Selasa, 13 Juni 2017

[Review] The Liar And His Lover : Aku Dan Musikku

NOW PLAYING : I'm Okay - Joy, Lee Hyun-woo


Akhirnya saya selesai juga melanjutkan untuk menonton drama ini sampai akhir, setelah sempet tertunda di episod 5, sebulan yang lalu. Baiklah, sebenarnya drama ini ngga masuk ke dalam radar saya, sebab aktor & aktrisnya banyak yang masih baru di mata saya. Ya meskipun Lee Hyun-woo bukan termasuk baru, tapi saya baru kali ini menonton dramanya.

Saya tertarik untuk menonton karena drama ini sangat populer di Dramabeans, hingga bisa menembus 2,500-an komentar. Ha, banyak bener ya? Moonlight-nya Bogum aja kalah. Saya ngga tau itu isi komennya positif atau justru malah negatif, yang jelas, drama ini pasti udah menarik perhatian orang banyak.

Oya, drama ini adalah remake dorama Jepang dengan judul yang sama. Kebetulan saya ngga suka nonton dorama (kecuali Ita Kiss), jadi saya ngga bisa membandingkan antara keduanya. HE.

Saya akan me-review drama ini. Tolong perhatikan, review ini mengandung spoiler.

Review :

Jadi ceritanya ada seorang gadis SMA yang bernama Yoon Soo Rim (Joy, Red Velvet) dan seorang pria muda yang bernama Han Gyul (Lee Hyun-woo). Mereka bertemu secara ngga sengaja di dekat sungai Han. Di sana, Soo Rim yang lagi naik sepeda, entah kenapa, menyetop sepedanya dan menatap Han Gul (dengan tatapan terpesona) yang sedang mengenang pacarnya yang baru saja memutusinya dalam mata tertutup.

Mantan pacarnya, Yuna (Hong Seo-young), meminta putus gara-gara kesel sama Han Gyul yang lebih mementingkan musiknya dibanding dirinya. Yuna juga marah karena mengira kalau Han Gyul memacarinya hanya untuk menjadikannya objek inspirasi lagu-lagu buatannya. Bukannya bagus ya? Han Gyul menyesal, tapi Yuna keburu kesel dan minta putus.

Nah, di sungai Han itulah, Han Gyul kembali mendapat inspirasi setelah mengenang mantan pacarnya. Karena ponselnya mati (lowbat), dia mendekati Soo Rim yang ada di dekatnya dan meminjam ponselnya dengan paksa, lalu dia bernyanyi sambil merekam suaranya. Soo Rim bingung ngeliat sikap Han Gyul, tapi yang jelas, Soo Rim makin terpesona saat mendengar nyanyian Han Gyul.



Soo Rim punya 2 sahabat lain (Jin Woo dan Gyu Sun) yang sama-sama menyukai musik. Tanpa Soo Rim ketahui, Jin Woo diam-diam menyukai Soo Rim. Mereka bertiga sama-sama ngga terlalu pintar di kelasnya, makanya ada satu guru yang ngga suka sama mereka gara-gara kerjaannya cuma main musik, bukannya belajar biar pinter. Tapi, ada juga satu guru baik yang selalu mendukung mereka.

Guru baik itu menemui salah seorang temannya, yang ternyata adalah seorang produser band ternama, Crude Play. Produser itu biasa disapa CEO Choi (Lee Jung-jin), dia terlihat angkuh dan agak menyebalkan. Setelah dipaksa, baru CEO Choi mau menuruti temannya itu. Kebetulan CEO Choi datang di waktu yang tepat, saat Soo Rim sedang bernyanyi di depan teman-temannya. Dia langsung suka sama suara Soo Rim dan memintanya untuk menemuinya dalam waktu dekat.



Soo Rim berkesempatan bertemu dengan Han Gyul. Dia seneng banget, dan dengan polosnya dia ngaku kalau dia suka sama (lagu?) Han Gyul. Ha. Han Gyul-nya rada risih. Itu aja dia terpaksa ketemu Soo Rim buat nyuruh Soo Rim hapus rekaman lagunya dari ponselnya. Han Gyul juga ngaku kalau dia benci pada penyanyi wanita (Yuna?).

Suatu ketika Han Gyul (ngga sengaja?) mendengar suara Soo Rim yang menyanyikan lagunya lewat rekaman yang Soo Rim kasih sebelumnya. Han Gyul terkesima mendengar suaranya. Dia langsung menemui Soo Rim dan memintanya untuk menyanyikan lagunya. Tapi, Soo Rim tolak karena dia ngga mau kalau Han Gyul benci dia (sebelumnya Han Gyul bilang kalau dia benci penyanyi).

Soo Rim dan 2 sahabatnya resmi dikontrak oleh CEO Choi. Soo Rim ngga nyangka bakalan se-label dengan band idolanya, Crude Play. Apalagi yang memproduserinya itu Seo Chan Young (Lee Seo-won), yang adalah bassis Crude Play. Di saat yang sama, Han Gyul ngga sengaja bertemu dengan 2 sahabat Soo Rim dan akhirnya identitas Han Gyul terbongkar.


Han Gyul kaget banget pas tau kalau mereka adalah anggota baru di tempatnya bekerja. Han Gyul nyesel karena sebelumnya dia udah nolak mentah-mentah saat CEO Choi memintanya untuk memproduseri band baru, dia ngga tau kalau band baru itu adalah band-nya Soo Rim dkk. Lagipula Han Gyul tuh kesel sama CEO Choi, sebab CEO Choi adalah selingkuhannya Yuna.

Nah, Seo Chan Young itu adalah bassis yang menggantikan posisi Han Gyul. Chan Young seringkali merasa ngga dianggep sama anggota Crude Play yang lain. Makanya Chan Young tuh rada-rada ngga seneng sama Han Gyul. Dan saya rasa, itulah mengapa dia begitu semangat untuk memproduseri Soo Rim dkk, saat tau kalau Soo Rim itu suka sama Han Gyul. Apalagi Chan Young tau kalau Han Gyul menolak tawaran CEO Choi. Singkatnya, Chan Young mau ngegantiin (lagi) kekosongan yang Han Gyul buat.

Saya ngga tau apa yang ada dipikiran Chan Young karena dia malah membongkar identitas Han Gyul pada Soo Rim. Dari sana, Soo Rim juga tau kalau lagu yang Han Gyul rekam di ponselnya adalah lagu untuk Crude Play (I’m Okay). Alhasil, keduanya saling marah. Han Gyul marah karena Soo Rim ngga bilang kalau dia mau masuk ke label-nya, sedangkan Soo Rim marah karena Han Gyul ngga jujur tentang identitasnya.

Baru aja hubungan mereka membaik, Soo Rim ngga sengaja menguping pembicaraan Han Gyul dan Yuna. Dari sana dia tau kalau lagu yang Han Gyul nyanyiin saat di Sungai Han adalah milik Yuna. Soo Rim sedih, sekaligus kecewa pada Han Gyul. Karena Soo Rim sangat menyukai lagu itu. Dan tak lama kemudian, akhirnya Yuna juga tau kalau Han Gyul dan Soo Rim mempunyai hubungan khusus.

Dengan segala kesepakatan, Chan Young memproduseri Mush&Co (Soo Rim dkk) dan Han Gyul memproduseri Yuna. Dengan pede-nya Yuna pamer pada Soo Rim kalau dia akan menyanyikan lagu Han Gyul dan yakin kalau lagunya akan mengalahkan lagu Soo Rim nanti. Yuna semangat nyanyiin lagu itu, karena dia tau kalau itu adalah lagu buat Soo Rim.



Soo Rim kaget dengernya, tapi kemudian Soo Rim dengan bangga mengaku kalau dia sangat menyukai lagunya sekarang (lagu ciptaan Chan Young). Tanpa mereka tau, Chan Young yang menguping pengakuan Soo Rim. Dia terharu mendengarnya. Padahal CEO Choi bilang ke dia kalau lagu ciptaannya biasa aja dan ngga berkarakter.

Sebenernya Soo Rim kecewa berat saat mendengar kalau lagunya akan dinyanyiin Yuna. Setelah beberapa waktu, saat Soo Rim mendengarkan sebuah rekaman, dia seakan tersadar dan berlari mencari Han Gyul. Soo Rim sadar kalau lagu yang dinyanyiin Yuna adalah lagu Han Gyul yang lain, bukan lagu khusus untuknya. Dari sanalah hubungan mereka kembali menguat.


Di satu sisi, Chan Young makin deket sama Soo Rim. Suatu ketika, Soo Rim menegaskan kalau dia sangat-sangat dan hanya menyukai Han Gyul. Chan Young sangat kecewa, sebab dia merasa kalau dia kalah lagi dengan Han Gyul.

Di tempat lain, Soo Rim berteman dengan seorang pria 40-an yang bertemu secara tak sengaja. Soo Rim suka curhat tentang Han Gyul pada pria itu, yang tanpa sepengetahuannya kalau pria itu adalah ayahnya Han Gyul. Ayah Han Gyul mah senyum-senyum aja mendengar cerita Soo Rim.

Hubungan Ayah Han Gyul dengan Han Gyul memang tidaklah baik karena suatu hal. Tapi Han Gyul masih membiarkan ayahnya untuk menginap di rumahnya. Dan suatu ketika, Han Gyul bingung setengah mati saat tau kalau ayahnya mengenal Soo Rim. Ha. Tak lama kemudian, Soo Rim juga tau kalau pria itu adalah ayah kekasihnya setelah Ayah Han Gyul menunjukkan foto putranya. Soo Rim sangat terkejut campur senang. HA.



Selain itu, akhirnya terungkap juga kalau sebenarnya Crude Play cuma lip sycn, kecuali Chan Young. Crude Play terkenal karena lagu-lagu Han Gyul memang bagus, tapi skill mereka ngga mampu untuk mencapai tingkat itu, yang akhirnya mereka menyewa pemain musik bayaran di belakang layar. Sebenernya itu semua karena CEO Choi yang memaksa mereka dengan mengiming-imingi ketenaran. Mereka sadar betul kalau lama-lama kebohongan itu akan terbongkar juga.


Dari sanalah, anggota Crude Play bersatu dan membuang ego yang mereka punya, lalu mengakui kesalahan mereka di depan media. Padahal label-nya meminta mereka untuk berbohong dan menyangkal rumor itu. Mereka sadar betul risikonya, lagipula mereka juga ngaku kalau mereka udah capek tampil bohongan di atas panggung. Crude Play memutuskan untuk vakum selama setahun. Mereka ingin menemukan posisi dimana bernyanyi dengan hati senang, tanpa paksaan. Menikmati musik, bukan menjual musik.



Di episode akhir, setelah 1 tahun, hubungan semua pemain di drama ini terlihat makin membaik dan juga bahagia. Yuna kembali sukses. Chan Young akhirnya bisa bercanda sama anggota Crude Play yang lain, dia juga keliatannya udah merelakan Soo Rim pada Han Gyul. Selain itu, Chan Young udah berdamai dengan Han Gyul. Dan.. Han Gyul makin lengket dengan Soo Rim.



Suatu hari, di atas panggung berukuran sedang, Crude Play (plus Han Gyul sebagai bassis) berkolaborasi dengan Mush&Co dan Yuna menyanyikan lagu ciptaan Han Gyul yang pernah dipopulerkan Crude Play. I'm Okay. Mereka terlihat amat bahagia. TAMAT. 



Komentar :

BIASA AJA. Saya jadi kepo apa yang orang omongin di DB. Kalo liat di halaman Asianwiki, drama ini banyak dapat kritik. Terutama mengenai akting Joy yang terkesan kekanakan karena cengeng banget. Saya akuin, emang akting sedihnya tuh enggak banget deh. Joy ngga cocok akting sedih dengan kepala menunduk, keliatan maksa. Apalagi kalo lagi marah ke Han Gyul. Karakter Yoon Soo Rim malah bikin orang gemes.

Marah-marah seenaknya karena Han Gyul ngga bilang kalau dia adalah ‘K’. Ya wajarlah, Han Gyul ngga bilang, toh mereka baru kenal, lagipula identitas ‘K’ emang disembunyikan. Gitu juga sebaliknya, Han Gyul marah ke Soo Rim karena ngga bilang kalau dia masuk ke label-nya. Mana Soo Rim tau kalau Han Gyul kerja di sana... Ini adegan paling aneh, menurut saya.


Saya lebih suka saat Joy menjadi Yoon Soo Rim yang ceria. Ini lebih lucu dan cocok dengan karakter yang Joy punya. Yoon Soo Rim yang mengikuti dan mengejar-ngejar Han Gyul. Kepolosannya saat dia blak-blakan menyatakan rasa sukanya pada (lagu?) Han Gyul ngebuat saya ngakak sekaligus terkesan.



Saya inget betapa sensitifnya Soo Rim saat terjadi kontak dengan Han Gyul. Soo Rim sangat waspada terhadap Han Gyul. Waktu itu, saat Han Gyul ingin menyentuh keningnya, Soo Rim langsung menghindar dan terlihat malu. Cute. Apalagi saat Yoon Soo Rim lagi jadi fangirl. Cocok betul. HA. Bukan yang sedih-sedih, duh, jangan lagi deh! Oya, berkat dukungan dari Han Gyul, Soo Rim bisa melawan demam panggungnya. Dan menurut saya, suara Joy yang enak didengar, sedikit menutupi kekurangan aktingnya.



Adegan mereka yang paling terkesan untuk saya adalah saat Han Gyul tetap menyambungkan panggilannya sampai pagi karena dia mau menemani Soo Rim. Ampe 7 jam lho. Aw.


Ada dua hal yang saya tunggu-tunggu di drama ini. Pertama, saya pengen liat Yoon Soo Rim, Ayah Han Gyul, dan Han Gyul bertemu dan bertukar cerita lucu yang mereka alami sampai mereka bisa terhubung seperti itu. Atau seenggaknya Han Gyul memperkenalkan ayahnya ke Soo Rim. Pasti bakalan seru.

Kedua, saya mau Yuna tau kalau lagu yang dia nyanyiin itu bukanlah lagu Han Gyul untuk Soo Rim, tapi lagu lain. Saya bisa membayangkan betapa malunya dia saat tau kalau dia udah ke-geer-an. Ah. Sayang dua ribu sayang, adegan itu nggak ada sampai menit terakhir.


Saya khawatir kalau saya akan membenci karakter Chan Young karena saya sempat berpikir kalau Chan Young akan melakukan hal bodoh hanya untuk seorang gadis yang belum tentu disukainya. Chan Young emang keliatan suka sama Soo Rim. Tapi saya merasa dia hanya suka sebagai teman, bukan wanita. Chan Young ngga bener-bener suka, diliat saat dia begitu bernafsu untuk memproduseri Mush&Co.

Tadinya Chan Young biasa aja, meski dia emang beneran suka sama suara Soo Rim. Tapi, pas tau kalau Soo Rim suka sama Han Gyul, dia langsung maksa CEO Choi untuk mengizinkannya mengasuh Mush&Co. Seakan-akan Chan Young mau ngambil hak Han Gyul. Yey! Ketakutan saya ngga terbukti. Chan Young emang sedikit egois tadinya, tapi sifatnya masih bisa ditolerir karena tidak berlebihan.

Saya paling suka saat Chan Young memasang wajah curiga dan waspada. Itu bikin ngakak. Ekspresi Chan Young saat melihat Han Gyul senyum-senyum ngga jelas karena lagi jatuh cinta, dan ekspresinya saat mencurigai hubungan Shi Ho dengan sunbae Lee Se Jung. Kyeoptaa.

Chan Young masih tetep dengan gaya coolnya, saat di episod-episod akhir, akhirnya Chan Young bisa tersenyum lepas bersama Crude Play dan Mush&Co. Whoa. Tampan betul.



Saya suka sama solidaritas yang Soo Rim punya. Dia dikasih kesempatan bagus buat karir menyanyinya, tapi dengan yakin dia nolak itu karena kesempatan itu buat dia sendiri. Soo Rim sadar diri. Dia bisa jadi kayak gitu karena dukungan 2 sahabatnya, dia ngga mau sukses sendirian, dia maunya sukses bareng-bareng. Aw.

Dan ya, ekspresi Jin Woo itu ngga nahan. HA. Dia tuh paling ngga suka sama Han Gyul, soalnya sering deket-deket sama Soo Rim. Di tambah pas ngeliat Chan Young tersenyum pada Soo Rim. Jin Woo melotot ngga percaya. HAHA. Tapi akhirnya dia merelakan Soo Rim dengan Han Gyul karena dia masih ingin terus bersahabat dengan Soo Rim. Selain itu, yang menarik adalah hubungan Shi Ho (vokalis Crude Play) dengan sunbae Lee Se Jung. Mereka lucu banget. Sayangnya, adegan mereka cuma dikit.



Endingnya agak berantakan menurut saya. Soalnya pas Crude Play ngaku kalau mereka bohong, ngga dikasih liat reaksi fans-fans nya tuh kayak gimana pas tau kalau idola mereka selama ini udah bohong. Trus setelah satu tahun, rencananya Crude Play mau latian serius dengan aransemen baru buatan Han Gyul yang sesuai dengan kemampuan mereka dan comeback kan..

Tapi.. di episode akhir, Crude Play masih nyanyiin lagu I’m Okay buatan Han Gyul dari episod 1. Ha. Saya kira dalam satu tahun itu, mereka udah punya beberapa single baru, ya seenggaknya satu lagu baru deh, eh taunya lagunya masih sama. Ha. Tapi saya bersyukur, karena happy ending. Yey.


Ada satu pelajaran yang coba disampaikan drama ini, yaitu tentang buruknya sifat Bohong. Seperti yang Han Gyul bilang, ADA SAATNYA DIMANA SUATU KEBOHONGAN TIDAK BISA DITUTUPI OLEH KEBOHONGAN LAIN. Jadi berpikirlah dahulu, sebelum Anda berbohong. Karena 'kebohongan' adalah hal yang paling dibenci semua orang, apapun alasannya dan sekecil apapun kebohongan itu. 

Akhir kata, menurut saya drama ini ngga sejelek yang mereka bilang kok. Tapi saya lebih banyak menikmati lagu-lagunya ketimbang ceritanya. Serius, suara Joy tuh enak betul. 

**

1 komentar:

  1. Gue setuju dan ga setuju ama komentarnya. Oke ini masalah selera aja sih.....

    BalasHapus