Minggu, 16 April 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 21

Akhirnya pertarungan antara dua anak perkasa (yang sesungguhnya) terjadi juga. Dan kita bisa lihat wajah Yeonsangun sebenarnya. 


Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 21

Episode ini dibuka dengan kilas balik kehidupan Gil Dong sekaligus penjelasan ulang tentang rumor Si Anak Perkasa. Rumor mengatakan jika ada tulang yang menonjol di bahu anak tersebut, maka kemungkinan besar dia adalah Si Anak Perkasa. Dan apabila Si Anak Perkasa berhasil survive, maka dia bisa mengubah sejarah.


Para warga terus membanggakan Hong Chum Ji. Mereka menerka-nerka apakah Hong Chum Ji adalah Si Anak Perkasa yang berhasil hidup? Terlepas dari benar atau tidak, mereka malah lebih pengin bertemu Hong Chum Ji dibanding Raja. Raja mendengarnya marah.


Kembali ke episode lalu. Gil Dong dengan mantap mengaku kalau dialah Hong Chum Ji. Raja bangkit sambil mendekati Gil Dong. Raja memutari Gil Dong sekali, lalu memegang bahu Gil Dong (mungkin mau nyari tulang yang menonjol).



Raja mengaku kalau dia merasa tak asing dengan Gil Dong. "Iya, benar. Aku adalah stepstool Pangeran, pedagang Hong, dan mak comblang Hong dari Hwalbinjeong." jelas Gil Dong.

Gil Dong juga berkata kalau dia punya sesuatu untuk Raja. Kemudian Gil Hyeon membawakan sebuah buku. Buku Hengrok.


Para pejabat gemas setelah membaca kekejaman yang kelompok Sugwidan perbuat. Salah satu pejabat bilang kalau itu dilakukan untuk memberikan pelajaran agar orang-orang rendahan tahu tempat mereka. Meski begitu, para pejabat banyak yang setuju kalau tindakan Sugwidan tidaklah benar karena Sugwidan menghukum orang hanya karena kesalahan sepele.


Gil Dong dibawa ke penjara. Dan pastinya dia bertemu dengan Keluarga Hong yang lain. Sayangnya Gil Dong dimasukkan ke sel yang terpisah.

Gil Hyeon mengunjungi Gil Dong. Mereka saling menguatkan satu sama lain. Gil Hyeon berkata kalau Raja telah mengetahui kebaikan (ngalahin penyusup) yang Gil Dong lakukan, tetapi tindakan Gil Dong yang menipu Pangeran tidak akan terlupakan dengan mudah.

Gil Dong paham dan berkata, "Aku rela dihukum asalkan kelompok Sugwidan juga dihukum. Kalau misalnya Raja hanya menghukumku, maka aku ngga mau mengakui Raja sebagai Raja Joseon."

Gil Hyeon terpana melihat keberanian adiknya. Gil Dong juga tak lupa meminta agar Gil Hyeon mencari Uh Ri Ni.



Gil Hyeon menghadap Raja. Dia membeberkan semua kebaikan Gil Dong. Raja terkejut saat mengetahui kalau Gil Dong telah membantu mengisi keuangan kerajaan. Gil Hyeon berkata dia yakin kalau Gil Dong adalah salah satu rakyat Raja yang paling setia. Kemudian Gil Hyeon mengusulkan agar Raja memberi pedang pada Gil Dong untuk menjaga keamanan di perbatasan Joseon, seperti yang dilakukan Raja terdahulu.


Kini Gil Dong yang menghadap Raja. Raja bertanya, mengapa Gil Dong menyerahkan diri? Apa Gil Dong pikir dia akan membiarkan Gil Dong hidup?


"Aku hanyalah cacing dimata Joseon. Inilah satu-satunya cara agar Raja bisa memperhatikan diriku dari tempat tertinggi. Aku rela mempertaruhkan hidupku untuk menanyakan beberapa pertanyaan padamu langsung." kata Gil Dong.

Raja tertawa kecil.

Kemudian Gil Dong menceritakan kejahatan yang kelompok Sugwidan lakukan. "Kau yang ada di tempat tertinggi. Yang disinari cahaya. Akan kah kau diam saja melihat kekejaman itu?"


Gil Hyeon memberitahu Gil Dong kalau Raja sedang membaca buku Hengrok. Gil Dong tersenyum, dia yakin setelah Raja membaca itu, Raja akan berpihak padanya.

Guru Song menghadap Raja. Raja langsung melemparkan buku Hengrok di depannya. Raja berkata bagaimana bisa Guru Song melestarikan perbuatan keji itu. Guru Song membela diri kalau dia ingin meninggalkan catatan atas perbuatan berani yang mereka (rendahan) lakukan pada bangsawan, sebagai contoh untuk masa depan kelak.


Raja meminta agar Guru Song berhenti menulis catatan seperti itu. Raja juga memaafkan Guru Song, sebab Guru Song turut terlibat dalam penangkapan Hong Chum Ji. Guru Song berterima kasih.

Dan kita dikasih lihat, karakter kopong yang tersisa di buku Hengrok itu adalah Yi Yung. Well, Raja Yeonsangun namanya Lee Yong. Maka kita simpulkan, kalau 2 karakter itu adalah milik Guru Song dan Raja.



Guru Song mengungkapkan rasa bangganya pada Gil Hyeon karena berhasil menangkap Gil Dong. Gil Hyeon tentu sangat senang.

Tapi, seketika senyumnya lenyap saat Guru Song memberikan buku Hengrok padanya. Guru Song berkata kalau Gil Hyeon harus menyimpannya karena di situ sudah tertulis kisah Gil Hyeon yang berhasil menangkap Gil Dong. Guru Song bertekad untuk mempertahankan buku itu.

Gil Hyeon syok banget. Dia cuma bengong. Guru Song menegaskan kalau Gil Dong adalah musuhnya, musuh Sugwidan, dan musuh Raja.



Noksu mengaduk tinta yang sedang dipakai Raja. Noksu bertanya dengan hati-hati, apa yang akan Raja lakukan pada Gil Dong selanjutnya?

"Dia harus mati." jawab Raja santai.

Meski yang dilakukan Gil Dong itu baik, tapi Raja merasa kalau Gil Dong telah membuat kesalahan fatal, yaitu dia mencuri rakyatnya.

Tangan Noksu berhenti mengaduk. Dia syok. Noksu mencoba mengendalikan emosinya sambil berkata, "Mati secepat itu tidaklah seru. Bagaimana jika kita memanfaatkan kekuatannya? Ya..membuat Gil Dong seperti Harimau yang hidup tanpa cakarnya." Yes, I like herrr.



Raja curiga kalau Ja Won bekerja sama dengan Gil Dong. Ja Won langsung berlutut dan menyangkal hal itu. Dia mengaku kalau tujuannya hanyalah untuk mengisi keuangan kerajaan. Tak lebih dari itu.

Lalu Raja menyuruh Ja Won untuk melakukan sesuatu untuknya, sebagai bukti kalau Ja Won berkata jujur. Raja mengaku kalau dia ingin menghancurkan Gil Dong.



Ja Won sempoyongan menuju tempat Gil Dong sambil membawa bubur ditangannya.

Gil Dong terkejut melihat kedatangan Ja Won, dia segera meminta Ja Won pergi sebelum ada yang curiga. Ja Won menenangkan Gil Dong kalau dia adalah pelayan pribadi Raja. Kemudian Ja Won memberi bubur itu. Gil Dong menerimanya dengan senang hati dan langsung memakannya dengan lahap.


Ja Won mulai curhat tentang dia dan Raja. Betapa dia sangat menghargai Raja. Ja Won juga mengaku kalau dia sangat menyukai Gil Dong. Dia merasa bebannya terangkat setelah melihat Gil Dong. Eh? Hm, beban apa nih?

Gil Dong hanya mendengarkan. Tiba-tiba tangannya bergetar. Gil Dong lantas menatap Ja Won. Ja Won minta maaf seraya menangis. Mangkuk Gil Dong jatuh, Gil Dong pun pingsan.


Akhirnya Pangeran menghadap kembali pada Raja. Dia juga membawa Mori. Pangeran berkata kalau Mori punya kekuatan yang sama dengan Gil Dong. Raja tak percaya. Lalu, kasim muda membawakan sebuah batu besar.

Mori mengaku kalau kekuatannya masih labil. Menghilang-muncul. Benar saja, Mori tak mampu memecahkan batu itu. Raja menyuruh berhenti. Tapi Mori mencoba lagi. Dan..BUK! Dengan kekuatan penuh, batu pun retak. Raja terkejut.



Noksu menemani Raja yang pergi ke penjara untuk melihat Gil Dong. Noksu sedih melihat keadaan Gil Dong yang tampak rapuh. Lain lagi, Raja malah tersenyum melihatnya. Raja dan Noksu pun pergi. Dan sepertinya Gil Dong melihat Noksu samar-samar.



Gil Dong kini terduduk. Dia mengingat Ga Ryung sambil memanggil nama Ga Ryung berulang-ulang.


Kilas balik. Gil Dong dan Ga Ryung jalan-jalan. Sambil memegang lengan Gil Dong erat, Ga Ryung bertanya, apa Gil Dong bisa mengambilkan bintang dan bulan untuknya?


Gil Dong mengangguk mantap. Ga Ryung tersenyum melihatnya. Lalu Ga Ryung minta dipetikkan strawberry yang tumbuh di dinding gunung yang ada di depan mereka. Gil Dong pun mengambil batu dan melemparnya. Ya, tepat sasaran, strawberry pun jatuh. Ga Ryung takjub melihat keahlian Gil Dong. Ga Ryung memuji Gil Dong yang ahli dalam segala hal.

Gil Dong mengambil strawberry sasarannya tadi dan menyuapinya ke Ga Ryung. Ga Ryung menahan strawberry itu di bibirnya sambil memberi kode. Haha. Gil Dong tersenyum tipis melihat kelakuan Ga Ryung, lalu mendekat dan berbagi strawberry dengan Ga Ryung. Aww. Strawberry kiss.


Kembali ke masa sekarang. Ja Won datang, dia memegang wajah Gil Dong sambil meminta Gil Dong tetap bertahan. Dia memberitahu kalau Gil Dong akan hidup jika menang nanti. Hm, Ja Won ternyata beneran ngga tegaan yaa.

Di suatu tempat dimana semua orang berkumpul. Raja, Noksu, Gil Hyeon, dan semua rakyat ada di sana. Ternyata Raja ingin melihat sebuah tontonan yang menarik.

Masuklah Gil Dong yang berjalan sempoyongan. Gil Hyeon terkejut. Raja berkata kalau kali ini dia mau berburu orang.


Kemudian masuk beberapa pemburu. Semua rakyat mendukung Gil Dong. Tapi, di sana juga ada Guru Song dan pengikutnya yang ingin Gil Dong mati saja. Untunglah Gil Dong masih mampu mengalahkan lawan-lawannya, meskipun Gil Dong terlihat sangat kacau. Raja bingung melihat energi Gil Dong yang masih ada. Ja Won mengintip pertarungan itu dari jauh.


Raja memanggil Mori masuk. Keluarga Hong juga masuk dan duduk berjejer menghadap Raja. Raja bertanya apa mereka masih berpihak pada Gil Dong? Karena Keluarga Hong akan mati jika Gil Dong menang, dan sebaliknya.

Bukannya takut, Keluarga Hong malah menoleh ke Gil Dong dan memberi semangat agar Gil Dong memenangkan pertarungan itu. Raja sedikit terkejut melihat keberanian mereka.



Pertarungan pun berlanjut. Mereka imbang. Saling menjatuhkan. Pertarungan di udara pun tak bisa dihindari. Gil Dong bertekad untuk tetap hidup. Gil Dong berkata kalau dia nggak punya alasan untuk bertarung dengan Mori. Mori tersenyum sinis, itulah mengapa dia sangat membenci Gil Dong. (Kurasa Mori menganggap Gil Dong sombong)


Mori pun mengeluarkan pisaunya. Pisau beracun pastinya. Pisau itu berhasil melukai lengan Gil Dong. Gil Dong jatuh dan terpojok. Mori mendekatinya sambil tersenyum. Dia mengangkat pisaunya. Ingatan saat Gil Dong melepaskannya dulu terngiang di kepalanya. Tangan Mori bergetar. Gil Dong hanya diam tak melawan. Mori ancang-ancang, tapi dia malah melepaskan pisaunya dan berlutut pada Raja. Aww, I lov Mori so much! Serius, aku terharu bgt. Yey!



Raja kesal dan bangkit, tapi Noksu segera menahannya. Dia mengingatkan kalau rakyat sedang melihatnya. Noksu menyarankan agar Gil Dong dibiarkan saja, dengan begitu rakyat akan berpikir kalau Raja mereka itu baik hati. Gil Hyeon membenarkan, dengan mata berkaca-kaca dia berkata kalau Gil Dong akan jadi bahan tertawaan di luar sana. Untunglah Raja setuju, lalu dia memberi titah agar Gil Dong keluar setelah tulangnya diremukkan dan meminta agar Mori dijebloskan ke penjara.



Keluarga Hong duduk diam di penjara. Mereka lesu. Eomjachi menggerutu sambil memaki dirinya karena dia sempat berpikir agar Gil Dong mati saja agar dia bisa selamat. Eomjachi pun menampar-nampar wajahnya sendiri.


Para menteri dan pejabat berdiskusi. Mereka kurang setuju dengan tindakan Raja tadi. Apalagi Raja terus menghamburkan uang untuk keperluan yang tidak penting.

Akhirnya mereka mengungkapkan kegelisahan itu pada Raja. Mereka bergantian mengeluh karena uang kerajaan sudah habis. Mereka menyarankan agar Raja mengurangi kegiatan perburuannya. Para pejabat meminta agar Raja bisa menerima pendapat mereka mulai sekarang, daripada Raja bertanya pada kasim atau orang asing yang bukan pejabat resmi kerajaan. Raja menatap tajam para pejabat.



Buk! Guru Song memukul meja. Dia marah ketika Pangeran bilang kalau para pejabat hanya menganggapnya orang asing. Guru Song bertekad untuk menunjukkan betapa hebatnya dia.


Ga Ryung mendengarnya kabar Gil Dong dari penduduk setempat. Dia syok berat. Dia segera membungkus perlengkapannya dan bertekad untuk membawa Gil Dong pulang.

Noksu meminta Gadis Cerewet dan Ok Ran untuk melihat kondisi Gil Dong. Gadis Cerewet bertanya mengapa Noksu tertarik pada Pencuri itu?

"Pergi saja!" teriak Noksu. Kedua gadis itu terkejut dan langsung pergi.



Guru Song menghadap Raja dan membawa Istri Jo. Setelah berbasa basi, Istri Jo akhirnya berkata kalau dia punya surat dari Ratu Yun dulu. Dia juga mengaku kalau suaminya adalah pendukung Ratu Yun. Tapi, surat itu hilang entah dimana.


Istri Jo mulai mengucapkan kalimat yang persis seperti surat itu. Raja memotong, dia mengira kalau Istri Jo sedang menipunya. Istri Jo menyangkal dan melanjutkan ucapannya, "Ibu dari Baek Dol."

Raja terpaku. Sebab 'Baek Dol' adalah nama pemberian ibunya saat dia masih di dalam kandungan dulu.



Gadis Cerewet dan Ok Ran melihat keadaan Gil Dong yang bersimbah darah. Tak ada rakyat yang berani mendekat, mereka hanya terus meminta agar Gil Dong membuka matanya.

Gadis Cerewet merasa kalau Gil Dong telah mati. Tiba-tiba Gil Dong bergerak. Mereka terkejut karena Gil Dong ternyata masih hidup.

Gadis Cerewet mendekat dan memberi Gil Dong minum. Dia merasa kasian melihat Gil Dong. Ok Ran pun mengajaknya pergi. Setelah beberapa langkah, kedua gadis itu bergantian menoleh dan menatap Gil Dong. Wat the....SW-nim, ayolah.



Kembali ke Istana. Raja menangis mengingat ibunya.


BERSAMBUNG ke Ep 22

- Cuplikan saat Mori dan Gil Dong bertandinng : [watch]
- Cuplikan strawberry kiss, Ha. : [watch]
- Bagi yang kepo sama lagu yang Jung Da-bin nyanyiin, kamu bisa nonton cuplikan ini : [watch]

PS. Sinopsis selanjutnya akan diposting sangat terlambat.

1 komentar: