping kursinya yang berisi pakaian serupa (cuma beda warna) yang masih tertera price-tag-nya. Letnan Han melihat Shi Mok kepo (atau cemburu?).



Keesokan harinya, Tim Shi Mok mulai menjalankan tugas masing-masing yang mereka telah sepakati bersama. Jang Gun menjemput Ibu Jaksa Young sebagai saksi, tapi Shi Mok lah yang mengajukan beberapa pertanyaan pada Ibu Jaksa Young. Ibu Jaksa Young bilang, “Kami mendapat banyak hadiah. Ku kira itu hanya hadiah biasa, tapi kami terkejut ternyata isinya uang. Setelah itu, petugas mengambil uang itu,” jelas Ibu Jaksa Young. (Singkatnya, Ibu Jaksa Young mengaku suaminya dijebak. Petugas datang ketika mereka belum memakai uang itu.)


Di ruangan lain, Tuan Yoon menginterogasi Jaksa Seo yang masih ngga mau ngaku. Akhirnya, Tuan Yoon memperlihatkan bukti foto-foto yang menunjukkan bahwa Jaksa Seo telah menerima suap dalam jumlah besar.

Kilas balik. Asisten Shi Mok (Penyidik Kim) membuka tombol aliran air tempat barang-barang Jaksa Seo disimpan. Dia takjub karena tebakan Shi Mok benar kalau Jaksa Seo pasti menyembunyikan barang-bukti-itu di suatu tempat untuk sementara waktu. Kemudian Asisten Shi Mok mengeluarkan satu-persatu barang itu dan memfotonya.

Kembali ke masa kini. Jaksa Seo kaget setengah mati. Tak menyangka bakal ketahuan secepat itu. Dia mencoba bernegosiasi dengan Tuan Yoon, tapi Tuan Yoon menolaknya dengan tegas.



Jaksa Seo berjalan dengan wajah muram. Jaksa Seo tak sengaja mendengar suara Jaksa Young yang memanggil ibunya. Tapi Jaksa Seo terus berjalan, dia lebih memilih jalur tangga, dengan alasan menghindari wartawan yang berkumpul di lobi. Ketika menuruni tangga, Jaksa Seo terlihat oleng dan jatuh dari tangga (sengaja ya?). Asisten Shi Mok yang menemani Jaksa Seo bergegas menelepon rumah sakit.


Ketika Kepala Lee sedang mengemas barang-barangnya, tiba-tiba Young Il Jae (Ayah Jaksa Young) masuk. Kepala Lee refleks menunduk 90 derajat (dulu Kepala Lee adalah junior Young Il Jae). Young Il Jae tanpa basa-basi memperingati Kepala Lee untuk tidak mengganggu keluarganya lagi. Selama ini dia sudah cukup sabar, melihat kelicikan Kejaksaan.

Kepala Lee tak mengerti apa yang Young Il Jae bicarakan. Young Il Jae memberitahu kalau Shi Mok memanggil istrinya. Young Il Jae berjanji tak akan mengatakan apapun, meskipun Shi Mok memohon padanya. Jadi Young Il Jae berharap ‘kejaksaan’ tidak mengganggu keluarganya lagi. Kepala Lee mengangguk paham. Tatapan Young Il Jae beralih pada barang-barang Kepala Lee, dia tau apa yang terjadi, dia menyayangkan keputusan yang diambil Kepala Lee (utk ngundurin diri). Padahal dia yakin kalau Kepala Lee bisa berbuat lebih. Setelah mengatakan itu, Young Il Jae keluar ruangan.



Beralih, Letnan Han bersama Jang Gun sedang mengorek informasi Kwon Min Ah (nama samaran Kim Ga Young) pada supir taksi. Dengan-sangat-terpaksa supir taksi itu membeberkan apa yang dia tau.

Tuan Yoon menghampiri Shi Mok yang sedang berjalan di lorong kantor. Dengan ragu, Tuan Yoon mengakui tindakan lancangnya karena sudah memata-matai Shi Mok dulu, dan melaporkannya pada Kepala Lee. Dia merasa bersalah dan bersedia dikeluarkan dari tim inti bila perlu. Shi Mok berkata itu tak perlu dan mengaku kalau dia sudah tau Tuan Yoon pernah bertemu dokternya (Shi Mok dikasitau keluarganya). Tuan Yoon terkejut mendengarnya, dia bertanya-tanya kenapa Shi Mok menunjuknya kalau sudah tau hal itu?


Di kantor, Shi Mok menerima perkembangan atas kasus yang mereka selidiki. Letnan Han keluar dan mengirim pesan pada Shi Mok untuk bertemu.

Di sebuah ruangan kosong, Letnan Han menuntut penjelasan, kenapa Ibu Jaksa Young dilibatkan? Dan kenapa harus sembunyi-sembunyi? Apa hubungannya CEO Park dengan Hanjo Group (perusahaan milik Mertua Lee)? Apa itu berhubungan dengan kasus korupsi mereka?

Shi Mok menjelaskan kalau penyelidikan Ibu Jaksa Young dilakukan secara diam-diam karena dia ngga mau Kepala Lee tau (faktanya Kepala Lee udh dikasitau Young Il Jae). Shi Mok juga berkata saham CEO Park yang ada di Perusahaan Hanjo mencapai sepuluh miliar won, “Sepuluh miliar itulah yang melibatkan Kepala Lee, Mertua Lee, dan Young Il Jae,”

Letnan Han agak kaget karena Shi Mok nekat menyelidiki Mertua Lee. Shi Mok bertekad untuk mencabut akar permasalahan kasus ini untuk menghindari jatuhnya korban seperti CEO Park lagi. Letnan Han membenarkan, tapi hal itu pasti sangat sulit. Shi Mok juga sadar akan hal itu, makanya dia pelan-pelan dengan langkah awal dibentuknya tim inti. Letnan Han mengangguk paham.



Asisten Shi Mok yang menunggui Jaksa Seo, kaget ketika tidak melihat Jaksa Seo di tempat tidurnya. Dia panik dan segera memberitahu Shi Mok. Shi Mok bergegas ketika menerima panggilan itu. Letnan Han masuk ke ruangan dan ucapannya menghentikan langkah Shi Mok.

Jaksa Seo sedang memohon bantuan pada Mertua Lee. Dia bahkan bersedia melakukan apa saja. Mertua Lee tak bereaksi, padahal Jaksa Seo udah berlutut sambil memohon. Di saat yang sama, Letnan Han bersama Shi Mok pergi ke ruang rawat Kim Ga Young dengan tergesa-gesa. Ya, Kim Ga Young just opened her eyes.



BERSAMBUNG


Asik, tambah seru. 

Sinopsis Secret Forest Episode 8

Jangan langsung percaya apapun yang Anda lihat. Percayai apa yang Anda INGIN percayai.


Episode 8

Melanjutkan episode lalu, Jaksa Seo membela diri bahwa bukan dia pembunuhnya, dan berkata kalau Kepala Lee lah pembunuhnya. Shi Mok menyetop rekamannya sambil meminta bukti atas tuduhan Jaksa Seo. Sayangnya Jaksa Seo tak memiliki bukti itu. Letnan Han kesal melihat Jaksa Seo yang keras kepala, lalu berkata, “Apa jadinya kalau kita tak menangkapmu di sini? Park Kyung Wan (putra CEO Park) akan dipenjara akibat tuduhan kejam itu!”

Letnan Han menarik tangan Jaksa Seo kasar dan memborgolnya. Kemudian Sersan Kim dan Pimpinan Tim datang, mereka keliatan bingung melihat Jaksa Seo yang dibawa Letnan Han dan Shi Mok.



Jaksa Seo menarik tangannya, tidak mau dipegangi. Lalu masuk mobil secara sukarela. Shi Mok yang menyetir mobil itu, diikuti oleh mobil Letnan Han dari belakang.

Jaksa Seo mulai bercerita, “Kalau aku tak ada, pasti takkan ada yang sadar betapa korupnya dia. Makanya aku mencoba menjebak Kyung Wan untuk mengakhiri pembunuhan itu. Kepala Lee juga akan mengakhirinya kalau pembunuhnya tertangkap.” (Mungkin maksud Jaksa Seo gini : Dia mau jebak Kyung Wan sebagai pembunuh. Biar Kepala Lee ngga bunuh-bunuh lagi. Soalnya pelaku boongannya udah ketangkep. Jadi kalau pelaku boongannya udah ketangkep, Kepala Lee ngga usah bunuh-bunuh lagi buat nutupin pembunuhannya)

Sayangnya, Shi Mok sama sekali tidak terpengaruh. Jaksa Seo gemas. Jaksa Seo berkata kalau dia bersedia membantu Shi Mok mencari pembunuh yang sebenarnya, asalkan Jaksa Seo tidak menceritakan kejadian hari ini pada Kepala Lee (takut dipecat dr kejaksaan).

Shi Mok bertanya, apa Jaksa Seo akan disakiti kalau kejadian hari ini dilaporkan pada Kepala Lee? Jaksa Seo mengangguk. Lalu Shi Mok dengan muka lempeng berkata, “Itu bagus. Kalau Kepala Lee benar-benar menyakitimu, maka Kepala Lee lah pelakunya. Kau harus berkorban kali ini.” Jaksa Seo dongkol setengah mati sambil mengucap sumpah serapah. Ha.



Jadilah mereka berdua berdiri di hadapan Kepala Lee. Jaksa Seo mengaku salah, dan berkata kalau dia datang ke rumah CEO Park untuk mencari bukti tanpa ada maksud lain (menikam balik Kepala Lee?). Shi Mok menginterupsi justru dia melihat Jaksa Seo mengelap sidik jari dari ponsel Kim Ga Young dan berniat menyembunyikannya di bawah kasur. Kepala Lee marah sekaligus kecewa pada Jaksa Seo karena sudah memperumit masalah itu, “Apa aku harus mengatakan pada dunia kalau pegawaiku telah merekayasa bukti lagi, hah?!”

Jaksa Seo mencoba membela diri lagi, tapi Kepala Lee langsung mengambil pot kecil dan melemparnya kencang ke dinding. Jaksa Seo kaget melihat itu. Lalu Kepala Lee bertanya, siapa lagi yang mengetahui kejadian itu?


Di kantor polisi, Kepala Kepolisan juga sedang sibuk memarahi Sersan Kim dan Pimpinan Tim. Karena mereka berdua telah salah tangkap terhadap Park Kyung Wan (padahal Kepala Kejaksaan emang udah tau kalau bukan Kyung Wan pelakunya). Mereka berdua cuma menunduk sambil meminta maaf. Sersan Kim berkata Kyung Wan akan keluar besok, tapi butuh 2 minggu untuk menghilangkan luka memar dari tubuh Kyung Wan.


Setelah Sersan Kim dan Pimpinan Tim keluar, Kepala Kepolisian menelepon Kepala Lee. Di telepon dia (pura-pura?) marah karena orang-orang kejaksaan telah merepotkan kepolisian. Kepala Lee diberi waku seminggu untuk menyelesaikan kasus itu. Kepala Lee mengiyakan. Lalu Kepala Lee mengusir Jaksa Seo menggunakan gerakan tangan, tapi tidak dengan Shi Mok.

Jaksa Seo keluar dengan ragu, atau lebih tepatnya kepo apa yang akan dibicarakan Kepala Lee dengan Shi Mok. Jaksa Seo pergi ke samping ruangan Kepala Lee, tapi dia mengeluh karena ngga ada ruangan kosong buat nguping kayak dulu. Ha.

Kepala Lee mengakhiri panggilannya. Dia berkata pada Shi Mok kalau Kyung Wan akan tetap ditahan karena telah memberi alibi palsu. Kyung Wan akan didakwa setelah 2 minggu (licik, itu ditunda biar memarnya hilang). Shi Mok mencoba berkilah, tapi Kepala Lee tetap meminta agar dakwaan Kyung Wan ditunda.

Akhirnya Shi Mok menurut. Kepala Lee berkata kalau saja Shi Mok memberitahunya lebih awal tentang Jaksa Seo yang menyimpan ponsel Ga Young, mungkin masalahnya tak akan serumit ini. Kepala Lee bertanya, darimana Shi Mok tau kalau ponsel itu palsu?


Kilas balik singkat, Shi Mok menonton ulang rekaman saat Jaksa Seo yang sedang membocorkan rekaman dari ponselnya di depan media. Dan ketika Shi Mok menelepon Jaksa Seo untuk memastikan nada dering ponsel Jaksa Seo. Dari situ Shi Mok sadar kalau warna ponselnya beda (ponsel yg nyimpen rekaman dan ponsel yg berdering saat Shi Mok telepon).

“Sangat mungkin seseorang sepertinya memiliki ponsel lebih dari satu. Dan Jaksa Seo tau aku menggeledah ruangannya, jadi sulit bagi Jaksa Seo untuk mengopreasikan ponsel itu..”

Kepala Lee seketika sadar selama ini Jaksa Seo mencurigainya sebagai pembunuh (karna Jaksa Seo nyimpen bukti itu sendirian). Kepala Lee dengan tenang berkata, “Orang yang mencurigai orang lain biasanya bukan pelakunya. Tapi, bisa jadi itu tipuan. Dengan mencurigaiku, dia mungkin mau menghilangkan kecurigaan orang lain terhadap dirinya.”

Mendengar perkataan Kepala Lee, Shi Mok blak-blak-an berkata, “Sepertinya Anda sendiri tak yakin dengan perkataan Anda. Anda seakan meyakinkan diri sendiri kalau Anda bukan pelakunya.” Aih. Skakmat. Kepala Lee tersinggung, Shi Mok refleks minta maaf. Kemudian undur diri setelah berjanji untuk menyelesaikan kasus Jaksa Seo secepatnya. (Sebenernya lagi nyindir dia)


Letnan Han menghampiri Kyung Wan yang sedang makan bersama Sersan Kim dan Pimpinan Tim. Pimpinan Tim langsung mengajak Letnan Han untuk agak menjauh. Sambil berbisik, Pimpinan Tim protes karena Letnan Han tidak melaporkan perihal ponsel Ga Young padanya (sebelumnya, Pimpinan Tim berpesan pada Letnan Han untuk melaporkan tiap gerak-gerik Shi Mok). Letnan Han berkata dengan nada polos kalau Shi Mok cuma menyuruhnya ke TKP, tanpa memberitahu tentang ponsel itu. Pimpinan Tim gemas mendengar jawaban Letnan Han. Akhirnya Pimpinan Tim hanya mengingatkan pesan yang sama untuk melaporkan gerak-gerik Shi Mok padanya. Letnan Han mengangguk paham.

Letnan Han pulang bersama Kyung Wan. Di tengah jalan, Kyung Wan menjelaskan kalau dia takut polisi curiga, makanya dia  menghapus foto-foto Ga Young secara diam-diam. Letnan Han mengerti kekhawatiran Kyung Wan. Tiba-tiba matanya tak sengaja melihat lebam kemerahan yang ada di belakang leher Kyung Wan. Sontak Letnan Han menarik baju Kyung Wan, dan sangat terkejut melihat lebam itu.


Letnan Han berjalan terburu-buru ketika sampai di kantor kejaksaan, dia tampak marah. Shi Mok yang melihat Letnan Han, langsung menahan tangannya. Letnan Han menolak –jangan sekarang, tapi Shi Mok menarik tangan Letnan Han dan membawanya ke sebuah ruangan.

Di ruangan kosong itu, tanpa basa-basi, Shi Mok meminta agar Letnan Han tidak bertindak ngegabah selama 2 minggu ke depan. Jika dilanggar, Letnan Han terancam dikeluarkan dari kasus itu. Letnan Han tersenyum sinis tak percaya (kalo ada org yg sejahat itu), kemudian memperlihatkan foto punggung Kyung Wan yang penuh luka akibat siksaan polisi. “Dia memintaku untuk merahasiakannya pada nenek (ibu CEO Park). Kau tau apa? Orang-orang yang aku temui setiap hari malah bersikap seperti sekeji itu (tdk berperikemanusiaan)! Bila ada satu yang bersuara, aku yakin situasinya akan berubah,” ucap Letnan Han sesak.


Shi Mok menghela napas pelan. Entah dia merasa sedih atau apa. Shi Mok hanya mampu berkata semua keputusan ada di tangan Letnan Han. Sekalipun kebenaran terungkap, kenyataan bahwa Kyung Wan pernah ditahan karena bukan kesalahannya, akan tetap membawa efek yang cukup terasa untuk mereka. Melihat Letnan Han yang masih bersikukuh, akhirnya Shi Mok mencari sebuah nomor di ponselnya dan meneleponnya.



Well, ternyata Jung Bon orang yang Shi Mok hubungi (Jung Bon adalah teman SMP Shi Mok). Shi Mok meminta Jung Bon untuk ke salah satu rutan Seoul Selatan. Jung Bon berbicara 4 mata dengan Kyung Wan yang baru saja dipindahkan ke sana. Entah apa yang mereka bicarakan, kamera dialihkan ke kantor Shi Mok.



Sementara kantor Jaksa Seo tengah digeledah, kini Shi Mok menemani Jaksa Seo, atau lebih tepatnya menginterogasinya, kenapa ponsel Ga Young bisa ada di tangan Jaksa Seo? Jaksa Seo menjawab kalau dia tak sengaja menemukannya di jalan. Shi Mok menyidir Jaksa Seo yang suka memungut benda di tengah jalan. Jaksa Seo mengepalkan tangannya kesal. Lalu Jaksa Seo mencoba menceritakan apa yang dia tau. Dalam kilas balik singkat, terlihat Jaksa Seo tak sengaja menemukan ponsel itu di depan rumah, ketika dia datang ke rumah Ga Young di hari penculikannya.

Dengan berapi-api, Jaksa Seo mencoba meyakinkan Shi Mok bahwa dia hanya ingin melindungi Ga Young dari Kepala Lee. Dia curiga Kepala Lee akan melakukan hal buruk pada Ga Young, sebab Kepala Lee takut kalau sewaktu-waktu Ga Young mengungkapkan hubungannya dengan Kepala Lee, hancurlah mereka (karna masih di bawah umur). Jaksa Seo merasa bahwa ponsel Ga Young memang sengaja dijatuhkan.

Shi Mok sama sekali tidak terpengaruh dengan penjelasan Jaksa Seo, dia malah bertanya, apakah Jaksa Seo menculik dan menyiksa Ga Young? Jaksa Seo tertawa sinis karena Shi Mok masih mencurigainya. Shi Mok terus memperhatikan gerak tubuh Jaksa Seo. Jaksa Seo memajukan tubuhnya sambil berbisik, “Yang tau kalau aku sudah menemukan gadis itu malam itu, hanya satu orang. Yaitu Kepala Lee. Kau harus berhati-hati kalau tidak mau bernasib sama dengan gadis itu,”



Shi Mok tak menanggapi, dia malah bertanya lagi, alasan Jaksa Seo melibatkan CEO Park di kejaksaan hingga mencoreng nama instansi mereka. Jaksa Seo dengan nada dongkol berkilah kalau pegawai-pegawai itu sendiri yang mengajaknya, bukan dia. Permbicaraan mereka terhenti ketika Jaksa Young muncul. Jaksa Young menunjukkan surat perintah penyitaan yang sudah disetujui Kepala Lee. Barang-barang Jaksa Seo dan Shi Mok akan diperiksa. Mendengar itu, Jaksa Seo tersenyum sinis pada Shi Mok sambil memberi tatapan ‘sukurin! Batu sih lo’.


Jaksa Young memberitahu hipotesisnya pada Shi Mok. Setelah menonton rekaman blackbox dari mobil Jaksa Seo, Jaksa Young berpendapat kalau Jaksa Seo sudah berkata jujur (ga sengaja nemu ponsel). Dan menurutnya, sangat mungkin bila Kepala Lee memang terlibat dengan insiden penculikan Ga Young (karena selang waktunya sesuai). (Jaksa Young percaya bgt sama Shi Mok, makanya dia membocorkan perkembangan kasus itu. Harusnya ga boleh, soalnya Shi Mok masih diselidiki)

Shi Mok iseng bertanya kesediaan Jaksa Young untuk menjadi tangan kanannya. Jaksa Young sumringah. Sedetik kemudian, Jaksa Young merasa terhina ketika Shi Mok berkata dia cuma bercanda. Dengan ekspresi super serius, Shi Mok berkata, “Padahal hanya sedetik aku mengkhianatimu, tapi kau langsung marah. Bagaimana perasaan Jaksa Seo yang dikhianati setelah setia selama 10 tahun? Jaksa Seo lah pelakunya. Jaksa Seo berencana membawa gadis itu untuk mengungkapkan kebusukan Kepala Lee pada dunia,”

Shi Mok mengungkit perihal Jaksa Young yang mengikutinya dan Jaksa Seo di lobi kantor. Jaksa Young berpikir sejenak, sampai dia mengerti apa yang dibicarakan Shi Mok Jaksa Young berkata kalau dia tidak mengikuti, tapi hanya tak sengaja melihat Shi Mok yang mengikuti Jaksa Seo. Tanpa diduga, Shi Mok malah menyayangkan hal itu, harusnya Jaksa Young mengikuti mereka biar bisa melihat apa yang sedang terjadi, siapa tau dapat petunjuk. Jaksa Young bengong. Dia berpikir keras.


Ketika Jaksa Young keluar, Shi Mok menghampiri asistennya untuk meminjam senjata dari ruang bukti. Asistennya memberi pistol dengan ragu, tak lupa dia mengingatkan agar Shi Mok tidak bertindak ceroboh. 

Malamnya, Jaksa Young menelepon Jaksa Seo. Jaksa Young mengaku kalau dia tau bahwa Jaksa Seo-lah yang mencoba membunuh Ga Young karena dia mengikutinya pada hari itu (eh?). Jaksa Seo kaget setengah mati. Jaksa Young juga berkata dia rasa Jaksa Seo telah berbohong soal tidak-sengaja-menemukan-ponsel-di-jalan. Mendengar hal itu, Jaksa Seo tersadar, dan bergegas.

Jaksa Seo tiba di tempat dia menemukan ponsel itu, di sana Jaksa Young sudah menunggu. Dengan santai, Jaksa Young mengajak Jaksa Seo berkongsi untuk menjatuhkan Kepala Lee, kalau Jaksa Seo menolak, dia akan menunjuk Jaksa Seo sendiri sebagai pelakunya (ngancem ceritanya). Jaksa Seo sontak curiga, lalu bertanya, apa Jaksa Young yang sudah menculik Ga Young?

Jaksa Young tak menanggapi, dia hanya mau Jaksa Seo bersekutu dengannya. Jaksa Seo mengingatkan bahwa orang seperti Kepala Lee sulit untuk dijatuhkan karena Kepala Lee salah satu petinggi tajir, uang bisa membelanya. Melihat keraguan Jaksa Seo, Jaksa Young berpaling dan berencana melaporkan Jaksa Seo. Jaksa Seo mengejarnya dan menarik paksa Jaksa Young. Jaksa Young memberontak, refleks Jaksa Seo mendorongnya ke dinding sambil mencekiknya kuat-kuat, hingga pingsan.

Jaksa Seo syok, dia langsung mengguncang-guncangkan tubuh Jaksa Young. Tak lama kemudian, Jaksa Young sadar sambil terbatuk. Jaksa Seo menghela napas lega. Jaksa Young bertanya dengan nada parau, apakah Jaksa Seo benar-benar bukan pelakunya? Jaksa Seo agak kaget karena Jaksa Young masih sempat-sempatnya bertanya hal semacam itu. Lalu Jaksa Seo menyangkal tuduhan itu. Mendengar jawaban itu, Jaksa Young bangkit sambil berjalan terseok-seok, menjauhi Jaksa Seo. Gokil.



Dan sampailah Jaksa Young di flat Shi Mok. Dengan penampilan yang masih kacau, dia melaporkan bahwa Shi Mok kali ini salah, bukan Jaksa Seo pelakunya. Dia sudah memastikannya dan berjanji akan menceritakan rinciannya besok. Shi Mok tak berkata apapun.

Ketika dia beranjak pulang, Jaksa Young berbalik dan dengan malu meminta dipinjamkan pakaian agar ibunya tidak khawatir (Jaksa Seo narik kemeja Jaksa Young ampe kancingnya copot). Shi Mok masuk ke dalam, dan kembali dengan sepotong pakaian di tangannya.

Tak lama setelah Shi Mok masuk rumah, Jaksa Young kembali muncul di interkom. Dengan salah tingkah, dia minta izin untuk mengganti pakaiannya di dalam rumah Shi Mok. HAHA.


Jaksa Young sudah berganti pakaian, dan bersiap pulang. Perkataan Shi Mok menghentikan langkahnya, Shi Mok masih yakin Jaksa Seo pelakunya. Jaksa Young menyangkal, itu tidak mungkin, buktinya Jaksa Seo masih membiarkannya hidup. Kalau benar dia pelakunya, dia bisa saja langsung membunuh dirinya. (Uh, Anda tak tau ya nona, bisa jadi Jaksa Seo suka sama Anda. Mana mungkin dia membunuh seseorang yg dia suka. Ya.. itu cuma asumsi sih)

Shi Mok membalas, “Mungkin dia mengira aku mengikutimu..”

Jaksa Young menyela, “Aku juga berharap kau mengikutiku,” Jaksa Young yakin bukan Jaksa Seo pelakunya. Lalu pamit pulang.


Tanpa Jaksa Young tau, sebenarnya Shi Mok memang mengikutinya. Dia melihat bagaimana perlakuan kasar Jaksa Seo pada Jaksa Young. Dia hampir menembak Jaksa Seo kalau saja Jaksa Young tidak segera bangun. Shi Mok berpikir keras.

“Melihat bagaimana dia mengorbankan dirinya sendiri, membuktikan dia sangat ingin menjadikan Kepala Lee sebagai tesangka. Sekarang probabilitas antara Jaksa Seo bukan pelakunya dengan Jaksa Young sebagai pelakunya, mana yang lebih tinggi?”


Keesokan harinya, Pegawai Kantor Kejaksaan terlihat tergesa-gesa setelah mendapat sebuah pesan. Bahkan Kepala Lee yang sedang melakukan amal, segera menyusul ke kantor, dan memulangkan istrinya. Di dalam mobil, istrinya langsung menelepon ayahnya (Mertua Lee) sambil berkata agar tidak merepotkan suaminya lagi. Kemudian dia juga mengirim pesan pada suaminya untuk menyetujui apapun yang ayahnya minta.

Dan jeng-jeng... Rumor petinggi kejaksaan telah menerima suap dari CEO Park tersebar di berbagai media di seluruh Seoul. Ada anonim yang membocorkan info itu. Anonim itu memang tidak menyertakan nama-nama yang terlibat atau jumlah yang diterima, tapi rumor tersebut berhasil mengguncang martabat kejaksaan. Masyarakat tanpa ragu menyumpahi petinggi-petinggi kotor itu ‘ngapain sok mengadili kalau sendirinya bermain kotor’.

Kepala Lee memimpin rapat kecil dengan beberapa petinggi penting. Dia meminta mereka untuk menyelidiki masalah itu. Bagaimana pun caranya. Pokoknya masalah ini harus cepat diselesaikan. Dia juga memperingati untuk berhati-hati dalam berbicara jika ada di tempat umum, dikhawatirkan ada wartawan yang menyamar.


Setelah itu, Kepala Lee bergegas ke kantor Mertua Lee. Mertua Lee dan Mantan Kepala Kejaksaan telah menunggunya. Serta merta Kepala Lee meminta maaf karena telah mempermalukan mereka berdua. Mantan Kepala bertanya mengenai CEO Park, tapi Kepala Lee mengaku belum pernah bertemu orang itu. Kepala Lee berjanji akan menyelesaikan kasus itu secepatnya, tanpa merugikan instansi mereka.


Suasana tegang antara Kepala Lee dan mertuanya berlanjut di dalam mobil. Mereka merasa aneh dengan taktik Anonim. Mereka bertanya-tanya, kenapa harus Sungmoon Daily dari sekian banyak surat kabar? Apalagi berita itu tak jelas karena tak ada rinciannya sedikitpun. Kepala Lee curiga, “Mungkin dia tau semuanya (tentang suap itu), tapi tidak mau mengungkapkan ke media. Itu seperti dia ingin menggertak, sekaligus ingin melindungi instansi ini.”

Mertua Lee bertanya, apa Kepala Lee masih berniat menjadikan Shi Mok sebagai kambing hitam? Kepala Lee menjawab, itu sulit karena putra CEO Park terlibat di dalamnya. Mertua Lee takjub karena Shi Mok berhasil mempermainkan Kepala Lee. Mertua Lee berkata dia sudah menyuap Jaksa Agung (Mantan Kepala Kejaksaan), jadi Kepala Lee ngga usah terlalu khawatir.

Kemudian Mertua Lee curhat soal putrinya yang sudah memarahinya. Mertua Lee berpesan agar Kepala Lee tidak memberitahu apapun apa-apa yang mereka bicarakan. Dia ngeri dimarahi putrinya lagi. Wow, cukup menarik. (Sebejat apapun ayahnya, pasti ayah-ayah di (drama?) Korea selalu menyayangi anaknya, apalagi anak perempuan)


Shi Mok sibuk dengan laptopnya yang sedang memuat berita suap-menyuap-di-kejaksaan. Sesaat kemudian, dia meraih ponselnya dan menghubungi Letnan Han. Shi Mok berkata dia tau siapa pelakunya.

Jadilah Letnan Han tiba di pojangmacha yang mana Shi Mok telah menunggunya sambil memakan ramen. Letnan Han terlihat sangat semangat, ha. Shi Mok berkata ‘kepala’nya muncul hari ini. Letnan Han menyetop Shi Mok yang sedang makan, dan menyendok kuah ramen Shi Mok secara santai dan mencicipinya. (Shi Mok ngasih tatapan ‘buseh, ni orang kok sante bgt nyomot makanan gue’. HAHA)


Kemudian Letnan Han memesan ramen seperti Shi Mok, berserta soju dan air putih. Ketika pesanannya jadi, Letnan Han langsung menuangkan segela kecil air putih ke ramen Shi Mok dengan alasan kesehatan (Shi Mok nya nurut aja lagi, kayak anak kecil, ha). Shi Mok mulai mencicipi ramen oplosannya, dia ngangguk-ngangguk seakan setuju kalau rasa ramennya lebih nikmat.

Sambil makan, mereka melanjutkan permbicaraan penting mereka. Letnan Han menebak, “Kepala yang muncul hari ini adalah... informan itu..”

Shi Mok membenarkan, dia rasa Anonim itu sudah menunggu-nunggu hari ini. Mereka berdua mulai menyambungkan potongan-potongan bukti yang sudah nampak. Letnan Han menatap Shi Mok curiga, “Apa kau informan itu?”

Shi Mok dengan santai menyangkal, lalu berkata dengan polos, kenapa Letnan Han mudah mempercayai apa yang dia katakan. Letnan Han berkilah, dia tidak percaya pada Shi Mok, lalu Letnan Han membuat tanda peace dengan jarinya (kurang-lebih artinya 'gua percaya apa yg gua mau percayai'). Shi Mok refleks tersenyum. Letnan Han terkekeh kaget, karena untuk pertama kalinya dia melihat Shi Mok tersenyum. Dia memuji Shi Mok yang memiliki senyum yang bagus.

Letnan Han berniat mengambar muka orang tersenyum, tapi buru-buru Shi Mok mencegahnya. Dia berkata kalau dia tidak perlu hadiah lagi. HA. Letnan Han diam sejenak, lalu memasukkan bukunya kembali dengan kecewa. HAHA, oke, gatau kenapa, itu kocak.

Letnan Han berkata, dia yakin pelakunya adalah orang yang dirugikan dari bisnis CEO Park. Orang yang menyimpan dendam yang teramat sangat.



Keesokan harinya. Kyung Wan disambut neneknya yang diantar Jung Bon. Kyung Wan menunduk sopan pada Jung Bon. Di saat yang sama, Jung Bon mengirim pesan ke seseorang dengan pesan ‘Kau mungkin akan menerima dampaknya’. Dan juga, berita heboh tentang Kyung Wan yang disiksa oleh kepolisian menjadi topik terhangat pagi itu. Foto-foto yang Letnan Han ambil juga ditampilkan. Di dukung dengan pernyataan Kyung Wan yang mengaku kalau dia sudah disiksa.

Letnan Han hanya mematung di kantornya. Keributan antara pihak kejaksaan dan kepolisian tak terhindarkan.


Di aula, Kepala Lee berdiri di hadapan seluruh pegawai kejaksaan. Kepala Lee berniat untuk menyelidiki kasus korupsi sampai tuntas. Nanti, laporan akhir-nya, si penanggung jawab akan langsung menyerahkannya ke Jaksa Agung (Sigh, kan udh disuap Mertua Lee). Bisa ditebak, Kepala Lee menunjuk Shi Mok sebagai penanggung jawab kasus itu. Semua mata langsung mengarah pada Shi Mok. Shi Mok hanya beradu mata dengan Kepala Lee.



BERSAMBUNG

Komentar :

SHI MOK INFORMAN ITU? HM.


Curiga sama Jung Bon, di beneran ngebantuin Shi Mok ngga ya? Dan soal Jaksa Young yg nyulik Ga Young. Saya rasa bukan dia, masa sih tenaga Jaksa Young sekuat itu buat nyeret Ga Young.

Oya, Mantan Kepala Kejaksaan sekarang menjabat sebagai Jaksa Agung. Huh, ngga lama lagi bakal berhadapan dengan Shi Mok.

PENTING untuk tidak memberi spoiler yaa. Gomawo ;)