Rabu, 24 Mei 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 25

Episode yang paling menyenangkan untuk keluarga besar Hong. Sebaliknya, episode yang paling buruk untuk Raja Yeonsangun.


Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 25

Melanjutkan episode kemarin, Keluarga Hong berhasil membuat kegaduhan di acara sakral itu. Raja sangat marah, tapi dia segera diamankan oleh prajuritnya sebelum ada kejadian fatal. Keluarga Hong melawan para prajurit yang ada di sana. Di tambah Keluarga Hong itu memakai bom asap, jadi penglihatan para prajurit sedikit terganggu. Sedang di luar Istana, Gil Hyeon (berpura-pura) memerintahkan para pengawalnya untuk melindungi Raja yang sedang dalam bahaya.



Di tengah perjalanan menuju tempat yang aman, Raja dan prajuritnya kembali dicegat oleh sekelompok orang hingga semua prajurit Raja pingsan. Raja terlihat ketakutan. Lalu Gil Dong muncul dengan menunggangi kuda. Wajahnya memancarkan aura kemenangan. Gil Dong iseng menggertak Raja dengan kudanya, lalu pergi dari sana. Raja menahan amarahnya sambil bertekad untuk menangkap Gil Dong dengan kedua tangannnya sendiri.



Gil Hyeon memberi pengarahan pada para pengawalnya. Kemudian, para pengawal itu membebaskan orang-orang yang ada di penjara dan beberapa pelayan Istana. Para pengawal itu mengaku kalau mereka adalah pengikutnya Hong Chum Ji. Aha. Ga Ryung yang memang sedang ada di penjara terkejut mendengar hal itu. Dia terharu, lalu dia segera menyuruh Ok Ran untuk mengikuti para pengawal itu. Sedangkan dia sendiri akan mencari Sang Hwa. (Uh, Ga Ryung masih belum tau kalo Gil Dong masih hidup.)



Raja mengikuti Gil Dong dan mereka berhenti di suatu padang yang luas (seperti di episode 1). Raja bertanya dengan marah, siapa Gil Dong sebenarnya? Karena telah berani melawannya. Gil Dong tersenyum dan mengaku kalau dia hanyalah anak seorang pelayan yang bernama Amogae. Raja tertawa sinis karena status Gil Dong ternyata serendah itu. Gil Dong membalas perkataan Raja dengan santai, “Bagaimana denganmu? Kau ini keturunan dewa, mengapa bertindak seperti seorang rendahan?”


“Yang membuatku seperti ini adalah kau. Jika kau ingin menghentikan aku, maka kau harus menghentikan dirimu dahulu. Dan jika kau berhenti menyiksa mereka (rakyat), maka aku bersedia untuk menjadi seorang pelayan rendahan lagi.” tegas Gil Dong lagi sebelum berlalu dari sana.


Raja marah banget diceramahi seperti itu. Raja langsung mengejar Gil Dong yang menjauhinya. Tapi, dia malah dihadang oleh pengikutnya Gil Dong yang kini sedang mengarahkan anak panah ke arahnya. Gil Dong tersenyum kecil. Tiba-tiba Gil Hyeon datang dan (pura-pura) melindungi Raja dengan mengorbankan dirinya sendiri. Gil Hyeon tersenyum penuh arti pada Gil Dong. Gil Dong dan para pengikutnya pun pergi.



Di Istana, Guru Song bertanya alasan Raja yang tidak memberitahunya tentang Gil Dong yang berhasil kabur hidup-hidup. Alih-alih Raja malah marah sambil berkata, “Kenapa aku harus memberitahu masalah itu padamu? Apa kau tau, bukan pengawal atau kasim yang melindungiku, tapi Park Ha Sung. Hanya Park Ha Sung!”


Guru Song berkata kalau dia yakin ada mata-mata Gil Dong di dalam Istana, makanya Gil Dong berhasil masuk. Gil Hyeon langsung tergugup karena takut kedoknya terbongkar.

Selanjutnya Guru Song berkata kalau dia curiga kalau orang itu adalah Noksu. Raja terkejut tak percaya. Guru Song pun memberitahu semua hal yang dia tahu tentang Noksu yang dia dengar dari Sang Hwa. Gil Hyeon menghela napas, dia selamat.


Raja mengurung diri dan menolak Noksu untuk masuk ke kamarnya. Raja ingat saat Noksu selalu berusaha mencegahnya untuk membunuh Gil Dong. Raja tertawa pahit karena merasa tertipu.

Prajurit Gil Hyeon membawa semua warga dan pelayan (yang mereka bebaskan dari penjara) ke dalam pohon berakar besar itu. Warga dan keluarga Hong sumringah saat melihat semuanya selamat. Kemudian para ibu-ibu yang ada disana langsung menyerahkan bayi-bayi yang sedang mereka gendong kepada para pelayan yang anaknya sempat dirampas oleh Raja dan disuruh kubur hidup-hidup. 

Para pelayan itu menangis terharu melihat anak mereka masih hidup. Entah apa yang terjadi, kenapa anak mereka masih hidup. Ada kilas balik singkat, saat bayi-bayi itu ingin dikubur, Mori hanya diam melihat itu semua. Kembali ke masa kini, Gil Dong tersenyum mengingat itu. Wat the...?



Ga Ryung terkejut melihat Ok Ran yang masih ada di Istana. Ok Ran mengaku tak enak hati harus pergi sendirian, lalu dia menenangkan Ga Ryung kalau Noksu akan segera memaafkannya. Kemudian Ga Ryung melihat Sang Hwa yang baru saja datang, Sang Hwa kebingungan melihat kekaucauan yang ada di sana. Ga Ryung langsung mendekati Sang Hwa, tapi Sang Hwa risih melihat Ga Ryung yang SKSD (sok kenal sok dekat). Ga Ryung tak mengatakan apapun. Sang Hwa pun mendekati Ok Ran dengan wajah khawatir.


Noksu bersenandung sambil menutup matanya (seperti di episode 1). Dia sedang didandani dan ingin tampil cantik karena Raja ingin menemuinya. Raja masuk tanpa sepengetahuan Noksu, para pelayan seolah mengerti dan pergi dari sana. Raja mendekati Noksu. Noksu tersenyum saat mendengar suara Raja. Tapi senyumnya langsung hilang ketika Raja menyinggung nama Gil Dong.


Di kamar Raja, Noksu berlutut dan mengaku kalau dia hanya pernah bertemu sekali dengan Gil Dong saat di gibang dulu. Raja tak peduli dan berkata, “Kau tidak ingin dia mati... lalu apakah pria yang kau maksud dulu adalah.. Gil Dong? Kau mencintai Gil Dong?” Noksu tak menjawab, tapi itu membuktikan bahwa perkataan Raja benar. (Dulu saat pertama kali Raja meminta Noksu menjadi miliknya, Noksu sempat nolak dan mengaku kalau ada pria lain yang dia suka. Raja baru tau sekarang dan ngga nyangka kalau orang itu adalah Gil Dong yang adalah rendahan.)



Gil Hyeon telah berhasil menarik simpati Raja. Raja bahkan secara terang-terangan berkata kalau saat ini hanya Gil Hyeon yang dia percaya. Tapi Gil Hyeon (pura-pura) menampar dirinya sendiri sebagai bentuk penyesalan karena telah lalai memeriksa orang yang masuk ke Istana. Raja menyuruhnya berhenti dan kembali meminta Gil Hyeon untuk segera menangkap Gil Dong. Kemudian Gil Hyeon meminta izin untuk membentuk pasukan sendiri yang dia yakini akan setia pada Raja selamanya. Tanpa keraguan, Raja pun menyetujui ide itu.


Gil Hyeon juga menceritakan rencananya pada Guru Song. Dengan cerdik Gil Hyeon meminta izin untuk mengambil seseorang dari kelompok Geoin (kelompok Uh Ri Ni) yang akan dijadikan mata-mata untuk mengawasi Gil Dong. Guru Song tak mengerti. Gil Hyeon pun menjelaskan kalau dia butuh seseorang yang rapuh dan lemah agar tidak dicurigai Gil Dong. Akhirnya Guru Song mengerti. 

Kemudian Guru Song menemui Raja dan menceritakan rencana Gil Hyeon pada Raja. (tapi Guru Song ngga bilang kalau itu rencana Gil Hyeon)



Raja setuju dengan ide itu, dan Raja langsung pura-pura mengusir Sang Hwa dengan alasan Sang Hwa sering keluar Istana. Sang Hwa mencoba menyangkal, tapi dia segera diseret oleh prajurit. Di luar Istana, Sang Hwa melihat sekeliling dengan wajah santai. 

Kilas balik singkat, ternyata Sang Hwa emang sudah dikasih pengarahan sama Guru Song kalau dia akan menjadi mata-mata Gil Dong. Guru Song juga bilang kalau nanti akan ada pengikut Gil Dong yang akan menemui Sang Hwa. Kilas balik selesai, dan benar, tak lama kemudian, seorang pria datang sambil berbisik menyuruh Sang Hwa untuk mengikutinya.


Di tengah jalan, langkah Sang Hwa terhenti. Seorang pria yang membelakanginya berbalik. Ternyata dia Gil Dong. Gil Dong mendekati Sang Hwa dan menggenggam tangannya. Sang Hwa sempat menghindar, tapi Gil Dong meyakinkannya dan berjanji untuk melindungi Sang Hwa. Sang Hwa hanya menatap Gil Dong tak mengerti.


Para petugas yang biasa bertugas menginterogasi penjahat, berkumpul di sebuah gudang dan mereka mengeluh karena tak tega melihat darah yang terus mengucur dari korban kekerasan Raja. Tiba-tiba pintu gudang terbuka, para petugas itu langsung berdiri ketakutan saat melihat Gil Hyeon.

Mereka berlutut dan memohon agar Gil Hyeon tak melaporkan mereka pada Raja karena sudah menggosipi Raja. Gil Hyeon tersenyum kecil, kemudian berkata kalau ada seseorang yang ingin menemui mereka. Masuklah Gil Dong. Para petugas itu terkejut melihat Gil Dong masih hidup. Gil Dong tersenyum. Lalu salah satu petugas itu bertanya, apakah Gil Dong yang menyebabkan kekacauan kemarin? Gil Dong mengangguk, itu membuat para petugas takjub tak percaya.



Kini mereka semua duduk. Tanpa basa-basi, Gil Dong langsung memberi penawaran untuk para petugas itu. Mau ikut bersamanya atau masih sanggup melihat pertumpahan darah akan yang terus dilakukan oleh Raja. Para petugas itu terlihat ragu sekaligus bingung. Mereka takut karena lawan mereka adalah Raja, tapi mereka juga ngga tahan karena harus ngebunuh/nyiksa orang-orang yang ngga bersalah. Setelah beberapa saat, akhirnya semua petugas itu memutuskan untuk bergabung dengan Gil Dong.


Soo Hak akhirnya tau kalau ‘Park Ha Sung’ yang asli telah mati. Dan dimakamkan di salah satu dari 3 makam yang kemarin Soo Hak temukan. Soo Hak sadar kalau Raja dalam bahaya, dia pun langsung bergegas kembali ke Istana. Di saat bersamaan, Gil Hyeon dan pasukan ‘kepercayaan’nya berpamitan pada Raja untuk menjalankan ‘misi’ mereka. Raja menatap mereka semua dengan penuh harap.


Gil Hyeon menemui Istri Jo dan memberikan sesuatu padanya. Gil Hyeon bilang itu adalah ranting kecil yang adiknya pernah petik. Istri Jo tak mengerti. Gil Hyeon hanya tersenyum kecil, dan langsung pamit pulang. Di luar rumah, Gil Hyeon juga berpapasan dengan Pangeran Choongwon. Gil Hyeon menyapanya ramah, tapi Pangeran tak mengenalinya.

Gil Hyeon tertawa kecil dan mengingatkan Pangeran kalau mereka pernah bertemu di tempat yang sangat menakutkan. Setelah mengatakan itu, Gil Hyeon pun pergi. Pangeran mengatainya orang aneh, dan seketika Pangeran mengingatnya. Pangeran ingat kalau Gil Hyeon pernah mengunjunginya saat dia di penjara dulu, saat itu Gil Hyeon juga sempat mengancam Pangeran seakan-akan Gil Hyeon punya dendam yang sangat besar padanya.



Ibu Soo Hak memanggil Soo Hak yang tergesa-gesa ingin memasuki Istana. Ibu Soo Hak berkata kalau Park Ha Sung menemuinya. Soo Hak terkejut. Lalu Ibu Soo Hak menunjukkan ranting yang dia dapatkan dari Gil Hyeon sambil berkata, “Lihat cabang aprikot ini.. dia punya bintik putih di sana. Kau ingat, aku pernah menyuruh seseorang untuk mengambil ini... dia adalah Gil Dong!”



Soo Hak makin terkejut. Seketika dia sadar.. kalau Park Ha Sung adalah Gil Hyeon! Soo Hak langsung berlari ke dalam Istana dan berlutut pada Raja yang baru saja selesai melepas prajuritnya. Soo Hak langsung mengatakan identitas Park Ha Sung yang sebenarnya. Raja tak percaya. 

Tiba-tiba ada anak panah yang menancap di tiang kayu sebelahnya. Di sana ada sepotong surat yang berisi ancaman untuk Raja dari Gil Dong. Bum! Membaca surat itu, Raja langsung loyo bak dihantam batu besar. Dia tak percaya kalau Gil Dong (dan Gil Hyeon) berhasil menipunya sampai sejauh ini.



Gil Hyeon dan pasukannya datang ke tempat dimana Gil Dong dan semua orangnya ada di sana. Gil Hyeon memeluk rindu keluarga Hong. Tak lupa Gil Hyeon memperkenalkan pasukannya pada warga yang ada di sana. Keluarga Hong menyambut baik kedatangan mereka.


Kemudian Gil Hyeon mendekati Sang Hwa yang berdiri tak jauh dari sana. Gil Hyeon menyentuh wajah Sang Hwa sambil meminta maaf karena telah membuatnya menunggu. Sang Hwa menatap Gil Hyeon bingung. Gil Dong hanya melihat mereka sedih. (sedih karena Uh Ri Ni ngga inget mereka)


BERSAMBUNG ke Ep 26

Komentar :

Aku bakal menjelaskan sedikit kenapa Guru Song yakin kalau akan ada pengikut Gil Dong yang akan menghampiri Sang Hwa. Jadi, Guru Song itu tau kalo Gil Dong suka mencuri hati rakyat. Dan Guru Song juga tau kalau Gil Dong bakalan ngambil Sang Hwa untuk menjadi orangnya, karena Sang Hwa sudah dibuang oleh Raja. Orang yang sudah dibuang Raja biasa bakalan gedeg sama Raja, nah, dari situ lah Guru Song mengira kalau Gil Dong pasti ngambil Sang Hwa yang ‘sama-sama’ membenci Raja.

Kenapa yg dipilih Sang Hwa? Ya karna Guru Song juga udah kenal Sang Hwa, dia percaya sama Sang Hwa. Suatu kebetulan yg menyenangkan karena Gil Hyeon juga mengincar Sang Hwa.


Btw, insting Gil Dong ternyata bener kalau Sang Hwa adalah Uh Ri Ni. Karena dari awal, Gil Dong emang fokus ke Sang Hwa, bukan ke Ok Ran. Tapi anehnya... kisah Ok Ran mirip kayak kisah si Sang Hwa. Dia kehilangan kakaknya sewaktu kecil. Oke, ini tebakan gila, jangan-jangan Ok Ran itu adiknya Mori... Abaikan tebakan konyol ini teman-teman, Haha.


Oke yg paling menarik adalah pas Gil Dong tersenyum saat mengingat Mori.. Aku ngga tau apa yg sebenarnya terjadi saat ‘penguburan bayi’ itu, sebab kilas baliknya cuma sekilas doang dan itu ngga ngejelasin apa-apa. Di episode lalu, ketika bayi-bayi itu pengin dikubur emang ngga ditampilin secara jelas pas mau dimasukin ke dalam tanahnya, cuma ada  asep-asep gitu. Trus tiba-tiba layarnya jadi putih-putih ngga jelas dan berganti ke adegan yang lain. Makanya, aku berkesimpulan kalau bayi itu udah meninggal. Hm, tapi di episod ini malah masih hidup. Semoga Mori yg nyelamatin bayi-bayi itu ya... dan diam-diam ngebantuin Gil Dong. Aku masih berharap dia ngga sejahat yang aku kira. Ha.

Oya, sebenernya aku juga masih kepo, pertemuan awal antara Noksu sama Ga Ryung tuh gimana. Kenapa mereka dulu bisa deket pas digibang? Mungkin Noksu ngebeli Ga Ryung dari perbudakan kali ya.. trus dijadiin adiknya sendiri. Marga ‘Song’ yg nempel di nama Ga Ryung juga belum terungkap nih. Masih ada 5 episod. Semoga teka-tekinya terjawab semua.


3 komentar: