Jumat, 26 Mei 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 27 - 1

NOW PLAYING : That's Love - Chae Soo-bin

The most emotional episode. 


Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 27 - 1


Episode kali ini dibuka dengan memperlihatkan kemarahan Raja yang memuncak. Salah satu prajurit melaporkan kalau pasukan pemberontak itu di antaranya terdapat prajurit Istana. Hal itu dibuktikan dengan kelengkapan senjata yang pasukan pemberontak punya. Raja mendengarnya tak percaya, tak menyangka prajurit yang dia percaya ikut berkhianat juga padanya. (prajurit yg Gil Dong temui di gudang, yg tugasnya menghukum para penjahat)


Keluarga Hong yang berbaris rapi menghadap makam saudara mereka yang gugur saat bertempur di episode lalu. Gil Dong berlutut sambil memasang wajah serius, lalu berkata kalau dia tidak akan pernah melupakan kekacauan yang telah Raja buat.



Gil Dong termenung sendirian di bawah pohon yang amat rindang. Gil Hyeon menghampirinya, diikuti Uh Ri Ni (Sang Hwa). Uh Ri Ni menutup kedua mata Gil Dong seperti yang pernah dia lakukan ketika masih di Ikhwa-ri dulu. Gil Dong tersenyum sambil menyebut Uh Ri Ni dengan ‘Si Wajah Jelek’. Uh Ri Ni membela diri kalau dia tidaklah jelek. Ha.


Uh Ri Ni duduk di antara kedua kakaknya. Gil Hyeon terharu karena mereka bisa kembali bersama, setelah terpisah bertahun-tahun lamanya. “Andai saja Ayah melihat ini,” kata Gil Hyeon. Kemudian Gil Hyeon berjanji kalau mereka tidak akan pernah terpisah  lagi sampai kapanpun. Tak lama, Keluarga Hong mendekati mereka dan ikut bergabung. Semuanya terlihat bahagia seraya menatap langit.



Guru Song menghadap Raja yang terus memegangi kepalanya. Guru Song berniat untuk membantu masalah tentang Gil Dong, tapi Guru Song malah diusir sama Raja yang kelihatan kalau Raja juga ogah melihat Guru Song. Lalu Pangeran masuk sebagai gantinya.


Di luar, Guru Song protes melihat sikap Pangeran padanya, bahkan dia meninggikan suaranya. Pangeran tak peduli dan memperingati Guru Song kalau dia masih anggota keluarga kerajaan. Ucapan Pangeran sukses membuat Guru Song terdiam. (Guru Song adalah anggota Sugwidan. Sugwidan amat sangat menjunjung tinggi soal kasta dan status. Kasta yg lebih rendah tidak boleh melawan kasta yg ada di atasnya)

Keluarga Hong mendiskusikan strategi yang akan mereka gunakan saat berada di Hyangjumok nanti. Gil Hyeon mengingatkan kalau kekuatan yang Gil Dong punya tidak cukup untuk mengalahkan prajurit Raja sangat banyak, apalagi prajurit itu sudah sangat terlatih.


Alhasil, Gil Dong mendekati ibu-ibu yang sedang mengobati warga lain, lalu menjelaskan maksud tujuannya pada ibu itu. Gil Dong berkata kalau dia butuh bantuan untuk menyelundupkan senjata, sebab pintu masuk Hyangjumok dijaga ketat. Ibu-ibu itu mengangkat alis tak mengeti.

Jeng jeng. Ternyata yang dimaksud Gil Dong adalah menyembunyikan senjata-sentaja tajam yang Keluarga Hong perlukan dibalik pakaian perempuan, sebab petugas ngga akan memeriksa pakaian wanita.


Soobori mencegah Uh Ri Ni yang ingin bergabung. Tapi, Uh Ri Ni keukeuh mau ikutan, dengan alasan kalau dia ingin membantu membalaskan dendam pada mereka yang sudah menyakiti keluarganya. Soobori jadi stres sendiri, Ha. “Dari siapa sifat itu menurun?” gurau Soobori lagi. Gil Dong tertawa sambil menjawab kalau sifat itu menurun dari Amogae.  (Oke, sekarang aku suka Uh Ri Ni)



Keluarga Hong dan semua warga lolos dari pemeriksaan petugas Hyangjumok. Ibu-ibu pun melepas senjata yang terikat dibalik pakaiannya.

Beberapa Sarjana muda menempelkan selembaran yang berisi hinaan untuk Raja. Mereka langsung kabur ketika ada prajurit yang baru saja datang atas perintah Raja. Prajurit-prajurit itu berhasil menangkap semua sarjana muda yang diduga ingin melakukan pemberontakan. Bahkan, ibu-ibu yang tidak tau apa-apa juga ikut diseret.


Mereka dikumpulkan di depan balai desa (?). Salah satu prajurit menuntut agar dalang dari pemberontakan itu mengaku. Karena tak ada yang menjawab, prajurit itu tak segan menebas salah satu ibu-ibu yang menjadi tawanan. Akhirnya, salah satu sarjana muda mengaku, teman yang ada di sebelahnya ikut mengaku, dan begitu seterusnya.

Para warga yang menonton persidangan itu, menerobos pagar kayu dan mencoba melawan prajurit yang bersenjata lengkap. Semua berhamburan tak tentu arah. Para prajurit menebas dan menusuk warga yang ada di hadapannya tanpa ampun hingga banyak warga yang berjatuhan. Tiba-tiba, tepat di saat banyak yang terpojok, munculah Keluarga Hong!



Keluarga Hong melawan para prajurit dengan sigap. Soobori menuntun warga untuk menepi dan menjauh dulu. Kelurga Hong berhasil melumpuhkan sebagian besar prajurit, sisanya memilih untuk kabur. “Katakan ini padanya. Hyangjumok tidak butuh prajurit yang membunuh orang.” pesan Gil Dong pada prajurit sebelum mereka kabur.


Semua warga yang bersembunyi keluar. Mereka bingung harus bersikap apa. Senang karena selamat, tapi sedih karena anggota keluarga mereka telah meninggal. Malamnya, mereka menangisi keluarga mereka yang telah terbunuh. Keluarga Hong melihat itu dari jauh, seakan bisa merasakan kesedihan yang mereka alami.


Raja tertawa saat mendengar prajuritnya kalah lagi. Soo Hak tiba-tiba masuk dan berlutut di depan Raja. Soo Hak menyerahkan dirinya untuk dihukum karena telah gagal membawa Pencuri Hong.

Raja menahan pedangnya di udara yang siap menebas Soo Hak. Raja beralasan kalau dia masih ingat jasa Keluarga Soo Hak yang pernah bersimpati pada mendiang ibunya (Ratu yg diturunkan). Sebagai balasannya, Soo Hak meminta untuk diizinkan bertempur sampai mati. Soo Hak berkata kalau dia akan mencabut nyawanya sendiri, setelah berhasil menangkap Pencuri Hong nanti demi menjaga kehormatannya.



Pasukan Raja yang dipimpin Soo Hak dan Mori tiba di gerbang Hyangjumok. Gil Dong dan warga Hyangjumok bersiap seakan memang menunggu kedatangan mereka. Gil Dong dan Gil Hyeon berhadapan dengan Soo Hak dan Mori.


Soo Hak memberitahu Mori bahwa Gil bersaudara adalah pelayannya dulu. “Hei Tuan Muda, kau masih saja sombong seperti dulu. Tapi, ini sungguh memalukan, kau mengumpulkan prajurit sebanyak itu hanya untuk menangkap bekas palayanmu,” ejek Gil Dong santai. Gil Hyeon tak mau ketinggalan, dia mengejek Soo Hak yang baru pertama kali dikasih tugas penting oleh Raja, karena selama ini Soo Hak selalu satu langkah di belakang Gil Hyeon. Ucapan Gil Hyeon benar-benar menohoknya.

Soo Hak mengarahkan pedangnya ke leher Gil Hyeon. Gil bersaudara balas menodongkan pedangnya ke arah Soo Hak. Gil Dong sadar kalau di depannya ada Mori yang ikutan menodongkan pedangnya ke arahnya. Gil Dong menggeser pedangnya ke Mori, lalu berkata, “Kau ini, kenapa kau terus berteman dengan orang-orang jahat?” Mori tak menjawab, juga tak ada ekspresi yang dia tunjukkan. HA. 



Kemudian Gil Dong berkata kalau mereka tak perlu melihat darah, sebab kalau mereka berempat berantem sekarang, yang ada malah mereka berempat yang mati duluan. Akhirnya Gil bersaudara kembali masuk ke perbatasan Hyangjumok, tanpa dicegah Soo Hak atau prajurit yang lain. Selanjutnya Soo Hak berteriak pada pasukannya agar mengepung semua wilayah Hyangjumok tanpa menyisakan celah.

Beralih ke Istana. Noksu berkata kalau dia tak menyangka Gil Dong akan menikahi Ga Ryung, meskipun selama ini dia selalu penasaran siapa yang akan menjadi istri Gil Dong. Lalu Noksu bertanya bagaimana Ga Ryung bisa bertemu Gil Dong?


“Waktu Gil Dong bilang kalau dia akan kembali, aku percaya kalau dia akan kembali. Karena itulah, aku menunggu,”

“Kau menunggu?” tanya Noksu lagi (dengan nada tak percaya).

“Ya. Kalau Gil Dong bilang akan kembali, pasti dia akan melakukannya. Gil Dong kembali untuk menemuimu. Mungkin.. orang yang membantuku menikah dengan Gil Dong.. adalah kau..” jawab Ga Ryung dengan mata berkaca-kaca.


Di kamarnya, Noksu melihat pantulan dirinya melalui cermin. “Dia (Ga Ryung) percaya yang aku tak percayai,” gumam Noksu dengan nada sedikit menyesal (?).


Sedangkan Ga Ryung di ruangan lain. Dia duduk sambil menggenggam tangannya yang bergetar. Dia mengingat saat Noksu berkata ‘Gil Dong adalah satu-satunya orang yang menghargaiku’. Ga Ryung menangis, “Suamiku.. aku cemburu..” Huaa sediiih. *nangis dipojokan*


BERSAMBUNG ke Ep 27-2

NB. Maaf aku putus. Di samping karena sedih banget, episode ini aku buat agak panjang (dari biasanya) karena ada banyak poin yang perlu ditulis, jadi aku bagi dua bagian. 

2 komentar: