Kamis, 16 Maret 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 13

NOW PLAYING : If Spring Comes - Ahn Ye-eun


Langit sedang berpihak pada Tim Pencuri. Akhirnya rencana mereka berjalan sukses. Tapi, masalah baru sedang menunggu di depan.

Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 13

Episode dibuka dengan perkataan Gil Dong bahwa dia akan menyerahkan sisanya pada takdir setelah semua yang dia lakukan pada Pangeran Choongwon. Di Istana, Gil Hyeon meyakinkan Raja kalau Si Pembakar telah jujur karena perkataan Si Pembakar itu detail dan spesifik. Gil Hyeon dengan tegas berkata kalau keselamatan Raja dalam bahaya jika Raja tak menghukum Pangeran.

Di penjara, Petugas datang dengan Gil Dong dan dia dimasukkan di sel yang tepat bersebelahan dengan Pangeran. Gil Dong pura-pura khawatir pada Pangeran dan bertanya apa yang telah terjadi? Pangeran tak menjawab dan malah meminta agar Gil Dong segera membersihkan namanya.


Gil Dong tersenyum sinis. Pada kilas balik singkat, Gil Dong menyelipkan suatu surat kecil di buku khusus dewasa yang telah dia berikan pada Pangeran sebelumnya. Kembali ke penjara, Pangeran meminta Gil Dong bersaksi sesuai apa yang dia bilang dan juga Gil Dong harus menahan cambukan karena Pangeran merasa kalau dia tak akan di cambuk (keluarga kerajaan).

Menteri Yu berkata pada juru tulis (termasuk Gil Hyeon) bahwa Pangeran membawa dua saksi, yaitu seseorang yang dipanggil ‘stepstool’ dan Tae Hak. Gil Hyeon tersetrum mendengar nama Tae Hak disebut. Dan pengadilan digelar secara tertutup.


Di tempat pengadilan Pangeran, Raja datang dan wajah Pangeran langsung sumringah. Tapi, Raja tanpa ragu malah meminta agar interogasi segera dilakukan. Pangeran sangat terkejut dan tak percaya apa yang dia lihat.

Di luar pengadilan, Soo Hak memberitahu Gil Hyeon bahwa interogasi sudah dimulai, dia mengaku sedikit kecewa karena tak bisa melihat secara langsung. Lalu Soo Hak curhat kalau dia merasa interogasi itu hanyalah kedok Raja semata, sebab saksi yang dibawa Pangeran hanyalah seorang pelayan dan pedagang. Jelas bahwa Raja ingin membuktikan kalau Pangeran tak bersalah, jelas Soo Hak.


Di sidang, Pangeran mengaku kalau dia tak pernah sekalipun menghina Raja Sejo. Pangeran menahan amarahnya.

Kita berada di kilas balik, Si Pembakar mengaku kalau dia tak pernah mendengar Pangeran menghina Raja Sejo. Gil Dong berkata itu memang benar, tapi Gil Dong mengaku kalau Pangeran sering sesumbar padanya kalau Raja suka berburu di Gunung Jeongto dengan alasan di sana memiliki pemandangan yang indah. (Gunung Jeongto, tempat pertemuan Pangeran saat pembacaan puisi Raja)

Kembali ke sidang, Si Pembakar mengatakan persis seperti yang Gil Dong minta. Dia juga menyinggung soal Elang Emas yang Pangeran kirim. Raja terkejut mendengar pengakuan Si Pembakar, sebab tidak ada yang tau perihal Elang Emas selain Raja dan Pangeran. Pangeran bersikeras kalau dia tak melakukan hal itu dan meminta agar saksinya segera dipanggil.


Masuklah Gil Dong yang memasang tampang super polos. Sangjeon terkejut melihat Gil Dong yang dia percaya sebagai Si Anak Perkasa. Kilas balik saat Sangjeon mengintip perut Gil Dong yang sembuh dengan cepat , padahal dia meletakkan bara api di perutnya. Kembali ke sidang, Raja menatap Gil Dong tajam.


Di Jangakwon, para gisaeng terang-terangan menyindir Noksu karena keberaniannya mengatakan rumor itu pada Raja, apalagi Noksu saat ini keliatan tak khawatir sama-sekali. Wolhamae mendekati Noksu untuk mengkonfirmasinya, dan Noksu mengaku kalau dia memang telah bilang semua yang dia dengar pada Raja.

Secara tersirat, Noksu mengatakan kalau dia akan melakukan apa saja untuk mendapatkan kepercayaan Raja, karena dia butuh sebuah kekuasaan untuk melawan dunia yang kejam ini. Lalu Noksu curhat kalau dia merasa kebersamaannya dengan Gil Dong adalah sebuah mimpi belaka. Sedih dengernya.


Beralih ke sidang. Petugas mengingatkan bahwa Gil Dong akan dihukum jika berbohong. Gil Dong setuju dan mengaku kalau dia selalu mengikuti Pangeran saat itu. Petugas bertanya apakah Pangeran mengatakan hal buruk tentang Raja Sejo pada Si Pembakar? Gil Dong (pura-pura) tak mengerti.

Petugas memperjelas maksudnya. Gil Dong mengaku kalau Pangeran memuji Raja Sejo yang agung, apalagi kakeknya Pangeran dekat dengan Raja Sejo. Tapi selanjutnya Gil Dong malah menyerang Pangeran, Gil Dong berkata kalau Pangeran telah menghardik Si Pembakar karena Si Pembakar telah menantang Pangeran.


Gil Dong juga bilang bahwa Pangeran saat itu berkata kalau Raja Sejo itu pria jantan, Raja bebas memilih wanita manapun, bahkan Raja menganggap suatu pelecehan itu hal biasa. Pangeran tak percaya Gil Dong mengatakan hal itu. Gil Dong dengan polos bertanya apa Pangeran tak mengingatnya sama sekali?




Si Pembakar membenarkan pernyataan Gil Dong. Lalu Si Pembakar memperjelas bahwa Pangeran juga berkata tentang Raja Sejo yang berhak mengambil selir dari putranya sendiri. Semua terkejut mendengarnya. Raja menahan amarahnya.

Gil Dong (pura-pura) terkejut sambil bertanya apakah hal itu benar? Lalu, Si Pembakar berkata kalau dia mendengar Pangeran menganggap perihal Raja Sejo yang membuang Pangeran No di gunung untuk dimakan binatang buas adalah sesuatu yang wajar.


Si Pembakar mengaku kalau dia tak tahan mendengar Raja Sejo dihina, makanya dia berteriak pada Pangeran. Gil Dong membenarkan perkataan Si Pembakar. Pangeran berteriak agar Gil Dong tutup mulut. Raja angkat bicara dan mengatakan kekecewaannya pada Pangeran karena telah percaya pada rumor-rumor itu.

Pangeran berusaha membela diri, tapi Raja malah bangkit dan meninggalkan persidangan. Gil Dong bertanya pada Pangeran, “apa aku sudah mengatakan apa yang harusnya tidak aku katakan?” Gil Dong berbohong karena dia mengira dengan mengatakan Si Pembakar telah menyerang Pangeran, maka Si Pembakar akan dihukum dan Pangeran bisa bebas. Pangeran marah dan mengatai Gil Dong bodoh. Pangeran dibawa petugas. Sangjeon tersenyum kecil melihat Gil Dong.

Di tempat lain, Mori mendekati Tae Hak dan bertanya apakah Tae Hak ikut andil dalam penangkapan Pangeran? Sebab Mori khawatir kalau tuannya akan dihukum kalau ketahuan. Tae Hak meyakinkan Mori kalau Pangeran tak akan kembali dan dia akan mendapatkan tambang perak yang dia incar. Karena dia tetaplah Tae Hak, yang tak mudah tunduk pada orang lain, sekalipun Amogae. Mori terlihat ragu.


Di Istana, Raja bertanya-tanya apakah bisa Pangeran yang setia pada Raja malah balik menyerangnya? Lalu Raja memerintahkan agar rumah Pangeran digeledah dan mencari bukti apa saja yang terkait kasus ini.

Petugas mulai menggeledah kamar Pangeran dan tak mendapatkan apa-apa selain buku khusus dewasa yang ada di mana-mana. Gil Hyeon ikut mencari dan matanya menangkap surat yang tersempil di salah satu sampul buku dewasa itu. Dia membacanya.


Buku itu kini ada di tangan Raja. Menteri Yu melapor kalau dia menemukan salinan eulogi Kim Jong Jik (gurunya juru tulis yang ditangkap) di buku Pangeran, padahal Raja sudah memerintahkan untuk membuang semua yang berkaitan dengan Kim Jong Jik.


Raja Yeonsangun memerintahkan agar saksi (Si Pembakar & Gil Dong) segera dibebaskan dan diberi hadiah karena sudah mengungkapkan kejahatan Pangeran selama ini. Raja juga berkata kalalu dia telah menarik semua kekuasaan yang Pangeran punya dan meminta agar Pangeran segera disiksa. Gil Hyeon tersenyum kecil.

Di luar, Gil Dong menunduk hormat pada Si Pembakar. Si Pembakar juga berterima kasih karena dia tak percaya kalau dia akan keluar hidup-hidup. Lalu dua orang gadis kecil menghampiri Si Pembakar sambil memanggilnya ‘ayah’ dan memeluk Si Pembakar.



Ga Ryung melihat Tim Pencuri datang tanpa Gil Dong. Ga Ryung bertanya dimana Gil Dong berada. Tim Pencuri tak menjawab dan memasang wajah lesu. Ga Ryung tak percaya dan hampir menangis. Tiba-tiba Gil Dong datang dan bingung melihat Ga Ryung yang hampir menangis.

Tim Pencuri mulai meledek Ga Ryung karena berpikir kalau Gil Dong sudah mati. HAHA. Lalu Tim Pencuri meninggalkan mereka Dong berdua. Gil Dong menebak kalau Ga Ryung mengkhawatirkannya, Ga Ryung langsung menyangkal dan pergi dari sana. Gil Dong tersenyum. Aww lucuu.


Di Istana, Gil Hyeon menunjukkan buku yang terselip eulogi Kim Jong Jik pada Pangeran. Pangeran tak percaya dan sadar kalau dia telah ditipu oleh Gil Dong. Gil Hyeon meminta agar Pangeran segera disiksa. Dua petugas yang bertugas menghukum Pangeran terlihat bernafsu untuk segera mengayunkan  kayunya.


Kilas balik. Tim Pencuri menemui dua petugas tersebut dan menyogok mereka dengan alasan keluarga kerajaan seperti Pangeran haruslah dibasmi agar Joseon sejahtera. Karena Pangeran sudah banyak melakukan hal buruk. Kembali ke Istana, dua petugas itu langsung mengayunkan kayunya pada Pangeran tanpa ampun.


Pangeran dibawa melewati kampung, dia dilempari macam-macam benda oleh warga. Matanya menangkap Tim Pencuri, Gil Dong, dan Amogae yang sedang tersenyum ke arahnya. Pangeran marah sekaligus tak percaya kalau dia telah dipermainkan sejauh ini. Backsoundnya keren! [play]



Semua Tim Pencuri pergi ke Ikhwa-ri. Orang-orang di sana terkejut sekaligus senang melihat Amogae yang masih hidup. Lalu mereka melihat ayah Eobsan. Eobsan memeluk rindu ayahnya. Eomjachi datang dan mengatakan kalau dia senang melihat Amogae kembali.


Di dalam, keluarga besar Pencuri berkumpul. Amogae memutuskan untuk memberi nama marga pada mereka semua. Dia mengeluarkan kertas yang bertuliskan sepotong kata, lalu bilang kalau marga mereka adalah Hong yang berarti berisik. Karena Tim Pencuri selalu berisik setiap saat. Tim Pencuri tertawa mendengar lelucon Amogae. Dan mereka terlihat sangat bangga memiliki marga Hong. Amogae menatap Gil Dong sambil berkata, “kau adalah Hong Gil Dong.” Gil Dong tersenyum.



Sorenya, Gil Dong menghampiri Amogae yang sedang melihat keadaan sekitar. Amogae meminta agar Gil Dong hidup dengan bebas karena menjadi Jenderal Besar tak ada bagusnya sama sekali. Gil Dong tersenyum. Lalu Amogae memberikan tasbihnya pada Gil Dong. Gil Dong ragu, tapi Amogae meyakinkannya.

Di tempat Soo Hak, Ibunya bertanya tentang kejadian besar yang terjadi di Istana. Soo Hak menjawab kalau Raja sangat marah pada Pangeran hingga tega mengasingkan Pangeran. Ibu Soo Hak tak percaya mendengarnya.


Pangeran hampir saja bunuh diri jika Ibu Soo Hak tak memanggilnya. Dia bertanya apa yang sebenarnya terjadi? Pangeran berkata ini semua karena Amogae dan putranya. Ibu Soo Hak sangat terkejut mengetahui kalau Amogae masih hidup. Beralih ke tempat Guru Song, Ibu Soo Hak berbasa-basi dan akhirnya berkata kalau dia ingin mempertemukan Guru Song pada pilar Joseon yang diserang oleh sekelompok orang yang tak tahu malu. Sigh, ngga kebalik, Bu?


Di Ikhwa-ri , Amogae berterima kasih pada Tim Pecuri karena telah percaya padanya selama ini, padahal dia bukanlah apa-apa. Ga Ryung melihat Amogae kagum. Lalu mereka bersulang untuk merayakan atas kembalinya mereka ke Ikhwa-ri.

Gil Dong mengantar Amogae ke kamar. Hati Amogae dalam suasana yang baik dan dia pun tertidur. Gil Dong langsung lemas, dan mengingat ketika Eobsan memberikan sepatu Ri Ni padanya, Eobsan juga bilang kalau Amogae sudah tahu semuanya. Gil Dong menangis dan menggenggam tangan ayahnya erat.

Amogae terbangun dan mendapati Gil Dong yang tertidur di sebelahnya. Amogae teringat ketika dia mendatangi shaman dan bertanya cara agar Gil Dong hidup dengan aman. Shaman itu malah bilang kalau Gil Dong akan mati karena tak memakai kekuatannya dengan benar. Karena menurut sejarah, ‘dia’ yang tak memakai kekuatannya dengan benar, akan mati.


Kembali ke kamar, Gil Dong kaget melihat Amogae yang sudah bangun. Amogae mengajak Gil Dong menemui ibunya. Gil Dong mengangguk.


BERSAMBUNG ke Ep 14

Komentar:

Ibu Soo Hak nyebelin banget ya? Mirip sama suaminya. Aku kepo apa yang bakal dia rencanain selanjutnya karena dia mengajak Guru Song. Aku takutnya Guru Song malah ngajak Gil Hyeon untuk terlibat.

Aku ngga nyangka kalau Tim Pencuri bener-bener niat bales dendam, inget ketika mereka nyogok petugas yang nyiksa Pangeran? Ternyata koneksi Amogae memang bukan omong kosong belaka. Aku juga suka pas adegan Tim Pencuri yang tersenyum ke arah Pangeran. Skakmat. Pangeran cuma melongo dan ngga bisa ngelakuin apa-apa.



Dan Uh Ri Ni belum keliatan sampe sekarang..

2 komentar:

  1. Tambah seru aja, apalagi lihat senyum Gi dong. Ditunggu lanjutannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. episod 14 udah bisa diakses :D

      Hapus