Sabtu, 25 Maret 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 15

Tim Pencuri berhasil membawa Raja bersamanya. Ya..meskipun tak secara langsung. 


Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 13

Episode dibuka dengan Istri Jo dan Guru Song yang mengunjungi Pangeran. Istri Jo meminta agar Pangeran mengatakan yang sebenarnya apa yang terjadi tentang Amogae karena Guru Song bisa menyelamatkan Pangeran dari nasib buruknya.


Guru Song memperkenalkan diri sebagai orang yang akan melakukan apapun agar Joseon sejahtera. Pangeran merasa kalau dia sedang diremehkan, lalu mengusir mereka berdua. Tapi, Istri Jo segera membisikan sesuatu pada Pangeran.

Di tempat lain, Keluarga Hong mengunjungi rumah Park Ha Sung (Gil Hyeon). Sayangnya, Gil Hyeon datang setelah Keluarga Hong pergi.

Gil Dong berkata kalau mereka tak usah menyogok Ha Sung karena Gil Dong ngga mau merusak prinsip Ha Sung yang terlihat begitu baik dan bijak.

Kembali ke Guru Song. Guru Song bertanya alasan Pangeran menghukum Amogae. Pangeran mengaku kalau dia tak tahan melihat Amogae melawan hukum Joseon. Pangeran bertekad untuk balas dendam pada Tim Pencuri.

Di Istana, Noksu berterima kasih pada Raja karena telah mengabulkan permohonannya. Lalu, Raja meminta agar Noksu memberikan hatinya, tapi Noksu dengan mantap berkata kalau hatinya telah dimiliki orang lain. Raja tertawa melihat keberanian Noksu.


Raja memberi hadiah pada para sarjana yang terlibat dalam kasus Pangeran. Gil Hyeon memohon agar dia diizinkan untuk melakukan penyamaran di luar Istana untuk mengetahui apa saja yang terjadi di sana. Raja memuji pilihan Gil Hyeon yang bijak.

Ja Won (sebelumnya ku sebut Sangjeon) memberi intruksi pada Soobori dan meminta agar Soobori menyiapkan 300 yang (uang). Lalu, Soobori melaporkannya pada Tim Pencuri yang lain. Gil Dong memutuskan untuk menambah jumlah produksi agar bisa menghasilkan banyak uang.


Beberapa hari kemudian, Ja Won menanyakan tentang uang itu. Sayangnya, Soobori keceplosan dan Ja Won tau kalau Soobori bukanlah pemilik tambang perak yang sebenarnya. Soobori segera melaporkan hal itu pada Tim Pencuri.

Gil Dong dengan pakaian stepstoolnya menemui Ja Won. Mereka terlihat terkejut satu sama lain. Gil Dong baru tau bahwa Ja Won bukan sekedar penjual tikar biasa.


Ja Won malah mengaku kalau dia melihat Gil Dong saat di persidangan Pangeran. Ja Won tak menyangka Gil Dong berani menipu Raja melalui Pangeran. Gil Dong dengan santai berkata kalau Pangeran telah berhutang padanya, lalu bertanya mengapa Ja Won tak melaporkannya saat di pengadilan kemarin?

"entahlah.." jawab Ja Won sambil keluar ruangan. Gil Dong menahan amarahnya.

Di Istana, Raja berkata kalau dia akan membuat perjamuan yang sangat elegan dan mahal untuk menunjukan martabat Raja yang sesungguhnya. Ja Won menuruti dengan berat hati. (karena Istana lagi defisit)

Ja Won menemui Gil Dong. Ja Won akhirnya memberi jawabannya. Ja Won mengaku kalau dia tak tahan melihat siapapun yang serakah/jahat berada di dekat Raja, makanya dia membiarkan Gil Dong menyerang Pangeran.


Ja Won bertanya alasan Gil Dong yang nekat memberi tambang peraknya. Gil Dong menjawab kalau seorang preman juga ingin menunjukkan rasa setianya pada Raja.

Ja Won tertawa mendengar gurauan Gil Dong. Lalu, dia berkata kalau dia akan mempercayai kesetiaan itu jika Gil Dong berhasil memberikan banyak uang pada Raja.

Gil Dong menceritakan kabar baik itu pada Tim Pencuri. Tim Pencuri tak percaya kalau Ja Won (kasim Raja) malah percaya pada mereka. Gil Dong berpikir bagaimana cara menghasilkan banyak uang dalam waktu singkat.


Gil Dong teringat saat Raja melarang untuk menjual alkohol di masa lalu. Keutsae bilang kalau harga alkohol pada masa itu bisa 10x lebih mahal. Ting! Gil Dong mendapat ide, dia menjelaskan kalau mereka akan membuat alkohol sebanyak-banyaknya sebelum pelarangan itu datang lagi. Lalu mereka akan menjualnya dengan harga tinggi saat pelarangan itu benar-benar terjadi.

Tim Pencuri mulai memproduksi alkohol. Tak lupa Gil Dong juga menceritakan rencananya pada Ja Won. Ja Won mendengarnya antusias.

Benar saja, seorang menteri melaporkan kalau saat itu Joseon sedang mengalami paceklik (kekurangan pangan), lalu dia menyarankan agar penjualan alkohol dihentikan untuk sementara.


Raja menyetujuinya tanpa ragu, dengan begitu, maka rakyat akan menilai kalau pejabat peduli pada mereka. Tapi Raja memberi pengecualian pada rakyat miskin dan orang yang menjadikan alkohol sebagai obat. Ja Won tersenyum mendengarnya.

Keutsae melaporkan kabar baik itu pada Tim Pencuri yang sedang mencicipi alkohol. Saatnya mereka meraup keuntungan!

Tim Pencuri mulai mendistribusikan alkohol ke beberapa tempat secara diam-diam. Kebanyakan dari mereka beralasan kalau mereka membutuhkan alkohol sebagai obat.

Di markas, Il Chung takjub mereka bisa menjual alkohol dengan sangat cepat. Lalu mereka bersulang untuk merayakan keberhasilan mereka.

Tapi kebahagiaan mereka terhenti ketika Raja mendapat kabar dari Gil Hyeon yang melaporkan kalau pejabat masih minum-minum. Lalu Raja memberi titah agar masalah itu segera diurus. Tim Pencuri tak percaya bahwa kendi-kendi mereka yang berisi alkohol habis dihancurkan oleh suruhan Raja.

Malamnya, lagi-lagi Penghancur Kendi berdatangan. Munculah Tim Pencuri dan semua pasukannya. Lalu mereka saling menyerang satu sama lain. Gil Dong menyerang pemimpin pasukan hingga dia terpojok. Akhirnya mereka menyerah dan berlutut pada Tim Pencuri. Dari kejauhan, Mori melihat mereka.



Ga Ryung senang melihat Tim Pencuri pulang dalam keadaan selamat, tapi dia sangat khawatir saat melihat luka yang ada di tangan Gil Dong. Ga Ryung bergegas memanggil tabib, padahal Gil Dong terlihat tak peduli. Di luar, Mori melihat Ga Ryung, kemudian dia sadar kalau Ga Ryung pernah menyamar sebagai pelayan (saat Mori melihat luka Ga Ryung).

Ga Ryung menggenggam tangan Gil Dong yang sedang tertidur. Dia bergumam sambil meminta agar Gil Dong tak terluka lagi. Ternyata Gil Dong hanya pura-pura tertidur.


Keesokannya, Ja Won berterima kasih pada Gil Dong karena telah memberikan uangnya pada Raja. Sebelum pergi, Ja Won berkata kalau dia yakin Gil Dong adalah Si Anak Perkasa yang berhasil survive.

Keluarga Hong merayakan keberhasilan mereka, tapi Gil Dong terlihat seperti sedang memikirkan sesuatu. Tiba-tiba ada seorang wanita mendekati mereka dan mengenali Gil Dong sebagai putra Amogae. Ternyata dia adalah shaman (dukun) yang ditemui Amogae sebelumnya.

Tim Pencuri menguping pembicaraan Gil Dong dan shaman. Shaman langsung to the point, dia bilang kalau Gil Dong akan segera mati karena Gil Dong telah menyalahkan gunakan kekuatannya (untuk bales dendam). Shaman mengaku kalau dia sudah memberitahu Amogae tentang hal itu. Mendengar itu, Tim Pencuri langsung menerobos masuk dan mengusir shaman itu karena telah berbicara omong kosong.



Tim Pencuri bahkan menabur garam guna menangkal hal-hal buruk yang dibawa oleh shaman. Gil Dong terlihat tak peduli, padahal ketika ada di kamar dia terlihat gelisah.

Ga Ryung masih sibuk menabur garam sambil mengoceh, tiba-tiba Gil Dong ada di belakangnya. Ga Ryung menenangkan Gil Dong kalau shaman tidak bisa seenaknya menentukan hidup/mati seseorang. Ga Ryung menyinggung masa kecilnya, kalau dari dulu ucapan shaman tidak ada yang benar.

Gil Dong hanya menatap Ga Ryung, lalu memintanya untuk menceritakan masa kecilnya. Ga Ryung dengan malu bercerita kalau dulu dia membesarkan banyak adik, sampai akhirnya, ayahnya menjualnya untuk membayar judinya. Itulah bagaimana dia berakhir menjadi pelayan di gibang. Tapi, Ga Ryung mengaku kalau dia tak merasa menyesal.

Gil Dong terpaku menatap Ga Ryung sambil memegang wajah Ga Ryung, lalu berkata, "itulah mengapa aku menyukaimu. Kau begitu sabar dan selalu tersenyum padaku." Mereka terdiam. Gil tersadar dan menyuruh agar Ga Ryung masuk ke dalam. Ku kira mau kiss.-.


Beralih ke Jangakwon, Ri Ni melihat gisaeng Jangakwon kagum. Tiba-tiba ada seorang gisaeng yang mendekati Noksu dan berkata kalau Noksu tak pantas ada di sini karena suka bikin ulah. Plak! Noksu menampar gisaeng itu. Noksu mengingatkan kalau semua gisaeng yang ada di sana, tidak akan bisa mengalahkan gisaeng gila seperti dirinya. Noksu mengaku bahwa dia akan menghancurkan siapapun yang menghalangi jalannya. Gisaeng itu speechless melihat kegilaan Noksu.


Di tempat lain, Gil Dong memberikan perak pada Ja Won. Ja Won iseng bertanya, apa Gil Dong masih mikirin Gong Hwa? Gil Dong tak menjawab. Ga Ryung menguping dari pintu.

Di luar, Ga Ryung mendekati Gil Dong dan berkata kalau dia akan menunggu Gil Dong sampai kapanpun. Ga Ryung tersenyum, lalu pergi dari sana. Gil Dong hanya menatap kepergian Ga Ryung.


Guru Song menawarkan kebebasan, tapi hanya jika Pangeran mau melepas embel-embel keluarga kerajaan yang melekat di dirinya dan mau untuk terlahir kembali.

Guru Song mengaku kalau dia bertekad untuk mengubah orang-orang yang sudah putus asa menjadi orang hebat (dia ngomongin Gil Hyeon).

Di markas, Gil Dong memberi arahan pada Tim Pencuri untuk melanjutkan bisnis mereka, lalu mulai membagi-bagi tugas pada mereka. Ga Ryung menyela, kalau dia ingin belajar membacakan dongeng. Gil Dong tersenyum dan mengangguk.

Tim Pencuri mulai melaksanakan misinya. Di Istana, Raja tertawa lepas dengan para menteri. Nampaknya hubungan mereka sudah mulai baik, Raja mulai diakui sama pejabat-pejabatnya.


Di luar, para pelayan remaja (termasuk Ri Ni) melihat kagum Istana. Beberapa tahun kemudian, pelayan remaja sudah tumbuh agak dewasa. Tapi kamera hanya memfokuskan pada 2 pelayan muda saja.



BERSAMBUNG ke Ep 16

Komentar :

Di adegan terakhir, salah satu dari mereka ada Ri Ni. Dan aku harap gadis yang satunya itu, bukan musuhnya Ri Ni. Aku juga masih bingung mana yang Ri Ni karena orangnya udah beda. Tapi digambar paling kanan, ada Jung Da-bin (she was pretty 2015, andantae 2017).

Kya! Akhirnya Gil Dong ngaku! Ya...meskipun keceplosan sih. Tapi aku gemes bgt sama Gil Dong, dia sok ngga peduli sama Ga Ryung. Jangan membuatnya menunggu terlalu lama, oraboni :p


Aku juga ngga bisa ngga suka sama Noksu. Dia sangat tangguh dan ngga kenal takut. Aku jadi salut sama dia. Apalagi, pas dia nolak Raja demi Gil Dong. A, kece bgt dia.

Tentang Guru Song, aku juga kepo dia sebenernya siapa sih. Sampe ngejamin bisa ngeluarin Pangeran dari pengasingan gitu. Ngeliat Guru Song yang 'terlalu' membanggakan pilar-pilar Joseon atau apalah itu, ngebuat aku khawatir dia bakal jadi penghalang untuk Keluarga Hong. Apalagi kayaknya dia tau kalau Gil Hyeon sebenarnya bukan Park Ha Sung.

Oiya, berdasarkan sejarah, Jang Noksu adalah selir kesayangan Raja Yeonsangun. Menarik untuk ditebak, apakah drama ini bakal ngikutin sejarah?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar