Sabtu, 04 Maret 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 10

Memasuki episode 10, itu artinya kita berada di sepertiga jalan cerita. Tersisa 20 episode dan tentunya masih banyak yang harus diceritakan. Di episode ini (lagi-lagi) Tim Pencuri memamerkan ke-solid-annya. Dan itu membuat aku tak bisa berhenti tersenyum.



Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 10

Episode dibuka dengan Gil Dong yang memberi Tae Hak pilihan. Mau menjadi binatang Pangeran atau menjadi saudaranya. Tae Hak tertawa sambil bertanya mengapa harus mengkhianati Pangeran hanya untuk Amogae? Gil Dong membalas, “itu karena kau tak ingin hidup sebagai monster.”

Perkataan Gil Dong membuat ekspresi Tae Hak berubah. Lalu Gil Dong berkata bahwa dia berencana mengambil tambang peraknya kembali, jika itu berhasil, maka dia akan membagi keuntungannya dan Tae Hak tak perlu meminjam uang dari Kantor Keuangan. Gil Dong berkata bahwa Tae Hak itu pebisnis, jadi Tae Hak pasti tau betul pihak mana yang lebih menguntungkan.


Kita ke episode sebenarnya. Tim Pencuri bersulang untuk merayakan kemenangannya. Tiba-tiba Ga Ryung datang di depan muka Gil Dong dan membuatnya terkejut. Ga Ryung memeriksa tubuh Gil Dong dan bertanya apa ada luka? Gil Dong (pura-pura) sebal dan menyuruh Ga Ryung pergi. Haha.


Di dalam rumah, Eobsan memberi sepatu Ri Ni dan berkata kalau kemungkinan besar Ri Ni dan Gil Hyeon sudah meninggal. Amogae sangat terpukul. Eopsan ingin memberitahu Gil Dong tentang hal itu, tapi Amogae mencegahnya, Amogae berkata kalau itu adalah urusannya dengan Gil Dong.


Gil Dong berkata kalau mereka akan mencari kakak dan adiknya. Eobsan melihat Gil Dong dengan sedih. Ga Ryung bergabung. Tim Pencuri berkata kalau Ga Ryung memegang peranan besar atas kesuksesan ini. Ga Ryung tersipu sambil mengusap mangkuk araknya. Soobori sadar dan langsung meminta Gil Dong untuk menuangkan minuman untuk Ga Ryung. Ga Ryung mengaku kalau dia tak begitu menyukai arak, tapi Ga Ryung malah protes ketika Gil Dong hanya menuangkan setengah mangkuk. Ha.

Gil Dong memenuhi mangkuk dengan ragu. Lalu mereka semua bersulang. Gil Dong tersenyum melihat Ga Ryung yang sedang minum.



Gil Dong membawa Ga Ryung ke kamar dan meletakkan sesuatu di bawa lengan Ga Ryung. Gil Dong tersenyum melihat Ga Ryung yang mengigau. Ga Ryung tak sengaja menendang Gil Dong. Gil Dong kesal, tapi dia terpaku ketika Ga Ryung mengigau namanya. Gil Dong teringat Ri Ni yang takut dan meminta tidur bersama dirinya dan Gil Hyeon.


Amogae menangisi Ri Ni. Di luar rumah, Gil Dong juga menangis sambil memegangi dadanya yang sesak, lalu dia pergi. Amogae melihatnya dari balik pintu.

Amogae berada di hutan dan mendapati Gil Dong yang sedang memukul-mukul pohon. Amogae terkejut melihat pohon itu retak dan hampir hancur. Gil Dong terus memanggil nama kakak dan adiknya. Tiba-tiba Gil Dong teriak dan BUZZ! Angin bertiup kencang membuat daun berterbangan, bahkan Amogae sempat limbung.


Ga Ryung terbangun dan melihat bungkusan kain. Lalu dia tersenyum dan kembali tidur sambil memeluk bungkusan kain itu.

Amogae mendekati Gil Dong. Dia tersenyum dan berkata kekuatan Gil Dong telah kembali. Amogae meminta Gil Dong melupakan segalanya dan hiduplah dengan bebas. Gil Dong menangis sambil berkata bagaimana bisa dirinya melakukan hal itu di saat adik dan kakaknya hilang entah kemana. Gil Dong bertekad untuk membalas dendam pada Pangeran atas perbuatannya itu.


Guru Song bercerita kalau dia sudah mendengar rumor tentang kakek Gil Hyeon dulu. Kakek Park dulu kehilangan martabatnya setelah hartanya habis. Guru Song menebak mungkin Gil Hyeon adalah satu-satunya cucu yang masih tersisa. Gil Hyeon merasa tak nyaman, dia memutuskan untuk pamit. Guru Song bertanya apa Gil Hyeon akan ikut ujian? Dia menawarkan bantuannya. Gil Hyeon berkata kalau dia tak tertarik. Guru Song berkata harusnya Gil Hyeon menikmati masa-masa mudanya, apalagi saat berhasil menjadi pelayan Raja. Alih-alih Gil Hyeon memberi penghormatan dan pergi keluar.


Gil Hyeon berjalan di hutan dan mendengar orang yang sedang membicarakan Ikhwa-ri yang telah hancur. Gil Hyeon bertanya pada mereka tentang Amogae. Orang itu bilang kalau Amogae telah mati saat dicambuk. Setelah orang itu pergi, Gil Hyeon rubuh dan menangis.

Gil Dong memastikan Tae Hak memilihnya. Tae Hak mengingatkan janji Gil Dong akan tambang perak. Gil Dong mengingatnya, lalu dia berkata agar Tae Hak berbaik hati pada Hakim Daerah (Eomjachi) karena dia akan kembali. Tae Hak terkejut.


Eomjachi diikat di pohon oleh Tim Pencuri. Tiba-tiba datanglah Tae Hak bersama pengikutnya. Tim Pencuri melawan pasukan Tae Hak sebentar, lalu mereka kabur. Eomjachi berterima kasih pada Tae Hak karena telah menyelamatkannya.

Eomjachi menghadap Pangeran. Dia berkata kalau Tae Hak telah menyelamatkannya dari kematian. Kemudian Pangeran menatap Tae Hak.


Tae Hak melapor pada Gil Dong kalau Pangeran Choongwon sudah kembali mempercayainya. Kemudian, Gil Dong meminta agar dirinya dijadikan pengantar Pangeran saat perjalanannya ke Hanyang.

Gil Hyeon menemui Guru Song. Dia bertanya bisakah dia lulus ujian karena dia sudah lama tidak belajar. Guru Song secara tersirat mengatakan kalau dia yakin Gil Hyeon bisa lulus.

Soo Hak makan dengan lahap bersama ibunya. Ibunya bertanya apakah belajar itu sulit? Soo Hak berkata kalau dia akan lulus dan menjadi orang yang baik. Soo Hak bercerita kalau ada anak baru yang bernama Park Ha Sang (wuets, ku kira Ha Sung itu Soo Hak, ternyata itu nama samaran Gil Hyeon sekarang).

Ibunya mengganti nama Soo Hak menjadi Jung Hak agar anaknya bisa berteman dengan orang-orang hebat. Ibunya mewanti-wanti agar Soo Hak menjauhi Ha Sung karena kakek Ha Sung adalah pembelok negara (Kakek Ha Sung adalah Pangeran No. Pangeran No beda paham dengan Raja, makanya dia dikucilkan).


Dengan ramahnya, Soo Hak memperkenalkan dirinya sebagai Jung Hak secara resmi pada Gil Hyeon. Soo Hak juga mengaku kalau ibunya mengganti nama dia setelah ayahnya meninggal saat dia kecil dulu. Mereka tersenyum.


Di Istana, para pejabat memohon agar Raja mengikuti jalur bangsawan dan segera menginterogasi Penasihat No karena telah memberi pengaruh buruk untuk Raja. (Penasihat No setuju dengan upacara Budha yang akan dilakukan Raja)

Raja masuk ke ruang rapat setelah Sangjeon meyakinkan Raja agar membuat keputusan. Raja berbicara pada para pejabat. Raja berkata apakah para pejabat tak menganggap dirinya sebagai Raja? Karena mereka semua menentang perintah Raja. Raja menganggap upacara Budha efektif untuk menenangkan para roh. Lalu Raja mengeluarkan titah bahwa dia akan menghukum siapa saja yang menentang keputusannya itu.



Beralih ke markas Tim Pencuri. Il Chung melakukan make over pada Eobsan, Gil Dong, Keutsae, dan Segul untuk penyamaran saat mengawal Pangeran nanti.


Gil Dong berpamitan pada Amogae. Awalnya Amogae tak merespon, tapi dia bangun dan bertanya pada Gil Dong, apakah Gil Dong tau dulu dirinya di penjara oleh Istri Jo? Tapi akhirnya Istri Jo minta maaf karena salah tangkap. Apakah Gil Dong tau sebenarnya apa yang terjadi dulu?


Kita belum tau jawaban Gil Dong. Adegan beralih pada Gil Dong yang keluar luar rumah dan Soobori bertanya apakah Amogae mengatakan sesuatu? Gil Dong berbohong kalau Amogae tak mengatakan apapun. Gil Dong meminta Soobori menjaga ayahnya dan menjaga (melihat ke Ga Ryung) diri Soobori juga. Gil Dong dan Tim Pencuri pergi. Ga Ryung memanggil Gil Dong. Mereka bertatapan sebentar, lalu Gil Dong bilang kalau dia akan baik-baik saja. Ga Ryung tersenyum.

Agak jauh dari rumah Amogae. Segul dan Yonggae dari atas pohon bertanya-tanya kemana tujuan Gil Dong pergi.



Seperti adegan terakhir episode kemarin. Gil Dong menyamar menjadi kuli yang akan mengantar Pangeran. Gil Dong dengan semangat menawarkan punggungnya sebagai pijakan Pangeran yang akan naik kuda. Akhirnya Pangeran naik kuda setelah Tae Hak meyakinkan Pangeran yang sempat ragu pada Gil Dong.

Dari kejauhan, Segul dan Yonggae mengatai (sekaligus kagum) Gil Dong yang tak kenal takut.

Di Istana, para pejabat dan sarjana masih memohon agar Raja menghukum Penasehat No. Raja mendengarnya dari ruangannya. Dia merasa mereka meremehkannya karena dia adalah putra dari ratu yang diturunkan. Lalu dia memerintahkan Sangjeon untuk mengirimkan bunga krisan untuk mereka. (readers bisa baca makna bunga krisan di sini :D) 


Gong Hwa mendekati Sangjeon. Gong Hwa berkata kalau Sangjeon tak seramah dulu. “kau mencintai orang lain, tapi kau ingin berada di dekat Raja,” kata Sangjeon. Gong Hwa tak menanggapi, dia malah meminta Sangjeon untuk mengizinkannya menghibur Raja yang sedang stress. Bahkan Gong Hwa rela kena hukuman seandainya dia gagal.


Gil Dong dan Pangeran telah tiba di Hanyang. Ketika Pangeran memasuki pintu, ada seorang wanita yang mengenali Gil Dong sebagai pedagang ajaib. Karena dulu Gil Dong telah menikahkan wanita itu dengan bangsawan. Pangeran berbalik dan merasa curiga. Sebelum wanita itu menyebutkan nama Gil Dong, tiba-tiba Yonggae dan Segul datang dan langsung menggendong wanita itu. Yonggae menjelaskan pada Pangeran kalau wanita itu tidak waras. Lalu mereka pergi.


Gil Dong dan Tim Pencuri mendekati Yonggae dan Segul. Yonggae berbohong kalau tadi hanya kebetulan, tapi Segul bilang kalau mereka mengikuti Gil Dong tadi. Akhirnya Yonggae mengaku kalau dia sangat merindukan Tim Pencuri. Gil Dong tersenyum.


Pangeran Choongwon menemui Raja Yeonsangun setelah sekian lama. Pangeran berkata kalau dia akan tinggal di Hanyang mulai sekarang untuk melayani Raja. Alih-alih Raja malah berkata kalau dia berharap Pangeran akan tinggal di gunung dengan sungai-sungai yang indah.

Sebelum pergi, seorang kasim mengantarkan surat dari Raja untuk Pangeran. Surat itu berisi rasa bersalah Raja karena tak membiarkan Pangeran tinggal di Istana, Raja takut kalau para pejabat juga akan mencelakai Pangeran. Pangeran menangis membaca surat itu sambil berteriak, “Terima Kasih atas kemurahan hati Yang Mulia.”


Pangeran minum-minum bersama Tae Hak dan gisaeng. Pangeran yakin kalau Raja akan segera memanggilnya. Lalu Gil Dong masuk membawakan minuman lagi. Pangeran melawak sambil memanggil Gil Dong dengan ‘stepstool’ (alat penginjak). Semua orang tertawa. Apalagi Gil Dong bangga diberi panggil seperti itu.  


Mereka minum sampai tertidur, tapi Gil Dong membuka matanya. Dia bangkit, lalu mengambil guci minuman dan siap melempar ke arah Pangeran. Saat guci di udara, dia teringat percakapan dengan ayahnya.

Kilas balik. Amogae bercerita kalau sebenarnya Istri Jo tidak benar-benar minta maaf karena dirinya telah membunuh Tuan Jo. Membunuh dengan tangan penuh darah, itulah satu-satunya cara untuk melawan majikan sendiri. Lalu Amogae memperingatkan Gil Dong kalau Istri Jo dekat dengan Pangeran Choongwon.


Kembali ke dunia nyata. Gil Dong keluar kamar dan berkata pada Tim Pencuri kalau dia ingin membuat Pangeran menyesal karena tak jadi mati. Il Chung berkata kalau Raja tak mempedulikan Pangeran lagi, maka rencana mereka akan berjalan lancar. Gil Dong berkata, “dari cara Raja mengirimkan surat itu, aku rasa kedekatan mereka itu sungguhan.”

Gil Dong berencana untuk menemui beberapa orang di Hanyang dan memberitahu mereka kalau Amogae masih hidup. Gil Dong juga bilang kalau dia akan membunuh siapapun yang tak mau bergabung.


Tim Pencuri mulai menemui orang-orang tertentu. Sampai akhirnya mereka menemui seseorang yang mengaku penjaga istana tingkat rendah. Dia hampir menjadi budak, jika Amogae tak menyelamatkannya. Si Penjaga mengaku kalau dia tak berani karena Pangeran sangat dekat dengan Raja. Setelah Tim Pencuri keluar, Gil Dong meminta agar Si Penjaga agar memata-matai Raja. Permintaannya itu membuat Si Penjaga sangat terkejut.


Di luar, Tim Pencuri merasa Gil Dong dan Amogae berbeda karena tak biasanya Gil Dong bilang ‘bunuh orang’.

Beralih ke tempat dimana Guru Song yang sedang menasehati Gil Hyeon. Gil Hyeon mengaku kalau dia sudah mempelajari apa-apa yang disukai Raja terdahulu. Guru Song berkata yang terpenting adalah hati Raja yang sekarang. (mungkin maksudnya merebut hati Raja)

Beralih ke Istana. Raja sedang duduk dalam gelap. Tiba-tiba pintu terbuka, masuklah Gong Hwa yang menunjukkan bakat menarinya. Raja terpaku melihat Gong Hwa yang menari. Lalu Raja tersenyum.



BERSAMBUNG ke Ep 11

Komentar :

Akhirnya pertemuan Gong Hwa dan Raja terjadi juga. Awal pertemuan yang sangat baik karena Gong Hwa berhasil membuat Raja terkesima dengan tariannya itu.

Ngomongin Soo Hak, aku masih kepo kenapa dia berubah jadi baik.. cara bicaranya sopan, murah senyum, ya pokoknya beda sama Soo Hak kecil dulu. Mungkin Soo Hak bakal jadi sahabatnya Gil Hyeon nanti. Aku jadi menerka-nerka apa yang terjadi saat mereka tau identitas mereka yang asli.

Ga Ryung? Masa lalunya adalah misteri terbesar untuk aku.


NB. Ini cuplikan Gong Hwa yang menari tadi [watch].

2 komentar: