Sabtu, 08 April 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 19

Kita masuk ke inti cerita drama ini. Di episode ini, kita dikasih lihat bagaimana Keluarga Hong berhasil mencuri hati rakyat Joseon.


Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 19

Episode dibuka dengan Gil Hyeon yang menyadari bahwa Hong Chum Ji mendatangi tempat-tempat dimana orang-orang menghilang tanpa jejak. Di tempat lain, Guru Song marah besar karena Pangeran telah menghilangkan buku Hengrok (buku itu ada di Gil Dong).



Gil Hyeon menceritakan hipotesisnya pada Menteri. Gil Hyeon menjelaskan kalau Hong Chum Ji muncul ke tempat orang-orang yang telah melanggar moral. Menteri bingung, harusnya pencuri mengambil barang, bukannya malah mendatangi orang yang melanggar kode moral.


Gil Hyeon memohon agar diizinkan keluar untuk menyelidiki hal tersebut. Gil Hyeon bertekad untuk menangkap pencuri itu apapun yang terjadi.

Akhirnya Keluarga Hong bertemu kembali di tempat mereka berpisah dulu. Mereka berpelukan melepas rindu.


Gil Dong bertanya tentang kelompok Geoin (Uh Ri Ni ada di daftar Geoin). Soobori berkata kalau semua orang tak berani membuka mulut setiap ditanyai tentang Geoin. 

Kemudian, Il Chung memberitahu kalau ada 2 karakter yang tidak tertulis dengan lengkap di daftar Hengrok. Kita beralih ke Guru Song yang sedang marah besar. Dan Ternyata salah salah satu karakter itu adalah milik Guru Song. Song Do Hwan.



Noksu mendekati Raja yang sedang melukis dirinya sendiri. Raja bertanya-tanya seperti apa penilaian orang-orang terhadap dirinya. Apakah sesuai dengan yang dirinya pikirkan? Noksu menatap Raja lama. Tiba-tiba Ja Won masuk memenuhi panggilan Raja. 


Raja berkata kalau dia ingin membahas pengangkatan Noksu menjadi Selir. Ja Won menjelaskan kalau itu bisa dimulai dari Selir tingkat 4 (Suk Won). Noksu memotong kalau dia tak peduli dengan status selir atau apalah itu. Noksu malah berkata kalau dia ingin mencicipi semangka manis dari Ming.


Raja mengatakan bahwa dia menginginkan semangka dari Ming untuk pesta selanjutnya. Salah satu pejabat berkata kalau rasa semangka dari Ming tidak jauh berbeda dengan semangka di Joseon. Kenapa harus jauh-jauh hanya untuk semangka? Apalagi saat ini Joseon sedang paceklik parah (kekurangan pangan).

Salah satu pejabat lain menambahkan kalau saat ini persediaan makanan di gudang sudah habis, padahal di masa Raja sebelumnya, gudang selalu penuh. Mendengar itu, Raja meminta maaf karena dia telah berlebihan.



Di luar, Ja Won menenangkan Raja agar tak marah setelah mendengar keluhan dari para pejabat. Raja mengaku kalau dia tak marah, lalu berkata kalau dia sudah menemukan jawaban mengenai penilaian orang-orang terhadap dirinya. Itu terlihat saat bagaimana cara para pejabat berbicara padanya tadi. (pejabat dengan tegas menolak keinginan Raja, bahkan berani menyindir Raja)


Guru Song menyerahkan tugas Hong Chum Ji pada Soo Hak. Dia menjelaskan kalau Hong Chum Ji menyerang orang-orang yang ada di daftar Hengrok. Soo Hak tak begitu paham, tapi Guru Song memintanya untuk fokus saja dalam mencari Hong Chum Ji. Dia yakin kalau Gil Dong lah dibalik ini semua.


Eomjachi memarahi Soo Hak karena berani membawa prajurit untuk menangkap Hong Chum Ji tanpa izinnya. Soo Hak bertanya apa Eomjachi bersekongkol dengan Hong Chum Ji? Eomjachi tertawa mendengar tuduhan Soo Hak yang tak berdasar.

Soo Hak berkata saat ini dia memang tak punya bukti, tapi jika Eomjachi melarangnya untuk menangkap Hong Chum Ji, berarti Eomjachi sendiri yang akan membuat bukti itu. Whaa, bener banget!



Soo Hak memberi intruksi pada para prajurit untuk mendatangi 3 tempat yang dicurigai sebagai tujuan Hong Chum Ji selanjutnya. Wha, Mori ada di dalam prajurit itu. Tiga tempat itu adalah Yeongeonjae, Godamhyeon, dan Suganggol.


Di tempat lain, Gil Hyeon juga ingin menuju ke tiga tempat itu. Dia menebak-nebak tempat mana yang akan dikunjungi Hong Chum Ji pertama kali. Kita ke beralih, ternyata tempat pertama yang Hong Chum Ji tuju adalah Godamhyeon.

Keluarga Hong ke sana tanpa memakai topeng. Ketika Keluarga Hong sampai, orang yang menjadi target mereka malah dikabarkan telah meninggal. Jadi mereka memutuskan ke tempat selanjutnya. Tapi tiba-tiba ada sekelompok orang yang berbondong-bondong berjalan melewati mereka sambil membawa banyak barang.

Gil Dong menanyai salah satu rombongan itu. Orang itu ternyata petani yang diancam untuk membawa batu permata ke tepi sungai, jika tidak maka dia tak bisa bertani lagi nanti.


Gil Dong mengikuti arah asal rombongan tadi. Di depan suatu kantor, beberapa orang keluar dengan keadaan luka-luka. Ada 2 orang ibu-ibu yang histeris sampai hampir terjatuh. Il Chung langsung membantunya dan bertanya apa yang telah terjadi. Ibu itu bercerita bahwa anaknya telah dihukum mati gara-gara gooseberry yang dibawanya busuk sebelum sampai di Hanyang untuk diberikan pada Raja. Padahal anaknya waktu itu sudah ngejelasin kalau gooseberry itu pasti busuk, tapi pihak kerajaan ngga mau tau, mereka malah menghukum anaknya.


Petugas sekali lagi mengusir ibu-ibu tadi, bahkan hampir menamparnya. Gil Dong sigap menangkap tangan petugas itu, kemudian mendorong si petugas hingga terpental agak jauh. Soobori gemas melihat Gil Dong yang tak bisa mengontrol emosinya. Keluarga Hong hanya menghela napas pasrah. Haha.


Dan....mereka kini ada di dalam penjara dalam posisi terikat. Mereka tidak bisa diam dan berisik sekali. Haha.


Lalu Gil Dong curhat kalau dia merasa teori kelompok Sugwidan sangatlah aneh. Teorinya adalah, "Bangsawan harus bersikap layaknya bangsawan. Wanita harus bersikap layaknya wanita. Dan pelayan harus bersikap layaknya pelayan." (Itu teori yang biasa Pangeran sampaikan pada para sarjana)

Kalau memang seperti itu, kenapa Si Menantu (yang membunuh istrinya kemarin) malah langsung membunuh istrinya tanpa menghukumnya dulu? Yonggae menyuruh Gil Dong berhenti ngomong yang tidak-tidak, karena seperti itulah hukum Joseon.


Di Istana, Noksu minta maaf karena permintaan konyolnya malah membuat Raja berada di posisi sulit. Raja malah berterima kasih karena berkat Noksu, dia tahu penilaian para pejabat terhadap dirinya seperti apa.

Kemudian Raja menyinggung teori seperti yang Gil Dong bilang tadi. Raja bertanya apakah itu yang dinamakan norma yang sesungguhnya?


Kita kembali ke penjara, Gil Dong bertanya-tanya kenapa semua orang dibeda-bedakan? Padahal mereka sama-sama makan, minum, dan pup juga. Soobori berkata jelaslah mereka berbeda, bagaimana bisa Raja sama seperti mereka?

Ke Istana lagi, Raja berkata kalau bangsawan, petani, atau semua rakyat yang ada, sebenarnya adalah satu kategori. Tak ada perbedaan antara keduanya. Noksu bertanya kategori apa yang Raja maksud? Dengan mata berapi-api Raja berkata kalau mereka semua adalah pelayannya. Eh?

Raja dengan sombongnya berkata kalau dia adalah anak dewa. Raja tak terima kalau perintahnya, seperti semangka tadi, ditolak oleh salah satu pelayannya. Raja tertawa sinis. Noksu hanya menatap Raja dalam diam.



Kita ke penjara. Gil Dong geleng-geleng menyadarkan dirinya dan meminta agar Keluarga Hong melupakan hal yang tadi dia bilang. Dia berkata kalau mereka harus keluar dari sini secepatnya. Sret! Gil Dong dengan mudah melepas besi yang ada di tangannya. Eh? Yonggae mengeluh kenapa Gil Dong tidak melakukannya dari tadi. HAHAHA.

Gil Dong mematahkan salah satu jeruji kayu dan dengan santainya keluar. Para napi yang ada di sana melihatnya kagum. Haha. Gil Dong bertanya mengapa Keluarga Hong malah diam di sana? Ya, ternyata mereka masih terikat. Ha.



Keluarga Hong menghabisi para petugas hingga pingsan. Soobori menyarankan agar mereka segera pergi dari sana sebelum membuat pemerintah marah, apalagi mereka ngga bisa memukul hakim. Gil Dong malah tersenyum kecil.


Dan.. jeng jeng. Datanglah Keluarga Hong ke tempat dimana Hakim daerah sedang menyiksa para petani. Keluarga Hong mengaku sebagai penyidik yang menyamar (undercover investigator/seperti Gil Hyeon yang menyamar kemarin). Dan pemimpinnya adalah Yonggae. Haha.


Yonggae menanyakan alasan mereka yang menyiksa para petani. Hakim daerah menjelaskan kalau para petani itu tak bisa memenuhi permintaan (upeti) Raja yang membutuhkan makanan untuk pestanya. Kita dikasih liat, Raja dan para pejabat sedang berpesta ria, padahal rakyat dengan susah payah memenuhi permintaan itu.


Gil Dong berkata kalau mereka harus menyerahkan kembali semua upeti itu pada petani. Hakim daerah kaget dan berkata itu tidaklah mungkin. Gil Dong menjelaskan kalau mereka tinggal berbohong pada pemerintah kalau upeti itu dicuri oleh Hong Chum Ji. Hakim ragu, tapi Yonggae mengedipkan mata padanya. Ha.


Setelah para petugas daerah diikat, Keluarga Hong membuka pintu gerbang dan menyuruh para warga mengambil upetinya masing-masing. Para warga ragu. Gil Dong berkata ketika mereka ditanyai nanti, mereka hanya perlu menjawab kalau semua upeti itu telah dicuri Hong Chum Ji. Dengan begitu mereka tak akan disalahkan.

Akhirnya para warga mengambil upetinya. Mereka sangat senang, lalu berterima kasih pada Keluarga Hong.


Soo Hak dan pasukannya langsung ke Godamhyeon ketika mendengar Hong Chum Ji ada di sana. Tapi, sia-sia saja, tak ada apa-apa di sana. Mereka malah menemukan para petugas yang terikat. Hakim daerah berkata kalau ini semua karena Hong Chum Ji. Soo Hak menahan amarahnya. Di luar, Soo Hak juga menanyakan hal yang sama kepada para warga. Para warga mengaku kalau dia melihat Hong Chum Ji ke arah bukit sana. Soo Hak dan pasukannya bergegas.



Di tengah gunung, Soo Hak merasa aneh karena tak ada jejak gerobak sedikit pun. Mori sadar dan tersenyum tipis sambil berkata kalau mereka telah ditipu oleh para warga tadi. Whoa.



Orang-orang membicarakan Hong Chum Ji, bahkan memujinya. Gil Hyeon mendekati orang itu dan bertanya apa Hong Chum Ji telah menyakitinya? Orang itu malah berkata kalau Hong Chum Ji itu hebat, Gil Hyeon ngga akan pernah ngerti, meski dijelaskan sekalipun. Ha.


Semua orang masih membicarakan Hong Chum Ji, mereka amat bahagia. Orang-orang yang pernah ditolong oleh Gil Dong tersenyum mendengarnya. Kayaknya mereka tau kalau Hong Chum Ji adalah Gil Dong. Beda lagi dengan Istri Jo, dia terlihat sangat terusik mendengar Hong Chum Ji dipuji-puji.

Bahkan rumor menyebutkan kalau Hong Chum Ji adalah anak bangsawan yang sangat berpengaruh atau seseorang keturunan Goryeo karena mampu melakukan pekerjaan yang pejabat tidak bisa lakukan. Haha, Ga Ryung mendengarnya sambil tersenyum.

Gil Hyeon melaporkan pada Menteri kalau kecurigaannya benar. Menteri memotong kalau Raja tak tertarik pada Hong Chum Ji apalah itu, sekarang Raja malah sibuk merayakan pesta-pesta bersama para pejabat dan musisi wanita Jangakwon.


Di Jangakwon, para musisi (gisaeng) memberi selamat pada Noksu karena telah menjadi selir. Noksu beralih ke pelayan muda sambil bertanya apa mereka ingin belajar menari?


Baru Ok Ran ingin menolak, tapi Gadis Cerewet langsung memotong kalau mereka sangat ingin belajar menari. Ha.


Gadis Cerewet mulai menunjukkan hasil belajar menarinya. Wolhamae jujur berkata kalau Gadis Cerewet sudah banyak kemajuan. Gadis Cerewet senang sekali.

Kini giliran Ok Ran. Tapi dia berkata kalau dia ingin bernyanyi. Noksu pun mempersilahkannya. Ok Ran mulai bernyanyi (Idk, kayaknya lagu itu bercerita tentang menanti seseorang datang). Gadis Cerewet melihatnya kagum. Tapi, ditengah lagu, Ok Ran malah menangis. Noksu bertanya mengapa Ok Ran menangis? Ok Ran mengaku kalau dia selalu menangis tiap menyanyikan lagu itu.


Di luar, Gadis Cerewet berkata kalau Ok Ran itu aneh karena bisa menangis hanya karena sepotong lagu biasa. Lalu dia curhat kalau dia harus cepat-cepat menjadi musisi agar bisa mendapat hadiah dari Raja. Ok Ran tersenyum sambil berkata kalau ibu Gadis Cerewet pasti bangga karena punya anak seperti Gadis Cerewet. 

Gadis Cerewet jujur kalau sebenarnya ibunya itu bukanlah ibu kandungnya. Tapi, dia sudah menganggapnya sebagai ibu kandungnya sendiri. Hm.



Di pesta, Raja melihat para pejabat yang sangat menikmati jamuannya. Di sana ada Gil Hyeon juga. Raja bertanya pada Noksu, bagaimana bisa pejabat yang telah membunuh ibunya, sekarang malah tertawa di depan anaknya seperti sekarang? Ekspresi Noksu spontan berubah saat mendengar Raja mengungkit Ratu. Raja menatap tajam Menteri Lee. (Menteri Lee adalah saksi yang sempat disebut Tim Pencuri saat memprovokasi Raja di Hwalbinjeong dulu. Menteri Lee tega melihat Ratu minum racun hingga mati di tempat)


Raja memanggil Menteri Lee untuk mendekat. Para pejabat lain bersorak karena mengira Menteri Lee akan mendapat kasih Raja. Padahal mah ketika Raja menuangkan minuman ke gelas Menteri Lee, Raja sengaja mengisinya sampai penuh sehingga tak sengaja minumannya tumpah mengenai baju kebesarannya. Tapi Raja (pura-pura?) tak mempersalahkan hal itu. Akhirnya, Menteri Lee minum dan berdoa agar Raja panjang umur. Noksu hanya melihatnya dalam diam.



Gil Hyeon melaporkan berita terbaru pada Guru Song. Gil Hyeon membahas tentang pengeluaran guna memenuhi pesta Raja makin menggila. Ditambah lagi kasus Hong Chum Ji yang malah dipuji semua rakyat. Guru Song berkata apa Gil Hyeon mau menghentikan pencarian Hong Chum Ji?

Gil Hyeon tak bermaksud begitu. Gil Hyeon menjelaskan bahwa sejak Raja marah dulu (saat Raja pertama kali menghukum para pejabat yang menentangnya), sampai sekarang semua pejabat selalu menyetujui permintaan Raja (karena takut dihukum). Kecuali kasus semangka kemarin. Gil Hyeon berkata kalau Raja juga manusia, pasti sewaktu-waktu membuat kesalahan. Bukannya Raja seharusnya mendengar pendapat orang lain juga?


Guru Song malah mengingatkan kalau Raja berhak melakukan apapun, sebab Raja adalah anak dewa dan kekuatan Joseon. Bagaimana bisa Gil Hyeon malah berpikir seperti itu?


Istri Jo mengaku kalau dia punya suatu bukti, tapi bukti itu hilang entah dimana. (Surat yang dukungan untuk Ratu Yun dulu?)

Istri Jo juga bilang kalau dia punya rencana lain karena dia dengar Raja tak tertarik pada Hong Chum Ji. Pangeran tertarik.


Soo Hak menambah pasukannya. Semua warga melihatnya ngeri. Di sisi lain, Keluarga Hong melanjutkan penyamarannya sebagai undercover investigator (penyidik yang menyamar). Lucunya, sekarang para pelayan berani ngebantah hakim daerah. Tepat ketika pelayan itu mau dihukum, Keluarga Hong datang. Spontan hakim daerah berlutut guna menghormati penyidik itu. Ha, backsoundnya!


Solidnya lagi, para warga sukses membuat pasukan Soo Hak bingung. Karena mereka menunjukkan arah yang berbeda-beda ketika ditanyai kemana Hong Chum Ji pergi. Haha.


Soo Hak marah mendengar laporan itu, diam meminta agar para warga segera dicambuk karena berani menipu pejabat. Mori tertawa sinis sambil berkata kalau hal itu akan percuma saja, sebab semua warga bertekad untuk menyembunyikan Hong Chum Ji. Soo Hak menahan amarahnya.


Mori melihat ayah Eobsan dari kejauhan sambil tersenyum sinis. Kita beralih. Keluarga Hong menyamar menjadi perempuan untuk mengelabui para petugas yang mencari-cari mereka. HAHA. Hampir saja Keutsae ketahuan, karena mukanya dan lukisan wajahnya hampir terlihat sama. Untungnya, para petugas itu meloloskan Keutsae ketika melihat betapa jeleknya wajahnya saat itu.



Keluarga Hong terbahak mengingat kekonyolan yang baru mereka buat. Gil Dong bertekad kalau mereka ngga akan melakukan hal ini lagi. Keluarga Hong mengangguk setuju.


Salah satu pejabat melaporkan kalau Hong Chum Ji dan pengikutnya adalah kelompok yang sama dengan kelompok preman yang tinggal di Hanyang dulu. Lalu Eomjachi ngadu kalau Soo Hak telah mengambil banyak tentara hanya untuk menangkap mereka. Dia mengaku khawatir karena ibukota malah kekurangan pasukan. Raja setuju dan mulai merasa terancam.


Lalu Gil Hyeon masuk. Alangkah terkejutnya mereka berdua ketika mata Gil Hyeon dan Eomjachi bertemu. Gil Hyeon sadar, dan buru-buru menghadap Raja. Raja tanpa ragu meminta agar Gil Hyeon segera menangkap Hong Chum Ji karena dia agak penasaran pada sosok Hong Chum Ji. Gil Hyeon mengiyakan dengan mantap.



Di luar, Eomjachi langsung menghalangi jalan Gil Hyeon. Tapi, Gil Hyeon malah berkata kalau Eomjachi telah salah orang. Lalu Gil Hyeon bergegas pergi.

Seorang lekaki remaja sedang mencari kayu di gunung. Tiba-tiba ada sekelompok orang berkuda dari kejauhan. Lelaki itu langsung berlari dan melaporkan pada hakim setempat bahwa ada sekelompok penyusup asing di gunung.



Sayangnya, di kantor hakim sana, ngga ada kuda sama sekali karena dipakai Raja yang ingin berkuda bersama para musisi wanitanya. Jadi mau ngga mau, mereka harus memenuhi permintaan Raja tersebut. Lalu, lelaki remaja itu menawarkan untuk meminta bantuan ke desa sebelah.

Di tengah gunung, lelaki itu ngos-ngosan. Untungnya, dia bertemu Keluarga Hong. Lelaki itu pun menjelaskan masalahnya tepat sebelum pingsan.



Ya, penyusup asing tersebut mulai menyerang pasar setempat. Mereka sangat beringas dan kejam. Mereka tega menyeret warga setempat seperti karung. Bahkan warga yang mencoba kabur malah di bunuh saat itu juga. Semua warga berhamburan dan ketakutan. Serem banget!

Keluarga Hong datang dan melihat pemandangan sadis itu. Tanpa ragu Keluarga Hong melawan para penyusup itu.

Akhirnya semua penyusup itu berjatuhan. Keluarga Hong berhasil. Semua warga yang masih hidup keluar dari tempat persembunyiannya. Mereka bersorak dan berterima kasih pada Keluarga Hong. 



Soobori berkata kalau mereka tak bisa menjadi Hong Chum Ji lagi karena identitas mereka sepenuhnya terbongkar. Gil Dong mengangguk setuju. Tiba-tiba ada seorang anak kecil yang menghampiri Gil Dong. Gil Dong menggendongnya dan mengangkatnya ke udara sambil tersenyum.


Di tempat lain, Guru Song melaporkan kejadian itu pada Raja. Raja tak percaya Hong Chum Ji malah kurang kerjaan melawan para penyusup, bukannya mencuri barang. Jikalau itu benar pun, Raja tak mempersalahkan hal itu.


Lalu Guru Song berkata kalau Hong Chum Ji memang tak mencuri barang, tapi Hong Chum Ji berhasil mencuri hati rakyat. Bahkan rakyat lebih menghormati Hong Chum Ji daripada Raja. Benar saja, Raja pun terpengaruh dengan pernyataan Guru Song. Kini Raja sangat marah.



BERSAMBUNG ke Ep 20

Komentar :

Coba aku jelasin dikit. Jadi Keluarga Hong itu mau memberi pelajaran ke para Bangsawan yang telah semena-mena pada pelayannya sendiri. Ya... seperti macemnya Amogae dulu. Karena Amogae pelayan, makanya Amogae bebas diapain aja sama Tuan Jo selaku pemilik Amogae. Amogae mau ngga mau harus patuh, karena itulah kode moral yang berlaku di Joseon. Sampai akhirnya, Amogae kehilangan istrinya, Amogae marah banget dan memutuskan untuk menyerang Tuan Jo habis-habisan. Nah, Gil Dong mau ngikutin ayahnya. Ngebela orang-orang yang senasib kayak keluarganya dulu.


Lalu...pantaskah Raja marah? Ya, mungkin menurut norma Joseon itu terdengar pantas. Tapi, kalo diliat dari sudut pandang rakyat, sangatlah wajar kalau mereka lebih berpihak pada Keluarga Hong daripada Raja. Keluarga Hong telah menyelamatkan mereka semua dari kematian, sedangkan Raja? Raja malah sibuk meminta upeti berlebih untuk memenuhi kepuasannya semata. Itu tentu menyengsarakan rakyat.

Bisa ku bilang, akting Guru Song bener-bener keren. Dia berhasil ngebuat aku benaran kesel sama dia. Haha.

Oke, Eomjachi udah ngeliat Gil Hyeon. Yes! Tapi, agak disayangkan karena Gil Hyeon mengecap Eomjachi sebagai pengkhianat. Karena dulu Eomjachi telah menjebak keluarganya demi menangkap Amogae. Bahkan membuat dia dan saudaranya terpisah.

Sejujurnya, aku gemes karena SW-nim masih main tebak-tebakan siapa Uh Ri Ni sebenarnya. Di episode ini, kita dikasih tau kalau Ibunya Gadis Cerewet bukanlah ibu kandungnya. Liat bagaimana Si Gadis Cerewet begitu mengagumi Noksu. Dulu, Uh Ri Ni remaja juga pernah melihat Noksu dengan tatapan kagum. Kalau ternyata Gadis Cerewet adalah Uh Ri Ni, mungkinkah mata-mata Guru Song itu yang mengadopsinya? Tapi....nyanyian Ok Ran tadi kayak lagu penantian gitu. Hm. Menarik.

PS. Sinopsis selanjutnya akan diposting sangat terlambat. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar