Selasa, 27 Juni 2017

Sinopsis Secret Forest Episode 4 - 2

Ah. Tiap dialog yang ada di drama ini wajib ditulis. Tiap kata yang diucapkan boleh jadi petunjuk yang berguna. Sebisa mungkin saya men-simplifikasi apa yang mereka bicarakan, agar readers bisa mengerti, tanpa harus membacanya berulang kali.

Kasus CEO Park masih abu-abu, meskipun kebenaran sudah terungkap satu persatu. Tapi masih belum ada kepastian siapa pembunuh yang sebenarnya. (cont.)


Episode 4 - 2

Hwang Shi Mok keluar dari ruangannya bersama Letnan Han. Jaksa Young bersama beberapa jaksa lain berjalan di depan mereka. Shi Mok berpendapat balas dendam seorang wanita sangat menakutkan. Shi Mok sengaja membesarkan volume suaranya agar didengar Jaksa Young. Jaksa Young  pura-pura tak mendengarnya, meskipun wajahnya terlihat gelisah. Letnan Han hanya tertawa mendengar gurauan Shi Mok, tanpa menyadari kalau Shi Mok sedang menarik perhatian Jaksa Young.



Inti dari rapat itu hanyalah berisi pidato dari Deputi Lee yang memberi semangat agar kejaksaan menjadi lebih maju dan selalu menjujung keadilan. Sebenarnya itu hanya pencitraan semata, tak lebih dari itu. Tak ada yang menyadari kalau Jaksa Young sangat gelisah, dia sesekali melirik Shi Mok. Sedangkan Shi Mok sibuk melirik Jaksa Seo yang terlihat serius saat menerima telepon.



Jaksa Young keluar. Kemudian Jaksa Seo juga keluar setelah mengakhiri teleponnya. Diikuti Shi Mok. Padahal pidato masih berlangsung. Jaksa Young menuju meja pribadi Shi Mok dan tergesa-gesa mencari sesuatu, tapi dia tak mendapatkan apapun. Jaksa Young berlari ke lobi dan di sana dia tak sengaja melihat Shi Mok yang sedang mengikuti Jaksa Seo.



Jaksa Seo masuk ke suatu bar yang terlihat elegan. Di dalam, dia mengancam seorang wanita, mungkin pemilik bar itu, untuk segera memanggil Kwon Min Ah (wanita seksi yg dibawa Deputi Lee). Jaksa Seo mengancam akan menutup bar itu, jika membantah perkataannya. Sedangkan di luar sana, Shi Mok kehilangan jejak mobil Jaksa Seo. Mobil Shi Mok berhenti di pertigaan, dan Shi Mok melihat Kwon Min Ah baru saja berjalan melewati mobilnya. Kemudian Shi Mok mengikutinya.

Tiba-tiba Kwon Min Ah berlari berbalik arah. Dia tak sengaja mendengar suara Jaksa Seo dari telepon. Jaksa Seo langsung keluar dan mengejarnya, tapi sempat terhalang mobil Shi Mok. Jaksa Seo terlambat karena Kwon Min Ah sudah naik taksi. Jaksa Seo juga ngga sadar kalau mobil yang hampir menabraknya adalah mobil Shi Mok. Shi Mok sendiri kaget melihat kejadian itu.



Jaksa Seo kembali ke dalam bar. Dia berteriak meminta alamat Kwon Min Ah, tapi tak ada satupun yang mengetahuinya. Shi Mok ikut menguping tanpa sepengetahuan mereka.


Shi Mok digoda salah satu wanita di sana. Wanita itu memanggilnya ‘oppa’. HA. Shi Mok hanya menatapnya tanpa ekspresi sambil menunjukkan kartu identitasnya (Jaksa). Wanita itu kaget, dia takut kalau Shi Mok akan menangkapnya. Tapi Shi Mok hanya memintanya agar dipanggilkan taksi.

Wanita itu menyetop sebuah taksi. Shi Mok bergegas naik taksi dan langsung meminta agar diantarkan ke rumah Kwon Min Ah. Supir itu tak mengerti. Shi Mok menebak pasti Kwon Min Ah pernah naik taksi itu, entah itu ke salon, belanja, atau pulang ke rumah. 

Supir taksi itu keluar dan mengusir paksa Shi Mok, dia tidak sudi memberikan alamat Kwon Min Ah atau nomor teleponnya. Supir taksi itu tidak mau kehilangan pelanggannya. Shi Mok tak segan mendorong supir taksi itu sambil mencekiknya. Uh. Shi Mok meminta alamat dan nomor telepon Kwon Min Ah.


Kwon Min Ah sampai di rumahnya. Dia buru-buru mengambil beberapa barangnya dan memasukkannya ke dalam tas. Dia juga mengganti pakaiannya. Kwon Min Ah keluar, dia terlihat ketakutan. Dia terus menoleh ke belakang, takut ada yang mengawasinya. Ketika di ujung jalan, tiba-tiba tubuhnya ditarik oleh seseorang. Mulutnya dibekap, dia berusaha memegang dinding, tapi sia-sia, tenaganya ngga sekuat itu. Tapi, satu kuku palsunya terlepas di ujung jalan itu. (pasti bakal jadi barang bukti)



Shi Mok tiba di rumah Kwon Min Ah. Pintunya terkunci, dia mencari alternatif lain. Jadinya Shi Mok masuk lewat lubang yang ada di samping rumah, dan itu akan menembus ke toilet Kwon Min Ah. Di dalam rumahnya, Shi Mok melihat barang-barang yang berserakan. Shi Mok melihat detail tiap sudut rumah dengan penerangan seadanya. Dia membuka lemari. Ada seragam sekolah di sana. Seketika Shi Mok sadar, jadi Kwon Min Ah adalah ‘kartu as’ CEO Park untuk mengancam Deputi Lee. Deputi Lee akan mendapat hukuman berlipat jika ketahuan berhubungan dengan anak di bawah umur. Kemudian Shi Mok mem-foto seragam itu.

Ketika Shi Mok sudah masuk ke mobilnya, dia memencet nomor Kwon Min Ah yang dia dapat dari supir taksi itu dan meneleponnya. Panggilan pertamanya diangkat, tapi tak ada suara yang menjawab, hanya samar-samar terdengar lagu. Sedangkan penggilan kedua, ponsel Kwon Min Ah sudah tidak aktif lagi.



Deputi Lee bertemu dengan Kepala Kepolisian Kim. Mereka membahas Young Il Jae (ayah Jaksa Young). Dari percakapan mereka, entah ada kebohongan atau tidak, mereka berdua sepertinya ngga terlalu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dengan uang suap yang akan diterima Young Il Jae.

Mereka juga membahas tentang dugaan wanita yang membunuh CEO Park. Tapi, mereka sadar kalau yang terekam blackbox adalah laki-laki. Mereka mencurigai kalau pembunuh itu punya hubungan yang erat dengan Young Il Jae, yang ditugaskan untuk membalas dendam pada orang-orang yang telah menjatuhkannya. Deputi Lee menebak kalau-kalau Young Il Jae punya anak simpanan.

Deputi Lee curhat kalau pembunuh itu tidak bisa ditangkap hidup-hidup. Dia ingat pesan mertuanya yang bilang, jika pembunuh itu hidup, khawatir pembunuh itu akan membocorkan rahasia yang akan merugikan mereka.



Shi Mok tak sengaja melihat teman SD nya sedang minum sendirian di pojangmacha. Shi Mok ngga tau kalau temannya itu sudah mengirimkan cerita tentang kekerasan yang dia terima dari Shi Mok. Temannya itu dengan ramah mengajak Shi Mok bergabung.

Teman Shi Mok menuangkan soju untuk Shi Mok, tapi Shi Mok mengaku kalau dia tidak minum. Temannya berkata kalau hanya dialah yang selalu mendukung Shi Mok. Cih. Shi Mok refleks berterima kasih. Temannya itu jadi emosi sambil berkata kalau Shi Mok masih tetap sombong seperti dulu. Dia juga mengungkit sikap Shi Mok yang menyebalkan. Shi Mok menjawab apa adanya bahwa dia terganggu dengan suara temannya yang sangat berisik. Kemudian Shi Mok pergi dari sana.


Deputi Lee tiba di rumah dan disambut hangat oleh istrinya yang cantik. Istrinya tersenyum menatap suaminya seraya mengucapkan kata-kata romantis layaknya seorang istri yang sangat mencintai suaminya.


Keesokan harinya, Shi Mok bersiap untuk menghadiri suatu persidangan. Ketika dia keluar ruangan, tak sengaja dia melihat Jaksa Seo memberi amplop tebal pada seorang pria. Suap?

Di luar gedung, Shi Mok kembali bertemu dengan temannya semalam. Dia meminta maaf atas kejadian semalam, tapi Shi Mok memotong perkataannya dan bertanya, bagaimana temannya bisa mengenali Tuan Kang? (pengacara Tuan Kang adalah pengacara yg bekerja di firma hukum kecil temannya Shi Mok)

Teman Shi Mok berkata kalau mereka berkenalan di gereja. Shi Mok mengangguk paham. Temannya itu menawarkan nomor ponselnya, tapi Shi Mok hanya menepuk sakunya (baca: saya sibuk). Kemudian Shi Mok bergegas pergi. Teman Shi Mok menatap punggung Shi Mok dengan tak suka. Di tempat lain, Jaksa Seo sibuk menghancurkan semua berkas mengenai Kwon Min Ah.


Di suatu malam. Di rumah CEO Park yang gelap. Suara tawa terdengar. Rumah berantakan, sampah berserakan, dan botol-botol soju bergeletakan. Sekelompok siswa –baik laki-laki maupun perempuan– sedang berpesta alkohol. Salah seorang siswi pergi ke toilet. Ketika dia membuka pintu, lantas berteriak. Teman-temannya ikut menyusul. Mereka terkejut melihat seorang wanita dengan tangan terikat dan bersimbah darah ada di dalam bak mandi dengan mata tertutup. Dia Kwon Min Ah.



BERSAMBUNG

Komentar :

Baru juga muncul, Kwon Min Ah langsung begitu... hm. Siapa ya yg ngebunuh Kwon Min Ah? Lagian itu ngapain pesta di rumah horor gitu ya.


Mampu kah Shi Mok mengungkap semuanya? Masalahnya makin gede. Soalnya Shi Mok sempet ke rumah Kwon Min Ah, nanti malah dia lagi yg dituduh. Kayak CEO Park dulu. Dua kali. Dua kali Shi Mok dateng ke suatu tempat untuk nyari orang, dan dua orang itu sama-sama dibunuh secara kejam. 

2 komentar:

  1. Keren min, lanjutkan. Enak baca sinop d sini jelas bnget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Smg bisa tetep 'jelas' ampe akhir :D

      Hapus