Kamis, 29 Juni 2017

Sinopsis Secret Forest Episode 6

NOW PLAYING : The Fool On The Hill – The Beatles 

Secercah harapan muncul. Siapa yang membunuh Kim Ga Young menemui titik terang. Dan saya senang bisa melihat Hwang Shi Mok tersenyum di episode ini. Suatu pemandangan yang langka bukan? *salah fokus*


Episode 6

JAKSA YOUNG EUN SOO menceritakan semuanya pada Shi Mok. Jaksa Young menemui CEO Park untuk memintanya bersaksi bahwa ayahnya tidak terlibat korupsi. Sayangnya Jaksa Young telambat karena CEO Park sudah terlilit hutang saat itu. (Ketika mereka bertemu di kafe kopi-kelinci) Jaksa Young tidak terima dimaki CEO Park, makanya dia ikut emosi. CEO Park meragukannya sebagai jaksa hanya karena dia seorang perempuan.


Jaksa Young berkata dia tau kalau Shi Mok mencurigainya. Tapi Jaksa Young mengaku bukan dia yang membunuhnya. Dia harus membuat CEO Park bersaksi, kenapa justru malah membunuhnya? Shi Mok tak langsung mempercayai perkataan Jaksa Young. Bisa jadi karena CEO Park menolak, makanya Jaksa Young membunuhnya? Kemudian Shi Mok bertanya, alasan Jaksa Young menguping pembicaraannya dengan Deputi Lee.

Jaksa Young mengeluarkan uneg-unegnya, dia bertanya balik, kenapa Shi Mok selalu bersikap tidak tahu apa-apa, padahal Shi Mok sangat mengetahui hal itu. Shi Mok tau kalau Deputi Lee lah pelakunya. Motifnya sangat kuat, yaitu karena Deputi Lee diperas CEO Park. Tapi kenapa Shi Mok justru menudingnya seperti itu? Dan kenapa juga Jaksa Young harus membunuh seorang gadis yang sama sekali tidak dikenalnya?

Shi Mok berkata Jaksa Young juga memiliki motif yang kuat. Jaksa Young tidak terima dimaki, apalagi CEO Park menolak untuk bersaksi. Saking marahnya karena CEO Park tidak membantunya, secara tidak sengaja Jaksa Young menyadari ada sosok Kim Ga Young.  Lalu Jaksa Young memaksa gadis itu untuk mengungkapkan hubungannya dengan Deputi Lee. Jaksa Young berencana meneror Deputi Lee, tapi gadis itu juga menolak membantu.

Jaksa Young tidak mempercayai apa yang dia dengar, ternyata Shi Mok memikirkan itu semua dan menganggapnya sebagai orang yang sangat jahat. Jaksa Young membela diri, dia tidak akan bisa mengangkat tubuh Kim Ga Young, kalau tumpukan kertas (yg Shi Mok suruh pindahin ke ruangan arsip) saja tidak bisa diangkatnya. Shi Mok berkata Kim Ga Young memang sengaja untuk ditunjukan ke dunia. Deputi Lee tidak mungkin melakukan itu (ga mungkin ngungkap aib sendiri). Shi Mok bangkit dan keluar ruangan untuk makan.



Beralih ke kantor polisi. Sersan Kim berkata kalau sidik jari Shi Mok jelas ada di pisau itu. Seketika Letnan Han ingat, dia pernah melihat Shi Mok melakukan peragaan pembunuhan CEO Park beberapa waktu lalu. Letnan Han memberitahu fakta itu pada rekannya.  Jaksa Seo berdiri, lalu mengkritik kepolisian yang kacau balau (karena ada yg dukung Shi Mok & ada yg kontra Shi Mok). Letnan Han balik menyindir, seharusnya Jaksa Seo juga melakukan hal yang sama, agar kekacauan itu tidak terjadi. Ha. Skakmat.

Jaksa Seo keluar ruangan, tapi langkahnya terhenti ketika Letnan Han menceritakan pada rekannya identitas asli Kim Ga Young. Letnan Han menatap Jaksa Seo, Jaksa Seo buru-buru keluar, tapi dia tetap menguping dari balik pintu. Letnan Han memberitahu kalau  Kim Ga Young adalah adik kelas Park Kyung Wan (putra CEO Park). Tapi Letnan Han ngga tau, apakah mereka saling mengenal atau tidak. Yang jelas, Kim Ga Young sangat populer di sekolahnya. Tiba-tiba ponsel Jaksa Seo berdering, serentak polisi-polisi itu menoleh ke pintu. Akhirnya mereka tau kalau Jaksa Seo menguping pembicaraan mereka.



Shi Mok menunda makannya, karena ada pesan masuk. Shi Mok bergegas. Kebetulan dia satu lift dengan Jaksa Seo. Tak ada pembicaraan di antara mereka. Shi Mok mencium parfum wanita dari tubuh Jaksa Seo, dia juga melihat ada masker yang muncul di saku Jaksa Seo. Shi Mok berkesimpulan Jaksa Seo baru saja menemui seorang wanita dengan memakai masker, pasti wanita itu bukan wanita biasa.


Shi Mok ternyata kembali ke ruangannya. Dia menonton rekaman CCTV yang dia dapat dari resort, tempat seminarnya dulu. Itulah pesan yang membuatnya menunda waktu makan-nya. Di rekaman itu terlihat dirinya dan Kim Ga Young berjalan depan-belakangan. Kim Ga Young masuk ke kamar Deputi Lee, tapi keluar lagi setelah 13 menit. Lalu Kim Ga Young menuju ke arah CCTV sehingga wajahnya terlihat jelas, dia tersenyum. Shi Mok mengerutkan keningnya.



Kita belum tau, dengan siapa dan kenapa Kim Ga Young tersenyum. Kita dialihkan pada Letnan Han yang sedang menyetop mobilnya di lampu merah. Matanya menangkap sosok Shi Mok yang sedang menyebrang jalan di depannya. Letnan Han memutuskan untuk mengikuti Shi Mok yang menuju ke toko parfum.

Letnan Han melihat Shi Mok dengan curiga, dia sedikit terpengaruh kalau Shi Mok adalah pembunuhnya, setelah mendengar pengakuan supir taksi dan rumor yang bilang kalau Shi Mok adalah psycho. Letnan Han cepat-cepat menyingkirkan kecurigaannya, lalu mendekati Shi Mok yang sibuk mencium berbagai jenis parfum. Shi Mok kaget melihat Letnan Han di sana. Letnan Han menasehati Shi Mok agar tidak lupa makan sesibuk apapun itu.


Jadilah mereka makan di kedai terdekat. Letnan Han curhat sekarang dia sedang ada posisinya yang tidak enak. Semua bukti mengarah pada Shi Mok, tapi dia sendiri bersaksi untuk membela Shi Mok. Letnan Han seperti pengkhianat saja (untuk tim-nya). Shi Mok tak berkomentar, dia sibuk memakan makanannya hingga benar-benar habis. Shi Mok sangat kelaparan, gaes. Melihat Shi Mok seperti itu, Letnan Han bergurau kalau dia akan melanjutkan obrolannya nanti saja. HA.

Letnan Han mengeluh karena orang-orang berduit selalu lolos dari hukuman. Shi Mok akhirnya bersuara, dia berkata kalau dia tidak punya uang seperti mereka. Letnan Han bertanya apa hubungan Shi Mok dengan Kim Ga Young.



Untuk menjawab pertanyaan Letnan Han, Shi Mok meemperlihatkan rekaman CCTV yang dia dapat dari resort. Letnan Han kaget banget ternyata Shi Mok memang pernah bertemu Kim Ga Young sebelumnya. Letnan Han tambah kaget pas melihat Kim Ga Young keluar kamar seseorang (Deputi Lee) dan tersenyum pada.. Kepala Kepolisian Kim (atasannya Letnan Han).



Ketika mereka keluar dari kedai, Shi Mok bertanya asal, apa Letnan Han yang telah menjebaknya? Karena Letnan Han pernah bilang pada Shi Mok kalau pembunuh itu mungkin menjebak Shi Mok karena dendam. Letnan Han tertawa, kenapa juga dia harus dendam pada Shi Mok?

“Itulah yang aku tidak tahu,” jawab Shi Mok polos. HAHAHA. (Shi Mok ngelawak yak? wkwk)

Shi Mok berkata cuma Letnan Han yang tau kalau dia pernah menyentuh pisau itu untuk olah TKP. Tapi, Tuan Kang tidak ada dilibatkan kalau tujuannya ingin menjebak Shi Mok. Shi Mok masih belum paham sebenarnya apa maksud itu semua. Shi Mok bertekad untuk menangkap pembunuhnya, dan bertanya langsung padanya. Apa maksud itu semua.


Langkah Shi Mok terhenti saat mendengar sebuah lagu. Shi Mok berkata dia mendengar lagu itu saat menelepon Kim Ga Young (Shi Mok nelpon, tapi ngga ada yg jawab, padahal diangkat). Seketika Letnan Han juga sadar. Letnan Han berkata kalau dia juga pernah mendengar lagu itu dari ponsel Jaksa yang menangani kasus Kim Ga Young (waktu Jaksa Seo menguping di kantor polisi, ponselnya sempat berdering). Tapi Shi Mok tak tahu kalau Jaksa Seo menggunakan lagu itu sebagai nada deringnya, sebab ponsel mereka selalu dalam mode getar jika berada di kantor.


Suatu kebetulan yang menyenangkan ketika Shi Mok dan Letnan Han bertemu dengan Jaksa Seo yang sedang menenteng koper besi di luar gedung kejaksaan. Jaksa Seo berdecak pelan melihat mereka berdua, lalu segera pergi dengan terburu-buru. Shi Mok cepat-cepat menelepon nomor Jaksa Seo. Ponsel Jaksa Seo berdering. Ya, itu lagu yang sama.

Jaksa Seo menoleh ke Shi Mok tak mengerti, tanpa menyadari kalau Shi Mok sedang menge-tes-nya. Letnan Han cepat-cepat berkata kalau Shi Mok salah menekan nomor. Shi Mok langsung minta maaf. Setelah Jaksa Seo pergi, Letnan Han bergumam, mungkin ponsel Kim Ga Young ada di koper Jaksa Seo. Karena itu bisa menjadi bukti penting. Alih-alih Shi Mok mengajak Letnan Han ke suatu tempat.



Ternyata mereka pergi ke bar tempat Kim Ga Young bekerja. Mereka menginterogasi pemilik bar itu. Shi Mok sadar parfum pemilik bar itu sama dengan parfum yang dia cium dari Jaksa Seo. Setelah Letnan Han dan Shi Mok memojokkannya, akhirnya pemilik bar itu mengaku kalau dia memang memberitahu alamat Kim Ga Young pada Jaksa Seo. Tapi pemilik bar itu yakin Jaksa Seo tidak mungkin membunuh Kim Ga Young karena Jaksa Seo bilang padanya kalau Kim Ga Young sudah kabur sebelum Jaksa Seo menemukannya. Letnan Han memutar bola matanya, dia bertanya, apa pemilik bar sudah diancam Jaksa Seo?

Shi Mok merasa kalau pemilik bar dan Jaksa Seo memang sudah merencanakan itu semua (utk berpura-pura tdk tahu). Pemilik bar itu tidak terima dituduh seperti itu, dia mengusir mereka berdua secara halus. Sebelum pergi, Letnan Han berkata, “Jika bukan kau yang pertama kali membocorkan alamatnya, apa kau senang? Supir taksi itu membocorkannya. Dia memberikan alamat Ga Young pada psycho dan tidak cerita ke Ga Young karena takut kehilangan pelanggan. Setidaknya dia melapor ke polisi. Sedangkan kau apa?” Jleb. Pemilik bar itu terdiam. (Supir memberi alamat Ga Young pada Shi Mok tepat dua hari sebelum kejadian)



Shi Mok bercerita sambil berjalan. Dia mengatakan kalau Jaksa Seo itu tidak terlalu dianggap di kejaksaan hanya karena Jaksa Seo bukan lulusan Universitas Seoul (lulusan Universitas Seoul sgt dihormati karena dipercaya kualitas pendidikannya. Biasanya lulusan sana akan mendapat pekerjaan dg mudah, drpd lulusan universitas lain).

Letnan Han berkata Shi Mok telah meremehkan kecerdasan Jaksa Seo karena merasa superior padanya. Padahal Shi Mok dan Jaksa Seo sama-sama masuk lewat jalur tes (Jaksa PNS = ujiannya sangat sulit). Shi Mok mengangguk paham, “Aku tak menyangka satu-satunya yang bisa kurasakan adalah perasaan superioritas.”


“Satu-satunya? Itu terdengar seperti kau tidak bisa merasakan emosi yang lain,” ucap Letnan Han. Shi Mok tak menjawab. Kemudian Letnan Han mengambil buku catatan yang selalu dibawa. Dia menggambar sketsa sederhana organ otak.

“Kenapa kau membedah otaknya?” tanya Shi Mok polos. (Ngakak XD)

“Apa kau yang kau bicarakan. Aku ini sedang menggambar struktur otak tau!” kata Letnan Han sambil tertawa. Kemudian Letnan Han menjelaskan beberapa bagian otak itu pada Shi Mok. Shi Mok hanya diam memperhatikan. HA. Shi Mok menunjuk bagian yang paling besar dan bertanya fungsinya, Letnan Han belum menjelaskan bagian yang itu. Letnan Han menjawab kalau itu untuk emosi-emosi yang lain (sakit, bahagia), “Kau hanya tidak pernah menunjukkannya.” Letnan Han merobek sketsanya, dan memasukkannya ke saku Shi Mok. Sebagai hadiah.



Letnan Han mengajak Shi Mok masuk ke mobilnya, memberikan Shi Mok tumpangan. Selama perjalanan, mereka membicarakan strategi selanjutnya. Letnan Han menasehati Shi Mok, “Ketidakpercayaan di antara kita akan membuat kita sulit (ga saling berbagi info),”

Shi Mok bergumam, “Di antara kita?” Sedetik kemudian Shi Mok tersenyum. OMO. Letnan Han menyetop mobilnya, Shi Mok turun. Letnan Han melihat Shi Mok yang menjauh, dia berkomentar kalau cara jalan Shi Mok sangat-tidak-keren. Ha. Lalu Letnan Han membuka kaca mobilnya dan berteriak agar Shi Mok jangan membungkuk. Tapi Shi Mok tak merespon atau menoleh. Mungkin Shi Mok ngga denger.



Letnan Han dikejutkan oleh Park Kyung Wan (anak CEO Park) yang sedang berdiri di dekat rumahnya. Letnan Han membawa dia masuk, Ibu CEO Park sangat bahagia melihat cucunya. Cucunya sudah selesai wamil. Letnan Han pamit dengan alasan ada tugas mendadak dan mengizinkan Park Kyung Wan untuk menginap karena Park Kyung Wan bilang barang-barangnya ada di rumah temannya, dan rumah temannya itu jauh.

Park Kyung Wan menyusul Letnan Han ke luar rumah, dia berterima kasih untuk semua bantuan Letnan Han. Letnan Han mengangguk. Lalu bertanya tentang Kim Ga Young. Park Kyung Wan berkata kalau dia tau kejadian yang menimpa Ga Young dari medsos temannya. Dia mengaku mengenal Ga Young, tapi tidak pernah mengobrol karena mereka tidak dekat. Park Kyung Wan bingung kenapa Ga Young bisa nyasar ke rumah neneknya.

Letnan Han menganguk paham. Kemudian dia meminta Kyung Wan datang ke kantor polisi tanpa sepengetahuan nenek untuk memberikan keterangan yang akan berguna sebagai referensi. Kyung Wan menyanggupinya.


Ketika Letnan Han pergi, Kyung Wan buru-buru mengeluarkan ponselnya. Dia membuka galeri, dan di sana banyak foto Kim Ga Young yang candid (diambil tanpa sepengetahuan objek). Dan ada obrolan di satu grup chat, yang sedang membahas Ga Young. Semua anggota grup chat itu tau kalau Kyung Wan menyukai Ga Young. Lalu Kyung Wan menghapus semua foto Ga Young dan keluar dari grup chat-nya. Ternyata Letnan Han belum pergi, dia mengintip dan kepo apa yang sedang Kyung Wan lakukan.  



Di dalam flatnya, Shi Mok sudah berganti pakaian. Dia mengambil kertas yang ada sketsa otaknya. Kemudian pikirannya kembali ke kasus CEO Park dan Kim Ga Young. Shi Mok teringat dengan perkataan Jaksa Seo ‘mungkin pembunuh itu mau memberi peringatan dan sengaja membiarkan Ga Young hidup dalam keadaam lumpuh’. 

Shi Mok berkesimpulan, pelakunya adalah orang yang ingin menjatuhkan Deputi Lee. Lalu Shi Mok menulis 6 nama (yg mungkin menjadi tersangka) dibalik kertas sketsa itu. Ada Mertua Lee, Deputi Lee, Jaksa Seo, Jaksa Young, Young Il Jae (ayah Jaksa Young), dan Kepala Kepolisian Kim.


Kilas balik. Beberapa waktu lalu Shi Mok menemui Young Il Jae. Young Il Jae meminta Shi Mok untuk melindungi putrinya, Jaksa Young, dari orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Jaksa Young memang berani, tapi itu saja tidak cukup. Young Il Jae takut kalau putrinya akan berakhir seperti Kim Ga Young.

Young Il Jae yakin kalau pelakunya adalah Mertua Lee, karena dia sangat serakah. Young Il Jae juga yakin Deputi Lee tak akan melakukan hal keji itu. Young Il Jae sudah mengenal Deputi Lee selama 10 tahun, dia tahu betul sifat Deputi Lee.


Kilas balik selesai. Shi Mok bernarasi, “Semuanya berupaya menyerang yang ingin mereka lenyapkan. Jaksa Seo ingin aku. Young Il Jae ingin Mertua Lee. Tapi kenapa aku terus dibayangi Deputi Lee?”

Shi Mok pergi ke kantor, di tengah jalan ponselnya berdering. Letnan Han memberitahunya kalau Jaksa Seo sedang di kantor polisi untuk melihat Park Kyung Wan memberi keterangan. Shi Mok bingung kenapa Jaksa Seo repot-repot kesana? Kyung Wan kan bukan saksi penting? Letnan Han memotong, lalu berkata sebaiknya Shi Mok segera pergi ke ruangan Jaksa Seo untuk mencari ponsel Ga Young, mumpung orangnya lagi tidak ada.

Shi Mok menuju ruangan Jaksa Seo, tapi di sana ada juniornya (atau sekretarisnya) Jaksa Seo. Jaksa Young mendekati Shi Mok, dan menawarkan bantuannya karena Shi Mok terlihat bingung. Shi Mok tadinya ogah, tapi dia ingat pesan Young Il Jae untuk menjaga Jaksa Young. Akhirnya Shi Mok memutuskan untuk menerima bantuan Jaksa Young.


Jaksa Young masuk ke ruangan Jaksa Seo, berpura-pura kehilangan dokumen. Dia meminta sekretaris itu mencarinya. Setelah mengantar sekretaris itu sampai lift, Jaksa Young balik ke ruangan Jaksa Seo dan ikut membantu Shi Mok.

Tiba-tiba seorang staf datang untuk mengantarkan surat (?), mereka berdua cepat-cepat bersembunyi. Posisi mereka amat dekat. Jaksa Young keliatan gugup, sedangkan Shi Mok hanya memasang ekspresi datar (Inget, he lacks of emotion, jd ngga bakal deg-degan). (Ngakak saya liatnya. Jangan sampe Jaksa Young jadi Cha Shi Ah yg ke-geer-an di LOTBS, ha)


Baru saja mereka bernapas lega karena staf itu tidak menyadari keberadaan mereka, ponsel Shi Mok berdering. Staf itu kembali masuk, Jaksa Young langsung berdiri (bakalan kacau kalau Shi Mok ketauan). Jaksa Young pura-pura kaget melihat staf itu, dia kira Jaksa Seo (padahal Jaksa Young tau kalau yg datang cuma staf). Jaksa Young berbohong kalau dia sedang mencari dokumen yang Jaksa Seo berikan padanya. Lalu ponsel Jaksa Young berdering, dari Shi Mok. Jaksa Young menjawab panggilan itu dan bersandiwara, “Apa? Kau sudah menemukan dokumennya? Baiklah, aku segera kesana.”

Jaksa Young meminta staf itu untuk tidak melaporkan tindakannya pada Jaksa Seo karena dia takut dimarahi. Seakan mengerti keadaan Jaksa Young, staf itu menyetujuinya. Kemudian Jaksa Young cepat-cepat mengajak staf keluar untuk mentraktirnya kopi. Setelah mereka keluar, Shi Mok juga keluar. Ketika Shi Mok kembali ke ruang kerjanya, Shi Mok menelepon teman SD-nya, Kim Jung Bon.


Mereka bertemu di sebuah kedai. Jung Bon tak menyangka setelah sekian lama, akhirnya Shi Mok meneleponnya juga. Shi Mok langsung ke inti masalah. Dia menanyakan beberapa pertanyaan pada Jung Bon. Pertanyaannya itu lebih mengarah rasa curiga Shi Mok pada Jung Bon. Kenapa Jung Bon bisa tau kedua kasus pembunuhan itu dengan detail, meskipun dia dulu sempat melihat kasus CEO Park dari jauh. (pengacara Tuan Kang berasal dari firma hukum kecil milik Jung Bon)

Hebatnya, Jung Bon mempunyai alibi untuk tiap pertanyaan Shi Mok. Bahkan Jung Bon juga mengaku kalau dia datang ke rumah CEO Park di hari kejadian yang menimpa Kim Ga Young. Dalam kilas balik singkat, terlihat jelas Jung Bon ada ditengah-tengah wartawan. Shi Mok ingat, dia juga sempat melihat Jung Bon, tapi dia tak yakin (sebab Jung Bon seperti bersembunyi, dia menghilang, ketika Shi Mok menoleh ke arah kerumunan wartawan).

Shi Mok berguman kalau itu aneh sekali, “Kita sering bertemu setelah kasus Tuan Kang. Padahal selama 20 tahun belakangan kita tidak pernah sekalipun berkomunikasi.”



Di tempat lain, seorang pria sedang mengorek (menggali) informasi seputar penyakit Shi Mok pada dokter yang menangani Shi Mok. Dokter itu menceritakan semuanya dan bilang kalau Shi Mok sudah sepenuhnya sembuh. Ketika di mobil, pria itu melaporkan informasi yang dia dapat kepada Deputi Lee melalui telepon.


Deputi Lee mengakhiri panggilannya, lalu berjalan ke luar gedung. Deputi Lee menyambut mertuanya yang baru saja tiba. Kemudian Deputi Lee, mertuanya, dan sekretaris mertuanya menuju ke suatu tempat yang ada di gedung itu. Selama mereka bertiga berjalan, mereka membahas tentang kudeta (?) Kepala Kejaksaan. Deputi Lee akan mengisi posisi Kepala Kejaksaan. Deputi Lee agak khawatir kalau kudeta itu akan menimbulkan masalah besar. Mertua Lee berkata kalau dia akan terus mendukung Deputi Lee. (Saya kira Mertua Lee itu kepala kejaksaan, ternyata bukan)

Tiba-tiba Deputi Lee berkata kalau tujuannya adalah bukan untuk menjadi Kepala Kejaksaan. Mertua Lee seakan tak peduli, “Bereskan kekacauan yang ada di sekitarmu dulu, sebelum kau menempuh jalan yang panjang (karena akan menjadi Kepala Kejaksaan).” Deputi Lee langsung mengiyakan. Kemudian mereka masuk ke suaru ruangan yang megah, sudah banyak orang penting di sana.



Jaksa Seo baru saja tiba di ruang kerjanya, dia keliatan lelah. Sedetik kemudian dia sadar, barang-barangnya agak berantakan. Wajahnya berubah marah. Dia bertanya pada sekretarisnya. Sekretarisnya pun mengatakan yang sebenarnya. Jaksa Seo langsung keluar ruangan, dan berteriak memanggil Jaksa Young. Shi Mok juga mendengarnya, dia langsung ikut keluar. (Jaksa Young punya ruangan pribadi sekarang, karna bukan junior lagi. Dulunya dia satu ruangan dg Shi Mok)

Jaksa Seo menyeret tangan Jaksa Young dengan kasar, tapi Shi Mok langsung menahan tangannya. Jaksa Seo tertawa sinis, menyadari kalau Shi Mok dan Jaksa Young sedang bekerja sama.Percekcokan mereka terhenti ketika Deputi Lee datang. Mereka menunduk hormat.


Tiba-tiba Manajer Kang mendekati Deputi Lee dengan terburu-buru, “Aku baru saja mendengar beritanya. Selamat, Kepala Kejaksaan!” Krik krik. Jaksa Seo, Shi Mok, dan Jaksa Young refleks menoleh ke Kepala Kejaksaan yang baru, mereka kaget banget.

Kemudian beramai-ramai semua pegawai yang ada di divisi sana keluar. Dan memberi selamat pada Kepala Kejaksaan yang baru, mereka bangga untuk pertama kalinya posisi Kepala Kejaksaan berasal dari divisi mereka. Semuanya menunduk hormat sambil mengucapkan selamat. Shi Mok masih terpaku, hanya dia yang belum menunduk. Setelah Kepala Kejaksaan Lee menatapnya, Shi Mok sadar dan ikut menunduk hormat.



BERSAMBUNG

Kudeta : pengambil-alihan kekuasaan secara paksa/tidak sah.

Kita liat aja apa yg terjadi selanjutnya, males bgt kalo nebak-nebak drama misteri kayak gini. Suka di php-in SW-nim. *korban drama misteri*

3 komentar:

  1. Ajusiiii aku pada mu dah, keren min semangt!!
    Dr mulai tunnel, voice sekarang ini pemainnya ajusii semua eyy

    BalasHapus
  2. Iya min kalau nebak2 akhirnya suka cape sendri, dan bisa saja pelakunya orang yg tidak kita duga, walau semua bukti tertuju pada dia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah keistimewaan yg ada di drama/film misteri

      Hapus