Jumat, 17 Maret 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 14

NOW PLAYING : Dance with My Father - Luther Vandross

Keluarga Hong terpukul atas kepergian pahlawan mereka, kemudian dihibur dengan keberuntungan yang datang tanpa mereka kira.


Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 14

Episode dibuka dengan kebahagiaan yang terpancar dari semua wajah keluarga Hong. Amogae tersenyum melihatnya. Soobori mendekati Amogae. Soobori mengingat pertemuan mereka dulu dan tak menyangka kalau dia malah ada di sini sekarang. Soobori mengaku kagum dengan keberanian Amogae dan Gil Dong.


Ga Ryung menemani Amogae. Dia berceloteh kalau dia tak mau memakai marga Hong karena itu berarti dia akan menjadi adik Gil Dong. HA. Amogae bertanya apa Ga Ryung menyukai Gil Dong? Ga Ryung menyiyakan dengan malu.

"Tapi Gil Dong menyukai orang lain," jelas Ga Ryung. Amogae tersenyum dan bilang kalau Gil Dong juga menyukai Ga Ryung. Lalu mereka sama-sama menatap langit yang biru.


Gil Dong menemani Amogae di suatu tebing. Amogae bercerita tentang pertemuannya dengan Geum Ok (ibu Gil Dong). Amogae mengaku dia merasa hidupnya bahagia sejak bertemu Geum Ok dan bilang kalau dia bisa bertahan hidup sampai sekarang karena Gil Dong. Amogae meminta agar Gil Dong tetap hidup dan melindungi keluarga besar Hong.


Pembicararaan mereka terhenti ketika ada beberapa pedagang yang bertanya. Amogae meminta Gil Dong melayani mereka. Gil Dong maju beberapa langkah, dan menjawab pertanyaan para pedagang. Setelah selesai, Gil Dong melihat ayahnya tertidur sambil duduk. "aboji.. kau sudah berhasil," kata Gil Dong sambil menangis. Dia menggenggam tangan Amogae sampai menjelang malam. Hiks sedih.


Di tempat lain, Gil Hyeon bermimpi kalau Amogae sedang duduk di hadapannya. Gil Hyeon terbangun dan sadar kalau itu hanya mimpi.

Seluruh keluarga Hong dan rakyat Ikhwa-ri mengantar jenazah Amogae ke tempat peristirahan terakhir sambil menyanyikan lagu kebesaran mereka. Tak ada yang bisa menyembunyikan kesedihannya karena kepergian Amogae.

Dari jauh, Mori melihat mereka dan mengingat perkataan Tae Hak kalau ini adalah kesempatan mereka untuk menghabisi keluarga Hong. Mori berkata kalau ada satu anak buah Amogae yang sangat kuat, dia tak tahu siapa karena waktu itu dia bertopeng. Tae Hak merasa kalau orang itu adalah Keutsae.


Pasukan Tae Hak menyerbu mereka. Rakyat Ikhwa-ri berhamburan dan kabur. Keutsae dijaringi dan Mori meletakkan pisaunya di leher Ga Ryung. Keluarga Hong berlutut.


Tae Hak datang dan meminta tambang perak Gil Dong. Dia juga siap memotong telinga Gil Dong sebagai balasan telinganya yang dulu dipotong Amogae. Gil Dong mengajak berdamai, tapi Tae Hak malah terbahak mendengar itu.

Mori menyuruh bawahannya membawa Ga Ryung pergi. Dan BUZZ! Gil Dong marah dan langsung melempar Tae Hak hingga terpental jauh. Semua orang terkejut.

Gil Dong melawan anak buah Tae Hak. Akhirnya Tae Hak dan anak buahnya kabur. Ga Ryung terlihat syok. Gil Dong melihat Ga Ryung sebagai Ri Ni. Ga Ryung menghampiri Gil Dong dan memeluknya. Gil Dong menenangkan Ri Ni bahwa sekarang sudah aman. Lalu Gil Dong pingsan.



Soobori bertanya pada Ga Ryung yang baru saja keluar dari kamar Gil Dong. Ternyata Gil Dong tak ingat apa yang tadi. Il Chung masih juga masih tak percaya apa yang dilihatnya tadi. Soobori berkata kalau ada sesuatu yang mereka tidak ketahui.

Kita masih belum tau apa yang Soobori bilang, kita beralih ke kamar Gil Dong. Ga Ryung bertanya apa Gil Dong mengenalinya? Gil Dong mengangguk kalau dia mengenalinya sebagai Ga Ryung yang telah menamparnya saat pertama kali bertemu. Gil Dong mengulangi perkataannya yang dulu pernah dia ucapkan. Gil Dong juga berkata kalau mulai sekarang dia adalah adalah oraboninya Ga Ryung. Ga Ryung tak berkata apa-apa. Gil Dong membuka tangannya, Ga Ryung pun memeluknya.


Tae Hak akhirnya pindah ke tempat lain, setelah Mori mendesaknya agar pergi jauh-jauh, Mori berjanji bahwa dia akan melindungi Tae Hak. Tapi tetap saja, Tim Pencuri menemukan mereka. Tae Hak memohon agar dibiarkan hidup.

Tae Hak berkata kalau ini semua rencana Mori. Mori tak percaya Tae Hak malah menuduhnya seperti itu, apalagi Tae Hak bilang kalau selama ini dia hanya kasihan pada Mori. Gil Dong tersenyum sinis melihat Tae Hak yang hanya memikirkan dirinya sendiri. Gil Dong berkata kalau dia akan membebaskan Tae Hak dan membawa Mori. Tae Hak berterima kasih.

Yonggae membawa makanan untuk Mori. Mori langsung meninju Yonggae dan kabur. Lalu Gil Dong muncul dan berkata, "penjahat yang dikhianati Tuannya, itulah yang paling buruk."

Mori menjegat Tae Hak yang sedang mencoba kabur. Tae Hak ketakutan. Mori mengutarakan kekecewaannya pada Tae Hak, padahal dia telah menganggap Tae Hak sebagai ayahnya sendiri. Mori dengan tatapan dingin menusuk Tae Hak, lalu pergi dari sana.



Keesokannya, semua anak buah Tae Hak menghadap Tim Pencuri dan memohon untuk bergabung, sebab Mori telah membunuh tuannya. Gil Dong menatap mereka semua.

Rakyat Ikhwa-ri menyambut Gil Dong sebagai pemimpin Ikhwa-ri yang baru. Mereka membicarakan Gil Dong yang sangat kuat. Gil Dong tersenyum.

Di markas, Soobori menyarankan agar Gil Dong pergi dari Ikhwa-ri. Gil Dong tak perlu hidup sebagai penjahat karena memiliki kekuatan yang luar biasa. Tapi, Gil Dong malah mengatakan bahwa keinginan ayahnya adalah menjaga agar Keluarga Hong tetap utuh dan aman, jadi dia juga akan mengikuti jejak ayahnya. Lalu Gil Dong bertekad untuk membuat Raja mendukungnya.


Eobsan menjelaskan kalau semua sarjana yang protes, kini sudah menghilang. Semua pejabat menjadi tunduk pada Raja dan Raja melakukan semua yang dia mau tanpa persetujuan dari para pejabat.

Beralih ke Istana, Raja meminta agar semua penjaga Istana diganti karena sudah ketuaan. Salah satu kasim muda berkata kalau Istana hampir kehabisan perak, tapi Sangjeon meminta agar kasim muda mencari jalan lain, karena dia tak mau melihat senyum Raja hilang lagi.

Kembali ke markas, Gil Dong menyimpulkan bahwa mereka hanya perlu memberi yang Raja butuhkan. Uang. Il Chung berkata kalau beberapa batang perak tidaklah cukup. Gil Dong tanpa ragu berkata agar mereka menyerahkan tambang perak sekalian. Yonggae tak setuju mengingat sulitnya perjuangan mereka saat merebut tambang kemarin.


Akhirnya, Soobori memutuskan agar mengikuti saran dari Gil Dong. Gil Dong berkata dengan begitu mereka akan resmi menjadi penambang perak (sebelumnya ilegal).

Raja curhat pada Ja Won (sebelumnya ku sebut Sangjeon) kalau dia malah merasa hampa melihat semua pejabat tunduk padanya dan mengaku kalau dia membenci kedamaian. Ja Won sedikit terkejut. Lalu Raja teringat bahwa dia belum memberi hadiah pada orang yang telah berjasa membantunya.

Noksu menghadap Raja. Raja mengaku kalau dia tak pernah bertemu orang sejujur Noksu. Raja menebak Noksu ingin menemui kekasihnya. Noksu berkata, "aku ingin balas dendam pada pria yang memaksa ibu ku untuk menyerahkan aku pada pria itu, tapi, aku tak punya kekuasaan untuk melakukan itu." Eh? Ku kira mau ketemu Gil Dong, bhak.


Akhirnya, Noksu bisa membalaskan dendamnya pada pria itu. Selain itu,  Eomjachi naik pangkat menjadi asisten hakim ibukota (pejabat tingkat 5).


Eomjachi takjub sekaligus tak percaya dia bisa masuk Istana. Matanya sempat melihat Gil Hyeon sekilas, tapi Eomjachi tak yakin.

Ja Won melapor pada Raja kalau ada orang dari tempat Eomjachi bertugas ingin memberi tambang peraknya pada Raja. Raja bertanya-tanya kenapa ada orang yang rela memberikan tambang peraknya pada orang lain. Biasanya orang akan diam, lalu mengambil banyak keuntungan dari itu.


Di markas, Eomjachi berkata kalau Raja ingin bertemu langsung dengan pemilik tambang peraknya. Mendengar itu, Tim Pencuri langsung menoleh ke Soobori. Haha. Soobori menolak mentah-mentah, tapi Tim Pencuri terus mendesaknya.


Soobori pun berakhir di Istana, kini dia tengah menghadap Raja. Soobori sangat gemetaran menjawab pertanyaan Raja, belum selesai dia bicara, Soobori malah pingsan. Haha. Kemudian Soobori dibawa keluar.


Raja menilai Soobori sebagai rakyat sejati, sampai tak berani menatap matanya. Raja berkata kalau dia ingin memberi Soobori hadiah. Salah satu pejabat menyarankan agar Soobori diangkat sebagai pengrajin kerajaan saja (Orang yang bikin perlengkapan Raja yang terbuat dari emas/perak. Mereka adalah pejabat tingkat 9).

Di markas, Eomjachi melaporkan kalau semua berjalam sukses dan memberitahu kalau Soobori diangkat sebagai pengrajin kerajaan. Tim Pencuri senang mendengarnya, Soobori masih terkejut. Mereka membayangkan bagaimana mereka dihormati nanti.


Keluarga Hong pindah ke Hanyang. Tepatnya di Wutdae. Il Chung dengan bangga menjelaskan kalau Wutdae adalah tempat tinggal orang-orang terkaya di Joseon. Lalu Gil Dong berkata kalau sekarang tak ada yang berani lagi menganggap mereka rendahan.

Tim Pencuri kagum melihat rumah barunya. Gil Dong menarik Ga Ryung dan menunjukkan kamar baru untuknya. Ga Ryung tersenyum tak menyangka kalau Gil Dong sudah menyiapkan ini.

Gil Dong berkata kalau dia akan melakukan apa pun agar Ga Ryung bahagia, termasuk mencarikan suami yang terbaik yang ada di dunia. Jleb. Senyum Ga Ryung menghilang. Ga Ryung bertanya apa Gil Dong sama sekali ngga nyadar? Ga Ryung juga menegaskan kalau dia bukanlah anggota Keluarga Hong, lalu pergi dari sana. Gil Dong tersenyum. Itu senyuman apa?!



Tim Pencuri mulai mengganti cara berpakaian menjadi yang lebih bagus dan berwarna cerah. Mereka terlihat bahagia.

Di tempat lain, Gil Hyeon menemui Tuan No yang sekarat. Tuan No curhat kalau dia merasa khawatir nanti Raja akan menimbulkan masalah besar, yaitu balas dendam atas nama ibunya. Ibunya adalah ratu yang diturunkan.


Gil Hyeon menegaskan kalau Raja tidak seperti itu, Raja hanya menyingkirkan faksi yang menentangnya saja. Tuan No berkata kalau masalahnya tak sesederhana itu, lalu meminta agar Gil Hyeon berpikir baik-baik untuk mengerti apa arti kesetiaan sejati sebenarnya.

Tuan No berkata kalau sebelum mati, dia akan mencalonkan Gil Hyeon sebagai Inspektur Jenderal dan meminta Gil Hyeon memastikan kekuasaan Raja takkan jatuh kepada orang-orang yang menyimpan dendam. Karena orang-orang itu akan menggunakan Raja untuk membalaskan dendam mereka. Kamera menyenter Noksu, Gil Dong, dan Pangeran.

Guru Song bertemu dengan Pangeran. Di tempat lain, Gil Dong ingin memberi hadiah pada juru tulis Park Ha Sung (aka Gil Hyeon) karena secara tak langsung sudah membantu mereka.


Sekumpulan dayang melewati Gil Hyeon. Dari atas, Gil Hyeon menghentikan langkahnya. Seorang dayang menjatuhkan sepotong kain. Dayang itu berbalik dan mengambilnya, lalu tersenyum. Dia Uh Ri Ni!



BERSAMBUNG ke Ep 15

Komentar :

Akhirnya Ri Ni muncul! Wuah, kok bisa nyasar ke Istana ya? *mikir keras*

Aku gemes banget sama Gil Dong pas dia bilang bakal nyariin suami buat Ga Ryung. Kalo suka bilang aja kek, haha. Jangan ngasih harapan palsu ;)


Ayo menebak-nebak apa yang terjadi saat Gil Hyeon tau kalau adiknya ingin balas dendam menggunakan Raja. Membantu adiknya atau setia pada Raja?

Sedih juga ngeliat Mori dikhianatin gitu, padahal dia SANGAT menghormati Tae Hak selama ini. Dulu, Mori hampir bunuh diri gara-gara dia punya ayah yang kejam, sampai akhirnya Tae Hak mengambilnya. Dia udah nganggap Tae Hak sebagai ayahnya, tapi pas dia denger Tae Hak tak menganggapnya apa-apa, dia kecewa berat. Tatapannya pas ngebunuh Tae Hak itu serem banget. Dingin. Dan dia pun percaya kalau nggak akan ada sosok ayah di hidupnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar