Sabtu, 27 Mei 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 27 - 2

The most emotional episode (cont.)


Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 27 - 2

Hyangjumok sudah sepenuhnya dikepung. Akhirnya semua warga Hyangjumok sepakat untuk berbagi makanan, sebab persediaan yang mereka punya sangatlah terbatas. Kemudian, Il Chung meminta para warga untuk mencari banyak kain yang akan digunakan sebagai perban pembalut luka dan tanaman herbal untuk mengobati luka.

Para warga bergotong royong mencari kain dan tanaman herbal sebanyak-banyaknya. Mereka bertekad untuk mempertahankan wilayah mereka, daripada harus menyerahkannya pada Raja. Yang tambah membebankan mereka adalah, mereka difitnah suka mencuri hasil pertanian desa lain.


Ga Ryung berjalan mengikuti Noksu yang sedang berjalan-jalan di sekitar taman. Noksu menyentuh bunga yang ada di depannya sambil berkata kalau 'cinta' tak akan ada yang abadi, sama seperti bunga yang hanya bertahan satu musim.


Perkataan Noksu itu membuat Ga Ryung sangat marah, "Apa karena itu kau masih tetap di sisi Raja, meskipun kau tau Raja telah membunuh Gil Dong? Apa hanya sebesar itu kau menghargai kebersamaanmu dengan Gil Dong? Tapi Gil Dong terus mengingatmu dalam waktu yang sangat lama. Itulah mengapa aku membencimu," kalimat itu Ga Ryung tahan dalam hati.

Sebagai gantinya, Ga Ryung membenarkan analogi Noksu, lalu mengungkit perihal Raja yang tidak lagi meminta Noksu untuk pergi ke kamarnya. Noksu langsung menatap Ga Ryung tajam.

"Kau pikir keputusanku untuk berada di sisi Raja itu menyedihkan? Sedangkan penantianmu pada Gil Dong adalah hal yang sangat hebat? Ayo kita lihat, apakah kau masih bisa berbicara seperti itu saat hidupmu dalam bahaya," Omo. Aku merinding sekarang.



"Setelah kematian suamiku, aku sudah tidak takut lagi untuk mati." ucap Ga Ryung mantap. Ga Ryung menunduk pelan, dan berlalu meninggalkan Noksu yang terdiam. (Aku rasa Noksu ngga nyangka bisa denger itu dari Ga Ryung. Mungkin dia malu, ternyata rasa cinta Ga Ryung tuh besar bgt buat Gil Dong)

Noksu yang telah berdandan rapi muncul di hadapan Raja yang baru saja tiba di kamarnya. Raja tadinya tak peduli, tapi tiba-tiba Noksu berlutut sambil mengaku kalau dia memang pernah berhubungan dengan Gil Dong.

Raja langsung mencengkram pakaian Noksu saking kesalnya. Noksu tetap melanjutkan perkataannya, "Tapi Yang Mulia, aku telah meninggalkannya dan memilihmu. Dia tak lebih dari seorang pria yang aku tinggalkan,"

Raja melunak tapi masih mencengkram pakaian Noksu. Kemudian, Noksu berjanji akan membantu menangkap Gil Dong, untuk mengembalikan kepercayaan Raja padanya.


Ga Ryung yang sudah berpakaian putih-putih diseret menghadap Raja dan disaksikan oleh semua musisi. Raja dengan marah bertanya apa hubungan Ga Ryung dengan Gil Dong? Semua musisi terkejut dan serentak menoleh ke arah Ga Ryung. (Ga Ryung agak kaget pas ngeliat Noksu ada di samping Raja. Aku rasa Ga Ryung ini ngga nyangka kalo Noksu bakal ngadu ke Raja. Ingat, meskipun tadi Ga Ryung ngaku benci sama Noksu, ngga bisa dipungkiri kalo Noksu lah yg peduli sama dia pas masih di gibang dulu.)

Ga Ryung mengangkat kepalanya dan berkata kalau dia akan melakukan yang Raja suruh asalkan Raja mendekatinya.


Raja menuruti perkataan Ga Ryung (Lagu melow berputar). Ga Ryung mendekatkan wajahnya ke Raja. Jedarr! Ga Ryung menggigit telinga Raja agak lama hingga telinganya berdarah. Raja meringis kesakitan sekaligus tak percaya Ga Ryung nekat melakukan hal itu. Raja mendorong Ga Ryung.

"Benar, suamiku adalah Gil Dong. Kaulah hewan buas yang membunuh suamiku! Kau bisa membunuh atau memenggal kepalaku, tapi lihatlah nanti, aku akan menghantuimu di setiap mimpi burukmu!"


Raja terlihat bingung mendengar penyataan Ga Ryung yang bilang kalau Gil Dong sudah mati. Tapi, karena udah marah banget, Raja tetap berdiri dan merampas pedang dari petugas. Untungnya, Noksu langsung menghalangi Raja yang hampir saja menebas Ga Ryung. Noksu mengingatkan Raja kalau Ga Ryung akan sangat berguna nanti.


Noksu menemui Ga Ryung yang sekarang mendekam di penjara. Akhirnya Noksu menceritakan hal yang sebenarnya, fakta kalau Gil Dong masih hidup. Ga Ryung sangat terkejut. Noksu berkata kalau Raja akan menjadikan Ga Ryung sebagai umpan untuk menangkap Gil Dong. Uh. Noksu tak menanggapi panggilan Ga Ryung yang meminta penjelasan. Noksu keluar dari penjara dengan terisak.


Pasukan Soo Hak semakin banyak dan bersiap untuk membuka paksa gerbang Hyangjumok. Sedangkan Gil Dong dan warga yang lain berbaris rapi sambil menyanyikan lagu kebesaran Ikhwa-ri. Mereka terlihat sangat percaya diri. Anehnya, prajurit Raja juga ikut bernyanyi. Soo Hak dan Mori sampe bingung mau ngapain, Ha.

Setelah lagu berakhir, Soo Hak langsung memberi perintah untuk menghancurkan tembok besar di hadapannya. Bum! Prajurit melepaskan bom ke arah tembok raksasa itu. Para warga Hyangjumok tak mau kalah, mereka balik melepaskan anak panah secara bertubi-tubi ke tubuh prajurit. Para wanita pun ikut membantu dengan melemparkan banyak batu besar ke arah prajurit-prajurit itu.



Beberapa prajurit berhasil menaiki tembok raksasa. Keluarga Hong dan para warga terus berusaha untuk menyeimbangi kekuatan prajurit-prajurit itu. Saling bunuh-membunuh tak dapat dihindari. Banyak warga dan prajurit yang berjatuhan dengan berlumuran darah. Untungnya, keberuntungan masih berada dipihak Gil Dong. Keluarga Hong berhasil mengalahkan prajurit-prajurit Raja.


Kabar itu sampai ke Istana. Raja tertawa sinis mendengar hal itu. Lalu Raja memberi perintah untuk menyiapkan perburuan berikutnya yang dia jamin akan sangat seru. Para pejabat hanya mengangguk sambil memasang wajah kepo. (mereka pengin tau apa yang Raja maksud)

Gil Dong berjalan sempoyongan melihat banyak warga yang terluka. Matanya berkaca-kaca, melihat semua itu jelas membuatnya sangat bersedih.

Beralih, Raja tiba di perbatasan Hyangjumok. Wajahnya cerah dan terlihat percaya diri. Semua prajurit berlutut hormat padanya. Raja berkata kalau dia membawa sesuatu yang bisa membuka gerbang itu, dan Raja berpesan pada Soo Hak dan Mori untuk menjaganya baik-baik.


Mori memeriksa tenda yang prajurit bawa. Dan dia terkejut kalau yang Raja maksud adalah Ga Ryung. Mori masuk ke tenda Ga Ryung, menatap Ga Ryung yang terlihat kacau dan lemah. Mori memalingkan wajahnya, mungkin dia ngga tega melihat Ga Ryung kayak gitu.



Ga Ryung terbangun bersamaan dengan Mori yang ingin keluar. Mori mendekatinya dan melepas ikatan talinya. Selanjutnya Ga Ryung berlari mendekati garpu raksasa, dengan niatan ingin bunuh diri. Untung Mori berhasil menahannya. Ga Ryung mencoba lagi dengan menjedotkan kepalanya ke lemari besi yang ada di sampingnya. Lagi-lagi Mori berhasil menahan kepala Ga Ryung.



Ga Ryung memberontak, Mori langsung mendorongnya hingga ke tiang dan mengatainya gila. Ga Ryung tak peduli dan memohon agar Mori membunuhnya sekarang. Css, Mori bengong mendengar permintaan gila itu. Hati Mori makin mencelos ketika tau betapa sayangnya Ga Ryung pada Gil Dong. (itu ketara bgt kalo Mori ada rasa ke Ga Ryung. Paling engga, dia tersentuh melihat sikap Ga Ryung.)



Gil Dong terduduk sambil bersandar di salah satu tiang. Terbanyang wajah Ga Ryung di hadapannya. Ga Ryung tersenyum manis ke arahnya. Dalam mimpinya Ga Ryung berkata kalau mereka akan segera bertemu, lalu Ga Ryung berpesan agar Gil Dong menuruti permintaannya nanti.

Kemudian Gil Dong tersadar dan melihat Uh Ri Ni di depannya. Gil Dong tersenyum dan berjanji kalau dia akan menang agar bisa menyelamatkan sahabat Uh Ri Ni, Ok Ran. Uh Ri Ni menyela kalau Gil Dong harus menyelamatkan satu orang lagi. Pembicaraan mereka terhenti karena Keutsae. Keutsae memanggil Gil Dong dengan sedih...



Gil Dong tertatih, dia sangat terkejut saat melihat Ga Ryung tengah terikat di tiang yang ada jauh di depannya dengan mata tertutup kain. Gil Dong memanggil nama Ga Ryung kangen. Kemudian Gil Dong teriak memanggil nama Ga Ryung.

Akhirnya Ryung mendengar suara Gil Dong, "Sobang (suamiku)! Jika kau mundur karena aku, aku tidak mau menemuimu lagi! Aku tidak mau!" teriak Ga Ryung sambil terisak.



Gil Dong melihat Ga Ryung tak percaya. Gil Dong menangis seraya memanggil Ga Ryung pelan. Ga Ryung teriak memanggil suaminya. Sambil menangis. 



BERSAMBUNG ke Ep 28

Komentar :

Waa! Noksu kece bgt dah. Ekspresi dinginnya amat mematikan *lebay. Kehidupannya lah yg membuat dia kayak gitu. Dia sebenernya ngga mau gituin Ga Ryung, tapi Ga Ryung udah salah paham sama Noksu (Ga Ryung kira Noksu ngga tau diri pada Gil Dong) yang akhirnya ngebuat Ga Ryung nyindir Noksu. Noksu itu paling benci kalo dibilang keputusan yg dia ambil itu salah/keliru.

Dan Mori. Dia itu... ah sudahlah. 

NB. Marhaban ya ramadhan! Selamat menunaikan ibadah puasa buat yang ngejalanin! Semoga bulan ini jadi bulan yg berkah untuk kita semua yaa. Aamiin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar