Minggu, 19 Maret 2017

SINOPSIS Queen of Ring : Episode 2

NOW PLAYING : The Actor - Michael Learns To Rock

Lagu ini menggambarkan Nan Hee di episode ini. Penyamaran Nan Hee terus berlanjut. Pada akhirnya Nan Hee menemukan fakta yang membuatnya cukup terkejut.


Episode 2

Episode dibuka dengan Nan Hee yang terkejut melihat sahabatnya, KANG MI JU (Yoon So-hee), berdiri di depannya. Lalu Nan Hee bertanya kenapa Mi Ju kembali di tengah semester? Mi Ju tak menjawab, dia malah bertanya tentang diari merahnya. Mi Ju mengaku kalau diari itu cukup penting untuk pria yang dia temui.


Kilas balik singkat, Mi Ju dan Se Gun tak sengaja bersenggolan. Se Gun mengambilkan diari merah Mi Ju yang terjatuh dan terpesona dengan kecantikan Mi Ju. Lalu dia dengan pede-nya memberikan nomor ponselnya karena dia yakin Mi Ju akan menghubunginya nanti, padahal Mi Ju terlihat ngga tertarik padanya. 

Kembali ke dunia nyata, Se Gun sempat melihat mereka, tapi dia mendapat telepon dari Deuk Chan (sahabatnya) untuk segera kembali ke kelas. Di kelas, Se Gun berkata kalau Nan Hee menolak untuk menjadi modelnya. Teman-temannya bernapas lega.

Mi Ju curhat pada ibunya tentang sikap Se Gun. Ibu Mi Ju berkata mungkin Se Gun pernah bertemu gadis impiannya di Namsan, sebab kakek Nan Hee juga pernah mengalami hal serupa. Nan Hee tak percaya, tapi Nan Hee terlihat sedih.


Se Gun mendekati Nan Hee palsu dan mengajaknya nge-date. Se Gun mengaku ingin tau lebih banyak tentang Nan Hee. Di rumah, Nan Hee senang sekali saat tahu ayahnya akan dinas di luar kota, jadi dia bisa memakai cincinnya sampai malam. Lalu ponsel Ibu Nan Hee berbunyi. Dari Se Gun.

Kini Se Gun dan Nan Hee asli ada di restoran. Se Gun memesan banyak makanan, dia juga sempat menyuapi Nan Hee. Ternyata dia mau latihan sebelum nge-date sama Nan Hee palsu besok karena setau Se Gun, Mi Ju (Nan Hee asli) itu dekat dengan Nan Hee.



Setelah itu, mereka pergi ke bioskop. Se Gun bercanda untuk meminta agar Nan Hee jangan terlalu bersemangat. Nan Hee memasang wajah masam. Lalu, Se Gun berkata kalau cuma ada 2 kasus jika ada pria tampan menyukai Nan Hee, yaitu penipu dan ayah Nan Hee. Byur! Nan Hee memuncratkan minumannya karena kaget. Se Gun langsung mengambilkan tisu dan dengan santainya berkata kalau semua pria menyukai gadis cantik. Wuets, jahat kamu.

Di luar, Se Gun membelikan apel untuk Nan Hee asli sebagai balasannya. Nan Hee terlihat senang, lalu memilih apel-apel yang agak penyok, Nan Hee merasa kalau orang lain nggak ada yang mau pilih apel yang penyok. Tapi, penjual apel memuji Nan Hee yang pandai memilih karena apel yang penyok rasanya lebih enak, daripada apel mulus yang dilapisi bahan kimia. Wah, ngaku XD


Penjual apel bahkan ingin memberi bonus pada Nan Hee karena telah membeli apel yang penyok, tapi Nan Hee menolak dan berkata, “apel jelek tetaplah apel, kenapa diobral? Ibu membuat seakan-akan apel jelek kurang bernilai.” Se Gun melihat Nan Hee asli dengan kagum.

Nan Hee berterima kasih pada Segun. Lalu, Nan Hee meminta Se Gun untuk tidak menghubunginya lagi dan berkata agar Se Gun bersenang-senang dengan Nan Hee. Se Gun bergurau kalau mereka terlihat seperti sedang putus. Ha. Kemudian, mereka berjabat tangan.


Keesokannya, Nan Hee memberikan diari merah pada Mi Ju. Mi Ju mengambil nomor ponsel Se Gun dan meneleponnya. Nan Hee bertanya-tanya siapa pria yang Mi Ju maksud. 

Se Gun menolak panggilan Mi Ju karena nomornya tak terdaftar di kontaknya. Lalu, matanya menangkap Mi Ju dan Nan Hee yang sedang berdua. Se Gun pusing karena melihat 2 Nan Hee di depannya. Ha.


Se Gun memejamkan mata, lalu membukanya. Dia melihat Nan Hee palsu yang sedang melambai ke arahnya. Se Gun menghampiri Nan Hee palsu dan mengaku kalau dia melihat 2 Nan Hee tadi. “aku rasa semua gadis terlihat sepertimu sekarang.” canda Se gun langsung. Nan Hee tersenyum.

Mereka ada di restoran. Se Gun mempraktekkan yang sudah dia pelajari kemarin. Nan Hee meminta Se Gun mengangkat ponselnya yang terus berbunyi, tapi Se Gun mengabaikannya karena tak ingin diganggu. Haha.

Setelah itu mereka berjalan-jalan dan naik sepeda. Se Gun terpesona melihat Nan Hee palsu hingga dia terjatuh dari sepeda. Nan Hee berbalik untuk menolongnya, Se Gun langsung bersikap cool di depan Nan Hee palsu, padahal tadi dia kesakitan. Nan Hee tersenyum, lalu dengan mudahnya dia mengangkat sepeda Se Gun ke bahunya. Se Gun terkejut (sekaligus kagum) melihat kekuatan Nan Hee palsu.


Se Gun mengantar Nan Hee pulang. Dia berjanji akan mengantar Nan Hee mulai sekarang. Nan Hee mengagguk. Lalu Se Gun memberi parfum beraroma mawar untuk Nan Hee. Nan Hee sangat senang dan berterima kasih pada Se Gun. Setelah Se Gun pergi, Nan Hee dengan mata berkaca-kaca berkata, “jadi begini rasanya diantar oleh seseorang.”


Di minimarket, Tae Hyun mengajak Nan Hee kerja paruh waktu bareng karena gajinya lumayan banyak. Nan Hee menyetujuinya dengan senang hati. Lalu, Tae Hyun mengaku kalau dia melihat Se Gun dan Nan Hee kemarin. Dia bertanya-tanya kenapa Se Gun tertarik pada Nan Hee, padahal Se Gun sering menolak idol. Nan Hee berkata, “harusnya kau mendukungku, bukannya malah mengkritik.” Tiba-tiba Se Gun menelepon Nan Hee dan memintanya untuk bertemu. 

Se Gun mengukur tubuh Nan Hee. Dia sangat terkejut karena tinggi Nan Hee cuma 158 cm, padahal Nan Hee terlihat tinggi. Nan Hee mulai ngeles, lalu cepat-cepat minta diukur bagian dadanya karena dia sudah memanipulasi pakaian dalamnya. Se Gun mengukurnya, dan berkata kalau itu hampir seperti perkiraannya. Mererka saling menatap. Lalu Se Gun mencium Nan Hee palsu. Nan Hee terkejut. Di luar, Nan Hee tersenyum mengingat itu.


Di penyebrangan jalan, Nan Hee memaki dirinya karena terus mengingat ciuman itu. Tiba-tiba Se Gun dengan wajah cerah berdiri di sebelahnya. Bukannya bicara, mereka malah saling mengirim pesan. Haha. Lalu, Se Gun mengeluh kalau dia mendapat sms aneh yang berisi kalau si pengirimnya ngaku-ngaku kalau dia Gadis Namsan, padahal Nan Hee kan ada di sampingnya sekarang. Nan Hee terkejut dan mulai ngeles lagi. Se Gun berencana untuk menelpon balik, tapi Nan Hee mencegahnya dengan mencium Se Gun. Nan Hee salah tingkah, tiba-tiba Mi Ju meneleponnya. Nan Hee buru-buru pamit.

Nan Hee menemui Mi Ju di bar dengan beberapa teman laki-laki Mi Ju. Dengan santainya, Mi Ju meminta Nan Hee membuatkan soju teh celup andalan Nan Hee untuk mereka. Nan Hee tak percaya, Mi Ju tega menjadikannya seperti bartender bar. Mi Ju mengeluarkan uneg-unegnya dan berkata kalau Nan Hee lah yang selama ini telah meremehkannya sambil berpura-pura menjaganya. Nan Hee terluka mendengar itu, lalu dia pergi dari sana. (Btw, Nan Hee itu pinter)


Se Gun melihat hujan di luar, lalu menelepon Nan Hee. Dia mengambil kotak pizza sebagai pengganti payung. Di jalan, Se Gun menghampiri Nan Hee sambil berbagi kotak pizza dengan Nan Hee. Nan Hee tarsenyum. Aww cute. Se Gun berkata kalau dia akan menganggap hari ini sebagai hari jadi mereka karena mereka sudah berciuman. HA. Nan Hee tak bisa menyembunyikan rasa bahagianya.


Se Gun mengantar Nan Hee pulang. Lalu mengajak Nan Hee berfoto. Nan Hee menolak karena dia takut Se Gun malah melihat wajah aslinya. Nan Hee langsung me-line ibunya sembunyi-sembunyi. Tapi, cup! Se Gun mengambil foto mereka tepat saat dia mencium pipi Nan Hee. Untungnya, Se Gun tetap melihat Nan Hee sebagai Gadis Namsannya. Nan Hee bernapas lega. Lalu, Se Gun menjadikan foto itu sebagai foto profil medsosnya.

Semua mahasiswa heboh melihat foto itu. Deuk Chan menghampiri Tae Hyun untuk memastikan kalau itu benar sahabatnya, Nan Hee. Tae Hyun juga terkejut melihat foto itu, dia merasa curiga.


Di kampus, Se Gun bergandengan tangan dengan Nan Hee. Orang-orang melihatnya iri. Lalu mereka pergi ke butik, Se Gun bertanya pendapat Nan Hee tentang sebuah gaun yang ada di sana. Se Gun  ingin memberikan itu pada ibunya karena ibunya akan datang ke Korea dari AS untuk melihatnya mengikuti kontes busana. Lalu, Se Gun berlatih cara menyapa ibunya saat bertemu nanti. Nan Hee tersenyum melihat kelucuan Se Gun.


Nan Hee bertanya bahasa yang dipakai Se Gun dan ibunya, apakah sopan atau kasual? Se Gun menjawab kalau dia tak ingat, karena itu sudah 7 tahun yang lalu semenjak ibunya menikah lagi di AS. Nan Hee tak mempersalahkan hal itu itu, kemudian membantu Se Gun bagaimana cara menyapa ibunya nanti.

Melihat Nan Hee yang pura-pura menjadi ibunya, Se Gun malah teringat pada ibunya. Lalu Se Gun memeluk Nan Hee, dia merasa kalau Nan Hee itu benar-benar ibunya. Nan Hee mengerti dan menepuk-nepuk pelan bahu Se Gun. Se Gun mengaku malu karena telah menangis di depan Nan Hee. Nan Hee berkata kalau Se Gun boleh mendatanginya setiap ingin menangis. Se Gun mengangguk.



Tae Hyun meminta agar Mi Ju minta maaf pada Nan Hee karena tindakan Mu Ji itu salah. Tae Hyun berkata kalau Mi Ju sudah salah paham pada Nan Hee. Akhirnya Mi Ju mengangguk, tepat ketika matanya melihat Se Gun yang sedang berjalan di kejauhan.

Deuk Chan memperlihatkan sketsa yang dikirimkan oleh anggota baru. Deuk Chan memuji sketsa yang terakhir, ternyata itu punya Nan Hee. Lalu Tae Hyun dan Nan Hee bergabung. Se Gun melihat Tae Hyun waspada.

Di luar kedai, Tae Hyun mengaku kalau dia ingin mengenal Se Gun lebih jauh. Tae Hyun berkata, “setelah 15 tahun ini aku baru sadar betapa cantiknya Nan Hee di mataku, tapi aku curiga, bagaimana kau melihat kecantikan Nan Hee dalam waktu singkat?” Se Gun dengan santai menjawab kalau hanya butuh 1 detik untuk melihat kecantikan seseorang.


Di dalam, On Hwa mengeluarkan teh celup soju. Se Gun mengaku kalau dia pernah melihat Mi Ju (Nan Hee asli) melakukan hal yang sama. Krik krik. Semua bingung bagaimana bisa Se Gun mengenal Mi Ju mengingat Se Gun cuti semester lalu. Keadaan menjadi tegang, Nan Hee langsung berdiri dan menawarkan diri untuk bernyanyi. Nan Hee pun mulai bernyanyi. Orang-orang tertawa melihat kekonyolan Nan Hee. Tapi, Se Gun melihat Nan Hee dengan penuh cinta. Haha.

Di butik, Nan Hee ingin memesan gaun yang Se Gun tunjuk kemarin. Setelah membayar, Nan Hee protes karena ternyata harga gaunnya cukup mahal. Tiba-tiba Se Gun ada di belakang Nan Hee. Nan Hee buru-buru menyembunyikan struknya.

Nan Hee mengajak Se Gun ke suatu ruangan dan meminta Se Gun untuk menggambar dirinya. Nan Hee ingin tahu rupa Gadis Namsan yang Se Gun maksud. Nooo!

Nan Hee terkejut melihat Mi Ju yang ada di gambar Se Gun. Nan Hee mulai menyambungkan semua teka-teki yang dia tahu, lalu Nan Hee sadar kalau Gadis Namsan itu adalah Mi Ju, sahabatnya. Mata Nan Hee berkaca-kaca dan dia pergi dari sana. Se Gun tak mengerti dan mengejar Nan Hee.


Keesokannya, Mi Ju menelepon Nan Hee untuk bertemu. Nan Hee kaget saat dia tau Mi Ju sekarang sudah ada di depan fakultasnya. Nan Hee langsung berlari dan mencegah Se Gun yang hampir melihat Mi Ju asli dengan menyemprotkan air ke arah revolving door. Otomatis Se Gun menoleh pada Nan Hee. Nan Hee langsung mengajaknya pergi.


Ternyata Nan Hee mengajak Se Gun ke tempat kerja paruh waktunya. Tae Hyun mengeluh kenapa Nan Hee malah mengajak Se Gun segala. HAHA.

Setelah selesai, Tae Hyun bertanya kenapa Nan Hee menutup telepon Mi Ju? Nan Hee berkata kalau dia punya alasan untuk itu. Lalu Tae Hyun bertanya lagi apa benar Nan Hee dan Se Gun berpacaran? Nan Hee membenarkan dan berkata, “kami berpacaran, tapi dia bukan memacariku.”

Nan Hee bergumam kalau tindakannya itu tidaklah benar. Tae Hyun tak mengerti. Nan Hee bertekad kalau dia harus memberitahu Se Gun semuanya.

Di depan kolam, Nan Hee bertanya pada Se Gun, bagaimana kalau dia sebenarnya tidak cantik? Se Gun berkata kalau Nan Hee bertingkah aneh sejak kemarin. Nan Hee tak sanggup mendengar jawaban Se Gun, dia memilih pergi, tapi Se Gun menariknya. Nan Hee tersandung dan mereka berdua tercebur ke kolam.


Sayangnya, cincin ajaib itu terlepas dari jari Nan Hee. Se Gun sempat melihat wajah Nan Hee asli di dalam air. Nan Hee terkejut, lalu dia berpaling dan kabur.

Se Gun mencari Nan Hee. Dia bertanya pada Tae Hyun dan berkata kalau ada yang salah dengan matanya. Se Gun mengaku kalau dia sempat melihat Nan Hee berubah menjadi orang lain. Tapi, Tae Hyun mengabaikannya dan meminta Se Gun untuk segera mencari Nan Hee lagi.

Tae Hyun menemukan Nan Hee yang basah kuyup. Dia memberitahu perkataan Se Gun yang tadi. Nan Hee lesu mendengar hal itu. Nan Hee meminta agar Tae Hyun tak memberitahu keberadaannya pada Se Gun. Tae Hyun gemas karena Nan Hee masih saja memihak Se Gun. Nan Hee memohon dan berjanji akan menceritakan semuanya nanti.


Setelah Tae Hyun berbicara pada Se Gun, Nan Hee menceritakan semuanya. Tae Hyun tak percaya dan berkata, “anggaplah cincin itu benar adanya, tapi apa kau akan tetap bersamanya, meskipun terlihat seperti orang lain?”

Nan Hee menjawab kalau dia akan mengakhiri hubungannya. Tapi, dia tak mau putus saat Se Gun melihat wajah aslinya seperti ini. Dia ingin membuat kenangan baik untuk terakhir kalinya. Nan Hee memohon agar Tae Hyun membantu untuk menemukan cincin itu. Tae Hyun hanya menghela napas.

Di jalan, Se Gun terkejut melihat Gadis Namsan nya sedang berada di dalam taksi. Di tempat lain, Tae Hyun berenang dan mencari cincin yang Nan Hee maksud.


Di suatu ruangan, Mi Ju terkejut melihat Se Gun ada di depannya. Se Gun marah dan bertanya, “kenapa kau ada di sini, Mo Nan Hee?” Mi Ju terlihat bingung. Tiba-tiba Nan Hee muncul dan terkejut melihat mereka berdua. Se Gun mengenali Nan Hee asli sebagai Mi Ju. Lalu mereka saling bertatapan. 


BERSAMBUNG ke Ep 3 (tamat)

Komentar :

Jujur, aku ngga suka karakter Mi Ju. Padahal dia dan Nan Hee udah temenan sejak kecil, harusnya mereka udah bisa saling mengerti satu sama lain. Tapi, sikap Mi Ju malah kekanak-kanakan dan egois. Entah apa yang terjadi, saat Se Gun tahu kalau Gadis Namsan impiannya sebenernya seperti itu.

Aku harap Nan Hee nanti memilih keputusan yang bener, ngga usah bohong-bohong lagi. Toh, ada yang menyukai Nan Hee apa adanya. Tae Hyun.


1 komentar:

  1. Orang cantik mah bebas.hehehe. Tetap semangat...

    BalasHapus