Jumat, 31 Maret 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 17

Episode yang lumayan panjang menurutku. Kebenaran juga mulai terungkap satu-persatu. Episode ini ditutup dengan rating 13.8%


Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 17

Episode dibuka dengan keterkejutan Gil Dong melihat Pangeran dan Mori yang ada di hadapannya sekarang. Kita kilas balik ketika Mori menantang Gil Dong yang akan menyesal suatu saat nanti karena sudah berani melepaskannya. Gil Dong menyambut tantangan itu dengan senyuman kecil.

Kembali ke masa kini. Gil Dong menyapa kaku mereka berdua. Pangeran tersenyum dan berkata kalau dia sudah berubah. Lalu menyarankan agar Gil Dong juga berubah, sebelum dia yang mengubah Gil Dong. Setelah mengatakan hal itu, Pangeran berbalik dan pergi. Mori juga sempat tersenyum kecil pada Gil Dong.



Ga Ryung menunggu Keluarga Hong dengan cemas. Agak jauh dari sana, Mori mengintip dan mengikuti Ga Ryung. Baru aja Mori mau masuk ke pintu, Ga Ryung kembali keluar sambil mengayunkan batu besar di tangannya. HAHA.


Mori kaget dan Ga Ryung sadar kalau Mori adalah pengikutnya Tae Hak. Mori tak menjawab. Ga Ryung mengingatkan agar Mori tak mengganggu oraboninya lagi. Mori hanya bergumam kalau Ga Ryung adalah gadis aneh, lalu bergegas pergi.


Sesaat kemudian, Keluarga Hong pulang dengan wajah serius. Gil Dong bahkan mengabaikan pertanyaan Ga Ryung. Eobsan menjelaskan kalau saat ini ada sesuatu yang mereka harus bicarakan secara pribadi.


Di dalam, Il Chung menjelaskan kalau Pangeran dibebaskan sejak 6 bulan lalu. Selama perjalanannya ke Hanyang, dia berhenti di desa-desa untuk memberikan petuah-petuah layaknya bangsawan baik, makanya Pangeran baru sampai di Hanyang baru-baru ini.

Parahnya, semua orang di desa itu mempercayai perkataan Pangeran. Gil Dong tertawa sinis sambil berkata kalau bedebah seperti Pangeran ngga akan berubah.


Segul dan Gil Dong melihat Pangeran yang baru saja masuk rumah yang kumuh. Segul tak menyangka Pangeran mau tinggal di tempat seperti itu.


Masuklah Gil Dong ke dalam. Gil Dong menyapa hangat Pangeran sambil memberikan sekotak permen (ngeledek ceritanya). Pangeran dengan santai menebak kalau Gil Dong pasti takut jika dia akan mengungkapkan kejahatan Gil Dong yang sudah merusak namanya dulu. Gil Dong tertawa mengejek dan berkata kalau itu tak akan terjadi, sebab Raja menolak untuk menemui Pangeran. Sebelum pergi, Pangeran berjanji kalau dia akan membuat Gil Dong berlutut padanya suatu saat nanti.


Tim Pencuri bersyukur kalau sepertinya Pangeran ngga tau perbuatan mereka (membantu orang-orang yang diperlakukan secara tidak adil). Soobori langsung menasihati Tim Pencuri agar berhati-hati dalam berucap dan bertindak. Gil Dong curiga kalau ada seseorang dibalik Pangeran.

Di tempat Guru Song, Pangeran memohon agar Guru Song segera bertindak. Bahkan menyarankan agar Guru Song melihat Gil Dong secara langsung, biar tau betapa jahatnya Gil Dong.

Kita beralih, Guru Song sengaja bersenggolan dengan Gil Dong di tengah jalan yang ramai. Gil Dong spontan meminta maaf dengan sopan. Guru Song menatap lama Gil Dong, lalu melanjutkan langkahnya. Setelah Gil Dong menjauh, dia menyuruh anak buahnya untuk mengikuti Gil Dong. Dan...dia mengawasi Gil Dong yang sedang melayani tamu-tamunya di Hwalbinjeong.


Pangeran menebak kalau Guru Song pasti sudah melihat kebusukan Gil Dong. Guru Song menghela napas melihat Pangeran yang sangat bernafsu.

Guru Song menasihati Pangeran agar hati-hati dalam bertindak. Jika pengikut Pangeran tau kalau Pangeran telah ditipu oleh seorang buruh, maka Pangeran akan kehilangan kepercayaan mereka dan reputasi Pangeran akan hancur.

Guru Song berkata kalau dia ingin menyelesaikan tugasnya dulu, baru dia bisa mewujudkan apapun yang Pangeran mau. Pangeran terlihat tertarik dan bertanya-tanya apa pekerjaan penting itu.


Guru Song menemui Soo Hak dan menceritakan bahwa ada sekelompok preman yang telah memasuki Hanyang. Preman itu menghajar targetnya sampai parah. Anehnya, orang-orang yang menjadi target preman itu adalah para penjahat yang lolos atas kejahatan yang mereka lakukan. Guru Song meminta agar Soo Hak menyelidiki hal itu. Karena Guru Song merasa preman itu punya rencana jahat untuk menghancurkan Joseon.


Soo Hak memanggil ketiga korban preman yang dimaksud Guru Song. Ketiganya itu kini dalam keadaan pincang. Mereka memang mengakui kejahatan yang mereka perbuat. Lalu, ketiganya mulai menceritakan sosok preman-preman yang mereka tau. Ciri-ciri yang mereka sebut, persis dengan Tim Pencuri. Guru Song ikut menguping dari balik pintu.


Kita beralih, seorang kakek tua menemui Gil Dong. Kakek tua itu berkata kalau kasus putrinya dibuka kembali. Dia mengaku kalau dia tak menyesal jika nanti mati karena Gil Dong sudah membantunya untuk memberi pelajaran pada menantunya (menantunya ini ngebunuh istrinya sendiri/putrinya si kakek). Kakek tua itu juga berjanji kalau dia tak akan buka suara mengenai keberadaan Gil Dong.


Gil Dong terbangun dari mimpi buruknya. Di luar, Soobori melaporkan info terbaru tentang kasus kakek tua kemarin. Soobori takut keberadaan mereka akan diketahui orang. Gil Dong menenangkan kalau mereka punya dukungan Raja.

Akhirnya Gil Dong meminta agar Soobori menyuruh tukang perak untuk membuat hiasan rambut yang sangat bangus. Karena dia dengar Raja sangat menyukai seniman yang bernama Noksu. Wa!


Gil Hyeon menghadap Raja. Dia melaporkan kalau ada kasus aneh di desa setempat, yaitu satu keluarga yang menghilang tanpa jejak. Raja terlihat tertarik. Tapi, belum sempat Gil Hyeon cerita lebih lanjut, Noksu datang. Gil Hyeon mengerti dan undur diri. Gil Hyeon sempat melihat Noksu sekilas.


Gil Hyeon sepertinya kecewa karena pembicaraannya dipotong tadi, tapi dia langsung tersenyum ketika melihat Soo Hak. Soo Hak curhat tentang kasus yang dia sedang tangani. Para preman itu bisa menghukum para penjahat yang tidak bisa dihukum oleh pejabat karena alasan moral (para penjahat ini sepertinya bangsawan, jadi gabisa dihukum). Belum sempat Soo Hak melanjutkan, tiba-tiba ibunya memanggil nama kecilnya, "Soo Hak."



Krik krik. Gil Hyeon terkejut, apalagi pas melihat Istri Jo di sana. Soo Hak mengenalkan ibunya pada Gil Hyeon. Di dalam, Gil Hyeon terus menunduk sambil menahan amarahnya. Istri Jo mengaku kalau dia sudah lama ingin bertemu Gil Hyeon. Soo Hak melanjutkan curhatannya yang tadi, dia merasa kalau begitu banyak orang-orang bodoh yang suka melakukan hal-hal yang tak ada gunanya. Itu mengingatkannya pada seorang pelayannya dulu, anak itu (Gil Hyeon kecil) sangat suka membaca bukunya.


Gil Hyeon tak tahan mendengar hinaan itu, dia memutuskan untuk pamit. Di luar, Gil Hyeon ambruk, masih syok banget. Dia mengingat semua perlakuan kejam yang dilakukan keluarga Soo Hak dulu.

Soobori menunjukkan binyeo (hiasan rambut) yang akan diberikan kepada Raja. Gil Dong setuju. Lalu Il Chung melaporkan berita terbaru tentang Si Kakek (yang Gil Dong bantuin).


Ga Ryung menghampiri Gil Dong yang sedang memikirkan sesuatu. Gil Dong minta maaf karena saat ini dia sibuk sekali. Ga Ryung tak mempersalahkan hal itu, lalu menceritakan isu terbaru yang dia dapat. Si Menantu (menantu Kakek Tua) yang membunuh istrinya itu telah menyebarkan rumor palsu yang menyebutkan kalau istrinya itu cemburuan dan telah berselingkuh, karena itulah Si Menantu menyiksa dan membunuh istrinya. Mendengar itu, Gil Dong menyadari sesuatu, dia langsung bergegas pergi.



Gil Dong mengatakan kalau kasus Si Menantu mirip dengan kasus Ratu Yun yang diturunkan (ibunda Raja). Ratu Yun diturunkan karena cemburuan. Kalau keduanya dihubungkan, maka bisa jadi Raja akan bersimpati pada Si Kakek (mertua Si Menantu/ayah korban). Lalu Gil Dong meminta Segul untuk ber-akting menjadi bangsawan. Segul mengiyakan dengan senang hati. Haha.



Kita beralih, Gil Dong menunjukkan binyeo tadi pada Ja Won (sebelumnya ku sebut Sangjeon). Gil Dong berkata kalau dia dengar Raja suka memberi perhiasan kepada musisi yang bernama Noksu. Ja Won waspada. Tapi Gil Dong hanya berkata kalau dia berharap Ja Won bisa menuruti permintaannya kali ini.


Ja Won menemani Raja yang pergi ke Hwalbinjeong. Ja Won bilang kalau di sana ada gisaeng yang punya suara yang merdu, makanya Raja tertarik.

Di dalam, Raja terlihat menikmati nyanyian itu. Dan ternyata di ruang sebelah ada Segul, Il Chung, dan Yonggae. Mereka bertiga mulai memprovokasi Raja dengan membicarakan kasus tentang Si Menantu yang tega membunuh istrinya sendiri hanya karena cemburu. Ya, sebenarnya mereka bertiga baca teks sih, haha.


Mereka merasa kalau Si Menantu telah mengikuti Raja sebelumnya yang juga tega membunuh istrinya hanya karena masalah sepele. Benar saja, Raja geram mendengarnya pembicaraan mereka karena dia ingat ibunya sudah diperlakukan secara tidak pantas. 

Raja langsung bangkit dan membuka pintu sebelah, Tim Pencuri langsung pura-pura duduk sambil makan. Melihat Raja yang terlihat marah, mereka pura-pura polos bertanya siapa Raja. Raja tak menjawab dan berbalik pergi.


Setelah Raja pergi, Ja Won menemui Gil Dong dan langsung terbang menendangnya karena Gil Dong berani membawa nama Ratu Yun di depan Raja. Gil Dong pun bertanya apa Ja Won pikir masuk akal ketika hukum Joseon malah tertulis kalau tidak bisa menghukum orang yang membunuh istrinya? Orang bodoh pun tau kalau itu tak masuk akal. Kenapa orang-orang pintar seperti pejabat malah ngga ngerti? Ja Won bergeming. Sebelum pergi, Gil Dong berkata kalau dia percaya bahwa Raja akan sadar betapa tak masuk akalnya hukum seperti itu.



Di Istana, Raja terlihat lesu, dia bahkan tak menyentuh makanannya sedikitpun. Beralih ke tempat lain, para pelayan remaja sedang membersihkan ruangan Jangakwon. Si Gadis Cerewet curhat pada Si Gadis Pendiam kalau dia mau seperti Noksu dan mendapatkan uang yang banyak. Dia ingin membuat ibunya bahagia. Si Gadis Pendiam memujinya, lalu mengaku kalau dia yatim piatu. Oke, berarti UH RI NI diperankan oleh Jung Da-bin. Dan Gadis Cerewet diperankan oleh Sang-Hwa. 



Si Gadis Cerewet bersimpati pada Ri Ni, lalu dia mencoba memainkan bipa. Tiba-tiba Wolhamae masuk dan memarahi Si Gadis Cerewet karena telah menyentuh bipa-nya. Noksu bertanya apa mereka mau belajar memainkan alat musik? Belum sempat dijawab, Ja Won masuk dan meminta Wolhamae keluar. Ternyata Ja Won meminta Wolhamae untuk ngelawak di depan Raja, dengan syarat tidak boleh menyinggung kata 'ibu'.

Raja pun tertawa (ngakak) mendengar cerita konyol Wolhamae. Di luar, Wolhamae memberitahukan keadaan Raja yang sedang merindukan ibunya kepada Noksu. Dia juga bilang kalau Raja bisa menghukum siapapun yang berani menyebutkan kata 'ibu' di depannya.


Noksu mendekati Raja yang sedang minum dan mulai bernyanyi tentang seorang anak yang sedang menunggu ibunya yang tak kunjung datang. Raja tersentak mendengar kata 'ibu'. Tapi Noksu tetap bernyanyi sampai selesai.

Raja menatap Noksu lama, bukannya marah, dia malah berkata kalau dia tak bisa menunggu Noksu lebih lama, lalu Raja mencium Noksu.



Raja meminta pendapat para pejabat mengenai kasus Si Menantu. Pendapat mereka ada yang pro juga kontra. Salah satu pejabat melaporkan kalau ada seorang cendekiawan yang mengajukan banding sebagai tanda kalau dia tidak setuju. Kita di bawa ke tempat Pangeran. Ternyata cendekiawan yang dimaksud adalah Pangeran, tapi di sana Pangeran malah berbicara sebaliknya, dia berkata kalau tindakan Si Menantu adalah benar. Sigh.

Kembali ke Istana. Tiba-tiba Gil Hyeon maju dan menyatakan pendapatnya. Gil Hyeon berkata kalau mereka tak tahu sifat asli Si Istri karena sudah meninggal. Jadi, pengakuan Si Menantu belum tentu benar. Gil Hyeon juga mengadu kalau Soo Hak tak menjalankan kewajibannya sebagai wagub (ngga membela yang benar), lalu memohon agar Raja mengusut ulang kasus ini. Go Gil Hyeon-ah!


Raja sangat semangat mendengar penuturan Gil Hyeon yang cukup masuk akal. Raja setuju untuk menindak ulang kasus ini. Lalu, Raja menggebu-gebu meminta agar Si Kakek (ayah korban) segera dibebaskan dan memutuskan untuk menurunkan jabatan Soo Hak karena telah menangkap Si Kakek. (Soo Hak ngga jadi wagub lagi)


Pejabat Istana melewati Pangeran yang sedang memberi petuah dan masuk ke kantor Soo Hak. Soo Hak yang sedang menonton penyiksaan Si Kakek, lantas berlutut di hadapan pejabat untuk mendengarkan perintah Raja.

Pejabat Istana membacakan perintah Raja, yaitu untuk membebaskan Si Kakek,  menurunkan jabatan Soo Hak, dan menaikkan jabatan Eomjachi sebagai pengganti Soo Hak. Soo Hak dan Eomjachi terkejut.


Di luar, Si Kakek disambut oleh keluarganya, lalu dia melihat Gil Dong dan Il Chung. Si Kakek menunduk hormat. Gil Dong dan Il Chung balas menunduk.


Di dalam, Eomjachi meminta agar Soo Hak ngga usah mencari tahu tentang para pencuri/pemberontak apalah itu. Soo Hak mencoba membela, tapi Eomjachi langsung menendang kaki Soo Hak berkali-kali karena ingin melanggar perintah pertamanya. Eomjachi bales dendam, haha.


Eomjachi langsung ke Hwalbinjeong untuk memberikan kabar bahagia itu pada Gil Dong, sayangnya mata-mata Guru Song melihat dan mendengar itu. Dia melaporkan apa yang dia lihat pada Guru Song. Guru Song akhirnya percaya kalau Gil Dong bukanlah orang biasa. Apalagi, setelah itu Soo Hak datang memberitahu kabar penurunan jabatannya. Soo Hak menunjukkan kekesalannya karena dia merasa ini terjadi gara-gara permintaan Guru Song yang menyuruhnya menangkap para pemberontak itu.

Istri Jo mencoba mengejar Soo Hak keluar, tapi Guru Song mencegahnya. Lalu, Guru Song mengatakan bahwa pemberontak itu adalah Gil Dong. Istri Jo terkejut.



Istri Jo meminta agar Soo Hak menuruti perintah Guru Song. Soo Hak dengan tegas menolak. Akhirnya, ibunya dengan marah bercerita kalau ayah Soo Hak telah dibunuh pelayannya sendiri. Bukankah itu memalukan? Apalagi, pemberontak yang dimaksud Guru Song adalah Gil Dong. Soo Hak terkejut setengah mati. Di luar rumah, Soo Hak merasa sesak dan mengingat pertemuannya dengan Gil Dong kemarin. Dia menahan amarahnya.


Soo Hak melihat Gil Dong yang sedang menyambut tamunya dari jauh. Tak sengaja dia mendengar Soobori yang berkata kalau hari ini adalah hari peringatan kematian adiknya. Soo Hak dan ibunya menemui Pangeran. Soo Hak menyatakan tekadnya untuk membalas kejahatan Gil Dong. Pangeran tersenyum mengangguk.

Di luar, Soo Hak bertanya apa adiknya Gil Dong sudah mati? Mori menjawab kalau itulah kemarahan terbesar Gil Dong.


Pangeran, Istri Jo, Soo Hak, Mori, dan mata-mata Guru Song menghadap Guru Song. Soo Hak berkata kalau dia punya rencana lain, lalu berkata kalau Gil Dong telah kehilangan saudaranya. Mori membenarkan, dia pernah melihat Gil Dong meminta kurir untuk mencari Gil Hyeon dan Uh Ri Ni. Klik. Mata-mata Guru Song merasa familiar dengan nama itu.


Kilas balik. Pintu gudang dimana Ri Ni disekap terbuka. Ternyata mata-mata Guru Song yang membuka pintu itu! Dia mendekati Ri Ni. Ri Ni dengan putus asa menyebutkan namanya 'Uh Ri Ni' dan memohon untuk dipertemukan dengan kakaknya.



BERSAMBUNG ke Ep 18

Komentar :

Aku ngerasa drama ini agak lama, karena Gil Dong belum juga bertemu Noksu dan Raja secara langsung. Tapi masalah lain malah terus datang. Ya aku harap Ri Ni baik-baik aja ;)

Aku ngakak pas bagian Ga Ryung yang megang batu. Huahaha, Mori sampe kaget gitu. Aku mau mereka temenan! Mungkin ga ya? Oke, itu mustahil. Liat senyuman maut Mori deh, beuh, serem bener :v


Oiya, satu lagi, menurut enkeys (orang yang komen di DB), bisa jadi Ja Won itu Si Anak Perkasa yang lain. Sebab dari cara nendang Gil Dong sambil terbang itu terlihat ngga biasa. Wa! menarik menarik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar