Minggu, 25 Juni 2017

Sinopsis Secret Forest Episode 4 - 1

NOW PLAYING : Dust – Averua

Ah. Tiap dialog yang ada di drama ini wajib ditulis. Tiap kata yang diucapkan boleh jadi petunjuk yang berguna. Sebisa mungkin saya men-simplifikasi apa yang mereka bicarakan, agar readers bisa mengerti, tanpa harus membacanya berulang kali.

Kasus CEO Park masih abu-abu, meskipun kebenaran sudah terungkap satu persatu. Tapi masih belum ada kepastian siapa pembunuh yang sebenarnya.


Episode 4 - 1

HWANG Shi Mok meminta penjelasan lebih lanjut pada karyawan itu. Karyawan itu mengaku tidak mengetahui apa yang mereka bicarakan, yang jelas, “Gadis itu sangat keras kepala, itu membuat pria itu makin emosi. Mereka saling berdebat hingga lupa meminum kopi mereka. Kemudian, pria itu pergi sambil membawa kopinya.” Tapi, karyawan itu tidak ingat apakah si gadis (Jaksa Young) ikut keluar atau tidak.

Shi Mok pergi ke rumah CEO Park dengan membawa meteran, lalu mengukur taksiran tinggi Jaksa Young di jendala tempat pembunuh itu mengintip. Dari ekspresi yang Shi Mok tunjukkan, sepertinya taksirannya tidak sesuai harapan.



Di kantor polisi, Ketua Tim baru saja keluar dari ruangan Kepala Kepolisian Kim. Entah apa yang mereka bicarakan. Ketika dia sampai ke meja kerjanya, Ketua Tim memberi perintah pada timnya (termasuk Letnan Han) untuk menyelesaikan kasus kekerasan anak yang baru saja terjadi.

Mereka sampai ke suatu tempat. Tim Letnan Han mengejar-ngejar seorang laki-laki yang mungkin adalah pelakunya. Laki-laki itu sangat cerdik, dia mencuri sepeda dan mengayuhnya. Polisi-polisi lain berdatangan dan ikut mengejarnya. Letnan Han yang memang jago dalam hal lari, berhasil menghentikan langkah laki-laki itu. Letnan Han menjambak dan mentekel kaki laki-laki itu. Belum sempat dia memborgolnya, Letnan Han didorong sangat keras hingga terpental ke aspal. Polisi-polisi lain segera mendekat, dan memborgol laki-laki itu.



Ketua Tim berbicara dengan Letnan Han yang terluka dibagian bibirnya. Ketua Tim mengingatkan agar Letnan Han berhati-hati, karena Letnan Han juga manusia. Letnan Han berdecak sambil meminta agar laki-laki itu tidak dibebaskan dengan mudah.

Ketua Tim memberitahu kalau Letnan Han tidak diskors lagi. Lalu, Ketua Tim curhat kalau dia habis dimarahi Kepala Kepolisian Kim akibat kasus salah tangkap itu. Ketua Tim mengatakan kalau kepolisian harus menangkap pembunuhnya sebelum kejaksaan. Letnan Han mengingat perkataan Shi Mok yang pernah menyebutkan ‘mungkin atasan Sersan Kim yang menerima suap’.

Ketua Tim menyadarkan Letnan Han dari lamuannya. Ketua Tim meminta Letnan Han untuk melaporkan apapun yang Shi Mok temukan, Ketua Tim tau bahwa Letnan Han sedang berkolaborasi dengan Shi Mok untuk mengungkap kasus itu. Letnan Han bersedia, asalkan dia tetap di tempatkan di Dept. Tindak Kriminal (tim Letnan Han sekarang).

Ketua Tim ragu sekaligus bingung, kenapa Letnan Han lebih memilih Dept. Tindak Kriminal yang memiliki gaji rendah dan punya tanggungan yang cukup besar, padahal Letnan Han bisa memilih tempat yang lebih bagus. Letnan Han keukeuh tetap mau di Departemen pilihannya. Dia mengaku kalau dia menikmati pekerjaannya sekarang, dan tetap begitu sampai dia pensiun nanti. Ketua Tim tersentuh mendengar prinsip Letnan Han.



Korban Shi Mok semakin bertambah. Mereka memposting cerita mereka di internet. Junior Shi Mok membacanya keras-keras, tapi Shi Mok sibuk dengan berkas yang ada di mejanya. Berkas Jaksa Young. Ingatannya kembali ke beberapa tahun silam.

Kilas balik. 3 tahun lalu. Manajer Kang bersama Shi Mok dan beberapa pegawai kejaksaan lain datang ke rumah Menteri Young Il Jae (ayah Jaksa Young) untuk menggeledah rumahnya. Di sana, Istri dan putrinya juga melihat penggeledahan itu. Young Il Jae dituduh telah menerima suap dalam jumlah besar.

Young Il Jae berkata kalau dia telah dijebak, dia kecewa karena anak didikannya dulu malah melakukan hal itu (menuduh) padanya. Manajer Kang merasa bersalah, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa. Penggeledahan itu adalah perintah pusat. Tiba-tiba, Young Il Jae memegang dadanya yang kesakitan, lalu pingsan. (oh, mungkin itu kasus yg dimaksud Jaksa Young, kasus yg bikin ayahnya ngurung diri selama 3 tahun)



Kembali ke dunia nyata. Shi Mok bertanya-tanya dimana posisi Jaksa Seo saat pembunuhan itu terjadi. Shi Mok bertanya pada Junior nya, siapa yang mengangkat teleponnya saat dia meminta dicarikan catatan kriminal di hari kematian CEO Park? Apakah Jaksa Young? Juniornya menyangkal, dia yakin kalau saat itu Jaksa Young sedang tidak ada di kantor. (Oh, berarti Jaksa Young emang lagi ada di suatu tempat. Di TKP kah?)


Jaksa Young panjang umur, tiba-tiba dia muncul dari balik pintu (meja kerja Jaksa Young berdekatan meja kerja Shi Mok). Shi Mok langsung mengalihkan pembicaraan, dan menutup pelan berkas yang ada di mejanya.

Jaksa Young memberikan sebuah berkas pada Shi Mok, lalu dia bertanya tentang perkembangan nomor telepon yang meneror CEO Park. Shi Mok berbohong kalau dia belum menemukan apa-apa. Shi Mok pura-pura melihat berkasnya, padahal matanya melirik kaki Jaksa Young.

Jaksa Young berkata kalau dia juga tak menemukan apa-apa. Kemudian Jaksa Young undur diri. Shi Mok memperhatikan Jaksa Young dari belakang. Sepatu. Shi Mok melihat sepatu yang Jaksa Young pakai. Shi Mok menghubungkan tinggi hak sepatu Jaksa Young dengan tinggi badan yang diukur di rumah CEO Park.



Shi Mok mengunjungi ruang rawat Young Il Jae. Setelah berbasa-basi, Shi Mok bertanya, apa kekasih Jaksa Young sering datang menjenguk? Ibu Jaksa Young kaget dan balik bertanya, apakah putrinya menceritakan tentang kekasihnya pada Shi Mok?

Young Il Jae memotong, sejak kapan Shi Mok kepo pada hal remeh seperti itu. Lalu Young Il Jae bertanya, apa Shi Mok punya petunjuk siapa pelakunya? Shi Mok secara terang-terang berkata kalau dia curiga Jaksa Young memiliki hubungan dengan korban (CEO Park). Young Il Jae terlihat terkejut mendengarnya. Shi Mok buru-buru minta maaf karena sudah melewati batas, “Saya mengira Jaksa Young meminta saran Anda atas kasus-kasus yang dia tangani. Karena Anda ayahnya.”

Young Il Jae menggeleng. Shi Mok mengatakan kalau korban memiliki hubungan yang erat dengan petinggi-petinggi dari berbagai instansi, termasuk Calon Kepala Kejaksaan (Deputi Lee). Young Il Jae malah merebahkan badannya, lalu berkata kalau dia yakin Shi Mok bukanlah psycho atau semacamnya, “Aku memilihmu. Aku tak akan salah.”



Kemudian Shi Mok pamit, ibu Jaksa Young mengikutinya. Dia berterima kasih karena Shi Mok sudah mampir, sekaligus sudah membantu putrinya dengan acara teve itu. Ibu Jaksa Young juga meminta maaf atas ucapan suaminya, “Kurasa dia sensitif karena kau mengingatkannya pada Hyun Chul,”

Shi Mok tak mengerti, Hyun Chul? Ibu Jaksa Young keceplosan, lalu dia bercerita kalau Hyun Chul adalah mantan kekasih putrinya. Hubungan mereka tandas ketika Young Il Jae dituduh sebagai koruptor. Orangtua Hyun Chul menentang hubungan mereka, “Hyun Chul kadang memperbaiki komputer di rumah kami, mungkin karena itu kami bisa dekat,”

“Tampaknya dia ahli sebagai teknisi. Apa dia memperbaiki TV juga? Pasti dia tinggi,” tanya Shi Mok.

Ibu Jaksa Young ke-geer-an, dia malah berkata kalau ‘tinggi badan’ bukanlah masalah. Ibu Jaksa Young mengira Shi Mok naksir pada putrinya. Ibu Jaksa Young makin ngelantur, “Akan lebih baik kalau memiliki pasangan di bidang yang sama.” Shi Mok bingung harus ngomong apa, akhirnya dia memutuskan untuk pamit.


Di lorong rumah sakit, Shi Mok berhenti. Dia berpikir keras.

Young Il Jae mengetahui siapa yang menyingkirkannya dan siapa yang menjebaknya. Dia sadar kalau uang itu berasal dari CEO Park karena dia yakin Keluarga Deputi Lee ngga mungkin memakai uang pribadinya untuk itu. Kenapa dia tetap tidak bereaksi (membersihkan namanya)? Semua musuhnya terlibat kasus korupsi. Jika tidak terlibat, tidak mungkin Young Il Jae pura-pura tidak mengetahui apa-apa.

Alasan Young Il Jae tidak terkejut saat aku menyinggung Deputi Lee adalah, karena Jaksa Young pasti telah menceritakan hal itu padanya. Tapi kenapa Jaksa Young tau? Tiga tahun lalu Jaksa Young sedang mempersiapkan ujian masuknya. Bagaimana dia tau CEO Park adalah penyedia dana untuk menggulingkan ayahnya? Apakah dia dan ayahnya bertukar informasi? Apa mereka berniat balas dendam? (Shi Mok bingung, 3 tahun yg lalu Jaksa Young belum masuk instansi, kok udah tau CEO Park..)


Shi Mok kembali ke ruang kerjanya. Di sana ada Letnan Lee yang sedang tertidur pulas di sofa. Shi Mok tak tega membangunkannya. Akhirnya Shi Mok memutuskan untuk bekerja di meja kerjanya sampai Letnan Han terbangun.


Ketika Letnan Han bangun, Shi Mok langsung mendekatinya dan duduk berhadapan dengannya. Shi Mok dengan polosnya bertanya apakah Letnan Han mempunyai seorang kekasih. Letnan Han kaget ditanyai hal itu, refleks dia merapihkan rambutnya. Ha.

Shi Mok bercerita, kalau seandainya ada sepasang kekasih, tapi tiba-tiba ada seseorang yang menghancurkan keluarga si wanita. Akibatnya hubungan mereka berakhir. Seberapa besar kemarahan pria itu pada seseorang yang telah menghancurkan keluarga mantan kekasihnya? Apakah mungkin jika pria itu akan membunuh orang itu? Singkatnya, penghancur itu secara tidak langsung menjadi penyebab hancurnya hubungan sepasang kekasih itu. (Maksudnya gini : Apakah mungkin mantan kekasih Jaksa Young membunuh CEO Park? Karena berpikir hubungannya hancur gara-gara CEO Park telah membuat keluarga Jaksa Young hancur dan jatuh miskin, yang berakibat hubungannya ditentang oleh ortu pihak laki-laki.)

Letnan Han berdecak, “Pembunuhan akan memperburuk keadaan. Seharusnya laki-laki itu mempertahankan hubungannya apapun yang terjadi. Kenyataannya adalah laki-laki itu telah meninggalkan wanitanya yang miskin,”

Shi Mok kembali bertanya, “Anggap laki-laki itu tidak materialistis, apakah mungkin laki-laki itu akan mengajak wanitanya bekerja sama untuk membunuh orang yang telah menghancurkan hubungan mereka?” (Singkatnya, Mantan kekasih Jaksa Young mengajak Jaksa Young untuk membunuh CEO Park)


“Kalau laki-laki itu memang cinta, kenapa harus menyeret kekasihnya untuk melakukan kejahatan? Kalau aku jadi laki-laki itu, aku akan membunuhnya sendiri.” ucap Letnan Han. Letnan Han bingung kenapa Shi Mok menanyakan hal seperti itu padanya.

Letnan Han menyuruh Shi Mok memikirkan pacarnya saja atau cinta pertamanya. Shi Mok tak menjawab, dia keliatan bingung mau jawab apa. Letnan Han sadar suasananya menjadi canggung, dia segera mengalihkan topik pembicaraan.


Dia bertanya tentang perkembangan nomor telepon yang berasal dari pusat layanan kantor Shi Mok. Letnan Han yakin kalau itu adalah orang yang bekerja di kejaksaan, yang memiliki akses yang cukup luas. Shi Mok berkata kalau Letnan Han tidak bisa menuduh seseorang karena sebuah panggilan. (Shi Mok sama sekali ngga menyinggung Jaksa Young)

Letnan Han mengangguk paham. Kemudian Letnan Han bercerita kalau beberapa waktu lalu dia baru saja memanggil teknisi untuk memperbaiki TV-nya. Letnan Han berkata kalau teknisi itu mengeluarkan sebuah ‘Kartu Penerima’ yang tersimpan box yang terletak di samping TV, lalu memasukannya kembali. Shi Mok menebak berarti seharusnya di rumah CEO Park juga ada kartu itu. Letnan Han mengangguk.

“Aku ke sana tadi pagi. Ibu CEO Park bilang kalau paginya, sebelum pembunuhan itu terjadi, dia sempat menonton drama. Tapi setelah aku memeriksa kartu itu, tidak ada sidik jari siapapun di sana. Seseorang pasti sudah menghapusnya,”



Shi Mok berkata, siang hari adalah waktu yang pas untuk beraksi, karena CEO Park menderita insomnia (susah tidur). CEO Park tertidur saat siang hari. Si Pembunuh bisa leluasa melancarkan aksinya, tanpa CEO Park sadari.

Letnan Han berkata kalau ada satu ruangan yang kemungkinan menjadi tempat persembunyian si pembunuh. Pembunuh itu berdiam diri sampai menunggu Tuan Kang (teknisi yg dituduh sbg pembunuh) datang. Letnan Han tak mengerti, di ruangan itu hanya ada beberapa barang yang tidak penting. Dan ruangan itu tidak pernah disentuh siapapun. Letnan Han yakin kalau si pembunuh pasti meninggalkan jejak, kecuali dia hantu.


“Satu hal yang paling aku tidak mengerti. Motif si pembunuh. Kenapa pembunuh itu harus bersembunyi dan menunggu? Di rumah itu tidak ada siapapun, dia hanya perlu membunuhnya, lalu kabur. Selesai. Kenapa dia repot-repot merusak TV nya untuk menyeret Tuan Kang segala? Untuk menjadikannya kambing hitam? Kenapa tidak kurir makanan saja, itu lebih mudah,” tambah Letnan Han.

Shi Mok berkata kalau dia membutuhkan seorang mantan napi (Tuan Kang adalah mantan napi). Dengan begitu masyarakat akan langsung mempercayai pembunuhan itu. Letnan Han mengangguk. Letnan Han berkata kalau si pembunuh itu sudah merancang pembunuhannya dengan matang dan si pembunuh itu memiliki akses untuk memeriksa riwayat kriminal seseorang. Antara pegawai kejaksaan atau polisi.



Letnan Han memiliki satu tebakan gila lagi. Dia curiga kalau CEO Park dan Tuan Kang memang sama-sama menjadi target si pembunuh. Letnan Han berkata semuanya berawal dari surat peninggalan Tuan Kang. Kemungkinan noda darah yang Letnan Han temukan itu, memang sengaja dibuat untuk meyakinkan semua orang bahwa ada pelaku lain. Shi Mok menggangguk setuju. Pembicaraan mereka terhenti ketika Junior Shi Mok muncul dari balik pintu dan mengingatkan Shi Mok untuk segera menghadiri rapat penting.


BERSAMBUNG

Komentar :

Saya yakin, Letnan Han ngga benar-benar melaporkan hasil perkembangan kasus CEO Park pada Ketua Tim. Letnan Han ngga mungkin mengkhianati Shi Mok kan? 

Saya juga kepo kenapa Shi Mok ngga bilang tentang dugaan keterlibatan Jaksa Young. Emang Shi Mok ngga percaya Letnan Han? Atau karena Shi Mok belum yakin sama teori yang dia punya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar