Kamis, 02 Maret 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 9

Episode yang cukup menegangkan dengan rating 11.7%. 


Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 9

Episode dibuka dengan Gil Hyeon yang mengikuti Song Do Hwan ke sebuah tempat dimana para pemuda melafalkan kalimat, “saat Konfusius di kotanya, dia seorang penurut dan tak bisa berbicara lancar, tapi ketika di kuil/pengadilan, dia bisa berbicara dengan lancar dan sangat bijaksana.”


Song Do Hwan bertanya tentang asal keluarga Gil Hyeon. Gil Hyeon mengaku bahwa dia adalah Generasi ke-31 Keturunan Paringong dari Keluarga Hamju Park, itu sesuai dari surat wasiat yang dia temukan di gubuk sebelumnya. Kemudian Song Do Hwan mengenalkan Gil Hyeon pada pemuda yang memanggilnya Guru. (selanjutnya Song Do Hwan ku sebut Guru Song)


Pemuda itu bercerita kalau mayoritas pelajar di sana adalah orang tak memiliki orang tua atau  orang miskin. Dan Guru Song lah yang membawa mereka ke sana. Pemuda itu juga menambahkan kalau orang-orang seperti mereka itu harus bersatu. Gil Hyeon mengatakan kalau dia tak berminat ikut ujian itu. Pemuda itu mengaku kalau dia merasa familiar dengan Gil Hyeon.


Istri Jo meminta izin untuk kembali pada Pangeran Choongwon karena putranya akan mengikuti ujian. Istri Jo mengatakan kalau Gil Dong itu monster yang sangat kuat, dia khawatir kalau Gil Dong masih hidup. Pangeran menegaskan kalau Gil Dong telah mati, lalu Pangeran memberikan kuas khusus ujian kenegaraan untuk putra Jo.


Kita beralih ke markas baru Tim Pencuri. Gil Dong mengatakan kalau benda pertama yang Tae Hak ambil adalah tasbih yang selalu dibawa Amogae. Eomjachi bercerita kalau tasbih itu disimpan di dalam kotak seperti benda yang sangat berharga bagi Tae Hak. Gil Dong berkata kalau mereka harus membalas semua perbuatan orang-orang biadab itu sebagai arti kepercayaan untuk mereka.


Di tengah malam, Yonggae bangun di saat Tim Pencuri yang lain sedang tertidur pulas. Dia keluar rumah membawa tasnya. Dari belakang, Segul berkata kalau dia ingin ikut Yonggae, sebab dia merasa Gil Dong sudah gila karena ingin menyerang Pangeran. Sebelum pergi, Yonggae memberi penghormatan terakhir di depan rumah.


Tiba-tiba Gil Dong keluar rumah dan bertanya apa Yonggae benar-benar akan pergi seperti itu? Yonggae meminta maaf dan mengaku kalau dia takut dengan keluarga kerajaan. Setelah mengatakan itu, Yonggae langsung pergi dengan perasaan bersalah, diikuti Segul. Dari dalam rumah, Tim Pencuri lain mendengar semuanya. Amogae juga mendengarnya.


Kita masuk ke episode sebenarnya. Tim Pencuri (minus Yonggae dan Segul) makan dalam diam. Eomjachi masuk dan bertanya keberadaan keduanya. Tiba-tiba Keutsae membanting mangkuknya sambil bergumam pengkhianat.


Ga Ryung menyuapi Amogae sambil terus bercerita tentang Gil Dong yang suka mengatur dan tanpa sengaja Amogae tersenyum kecil. Ga Ryung mengatakan kalau itu pertama kalinya melihat Amogae tersenyum. Ga Ryung spontan berkata kalau Gil Dong telah mewarisi ketampanan Amogae, merasa keceplosan, Ga Ryung pun segera menutup mulutnya. Haha.



Eomjachi berkata mereka harus segera menakut-nakuti keluarga kerajaan. Il Chung memotong perkataan Eomjachi dan bertanya mengapa Eomjachi terus datang ke sini? Soobori berkata kalau  tubuh Amogae sudah rusak, bahkan mereka tak tahu keberadaan Ri Ni, Gil Hyeon, dan Eopsan. Soobori bertanya semua ini salah siapa? Semua diam. Eomjachi bangkit sambil berkata dia akan pergi dan tak pernah kembali lagi. Dan sebelum pergi, Eomjachi mengaku kalau bersama Tim Pencuri, itulah saat-saat yang paling menyenangkan, lalu Eomjachi meminta maaf atas semua yang telah terjadi.


Bawahan Eomjachi meledek Eomjachi yang tak berdaya setelah kepergian Amogae. Eomjachi marah, tapi terhenti ketika melihat pakaian yang dipenuhi darah. Eomjachi mengingatkan bahwa pengikut Amogae masih hidup dan dia juga berkata tak seorang pun akan hidup setelah menerima pakaian berdarah dari Amogae.


Bawahannya itu langsung melapor pada Tae Hak yang terlihat tak peduli. Dia bertekad akan memberitahu Pangeran, tapi Putra Tae Hak mengancamnya agar tutup mulut. Tiba-tiba datanglah seseorang yang memberitahu pesan dari Hakim.


Tae Hak mengikuti darah ke arah kantor Eomjachi. Putra Tae Hak mengambil kotak yang ada di meja dan memberitahu Tae Hak kalau isinya adalah lidah. Lalu Tae Hak membaca surat yang berisi kalau Eomjachi memotong lidahnya sebagai ganti rasa bersalahnya pada Amogae. Putra Tae Hak berkata kalau Eomjachi menghilang.


Kita beralih ke markas Tim Pencuri. Di sanalah Eomjachi berada! Dia tetap kembali juga yaa :D

Kilas balik. Gil Dong menghentikan Eomjachi yang hendak pergi. Gil Dong bertanya apa Tae Hak mempercayai Eomjachi? Eomjachi bercerita kalau Tae Hak memandang rendah dirinya karena telah mengkhianati Amogae demi kepentingan pribadi. Gil Dong berkata itu cukup jika Tae Hak sudah percaya kalau Eomjachi mengkhianati ayahnya.


Kembali ke markas. Soobori bingung karena mereka hanya bertiga sedangkan Tae Hak punya banyak pengikut. Gil Dong protes dirinya tak dihitung. Lalu Gil Dong menentang Keutsae adu panco lagi. Dengan penuh senyum Gil Dong mengalahkan Keutsae hingga dia terpental ke tanah. Amogae melihat Gil Dong dengan waspada.



Gil Dong, Soobori, Il Chung, dan Keutsae mulai menjalankan misi. Dimulai dari mengirim ular ke kamar Tae Hak, menggali lubang jebakan yang biasa Tae Hak lewati, membuat ramuan racun, dan menancapkan pisau tepat di sebelah wajahnya. Semuanya sukses membuat Tae Hak menjadi khawatir akan keselamatannya. Backsoundnya keren!



Tae Hak mengadu pada Pangeran. Pangeran berkata jika pengikut Amogae mengganggu perjalanannya ke tempat Raja, maka dia akan menjadi musuh Tae Hak. Lalu Pangeran meminta Tae Hak keluar, tapi tidak untuk putranya. Pangeran bertanya nama dan asal usul bagaimana putra Tae Hak bertemu dengan Tae Hak. Dia menjawab bahwa namanya Mori. Akhirnya tau juga! Dan ternyata Mori bukan anak kandungnya, Mori diambil Tae Hak untuk menjadi pengikutnya. (selanjutnya Putra Tae Hak ku sebut Mori)


Il Chung melapor kalau keadaan Tae Hak yang ketakutan seperti orang gila. Gil Dong berkata langkah selanjutnya adalah mengambil tasbih ayahnya yang dia curigai ada sesuatu di balik itu (karena Tae Hak menyimpan tasbih itu dengan rapi). Saat tasbih itu hilang, Tae Hak tak akan mempercayai orang-orangnya lagi.

Il Chung berkata kalau Tae Hak suka mencari wanita untuk dikirim ke Pangeran, jadi mereka harus mengirim seorang wanita ke sana sebagai mata-mata. Tiba-tiba Ga Ryung yang sedang menjahit langsung menawarkan diri. Gil Dong dengan tegas menolak. Ga Ryung meyakinkan Gil Dong, meskipun dia tak pandai menari dan bernyanyi, tapi dia sangat pandai berbohong. Di luar rumah, Gil Dong berkata kalau dia takkan peduli jika sesuatu terjadi pada Ga Ryung. Ga Ryung menyembunyikan kekecewaannya dengan mengganguk. Gil Dong bilang kalau di sana ada orang yang akan membantu Ga Ryung. Fighting Ga Ryung!


Kita beralih ke Pemuda yang menyapa Gil Hyeon tadi. Dia tersenyum dan memanggil Istri Jo dengan sebutan ‘ibu’. (ya.. Pemuda itu kemungkinan besar adalah Soo Hak)

Selanjutnya kita ke Istana yang sedang gaduh karena Raja ingin mengadakan upacara memuja Budha. Para pejabat mengaggap Buddha adalah ajaran sesat. Raja mengingat perkataan mendiang ayahnya yang memintanya agar mengikuti ajaran Konfusius dan Mensius agar tetap aman.


Di tempat lain, Wolhamae menghentikan para gisaeng yang sedang bergosip tentang Raja. Lalu Wolhamae mengajak mereka untuk bermain musik bersama. Tiba-tiba Sangjeon masuk dan memanggil 3 nama untuk ke Istana. Gong Hwa menatap Sangjeon karena namanya tak ikut dipanggil.

Gong Hwan mendekati Sangjeon. Sangjeon mengatakan agar Gong Hwa tak bermimpi untuk melayani Raja. Gong Hwa tersenyum dan berkata semua yang terjadi itu atas kehendak Raja.



Mori memilih wanita yang (ku rasa) akan dikirim ke Pangeran. Ga Ryung sebenarnya ditunjuk, tapi Mori mendapati leher Ga Ryung mempunyai bekas luka yang cukup besar. Lalu Ga Ryung diseret keluar oleh penjaga. Ga Ryung langsung menggigit lengan dan kabur. Seorang pria menarik Ga Ryung ke bawah rumah. Dia menyarankan agar Ga Ryung diam di situ sampai malam dan dia berkata bahwa pelayan wanita akan keluar-masuk rumah Tae Hak pada malam hari. Lalu pria itu pergi.  



Malam tiba, Ga Ryung keluar dari tempat persembunyiannya. Dia mengendap dan melihat beberapa penjaga di depan rumah Tae Hak. Ga Ryung segera bersembunyi ketika Mori berjalan keluar.

Ga Ryung menyamar menjadi pelayan. Dia masuk kamar dan memastikan kalau Tae Hak sudah tertidur pulas. Ga Ryung tak menemukan apa-apa di dalam kotak. Ternyata tasbihnya dijadikan gelang oleh Tae Hak. Ga Ryung berusaha mengambil dengan sangat hati-hati. Tiba-tiba..BANG! Tae Hak bangun sambil mengigau. Ga Ryung menahan napas (aku juga haha). Lalu bernapas lega setelah Tae Hak kembali tidur. Ga Ryung tersenyum melihat tasbih yang ada di tangannya. Yes!



Ga Ryung mengintip dari tembok dan langsung sumringah ketika melihat Gil Dong. Gil Dong memintanya turun. Ga Ryung melewati tembok dan dia terpeleset saat berdiri di atas tembok. Refleks, Gil Dong langsung menangkapnya. Ga Ryung menunjukkan tasbihnya dan bertanya apakah Gil Dong sekarang mau menjadi kakaknya? Gil Dong menjawabnya dengan senyuman.



Tae Hak bangun dan sadar bahwa dia telah kehilangan tasbih dan pakaiannya. Dia keluar dan mendapati pakaiannya yang dipenuhi darah sudah tergantung di atas pohon.


Di markas Tim Pencuri, Il Chung melaporkan perihal Tae Hak yang ingin merekrut anggota baru. Gil Dong berkata kalau dia akan mengirim beberapa orangnya untuk memastikan Tae Hak tidak bisa bernapas dengan tenang. Dari belakang, Amogae melihat Gil Dong yang sedang menggenggam tasbihnya.


Gil Dong, Soobori, Il Chung, dan Keutsae berpamitan. Ga Ryung meminta agar mereka harus pulang sebelum sarapan besok.

Kita beralih ke kamar Tae Hak, dia terlihat sangat ketakutan. Dia memanggil Mori seakan Mori akan meninggalkannya. Lalu terjadi keributan dari luar. Mori keluar dan melihat seseorang yang berlumuran darah. Mori berteriak agar penjaga segera melindungi kamar Tae Hak, lalu Mori keluar ke jalan. Seseorang yang berlumuran darah tadi adalah Gil Dong.

Soobori, Il Chung, Keutsae melawan segerombolan pengikut Tae Hak. Mereka terpojok, dari arah depan, munculah Eobsan! Eobsan langsung bergabung dan melawan para penjahat di depannya.



Mori melihat pengikutnya banyak yang berjatuhan, dia sadar bosnya dalam bahaya. Tiba-tiba dari atas seorang berpakaian hitam-hitam terbang bersama bosnya. Ya, dia Gil Dong.

Tae Hak bangun dalam keadaan badan terikat. Di depannya Tim Pencuri menakut-nakuti Tae Hak dengan berkata bahwa mereka akan mengubur Tae Hak. Lalu Gil Dong masuk dan membuat Tae Hak terkejut.


Kita ke Istana, Raja Yeonsangun mengeluh tak ada penyanyi hebat karena tak ada yang mencapai melodi sempurna. Raja mengingat perkataan mendiang ayahnya yang meminta agar putranya itu mengikuti ajaran Konfusius dan Mensius dan menjadi bendera tertinggi di antara pengikut ajaran tersebut.


Kembali ke tempat Tae Hak terikat. Gil Dong melepas ikatan Tae Hak dan berkata agar Tae Hak mempersiapkan diri jika ditangkap lagi olehnya. Tae Hak bertanya keinginan Gil Dong. Gil Dong mengatakan agar Tae Hak membantunya untuk menyerang Pangeran. Tae Hak menyebut Gil Dong gila. 

Gil Dong memanas-manasi Tae Hak yang hanya menjadi binatangnya Pangeran, padahal Tae Hak sudah membunuh ayahnya. Gil Dong mengatakan jika Tae Hak bergabung dengannya, maka Tae Hak takkan dikhianati, takkan dianggap sebagai binatang, dan yang terpenting Tae Hak bisa membalas siapapun yang telah menghina Tae Hak sebelumnya. Gil Dong memberi dua pilihan itu.



Keesokannya, Gil Dong dengan memakai pakaian pelayan (?) mengangguk pada Tae Hak. Lalu Tae Hak menyambut Pangeran. Pangeran mencari Mori. Tae Hak beralasan kalau Mori sakit. Dengan semangat Gil Dong menyapa Pangeran dan menawarkan punggungnya sebagai pijakan naik kuda Pangeran. Dari bawah, Gil Dong tersenyum.



BERSAMBUNG ke Ep 10

Komentar :

Guru Song memakai gantungan bola hijau di pakaiannya. Aksesori itu juga dipakai Istri Jo. Aku penasaran hubungan mereka apa, karena kamera sedikit memfokuskan pada gantungan itu.

Luka di leher Ga Ryung menjadi misteri baru nih. Aku bener-bener kepo sama masa lalunya Ga Ryung. Dan akhirnya Ga Ryung bisa agak lebih dekat dengan Gil Dong. Yeah, semakin ke sini, aku semakin menyukai karakter Ga Ryung. Lucu dan apa adanya.


Aku penasaran kenapa Gil Dong mengajak Tae Hak gabung.. Ya meski itu bisa nguntungin pihak Tim Pencuri, tapi komplotan Tae Hak berpotensi besar untuk ngancurin Tim Pencuri. Entahlah.

Aku rasa Yonggae dan Segul ngga salah karena dia tau betul resiko jika mereka (rendahan) menyerang keluarga kerajaan. Makanya mereka milih mundur. Tapi, aku yakin mereka bakal balik suatu saat, haha. Oiya, Eomjachi... duh, orang ini agak susah diprediksi.

Soo Hak, apa kabar? Dia udah beda..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar