Kamis, 09 Maret 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 11


Misi Tim Pencuri berhasil, tapi tak sepenuhnya berhasil. Karena ada kejadian yang tak sesuai dari harapan mereka. Dan di episode ini kita akan mengenal Raja Yeonsangun secara perlahan.


Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 11

Episode dibuka dengan Gong Hwa yang menari di depan Raja. Di tempat lain, Gil Dong meminta Si Penjaga Istana agar menceritakan semua tentang Raja. Dan Guru Song yang menegaskan agar Gil Hyeon harus mengenal Raja dahulu agar bisa lulus ujian.


Raja tersenyum kecil saat Gong Hwa selesai menari. Lalu Raja mendekati Gong Hwa yang terlihat tegang. Raja membuka penutup kepala Gong Hwa dan menanyakan namanya. Gong Hwa berkata kalau namanya Noksu yang berarti air biru dan mengaku kalau dia telah membuang nama lamanya. (selanjutnya ku sebut Noksu). Raja berlutut hingga berhadapan dengan Noksu sambil berkata, “Noksu-ya, aku menikmati waktu saat bersamamu.”


Kita ke episode sebenarnya. Masih di tempat yang kemarin, Il Chung berkata kalau Raja suka musik dan puisi, Il Chung menyimpulkan kalau Raja berkarakter lembut dan sensitif. Yonggae menebak kalau Raja menyukai musik pasti juga menyukai wanita. Il Chung menyangkal bahwa menurut Petugas Kang (kurasa dia Petugas Istana yang diminta untuk menjadi mata-mata Raja) Raja tak tertarik dengan wanita. Il Chung merasa kalau mustahil Raja yang berkarakter seperti itu bisa berhubungan baik dengan Pangeran Choongwon. Tapi apa yang mereka kira berbeda dengan yang telah terjadi. Segul berkata kalau mereka tak bisa melakukan apapun.


Gil Dong mengingat obrolan dengan ayahnya. Amogae berkata kalau dia mengetahui semua tentang Tuan Jo, bahkan bisa menemukan Tuan Jo dengan bau kentutnya. Amogae berkata dengan itu, dia bisa mengendalikan Istri Jo. Lalu Amogae bertanya kartu apa (rencana besar) yang Gil Dong punya?

Kembali ke dunia nyata. Gil Dong menimbang-nimbang dan akhirnya berkata kalau dia akan membuka rumah gisaeng. Karena Raja menyukai musik, maka akan ada lebih banyak rombongan musik. Gil Dong berencana untuk mengirimkan rombongan musiknya dan akan mengirim salah satu dari Tim Pencuri menjadi manajer yang nantinya masuk ke Istana untuk mencari info. Gil Dong menunjuk Eobsan yang akan menjadi manajer dengan alasan seorang manajer harus memiliki paras tampan. Eobsan menerimanya dengan senang hati. Mendengar itu, Tim Pencuri membela diri bahwa wajah mereka juga tak kalah tampan. HA. Gil Dong tersenyum kecil melihatnya, lalu meminta mereka bersiap karena Pangeran akan pergi besok. 


Esoknya, Pangeran berangkat dan memanggil Gil Dong dengan ‘stepstool’ yang Gil Dong terima dengan senang hati. Di tempat lain, Guru Song sedang melepas anak didikannya untuk mengikuti ujian. Dan Soo Hak yang berpamitan pada ibunya dengan senyuman. Gil Dong berpapasan dengan para calon sarjana, Gil Hyeon termasuk di dalamnya, tapi mereka tak saling melihat karena dari arah lain Soo Hak memanggil Gil Hyeon untuk ikut bergabung. Gil Dong sempat menoleh ke arah Gil Hyeon yang membelakanginya. Gil Hyeon juga menoleh ketika mendengar Gil Dong yang berteriak meminta orang minggir untuk Pangeran, sayangnya dia hanya melihat punggung adiknya itu.



Para calon sarjana memasuki ujian, diikuti Raja. Gil Hyeon melihat Raja sekilas. Lalu petugas membuka pertanyaan yang diberikan Raja. Mayoritas para sarjana kebingungan melihat kata yang tertera di sana. Gil Hyeon mengingat percakapannya dengan Guru Song. Di kilas balik singkat, Guru Song berkata kalau kakeknya Ha Sung adalah pembelok Raja terdahulu dan Raja Yeonsangun (Raja sekarang) adalah keturunan langsung dari Raja Sejo. Guru Song bertanya menurut Gil Dong apa yang Raja Yeonsangun pikirkan? Mengingat itu, Gil Hyeon segera menuliskan jawabannya.


Jawaban Gil Hyeon: Kesetiaan Raja adalah untuk orang-orang yang dia perintah dengan belas kasihan. Pelayan yang selalu setia pada Tuannya. Kapan terakhir kali seorang Raja dan rakyatnya saling setia dan jujur satu sama lain? Beberapa tahun lalu, Pangeran No menyerahkan takhtanya karena dia mengakui bakat. Raja Sejo tak bisa menolak untuk mengambil takhta karena dia terikat pada kesetiannya pada tuannya. Betapa baiknya hubungan seperti itu?

Di markas Tim Pencuri, Amogae melihat Segul dan Yonggae. Mereka berdua meminta maaf dan mengaku kalau mereka takut saat mendengar rencana Gil Dong yang akan membunuh Pangeran. Amogae berkata kalau mereka bodoh dan juga bilang kalau keluarganya bukan hanya Gil Dong, tapi mereka semua. Keduanya memeluk Amogae dengan haru.


Pangeran dan Gil Dong telah sampai di tempat. Sebelum masuk, Pangeran berkata kalau Gil Dong harus datang setiap dia memanggilnya. Gil Dong mengiyakan dengan senang hati.


Ga Ryung menenteng deretan ikan. Dan sumringah ketika melihat Gil Dong dan yang lain. Ga Ryung mendekati Gil Dong dan mengabaikan Tim Pencuri yang lain. Haha. Ga Ryung bertanya apa kaki Gil Dong sakit? Gil Dong memasang wajah aneh, lalu melengos pergi. Keutsae bertanya apa dirinya tak terlihat. Ga Ryung tak mendengar dan mengejar Gil Dong.



Tim Pencuri memasak bersama-sama. Ga Ryung mengaku kalau dia bahagia melihat semua orang ada di sana. Lalu Eobsan menjitak iseng Ga Ryung sambil mengatai penyihir tua karena keahliannya dalam berbohong. Ga Ryung protes. Di luar, Eobsan dikagetkan dengan panci yang hampir mengenainya yang lakukan oleh Gil Dong. Lalu Gil Dong bilang, “dasar kurang ajar.” Haha. Kembali ke area memasak, Yonggae mengatakan pada Soobori perihal Gil Dong yang sudah berubah (nyuruh ngebunuh) dan bilang kalau Gil Dong ingin membuka rumah gisaeng. Yonggae memintanya agar membicarakan hal itu pada Amogae. Ga Ryung mendengarnya dalam diam.


Di meja makan, semua berkumpul. Gil Dong menyinggung pembangunan rumah gisaeng dan Yonggae langsung meminta Amogae untuk mencegah Gil Dong. Tapi Amogae berkata semua itu terserah mereka. Gil Dong berkata dia paham kalau mereka tak punya cara menjatuhkan orang yang dekat dengan Raja, tapi Gil Dong bertekad kalau dia akan membuat Raja yang menghukum sendiri Sang Pangeran. Amogae tersenyum sambil bertanya apa itu kartu Gil Dong? Gil Dong membenarkan dengan yakin.


Wolhamae terkejut saat dia tau Sangjeon (kasim Raja) mengizinkan Noksu tampil di depan Raja. Apalagi Noksu mendapat perhiasan (tusuk rambut?) dari Raja sebagai tanda kalau dia berhasil menghibur Raja. Wolhamae menebak kalau Noksu akan sering dipanggil ke Istana, bahkan Noksu bisa menjadi selir nanti.


Pembicaraan mereka terhenti saat Sangjeon masuk dan memanggil 4 nama, Wolhamae termasuk, tapi tidak dengan Noksu. Noksu memanggil Sangjeon dan menanyakan apa Raja tak memanggilnya? Sangjeon berkata mungkin Raja sudah lupa, lalu memita Noksu datang nanti malam.

Wolhamae memainkan Bipa-nya (please correct me if i'm wrong:3) di depan Raja. Di belakangnya ada yang 3 orang lain, ditambah Noksu. Setelah selesai, Raja bertanya apa itu lagu Goryeo? Wolhamae membenarkan, lalu dia bercerita panjang lebar tentang Bipa yang dimainkannya dan itu berhasil membuat Raja terbahak.


Di luar, Sangjeon berkata pada Noksu kalau Raja tak seperti pria kebanyakan. Talenta saja tak cukup, maka Noksu harus lebih memukau lagi. Jika itu berhasil, maka dia berjanji akan membantu Noksu nanti. Sangjeon mengaku keinginannya hanyalah ingin melihat Raja tertawa.

Para peserta ujian berebut untuk melihat hasil ujian. Gil Hyeon menarik Soo Hak yang tak mau melihat karena dia yakin bahwa dia pasti gagal. Gil Hyeon tetap menarikny ke depan dan melihat hasilnya. Gil Hyeon memberitau kalau Soo Hak lulus. Soo Hak kaget melihat namanya di sana, lalu memberitau kalau Gil Hyeon juga lulus. Gil Hyeon berkata kalau tidak ada namanya, kemudian dia sadar kalau sekarang dia adalah Park Ha Sung dan nama itu tertera di sana. Soo Hak memeluk Gil Hyeon senang.



Gil Hyeon berterima kasih pada Guru Song. Dia bertanya apa balasan yang sesuai untuk ini? Guru Song berkata kalau Gil Dong tak perlu membalas apa-apa, tapi dia harap Gil Hyeon bisa menjadi pilar untuk Joseon. Di tempat lain, Istri Jo juga meminta Soo Hak agar menjadi pilar untuk Joseon. Lalu Istri Jo mengeluarkan sebuah kotak yang isinya aksesori bola hijau! Kembali ke Gil Hyeon, Guru Song juga memberikan aksesori bola hijau pada Gil Hyeon sambil berkata kalau itu sederhana untuk menjadi pilar untuk Joseon, pokoknya Gil Hyeon harus melayani Raja dengan sepenuh hati.


Gil Dong menemani Amogae. Amogae bercerita kalau setiap orang membenci jika ada orang bodoh yang bertindak demi kepentingannya sendiri. Orang bodoh itu akan melakukan sesuatu dan mau bertanggung jawab, lalu membuat pengikutnya mempercayainya. Padahal dia tak tahu apa yang akan terjadi nanti, yang akhirnya hanya membuat penderitaan untuk pengikutnya itu. Kemudian Amogae bertanya, “uri-Gil Dong bukan orang bodoh itu kan?” Gil Dong mengangguk dan tersenyum.


Tim Pencuri berkumpul. Eomjachi mengeluarkan dua Katak Emas (pengganti uang) dan berkata kalau dia yang akan membiayai pembuatan rumah gisaeng.


Segul memasang plat nama rumah gisaeng yang bertuliskan ‘Hwalbinjeong’ yang berarti menghidupkan sesuatu yang indah. Tim Pencuri memberikan jempolnya ketika melihat plat itu sudah terpasang. Di kilas balik singkat, Eomjachi berkata kalau mereka perlu menghidupkan kembali ‘sesuatu’. Gil Dong mantap berkata Hwalbinjeong.


Hwalbinjeong sudah ramai didatangi orang. Ga Ryung melihat keramaian dan melihat sekumpulan gisaeng yang menari dengan kagum. Dia teringat pada Noksu yang pandai menari. Gil dong mendekatinya dan bertanya apa yang Ga Ryung lihat? Ga Ryung mengaku kalau dia teringat Gong Hwa. Lalu menebak kalau Gil Dong juga masih memikirkannya. Gil Dong tak menjawab dan menyuruh Ga Ryung masuk karena di luar dingin, lalu dia pergi. Ga Ryung melihat Gil Dong yang pergi sambil berkata dia yakin kalau Gong Hwa juga tak melupakan Gil Dong. Meski Gil Dong begitu, Ga Ryung tetap ingin berada di samping pria yang dia sukai, selamanya.


Gil Dong mengingat kebersamaannya dengan Noksu. Dan terhenti ketika Il Chung bertanya apa yang Gil Dong pikirkan. Gil Dong malah berkata kalau mereka harus segera membawa Pangeran ke Hwalbinjeong.

Di tempat Pangeran, Tae Hak bertanya pada Pangeran yang sedang dipijat oleh pelayannya, apakah Pangeran masih mengingat stepstool yang ada di Hanyang? Pangeran mengingatnya dan berkata kalau dia adalah orang bisa menghibur dirinya. Tae Hak memberitau kalau Gil Dong memiliki rumah gisaeng dan mungkin itulah mengapa Gil Dong bisa menyenangi hati tuannya, apalagi dia seorang germo (mak comblang). Pangeran berkata kalau germo cocok untuk Gil Dong.

Pangeran datang ke Hwalbinjeong bersama Tae Hak. Gil Dong (pura-pura) terkejut melihat Pangeran ke sana. Di dalam ruangan, Gil Dong mengaku kalau dia merasa terhormat atas kedatangan Pangeran ke tempatnya. Pangeran menantang sejago apa Gil Dong dalam menghiburnya. Gil Dong berkata kalau dia akan memanggil semua germo yang dia punya. Masuklah Keutsae, Yonggae, Segul, dan Il Chung yang membawa meja yang penuh makanan, diikuti beberapa gisaeng di belakangnya.


Para gisaeng mulai menari diiringi musik. Lalu Gil Dong meneriakkan ‘stepstools’ dan munculah Tim Pencuri tadi dengan posisi seperti Gil Dong dan memparodikannya layaknya stepstool. Pangeran terbahak melihat itu. Pesta semakin meriah dan tak terkendali. Pangeran sangat menikmatinya.

Akhirnya, mereka semua mabuk. Gil Dong mendekati Pangeran yang terlihat sedikit mabuk dan memberikan buku khusus dewasa. Pangeran tertawa. Lalu Gil Dong bertanya kenapa Pangeran tidak membagi surat yang diberi Raja pada semua orang? Pangeran terlihat kesal. Gil Dong meminta maaf. Pangeran pulang pada pagi hari. Soobori mengantarnya sampai pintu dan meminta agar Pangeran untuk datang lagi. Setelah Pangeran pergi, Soobori meludah sambil bergumam ‘sialan’.


Soobori masuk dan membangunkan Tim Pencuri yang tertidur. Dia bertanya apa mereka yakin kalau Pangeran tak sadar saat pesta semalam? Yonggae membenarkan. Ga Ryung menawarkan teh madu yang dibawanya. Tim Pencuri siap menerimanya dengan senang hati, tapi Ga Ryung malah melewati mereka dan memberikan tehnya pada Gil Dong. Haha. Setelah minum, Gil Dong mengatakan bahwa dia mencurigai ada sesuatu dengan Pangeran. Gil Dong berencana mencari tahu orang-orang yang dekat dengan Pangeran.



Pangeran berkumpul dengan sekelompok orang. Pangeran berkata kalau dia berniat memberitau isi puisi itu pada sekelompok orang yang hadir. Di Hwalbinjeong, Gil Dong memberi intruksi pada para gisaeng untuk mengikuti tiap orang yang dekat dengan Pangeran dan mencari tau hubungan antar keduanya. Di sampingya, ada Sun Ah (gisaeng kece yang ngebela Amogae dulu) memastikan kalau semua temannya mengerti tugasnya.


Di luar, Ga Ryung memberi tips agar Hwalbinjeong bisa terus berkembang. Mereka harus selalu memberi dan membicarakan isu terhangat, jadi pengunjung akan merasa keren karena tak ketinggalan berita. Ga Ryung menceritakan keahliannya yang mengingat sesuatu dalam jangka panjang, lalu mengaku kalau dia berpura-pura membawa makanan, padahal dia sedang menguping pembicaraan orang lain. Ga Ryung meminta mereka mengikutinya. Kemudian, mereka masuk ke pertemuan Pangeran sambil membawa makanan.


Di tempat lain, Gil Dong menemui Eobsan yang sudah berbeda penampilan. Eobsan bergurau kalau dayang istana terpesona saat melihatnya. Gil Dong bertanya apa Eobsan berkenalan dengan mereka? Eobsan mengaku kalau hal itu tidak mudah. Gil Dong berkata kalau mereka harus terkenal di kalangan dayang bagaimanapun caranya.


Gil Dong meminta Soobori melaporkan berita terbaru dari Hanyang. Soobori berkata kalau mereka punya telinga yang canggih, sambil melihat Ga Ryung di pojokan. Gil Dong melihat Ga Ryung sekilas. Lalu meminta agar Tim Pencuri mendatangi tamu-tamu yang bertemu Pangeran tadi dan melaporkan siapa yang mereka temui dan apa yang mereka kerjakan. Dan jika ada hal yang tidak beres, mereka bisa bilang padanya. Tim Pencuri mengangguk mengerti.

Gil Dong menemani Pangeran yang mabuk-mabukan sambil melihat gisaeng yang menari. Pangeran berkata kalau mereka dari Jangakwon. Gil Dong (pura-pura) kagum dengan kehebatan Pangeran.

Di istana, Eobsan memamerkan perhiasan yang dibawanya pada para dayang. Dayang-dayang itu terlihat gembira. Lalu Eobsan memberikan segenggam perhiasan pada dayang yang bernama Han Duk. Dia menerimanya dengan senang hati.


Raja memasuki ruang rapat. Di sana ada Gil Hyeon dan Soo Hak. Para pejabat mengadu masalah tentang para pejabat lain yang telah melanggar Kode Moral karena membunuh sapi saat masa berkabung. Dan adu mulut antar pejabat istana pun tak terhindarkan. Raja tertawa dan berkata kalau nanti ada Raja yang bijaksana di masa depan, pasti Raja itu akan mengejek semua perkataan pejabat tadi. (Raja merasa masalah yang dibicarakan mereka itu tak penting & tak masuk akal)


Salah satu pejabat berkata kalau Raja telah lalai dalam mengambil keputusan. Raja dengan santai mengakui kalau memang tak ada harapan baginya untuk menjadi Raja yang ideal. Pernyataannya itu membuat yang lain terkejut. Lalu Raja meninggalkan ruang rapat.

Di luar Istana, para sarjana masih terus memohon agar Raja segera menghukum Tuan No. Mereka berkata kalau Tuan No harus dibunuh agar Joseon sejahtera. Raja menatap api di depannya, dia merasa bahwa mereka ingin membunuh dirinya, bukan Tuan No.  


Ga Ryung memberitau Tim Pencuri perihal sarjana yang protes di Hanyang. Yonggae berkata apakah masalah besar hanya karena ada pejabat yang membunuh sapi dan berpesta saat masa berkabung? Il Chung berkata masalahnya tak sesederhana yang mereka kira. Segul berkata dia mendengar tentang Pangeran yang mengambil peti kerajaan untuk dirinya sendiri. Il Chung berkata itu adalah uang negara yang berarti itu anggaran untuk Raja. Il Chung mengeluh bagaimana cara mereka memberitahu Raja tentang hal itu. Keutsae bilang satu-satunya adalah melalui petugas lentera.

Gil Dong berencana untuk menyebarkan rumor saja karena Raja sangat sensitif terhadap rumor, apalagi rumor tak perlu bukti. Siapapun bisa menyebarkan rumor, sekalipun petugas rendahan.


Di Istana, para dayang mulai membicarakan rumor mengenai Pangeran yang memakai uang negara. Mereka berhenti saat Raja lewat. Raja menatap tajam mereka. Di ruangannya, Sangjeon juga menceritakan perilaku Pangeran yang tak baik, lalu bertanya apa yang akan Raja lakukan? Raja hanya tertawa sinis.


Il Chung melapor pada Gil Dong dan Amogae kalau rencana mereka sejauh ini lancar. Raja akan menghukum Pangeran Choongwon. Amogae merasa ada yang tak beres. Di tempat Pangeran, Sangjeon datang dan memberitahu kalau sekarang Raja sangat sibuk, lalu dia berkata (sambil tersenyum) seharusnya rumor tentang Pangeran itu tak sampai ke telinga Raja.


Pangeran bersama Gil Dong. Pangeran frustasi sambil bertanya-tanya siapa yang telah berani menjebaknya? Padahal kakeknya lah yang telah membantu Raja Sejo dulu. Gil Dong berjanji kalau dia akan menangkap orang yang menyebarkan rumor itu.


Tim Pencuri mengeluh karena Pangeran hanya dilarang ke Hanyang saja, tanpa dihukum apapun. Gil Dong berkata kalau mereka tak bisa langsung menang dalam percobaan pertama.


Gil Dong dan Soobori ke markas, lalu melihat Amogae yang kesehatannya makin memburuk. Soobori berkata kalau mereka harus segera menghancurkan Pangeran Choongwon sebelum Amogae semakin parah.

Gil Dong mendekati ayahnya dan meminta agar masuk karena di luar dingin. Alih-alih Amogae berkata agar Gil Dong tak perlu membuang-buang tenaga karena Raja tak akan menghukum keluarganya sendiri, meskipun Pangeran memang salah. Amogae berkata kalau mereka butuh ‘sesuatu yang pasti’. Lalu Amogae bertanya, “Gil Dong-ah, apa yang akan membuat Raja marah?”


Tim Pencuri berkumpul. Ga Ryung melaporkan kalau Raja Yeonsangun tak melakukan apapun atas protes yang dilakukan para sarjana. Hal itu sangat berbeda dengan Raja terdahulu yang selalu mendengar suara protes dari sarjana. Il Chung menyampaikan pesan Eobsan yang berkata kalau Raja suka melihat api sendirian. Gil Dong berpikir keras.


Di Istana, Raja meminta petugas untuk membesarkan apinya. Raja menatap tajam api yang berkobar. Di tempat lain, Gil Dong memikirkan tentang Raja yang suka melihat api. Lalu Gil Dong bergumam, “kemarahan Raja.”


BERSAMBUNG ke Ep 12

Komentar:

Oke, akhirnya Gong Hwa mengganti namanya dengan Noksu. Dari situ terlihat kalau Noksu masih menyukai Gil Dong. Mungkin ada saatnya dimana mereka bertemu di Istana. Dan Gil Dong yang ngeliat perempuan yang dia sukai ada disamping Raja..


Dan apa yang Raja pikirin saat melihat api? Soalnya Raja memang keliatan marah banget. Wua, teka-teki baru!

Aku agak terharu pas ngeliat kebersamaan Gil Hyeon dan Soo Hak. Mereka kayak udah sahabatan lama.. Dan aksesori bola hijau.. itu alasan untuk menjadi pilar? Aku belum ngerti. Haha.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar