Senin, 22 Mei 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 24

Identitas Uh Ri Ni akhirnya terkuak. Ga Ryung dan Noksu menegang.


Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 24

Di awal episode ditampilkan bahwa Raja yang terus bermimpi buruk. Dia kelihatan sangat takut. Adegan beralih, Gil Dong bertanya pada warganya siapa saja yang akan berpartisipasi dalam rencananya. Awalnya ada beberapa yang menolak, karena mereka merasa tak cukup kuat untuk melawan Raja. Setelah mempertimbangkannya, akhirnya mereka semua setuju untuk mengambil peran. Gil Dong terharu mendengarnya. Kemudian ada beberapa orang lagi yang datang ke gua itu, mereka adalah pengikut Gil Dong yang lain. Mereka juga akan terlibat dalam pertarungan besar ini.


Raja sibuk menyocokkan tulisan para pejabat dengan selembaran yang berisi hinaan itu. Raja mencurigai mereka, sebab selembaran itu masih tersebar, padahal semua warga yang terlibat sudah ditahan.

Di ruangan lain, Para Pejabat mengeluarkan uneg-unegnya satu sama lain. Mereka tak mau berakhir dipenjara. Akhirnya mereka meminta Gil Hyeon untuk mempertemukannya dengan Guru Song. Mereka ingin meminta bantuan Guru Song agar mereka tak lagi dicurigai, sebab mereka dengar Guru Song dekat dengan Raja belakangan ini.


Gil Hyeon menulis surat untuk Gil Dong yang intinya seperti ini,

‘Para Pejabat memang sering korupsi, tapi mereka masih memiliki rasa prihatin pada rakyat yang semena-mena dihukum oleh Raja. Sayangnya, ketakutan mereka membuat mereka seperti pengecut. Mereka tak berani lagi untuk menyanggah atau memberi saran terhadap keputusan Raja. Kini Joseon sudah berubah. Sekarang aku tau tujuan Raja sebenarnya. Bukan untuk membalaskan dendam ibunya, melainkan untuk menghapus tradisi dimana Raja terlihat lemah karena selalu mendengarkan nasihat dari para menteri. Raja ingin membuat Joseon baru dengan kekuasaan penuh yang dia punya. Dengan cara kekerasan.’


Guru Song merasa seperti berada di atas awan. Karena para pejabat meminta bantuannya. Guru Song dengan bangga berkata pada Gil Hyeon kalau tidak ada rahasia lagi di antara dirinya dan Raja, seperti antara dirinya dengan Gil Hyeon. Uh, aku ngeri Guru Song udah tau kalau Gil Hyeon itu kakaknya Gil Dong.

Gil Hyeon tersenyum sopan. “Tapi, kenapa Raja tidak menceritakan padamu tentang Gil Dong yang berhasil kabur?” kata Gil Hyeon dalam hati. Ha, betul!


Gil Hyeon menemui Gil Dong di kedai. Gil Hyeon melaporkan berita terbaru bahwa Raja akan mengadakan perjamuan besar sebagai tanda perdamaian. Di sana, Para Pejabat akan menulis sumpah setia mereka pada Raja. Gil Dong tersenyum mendengarnya, itulah hari yang dia nantikan. Lalu Gil Hyeon memberi denah Istana pada Gil Dong, dia akan membantu Gil Dong masuk Istana.


Keluarga Hong melatih para warga. Entah itu bela diri, cara bertahan, atau memanah dengan tepat. Mereka berlatih keras setiap hari. Mereka juga mencuri persenjataan milik pemerintah untuk barang pendukung saat pertarungan nanti. Sedangkan para warga yang ada di penjara kelihatan seperti mayat hidup. Mereka kehilangan semangat hidup.

Beralih, Soo Hak mengunjungi rumah kakek Park Ha Sung (nama samaran Gil Hyeon). Tidak ada apa-apa di sana. Tapi dia bingung, kenapa ada 3 makam di sana. Sepulang dari sana, Soo Hak menemui Guru Song. Guru Song gemas melihat Soo Hak yang masih mencurigai Ha Sung. “Tapi, ini sangat aneh. Tidak ada yang pernah melihat mayat Gil Dong.” Jleb, Guru Song seakan sadar ketika mendengar pernyataan Soo Hak. Akhirnya Guru Song memerintahkan anak buahnya (yg mengenali Uh Ri Ni) untuk mencari tau apapun tentang Gil Dong.


Pangeran terus membujuk Istri Jo untuk bersekutu dengannya dengan mengiming-imingi kalau Soo Hak bisa lebih sukses dari sekarang. Pangeran juga mengingatkan Mori untuk selalu setia pada Raja. Mori ingin mengatakan sesuatu tentang Gil Dong, tapi dia tahan. Mori tidak memberitahu mengenai pertemuannya dengan Gil Dong. Aw.


Ada pembicaraan yang agak menegangkan antara Noksu dan Ga Ryung. Noksu berkata kalau Ga Ryung sudah berubah menjadi lebih dewasa. Lalu Noksu nostalgia ketika mereka masih di gibang dulu. Ada dia, Ga Ryung, dan Gil Dong. Ga Ryung bertanya, apa Noksu menyesal karena telah meninggalkan Gil Dong?

Noksu menyangkal, dia berkata itu adalah tindakan yang tepat. Tapi Noksu curhat kalau penasaran bagaimana kehidupannya seandainya dia dan Gil Dong menikah. Gil Dong adalah satu-satunya orang yang peduli padanya. Ga Ryung mengingatkan kalau Noksu punya Raja sekarang. Noksu tersenyum pahit sambil berkata kalau Raja tidak mengerti bagaimana cara mencintai seseorang. (Hm, Ga Ryung keliatan ngga enak hati pas Noksu curhat tentang ‘perandaian’ itu.)



Ga Ryung berkesempatan untuk menghibur Raja, tapi dia minta maaf dan mengaku kalau dia tidak pandai menari. Jadi Ga Ryung menawarkan untuk menceritakan beberapa cerita menarik untuk Raja. Raja setuju dengan mata berbinar.

Di luar, Sang Hwa (Si Gadis Cerewet) berkata sinis pada Ga Ryung. Sang Hwa merasa Ga Ryung menjadi penghalang atas ambisinya (Sang Hwa ngefans sama Noksu, dia mau kayak Noksu yang mendapat kasih Raja untuk mengangkat derajat keluarganya). Ga Ryung menatap Sang Hwa tajam sambil meminta agar Sang Hwa tidak ikut campur. Ga Ryung menegaskan kalau dia tidak takut mati, jadi Sang Hwa jangan berurusan dengannya. Sang Hwa agak terkejut melihat kemarahan Ga Ryung. Ga Ryung berlalu dari sana.



Pertengkaran kecil mereka tersebar dengan cepat. Kini Ok Ran, Ga Ryung, dan satu musisi lain mengobrol kecil. Ok Ran memuji Sang Hwa yang sangat hebat. Dia ingin menjadi anak yang baik untuk ibunya, meskipun bukan ibu kandungnya. 

Ok Ran curhat kalau dia iri karena Sang Hwa tetap bisa merasakan hangatnya kekeluargaan, tidak seperti dia yang terpisah dengan kakaknya saat masih kecil dulu. Pembicaraan mereka terhenti, Ja Won memanggil Ga Ryung.


Ga Ryung menghadap Raja untuk bercerita karena Raja tidak bisa tidur nyenyak. Ga Ryung memberitahu kalau semua orang yang mendengar ceritanya pasti akan tertidur. Raja tertawa kecil sambil bertanya, apa cerita Ga Ryung sangat membosankan? Ga Ryung hanya tersenyum kecil. Kemudian Ga Ryung mulai bercerita. Raja mendengarnya antusias hingga tertidur.


Sang Hwa ngadu dan menceritakan hal itu pada Noksu. Noksu tersenyum, padahal wajahnya keliatan banget kalau dia gelisah.

Noksu berkata kalau Ga Ryung sangat pendiam dan tidak pernah menunjukkan dirinya saat di gibang dulu. Ga Ryung berkata kalau dia tahu dimana posisinya. “Kalau sekarang bagaimana?” tanya Noksu. Whoa, Noksu merasa terancam. (Noksu kira Ga Ryung mau ngambil posisinya)


Ga Ryung kepikiran dengan pertanyaan Noksu. Itu menohoknya. Tapi, matanya melihat sepotong kain yang jatuh. Dia mengambilnya dan merasa familiar. Ok Ran meminta potongan kain itu,dan kembali menyusul Sang Hwa. Perasaan jatoh mulu tuh kain XD


Ga Ryung sadar kalau kain itu adalah potongan kain yang sama seperti milik Gil Dong dulu. Dia langsung ikut menyusul Ok Ran. Tapi dia tak mengatakan apapun. Ga Ryung kembali mengingat cerita Ok Ran yang bilang kalau dia terpisah dengan kakaknya semasa kecil. Ga Ryung makin percaya kalau Ok Ran adalah Uh Ri Ni.

Di Jangakwon, Noksu memberi beberapa pengarahan kecil pada musisi lain. Tetapi, ada insiden yang sangat menegangkan. Ok Ran tak sengaja menginjak pakaian Noksu hingga membuat Noksu terjatuh. Noksu langsung mencambuk kaki Ok Ran dengan kayu kecil berkali-kali. Ga Ryung maju dan meminta Noksu untuk tenang. Noksu tak acuh. Dia malah berkata kalau dia akan mengatakannya pada Raja. Hm, Noksu beneran udah marah.


Dan hukumannya adalah kepala Ok Ran dipenggal. Ups. Ga Ryung menahan tangisnya. Di luar, Ga Ryung memohon pada Noksu untuk membatalkan hukuman kejam itu. “Kau jangan menghukumnya karena kau marah padaku. Bagaimana bisa kau melakukan itu pada Ok Ran ku...”

“Ok Ran ku? Kau bahkan tak mengenalnya. Baiklah, silahkan kau lindungi dia. Kita lihat apa yang terjadi,” balas Noksu dengan nada agak marah. Ga Ryung terkejut mendengar perkataan Noksu.

Beralih, Gil Hyeon kembali menulis surat untuk Gil Dong. Di sana tertulis waktu perayaan dan Gil Hyeon memberitahu kalau dia lah yang bertugas untuk menjaga gerbang. Jadi Gil Hyeon menyarankan agar Gil Dong menyamar sebagai pengrajin karena akan ada banyak pengrajin yang datang.

Gil Dong dan keluarga Hong memberi pengarahan pada para warga. Mereka bersiap dan juga memakai alat pelindung yang mereka curi dari pemerintah, Ha. Mereka sangat bersemangat.


Ga Ryung membawakan Ok Ran bubur. Ok Ran bertanya, mengapa Ga Ryung sangat baik padanya? Ga Ryung berkata kalau Ok Ran sudah dia anggap seperti adiknya. Lalu Ga Ryung menyinggung potongan kain yang Ok Ran ambil. Ok Ran langsung menyangkal kalau kain itu bukanlah miliknya, tapi milik Sang Hwa. Ga Ryung terkejut. Omo. Tebakanku salah XD



Di tempat lain, anak buah Guru Song membawa seseorang yang mengatakan bahwa Noksu memiliki ketertarikan pada Gil Dong. Dia adalah Sang Hwa! Whoa.

Sang Hwa membeberkan semua hal yang dia tau pada Guru Song. Sang Hwa juga bilang kalau dia curiga Gil Dong masih hidup, sebab Noksu pernah berkata, “Apa maksudnya dia mati? Dan kenapa kita harus bersedih?” Guru Song terkejut mendengar fakta itu.

Meskipun perkataan Noksu itu tidak bisa dijadiin bukti kalau Gil Dong masih hidup, tapi Guru Song juga ikutan penasaran. Sang Hwa menambahkan kalau dia merasa Noksu telah bertemu dengan Gil Dong sebelum Noksu masuk ke Istana. Guru Song tertarik.


Keluarga Hong memasuki Istana satu persatu. Gil Hyeon tak mengatakan apapun, hanya mata mereka berbicara. Di dalam, Menteri membacakan puisi yang berisi pujian untuk Raja. Raja sangat puas mendengarnya. Tapi tiba-tiba dari kejauhan, Hong Chum Ji berdiri dengan gagahnya di atas atap. Tanpa ragu Gil Dong menyebut nama Raja ‘Yi Yung’. Suasana menjadi gaduh. Gil Dong terbang mendekati Raja.



BERSAMBUNG ke Ep 25

Komentar :

Satu hal yg aku ngga ngerti, Sang Hwa kan ngga inget apa-apa, kenapa dia masih ngebawa-bawa tuh potongan kain...


4 komentar:

  1. gak sabaran nunggu lanjutannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Episod 25 udah ada yaa ;)

      Hapus
  2. Balasan
    1. Hahahha, ceritanya makin menarik lho. silahkan dibuka, episod selanjutnya sudah bisa diakses ;)

      Hapus