Senin, 22 Mei 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 23

Yeonsangun makin mengerikan. Tapi kita patut bergembira karena Gil Dong telah kembali!


Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 23

Melanjutkan episode lalu, Gil Dong berdiri dan ekspresinya berubah seperti harimau yang baru saja terbangun. Di tempat lain, Raja yang ditemani Noksu tengah menikmati nyanyian dari para musisi barunya. Noksu berkata kalau ada beberapa musisi yang sedang hamil dan sudah punya anak, tapi suara mereka tetap merdu. Melihat ekspresi Raja, sepertinya Raja baru mengetahui hal itu. Alih-alih Raja langsung memberi perintah kalau dia hanya butuh musisi, bukan anak. Lalu Raja meminta untuk mengubur hidup-hidup anak mereka setelah lahir nanti. Semua yang mendengar itu sangat terkejut sekaligus takut mendengar perkataan Raja.


Dan perintah itu langsung dilaksanakan yang dipimpin oleh Mori. Para musisi histeris melihat anak-anak dibawa paksa dan dibakar hidup-hidup. Tapi apa daya, Mori dan pasukannya benar-benar melakukan hal yang tak berperikemanusiaan itu.

Seorang kasim melaporkan kalau ada penjara yang jebol. Raja terlihat marah, dan bertekad akan menangkap pelakunya dengan kedua tangannya sendiri. Di hutan, Raja sangat bernafsu mencari pelakunya. Raja berlari ke depan mendahului para pengawalnya, dan tanpa Raja sadari, semua pengawalnya itu diculik sama sekelompok orang.


Raja bingung ketika tidak ada yang mengikutinya. Seperti ada sesuatu yang aneh, Raja pun menoleh. Air mukanya seketika berubah. Agak jauh di depannya, ada Gil Dong yang sedang tersenyum santai ke arahnya. Gil Dong bahkan memanggil Raja dengan ‘Yi Yung’, bukan Cheona (Raja). Gil Dong bersiap untuk menjatuhkan batu besar yang ada di sampingnya. Raja marah, tapi juga panik. Raja sampai menunduk karena takut ketiban batu besar itu. Ternyata, Gil Dong hanya menggertak saja. Gil Dong berpesan kalau mereka akan bertemu lagi, lalu dia enyah dari sana.



Ja Won memohon ampun karena dia tak ada saat kejadian tadi. Raja curiga kalau Ja Won masih berhubungan dengan Gil Dong dan sekutunya. Ja Won menyangkal, lalu dia mengeluarkan pisau dan berniat untuk melukai dirinya sendiri sebagai bukti atas kesetiaannya. Tiba-tiba, Noksu masuk dengan nada khawatir sambil bertanya keadaan Raja. Noksu tambah terkejut ketika melihat pisau yang ada di depan Ja Won. Kayaknya Noksu bakal salah paham tuh, Ha.



Gil Dong tersenyum lepas, sepertinya dia ingin menemui Ga Ryung. Tapi saat di tengah jalan, dia malah pingsan. Lalu dia terbangun dan melihat Ga Ryung dengan wajah berseri. Ga Ryung menyentuh wajah Gil Dong dan Gil Dong balas menggenggam tangan Ga Ryung rindu. Gil Dong tersadar kalau di depannya itu adalah Shaman! (Shaman yg memprediksi kalau Gil Dong akan mati)

Shaman berkata kalau dia belum menjawab pertanyaan Amogae yang bertanya, bagaimana cara membuat Gil Dong tetap hidup? Shaman berkata kalau itu adalah pertanyaan yang salah. Gil Dong lalu berkata, “Baiklah, aku akan mengganti pertanyaannya. Menjadi.. bagaimana seharusnya aku mati?”



Shaman tersenyum dan berkata kalau itulah pertanyaan yang benar. Lalu dia meminta Gil Dong untuk menemuinya di pohon yang berakar besar. Klik. Gil Dong terbangun (lagi), dan tidak melihat siapapun di hutan itu.

Gil Dong bersama Keluarga Hong ke tempat yang dimaksud Shaman. Tempatnya seperti gua, dan di dalam sana, Shaman dan sekelompok warga telah menunggu. Kemudian, Shaman memperkenalkan Gil Dong sebagai Si Anak Perkasa. Mendengar itu, para warga menunduk hormat pada Gil Dong. Yey, Keluarga Hong udah lengkap lagi!


Suasana berganti menjadi canda tawa. Para warga masih tak percaya kalau Keluarga Hong adalah Hong Chum Ji itu. Warga senang sekali bisa bertemu mereka. Gil Dong dan Shaman berdiri agak jauh dari mereka. Gil Dong memuji pohon berakar raksasa itu, sebab sangat luas dan bisa menampung banyak orang yang ingin bersembunyi. Gil Dong bertanya, apakah dia boleh membawa ‘beberapa orangnya’? Shaman mengangguk mengiyakan.

Noksu mengobati goresan kecil yang ada di wajah Raja. Raja curhat kalau dia bingung melihat Gil Dong sembuh dengan cepat, padahal sebelumnya dia terlihat sekarat. Noksu menenangkan Raja dengan berkata, sekalipun Gil Dong adalah Si Anak Perkasa, Gil Dong tak akan bisa menang melawan prajurit Raja yang jumlahnya puluhan ribu. Raja membenarkan perkataan Noksu.


Raja memperintahkan Gil Hyeon untuk menangkap Gil Dong kembali secara diam-diam, karena Raja tidak mau kalau orang-orang beranggapan Gil Dong itu adalah Si Anak Perkasa. Mendengar kabar baik itu, Gil Hyeon terkejut sekaligus senang. Gil Hyeon tentu menyembunyikan kegembiraan itu di hadapan Raja. Lalu Gil Hyeon berkata kalau dia akan membuat laporan yang mengatakan kalau Gil Dong telah mati. Raja menyetujui ide itu.


Para warga membaca pengumuman itu. Istri Jo dan Pangeran sangat senang membaca berita itu. Sedangkan warga yang pernah Gil Dong tolong, mereka menangis seakan tak rela menerima berita itu. Ga Ryung juga membaca itu, dia menangis. Uljimaaa, Ga Ryung ah.

Keluarga Hong datang dengan membawa sekelompok warga. Lalu Gil Dong berkata pada mereka, kalau prajurit tak akan bisa menemukan tempat itu, jadi mereka aman sekarang. Semua warga senang sambil melonjak kegirangan.

Gil Dong pulang dan berniat membawa Ga Ryung ke sana. Tapi, Ga Ryung tak ada di rumah mereka. Seorang ibu-ibu mengaku kalau dia melihat Ga Ryung mengemas barangnya dan pergi beberapa hari lalu.

Gil Dong mengikuti Mori dan langsung menarik bajunya. Dia menuduh Mori. Mori tersenyum sinis sambil bertanya balik, “Apa kau kehilangan istrimu?” Gil Dong langsung sadar kalau Mori sepertinya tak tahu apapun. Lalu Gil Dong berbalik dan berjalan dengan lesu.



Raja memperketat peraturan dan menambah hukuman bagi mereka yang telah melanggar aturan. Bahkan balita pun tak luput dari hukuman itu. Anak  malang itu dihukum hanya karena tak sengaja bermain di area perburuan Raja. Para warga menangis dan putus asa, karena tak ada lagi yang akan menolong mereka.

Gil Dong terbangun dari tidur karena dia merasa seperti mendengar tangisan para warga. Di saat yang sama, Raja juga terbangun karena teringat Gil Dong yang kemarin telah mengejeknya.

Guru Song dan Pangeran memberi selamat atas kebijakan yang Raja buat. Raja menyanjung Guru Song. Ketika di rumah, Pangeran meluapkan kekesalannya pada Istri Jo, sebab hanya Guru Song yang dipuji Raja, padahal mereka juga berperan penting atas semua yang telah terjadi. Lalu Pangeran memanas-manasi Istri Jo dengan berkata kalau Soo Hak akan selamanya menjadi bawahan Guru Song dan tak dilirik Raja jika mereka diam saja.


Raja berlatih memanah di hadapan para musisinya. Raja terlihat sangat marah karena bayangan Gil Dong masih menghantuinya. Tiba-tiba terdengar suara nyanyian seorang wanita. Lagunya terdengar sedih dan dalam. Prajurit langsung membawa wanita itu ke hadapan Raja. Ya, dia Ga Ryung. Noksu dan Ga Ryung sangat terkejut ketika melihat satu sama lain.



Di kamar Noksu, Ga Ryung mengaku kalau dia tak menyangka akan bertemu Noksu di sana. Melihat gaya rambut dan pakaian berkabung yang Ga Ryung pakai, Noksu bertanya, apa Ga Ryung sudah menikah? Ga Ryung membenarkan sambil menahan tangis. Noksu bertanya lagi, apa suami Ga Ryung sudah mati? Ga Ryung juga membenarkan dan berkata kalau suaminya mati karena dimakan binatang buas. Noksu terkejut dan merasa prihatin, lalu Noksu menenangkan Ga Ryung sambil berkata kalau dia akan mengatakan hal itu pada Raja.


Noksu menemui Raja. Alangkah terkejutnya dia ketika melihat hasil lukisan Raja. Raja melukis Ga Ryung. Raja memuja Ga Ryung yang cantik tanpa make-up dan mengaku kalau hatinya bergetar. Raja berencana mengangkat Ga Ryung sebagai musisinya, Raja beralasan kalau Ga Ryung masih terlalu muda untuk mati. Modus nih. (Omong-omong, Raja reuni sama Ga Ryung setelah di drama Cheer Up!)

Ga Ryung resmi menjadi musisi. Dia kini ada di kamar Noksu. Tanpa basa-basi Noksu mengatakan bahwa dia curiga Ga Ryung nekat ke area terlarang karena ingin mendapat perhatian dari Raja. Ga Ryung langsung menunduk sambil bertanya, apa Noksu akan mengusirnya? Noksu malah tersenyum kecil dan menawarkan akan membantu Ga Ryung, asal Ga Ryung setia padanya.



“Mustahil bagi kita untuk memiliki hati seorang pria yang mencintai kita selamanya. Terlebih lagi Raja yang dikelilingi banyak wanita. Seandainya Raja akan memilih wanita baru, aku lebih suka kalau orang itu adalah kau, daripada orang lain.” tambah Noksu santai. Whoa. Ga Ryung menatap Noksu tanpa berkata apapun.

Tanpa di sengaja, Gil Dong bertemu dengan Gil Hyeon di kedai makan. Gil Hyeon meminta maaf karena tak bisa berbuat apa-apa sebelumnya. Gil Dong tak mempersalahkan hal itu, lalu mengatakan kalau dia melihat Uh Ri Ni ada di antara musisi-musisi muda. Dia meminta agar Gil Hyeon segera membawa Uh Ri Ni keluar dari sana.

Gil Hyeon langsung ke Jangakwon, tapi sayangnya Gil Hyeon tak diizinkan masuk oleh pengawal. Selang beberapa detik, datang segerombolan musisi muda dan di antara mereka ada Gadis Cerewet dan Ok Ran. Gil Hyeon memanggil Uh Ri Ni, keduanya memang menoleh, tapi mereka tak mengenali Gil Hyeon dan kembali pergi.


Gil Hyeon mengatakan hal itu pada Gil Dong. Dia bingung mengapa Uh Ri Ni tak mengenalinya. Gil Dong meminta agar mereka tetap berhati-hati dalam bertindak. Lalu Gil Dong menunjukkan nama Uh Ri Ni yang terdaftar di kelompok Geoin yang tercatat di buku Hengrok. (Akh, aku takut Soo Hak melihat Gil bersaudara di sana karena Soo Hak curiga kalau Gil Dong masih hidup. Apalagi Soo Hak sedang menyelidiki kehidupan ‘Park Ha Sung’ (nama samaran Gil Hyeon), Soo Hak juga curiga kalau Gil Hyeon dan Gil Dong punya hubungan khusus)


Para musisi diseleksi untuk menjadi Heungcheon (musisi yang sangat berbakat). Ok Ran dan Sang Hwa (akhirnya nama Si Gadis Cerewet disebut juga XD) diberi tugas untuk menemani Ga Ryung dan memberi beberapa pengarahan untuknya. Ga Ryung menatap tajam Raja dalam diam. Ga Ryung bahkan tak gentar ketika dia melihat beberapa musisi yang baru saja dihukum karena telah melakukan kesalahan sepele saat menari.

Warga yang pernah ditolong Gil Dong melakukan sesuatu. Saking kesalnya mereka pada Raja, mereka nekat menempelkan selembaran yang berisi keluhan mereka, malah isinya terkesan memaki Raja. Apalagi mereka mengaku sebagai pengikutnya Hong Chum Ji.

‘Raja sebelumnya tak pernah membunuh orang. Apa yang terjadi dengan Raja yang sekarang? Hingga tega menghukum pelayan istana seperti lalat. Kapan Raja mau belajar?’ begitu isi suratnya.


Raja sangat marah ketika membaca selembaran itu. Dia langsung menghukum para warga yang berhasil ditangkap oleh prajurit. Jauh dari Istana, Il Chung melaporkan hal yang sama pada Keluarga Hong yang lain.

Gil Dong dan Gil Hyeon sering makan di kedai secara bergantian, dan ternyata mereka itu saling bertukar surat yang diselipkan di dinding kayu yang ada di sana. Gil Dong mengatakan kegelisahannya terhadap warga yang disiksa Raja. Gil Hyeon berkata dalam suratnya agar Gil Dong tidak ngebagah, karena Raja memiliki jangkauan yang sangat luas.


‘Raja memiliki benteng (orang) di belakangnya. Orang-orang itu lebih memilih diam agar tetap selamat. Dan selama orang-orang itu diam, Raja akan tetap aman.’

Setelah beberapa kali bertukar surat, akhirnya Gil Dong paham apa yang Gil Hyeon maksud dan mendapat ide untuk menangani hal itu. Gil Dong berdiri di hadapan warga yang tinggal di dalam pohon berakar besar itu dan mengajak mereka untuk membebaskan warga yang dikurung Raja. Gil Dong menegaskan kalau Raja juga manusia, bukan badai atau apapun yang tidak bisa dilawan. Gil Dong berkata, “Ayo kita mencuri orang-orang Raja!” (Orang-orang yang berpihak pada Raja maksudnya)



Shaman melihat Gil Dong dengan tatapan bangga (?), lalu dia bernarasi, ‘Anak Perkasa bukanlah soal kekuatan semata, tapi dia yang memiliki jiwa pemberontak dan ditakdirkan menjadi Raja (untuk dirinya sendiri). Itulah mengapa Raja ingin sekali membunuhmu, sebab Raja takut padamu.’


BERSAMBUNG ke Ep 24

Komentar :

Kalau dipikir-pikir sebenernya Ga Ryung sama Noksu sama. Mereka sama-sama ‘memaksa’ masuk ke kehidupan Raja. Aku ingat, dulu Noksu tiba-tiba masuk ke kamar Raja dan berhasil menarik perhatian Raja dengan tarian dan suaranya yang indah. Padahal Noksu bukan siapa-siapa. Dan mereka juga sama-sama punya ambisi yang kuat, ya meskipun beda tujuan, tapi intinya mereka menggunakan cara yang sama, yaitu menggunakan perhatian Raja untuk melancarkan rencana mereka.

Oya, aku ngga begitu suka ngeliat Ga Ryung pake pakaian musisi itu. Rada aneh dan rada nggak cocok. Aku lebih suka pas dia pake baju yang biasa dia pakai XD


Aku rasa aku ngga perlu berkomentar banyak, sebab drama ini udah tamat, jadi ngga usah ‘menebak-nebak’ apa yang akan terjadi selanjutnya. Dan aku harap, readers tidak memberi spoiler apapun karena aku sendiri belum menonton episod selanjutnya. Terima kasih ;)

1 komentar: