Rabu, 28 Juni 2017

Sinopsis Secret Forest Episode 5

Kasus baru muncul. Masalah semakin rumit. Entah SW-nim akan membawa cerita ini kemana. Saya masih belum bisa menebaknya.


Episode 5

WARTAWAN sudah berkumpul di depan rumah CEO Park. Kemudian beberapa siswa yang menemukan tubuh Kwon Min Ah digiring polisi. Mereka adalah saksi dari kasus itu. Tak berapa lama, Shi Mok tiba di TKP. Wartawan-wartawan itu menuntut penjelesan, apakah pembunuhan Kwon Min Ah ada hubungannya dengan pembunuhan CEO Park.


Shi Mok melihat tubuh Kwon Min Ah. Di sana sudah ada Letnan Han dan tim ahli forensik. Letnan Han pergi ke ruangan lain untuk melihat sesuatu. Shi Mok melihat baik-baik tubuh Kwon Min Ah dari pintu. Kwon Min Ah hanya berbalut pakaian dalam, itupun tipis. Shi Mok mulai membayangkan apa yang mungkin terjadi saat pembunuh itu terjadi. Shi Mok melihat dirinya yang membunuh Kwon Min Ah (olah TKP). Tapi dia merasa ada yang janggal. Shi Mok sadar kalau kuku palsu Kwon Min Ah hilang satu.



Tiba-tiba saja Kwon Min Ah membuka matanya kaget seraya menarik napas dalam-dalam. Dia masih hidup. Semuanya bergegas melepas ikatannya, lalu segera membawa Kwon Min Ah ke rumah sakit. Ketika tubuh Kwon Min Ah melewati Shi Mok, Shi Mok melihat ada lebam di atas dada Kwon Min Ah. Shi Mok menebak itu akibat sengatan listrik. Kemudian Shi Mok masuk ke dalam kamar mandi, dan melihat bak tempat Kwon Min Ah ditemukan. Shi Mok bertanya-tanya kenapa Kwon Min Ah masih dibiarkan hidup? Setelah repot-repot menculiknya dan mengikatnya seperti itu.

Kemudian Shi Mok melihat pisau dapur yang tergeletak di dalam bak. Shi Mok tau betul itu adalah pisau yang ada di dapur rumah CEO Park. Shi Mok sempat memakai pisau itu dulu guna melakukan peragaan pembunuhan CEO Park. CEO Park juga dibunuh dengan pisau jenis itu. Kebetulan pisau itu punya motif bunga, jadi Shi Mok mudah mengenali pisau itu. Kenapa kedua kasus itu sama-sama meninggalkan barang bukti?


Shi Mok keluar dari kamar mandi dan mendengar Sersan Kim yang sedang menggerutu tentang identitas Kwon Min Ah. Shi Mok lantas memberitahu nama Kwon Min Ah serta menyebutkan alamatnya. Sersan Kim menatap Shi Mok curiga. Sersan Kim mengejar Shi Mok dan menuntut penjelasan darinya.

Shi Mok menjelaskan kalau dua hari yang lalu dia ke rumah Kwon Min Ah, tapi Kwon Min Ah sudah pergi saat itu. Shi Mok bilang kalau dia juga sedang menyelidiki kasus Kwon Min Ah perihal prostitusi, karena Kwon Min Ah memiliki hubungan dengan beberapa petinggi. Sersan Kim spontan bertanya alasan Kwon Min Ah bisa nyasar ke rumah CEO Park. Shi Mok juga ingin mengetahui alasan semua itu.



Wartawan berebut menuntut penjelasan dari Shi Mok dan menagih janji Shi Mok yang akan mengungkap kebenaran kasus CEO Park. Di tengah keramaian wartawan, Shi Mok sekilas seperti melihat seseorang. Tapi Shi Mok tidak terlalu yakin. (Kayak emang ada temen SD-nya Shi Mok deh. Ngga terlalu jelas mukanya)


Letnan Han harap-harap cemas menunggu kabar Kwon Min Ah. Dia berharap Kwon Min Ah tetap hidup, karena Kwon Min Ah adalah saksi utama yang kemungkinan melihat penjahat yang telah membuatnya seperti itu. 

Kemudian Pemimpin Tim dan satu polisi lain mendekati Letnan Han. Mereka memberitahu fakta-fakta Kwon Min Ah, sesuai yang dikatakan Shi Mok pada Sersan Kim. Letnan Han langsung bergegas setelah berpesan agar penjagaan Kwon Min Ah diperketat. Tanpa sepengetahuan mereka, Jaksa Seo menguping pembicaraan mereka.


Deputi Lee sedang membaca berita Kwon Min Ah di ruang kerja rumahnya. Tiba-tiba istrinya masuk, Deputi Lee buru-buru menutup laptopnya. Istrinya bertanya dengan nada curiga, tapi Deputi Lee segera meyakinkannya kalau tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Lalu memeluk istrinya.

Sersan Kim ditemani Shi Mok pergi ke rumah Kwon Min Ah. Sersan Kim berpesan agar Shi Mok tidak menyentuh apapun sebelum menemukan sidik jari pembunuh. Shi Mok mengerti. Pandangan beralih ke meja rias Kwon Min Ah. Peralatan make-up nya agak berantakan. Sepertinya Shi Mok menyadari sesuatu. Kemudian Shi Mok membuka lemari dengan hati-hati dan melihat teliti seragam sekolah. Sersan Kim kaget melihat seragam tergantung di sana, setahunya Kwon Min Ah bekerja di bar.



Letnan Han tiba di rumah Kwon Min Ah. Sersan Kim menduga pembunuhnya itu menculik Kwon Min Ah dari rumahnya. Sersan Kim menggerutu karena sidik jarinya tertinggal di jendela kamar mandi Kwon Min Ah, sebab tadi dia dan Shi Mok lewat situ karena pintu rumahnya terkunci. Letnan Han bingung, kenapa si pembunuh berbaik hati mengunci pintunya segala? Padahal tidak ada orang lain di rumah Kwon Min Ah. Apalagi kunci rumahnya Kwon Min Ah itu tidak otomatis, jadi pasti ada yang menguncinya. (Kita tau kalo Kwon Min Ah sendiri yg ngunci pintu rumahnya, kan dia kabur)

Polisi lain tersadar, mereka tidak memikirkan hal itu sebelumnya. Sersan Kim beralasan kalau mungkin si pembunuh takut ketahuan orang. Letnan Han memutar bola matanya, kesal. (mana mungkin nyulik orang, trus dikeluarin lewat jendela)



Letnan Han menemukan Shi Mok yang sedang berjongkok di ujung jalan. Shi Mok memperlihatkan kuku palsu Kwon Min Ah. Shi Mok berkata kalau dia terlambat lagi, “Ini terencana dengan sangat matang. Laptopnya sengaja ditinggal (lalu hilang, kemudian berhasil ditemukan kembali) dan bercak darah juga sengaja ditinggal. Bukankah ini adalah pesan untukku?”

Letnan Han tidak mengerti kenapa Shi Mok yang menjadi target. Kemudian Letnan Han bertanya, apa Kwon Min Ah adalah ‘suap’ yang CEO Park sediakan? Letnan Han juga mengira kalau wanita yang ada di cerita Shi Mok ketika mereka mengobrol di kantor Shi Mok adalah Kwon Min Ah (padahal wanita yg dimaksud Shi Mok adalah Jaksa Young).



Shi Mok menyangkal. Dia menunjukan foto seragam Kwon Min Ah pada Letnan Han, “Kwon Min Ah terdaftar lahir 1993 di situs online. Banyak pria yang menyukainya. Kwon Min Ah bagi mereka adalah bom waktu (bisa merugikan sewaktu-waktu?),”

Letnan Han menginterupsi, pembunuh bisa saja membunuhnya diam-diam, tapi kenyataannya, si pembunuh benar-benar ingin memberitahunya pada dunia. Letnan Han sangat tidak mengerti apa maksud semua itu. Shi Mok tak menjawab dan berbalik pergi.


Letnan Han mengunjungi rumah orang tua Kwon Min Ah. Dari sana Letnan Han tau kalau nama ‘Kwon Min Ah’ adalah nama orang lain. Ibu Kwon Min Ah yang asli baru saja mengkonfirmasi kalau putrinya, Kwon Min Ah, sedang studi di Jepang.


Shi Mok terlihat agak kesal (meski ngga terlalu terlihat) karena Jaksa Seo yang akan mengurus kasus Kwon Min Ah palsu. Jaksa Young bersarkasme, bahkan berani mengomentari sikap Shi Mok yang keras kepala. Shi Mok sedikit meninggikan suaranya. Jaksa Young berkata Shi Mok biasanya ngga terpengaruh dengan hal-hal sepele (sindiran) seperti itu.


Jaksa Seo pergi ke ruang Deputi dengan penuh senyuman. Shi Mok berjalan di belakangnya, sepertinya dia juga ingin menemui Deputi Lee. Melihat Jaksa Seo yang berbelok ke ruangan Deputi Lee, Shi Mok berhenti dan masuk ke ruang rapat. Ya, Shi Mok akan menguping dari sana.

Deputi Lee beretorika, kenapa kasus Kwon Min Ah terjadi di hari yang sama saat Jaksa Seo memburunya. Jaksa Seo membela diri. Jaksa Seo berkata kalau Shi Mok telah membocorkan identitas Kwon Min Ah pada polisi dan pergi ke rumah Kwon Min Ah (tersirat bahwa Jaksa Seo menuduh Shi Mok). Deputi Lee berdecak, “Kau bilang dia membututimu, bagaimana dia tau alamat gadis itu kalau kau saja tidak?”


Jaksa sesaat terdiam, lalu berkata bahwa sebenarnya dia sendiri tidak mengerti apa motif pembunuhan pada Kwon Min Ah. Tetapi Jaksa Seo yakin kalau ini adalah bantuan kedua dari seseorang misterius yang selalu menyelamatkan Deputi dari setiap masalah.

“Menurutmu kenapa gadis itu tidak mati? Bisa jadi pembunuh itu tak menyangka akan ada sekelompok remaja yang pesta alkohol di rumah gelap itu. Mungkin karena mereka, gadis itu berhasil selamat (karena cepat ditemukan),” tambah Jaksa Seo.

Deputi Lee menduga sebaliknya, dia yakin pembunuh itu sering ke TKP, dan tau kalau sekelompok remaja itu sering ke sana. Jaksa Seo berkata, “Mungkin pembunuhnya berbeda (dg pembunuh CEO Park). Mungkin dia ingin memberi pelajaran, sehingga sekalipun Kwon Min Ah selamat, Kwon Min Ah akan tetap lumpuh.” Eh? Deputi Lee menatap Jaksa Seo. Jaksa Seo hanya tersenyum, lalu pamit. Sedangkan dari ruang rapat, Shi Mok mencoba mencerna perkataan Jaksa Seo.



Shi Mok berpikir keras. Apakah suatu kebetulan pembunuhan itu terjadi saat Jaksa Seo mengejarnya. Ingatan Shi Mok mulai berputar di malam saat Shi Mok mengikuti mobil Jaksa Seo. Entah apa yang sebenarnya terjadi. Apakah Jaksa Seo mengikutinya (ke rumah Min Ah) atau justru dirinya lah yang menjadi petunjuk bagi Jaksa Seo.

Kwon Min Ah tahu Jaksa Seo mengejarnya. Apa yang Kwon Min Ah lakukan selama 40 menit di saat dia harus melarikan diri. Tidak mungkin Jaksa Seo mengikutiku. Jika dia mengetahui alamatnya, pasti dia punya rute lain (jalan potong). Ya, Jaksa Seo mengetahuinya. Dia menunggu Kwon Min Ah di ujung jalan sana. Dia tau dimana Kwon Min Ah tinggal dan tau Kwon Min Ah akan melewati jalan itu.

Tapi.. Jaksa Seo juga tau Kwon Min Ah sedang kami (Shi Mok dan Letnan Han) selidiki. Dia sengaja menunggu gadis itu diketahui keberadaannya oleh kami. Lalu membuat kami bersaksi dan menggiring kami tepat ke TKP pembunuhan. Tunggu, bagaimana Jaksa Seo bisa tau kalau kami sedang menyelidiki Kwon Min Ah?


Di kantor polisi, Sersan Kim mengangkat telepon yang terus berdering. Ada seseorang yang mengaku kalau dia telah diancam Shi Mok yang memaksa untuk memberikan nomor dan alamat Kwon Min Ah. Sersan Kim kaget, dia langsung merekam pembicaraan itu. Si penelepon yakin kalau Shi Mok lah yang mungkin membunuh Kwon Min Ah. (Penelepon itu adalah supir taksi yang Shi Mok cekik)

Shi Mok iseng meminta Jaksa Young untuk memindahkan setumpuk kertas ke ruang arsip. Melihat Jaksa Young yang sama sekali tidak bisa mengangkatnya, akhirnya Shi Mok memintanya berhenti. Sepertinya Shi Mok mau nguji Jaksa Young kuat ngga ngangkat tubuh Kwon Min Ah dengan menggunakan setumpuk kertas sebagai pengganti, tapi keliatannya Jaksa Young sangat kesusahan mengangkat tumpukan itu.

Tiba-tiba Deputi Lee masuk ke ruangan Shi Mok dengan tergesa-gesa. Junior Shi Mok seakan mengerti dan bergegas keluar. Shi Mok mengikuti Deputi Lee, sedangkan Jaksa Young menguping dari luar.


Deputi Lee sangat emosi, dia menuduh Shi Mok yang telah membunuh Kwon Min Ah, karena barusan Deputi Lee dapat kabar kalau ada sidik jari Shi Mok di pisau yang tergeletak di dekat Kwon Min Ah. Bakan sidik jari Shi Mok tersebar di tiap sudut ruangan. Kemudian Shi Mok mengaku kalau dia memang menyentuh pisaunya. Deputi Lee memotong perkataan Shi Mok dan langsung nge-gas sambil bertanya, apa Shi Mok berkomplot dengan seseorang untuk mengahalangi promosinya?

Shi Mok meminta maaf, dan mengaku kalau tak pernah ada yang mau berkomplot dengannya. HAHA. Deputi Lee makin emosi, dia mengira Shi Mok sedang bercanda. Shi Mok berkata kalau semua bukti itu sengaja mengarah padanya, mana mungkin seorang jaksa (apalagi seperti Shi Mok yg punya ketelitian tingkat tinggi) dengan cerobohnya meninggalkan bukti di TKP.


Shi Mok curiga kalau Deputi Lee tau siapa pembunuh sebenarnya. Shi Mok mengungkit kejadian saat seminar dulu, ketika Shi Mok tak sengaja melihat Kwon Min Ah palsu masuk ke kamar Deputi Lee. Shi Mok meminta penjelasan dari Deputi Lee. Deputi Lee mengaku tidak melakukan apa-apa dengan Kwon Min Ah palsu. Karena Deputi Lee tau kalau itu semua hanyalah jebakan.

Shi Mok mengangguk pelan, lalu menebak, Kwon Min Ah pasti mengancam Deputi Lee setelah sumber pendapatannya (CEO Park) meninggal. Kwon Min Ah mengancam akan mengungkapkan semuanya dengan mudah karena dunia akan lebih mempercayai wanita dibanding pria.

Deputi Lee terdiam sebentar, lalu berkata kalau mereka tetaplah jaksa. Meskipun mereka menerima suap atau memanipulasi bukti, tak mungkin seorang jaksa tega membunuh seseorang. “Aku yakin kita ini berbeda (dari orang2 jahat). Hanya ada 2 hal penting di kantor itu. Pelindung dan penjahat. Atau Jubah jaksa dan seragam napi.”


Shi Mok tak terpengaruh dengan kata-kata diplomatis Deputi Lee. Shi Mok masih menuntut penjelasan. Deputi Lee kehilangan kesabaran dituduh seperti itu. Deputi Lee mengambil segenggam kertas dan melemparkannya ke wajah Shi Mok sambil berkata kalau dia tidak membunuhnya. Shi Mok bengong untuk beberapa detik, lalu dia segera menunduk meminta maaf. Dari luar ruangan, seseorang mencari Shi Mok.


Ternyata Sersan Kim. Sersan Kim bertanya seputar sidik jari Shi Mok yang tersebar di TKP. Sersan Kim terlihat bersemangat. Shi Mok menjelaskan semuanya dengan tenang. Shi Mok mengaku kalau dia memang memakai pisau CEO Park untuk olah TKP. Sersan Kim berkata kalau ada saksi yang melaporkan Shi Mok melaui telepon. Shi Mok dengan santai menjelaskan semua kejadiannya pada Sersan Kim. “Dari sudut pandang supir taksi, aku memang tampak seperti tersangka karena kejadian itu terjadi di hari yang sama. Tapi aku sudah bilang sebelumnya padamu. Aku mendapat alamatnya, tapi dia sudah kabur.”



Deputi Lee menginterupsi, dia pura-pura baru tau kalau Shi Mok telah membantu kepolisian (padahal Deputi Lee udah tau dari Jaksa Seo). Dia bergumam, “Kenapa Kepala Kepolisian Kim tidak bilang padaku?”

Sersan Kim masih keukeuh Shi Mok memang bersalah. Shi Mok hanya mengangguk malas. Sersan Kim berniat menyindir Shi Mok, tapi justru dia dipermalukan Shi Mok. Kemudian Deputi Lee mendekati Sersan Kim seraya berbisik, Sersan Kim harus membawa bukti yang kuat dulu, jika berniat membawa orangnya. Deputi Lee keluar, diikuti Shi Mok dan Sersan Kim. Di depan pintu, junior Shi Mok dan Jaksa Young melihat mereka bertiga dengan tatapan ingin tahu.

Beralih, Letnan Han pergi ke SMA Kwon Min Ah palsu setelah bertanya pada seorang penjahit seragam. Ketika Letnan Han menunjukan foto Kwon Min Ah palsu, gurunya mengenalinya sebagai Kim Ga Young. Oh, ternyata namanya Kim Ga Young, dia lahir tahun 1998. Berhenti sekolah sejak tahun lalu, saat dia kelas 3 SMA. Guru Kim Ga Young kaget banget saat Letnan Han menceritakan kasus yang menimpa Kim Ga Young. Letnan Han mendapat info lain, ternyata Kim Ga Young adik kelasnya Park Kyung Wan (anaknya CEO Park, sekarang lagi wamil). Kim Ga Young cukup populer karena kecantikannya.


Seseorang mendekati tubuh Kim Ga Young yang tidak terkawal. Polisi yang bertugas menjaganya sedang bertemu dengan dokter yang menangani Kim Ga Young. Dokter mengatakan kondisi Kim Ga Young sangat buruk, yang kemungkinan besar akan mengalami kelumpuhan otak.

Polisi itu segera ke kamar Ga Young, dia melihat ada seseorang dibalik tirai. Polisi itu buru-buru membuka tirainya, ternyata orang itu adalah suster. Polisi itu menghembuskan napas lega. Suster itu melihat selang oksigen Kim Ga Young terlepas, dia langsung memasangnya kembali tanpa sepengetahuan polisi itu. Suster itu bingung kenapa bisa selangnya bisa lepas. Selang beberapa saat, Ibu Kim Ga Young datang bersama Letnan Han. Dia histeris melihat putrinya terbaring lemah dengan bantuan oksigen di hidungnya.



Deputi Lee tiba di rumah, ada mertuanya di sana. Kemudian mereka pindah ke  meja makan. Istri Deputi Lee menyiapkan banyak makan lezat. Mertua Lee membahas Shi Mok, tapi Deputi Lee melirik Istrinya sebentar sebelum membahasnya juga. Kemudian Istrinya pura-pura ke dapur, entah ngapain, jelas keliatan kalau Istri Deputi Lee juga menyimak pembicaraan kedua laki-laki itu.



Deputi Lee membicarakan kasus Kim Ga Young yang terasa aneh. Mereka tak mengerti motif pembunuh melakukan itu. Mertua Lee curiga, jangan-jangan itu adalah pembunuh tiruan (pelaku pembunuhannya berbeda, tapi punya kesamaan metode. Singkatnya, Mertua Lee menduga pembunuh Kim Ga Young dan CEO Park adalah 2 pembunuh yg berbeda).

Mertua Lee meminta agar Deputi Lee segera menyelesaikan kasus CEO Park. Lalu Istri Deputi Lee bergabung ke meja makan. Dia membela suaminya, dia berkata suaminya sangat cekatan jika sudah membulatkan tekad (Itu pujian atau sindiran yak?). Deputi Lee menoleh ke istrinya sebentar. Kemudian mereka makan bersama. Tak ada obrolan lagi, hanya dentingan sendok yang terdengar dari meja makan itu.


Letnan Han tiba di kantornya, ternyata semua rekannya sedang mendengarkan rekaman yang berisi pengakuan supir taksi. Di sana juga ada Jaksa Seo. Dia memang belakangan ini sering ke kantor polisi, dan mempengaruhi polisi-polisi yang ada di sana untuk segera menangkap Shi Mok. Sersan Kim benar-benar sudah terpengaruh Jaksa Seo sekarang, dia bernafsu untuk memenjarakan Shi Mok.

Letnan Han masih belum paham, siapa pyscho yang supir taksi itu sebut. Pemimpin Tim memberitahu kalau psycho itu adalah Shi Mok. Letnan Han kaget sekaligus bingung. Shi Mok jelas-jelas membantu kepolisian, kenapa justru malah dia yang dituduh? Sersan Kim yang emang udah gedeg banget sama Shi Mok berkata, kalau dia yakin Shi Mok telah bersandiwara. Sersan Kim menduga Shi Mok memang sudah mengenal Kim Ga Young sejak lama.

Letnan Han tak percaya. Tatapannya beralih ke foto seragam Kim Ga Young. Jeng-jeng. Letnan Han sadar, posisi foto yang ada di kantornya berbeda dengan foto yang dia dapat dari Shi Mok. Pikirannya mulai berputar, “Kapan Shi Mok sempat memprint foto ini? Itu artinya Shi Mok sudah ke rumah Kim Ga Young sebelumnya. Apa Shi Mok masuk ke rumah Kim Ga Young dan bertemu dengannya? Apakah mungkin Shi Mok pelakunya?”



Beralih ke kantor Shi Mok. Jaksa Young masuk ke ruangan Shi Mok dan berdiri di hadapan Shi Mok yang sedang bekerja. Jaksa Young mengaku kalau dia adalah orang yang menemui CEO Park sehari sebelum tragedi itu ternyata. Shi Mok menatap Jaksa Young.



BERSAMBUNG

I’ve watched episod 6. MORE interisting. Cho Seung Woo & Bae Doo Na are both amazing. Saya jadi keinget God’ Gift, antara CSW dan LBY. Sama-sama kompak. 

3 komentar:

  1. Nemu ajusi kece kaya gitu d mana sih, dia itu hadehhhh
    Semang min

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cek episod 6 ;) Ahjusi makin kece lho XD

      Hapus
  2. Eh semangat maksud ku tuh sorry he

    BalasHapus