Kamis, 16 Februari 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 5

Yey, pemeran utama kita mulai muncul di episode ini. 


Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 5


Episode di awali Oh Ri Ni yang menanyakan kedatangan Gil Dong pada Gil Hyeon yang sedang bekerja di tempat ayahnya. Amogae sedang berdiri sambil melihat desanya yang sekarang sudah sangat maju dari sebelumnya dan Amogae bernarasi bahwa anak-anaknya hidup dengan baik. Di tempat lain Gil Dong mengenang masa kecilnya dulu.

Kita masuk ke episode yang sebenarnya. Di suatu kamar ada seorang putri bangsawan dan pelayannya. Pelayannya bercerita bahwa ada seorang pedagang ajaib yang bisa membuat orang yang tadinya tak bisa menikah menjadi bisa menikah dan membuat wanita mandul menjadi bisa hamil.


Cerita dilanjutkan oleh GA RYUNG (perempuan yang diikat di tiang di episode 1) yang menceritakannya pada seorang wanita yang sedang melukis. Ga Ryung juga bilang kalau pedagang itu bisa mengajarkan gimana cara merayu pria. Wanita itu menghentikan lukisannya.



Gil Dong berjalan diikuti oleh anak-anak kecil. Lalu Ga Ryung menghampiri Gil Dong dan bertanya apakah dia Gil Dong yang telah membantu Mae Hyang? Gil Dong membenarkan. Lalu Ga Ryung meminta Gil Dong untuk mengikutinya karena Gong Hwa ingin bertemu Gil Dong.



Kini Gil Dong duduk menghadap Gong Hwa (wanita yang melukis tadi) dengan dihalangi tirai. Gong Hwa meminta agar Gil Dong mengajarinya cara merayu. Gil Dong bilang kalau dirinya bukan pesulap, lalu dia bertanya siapa yang diinginkan Gong Hwa? “Raja.” jawab Gong Hwa yang membuat Gil Dong terkejut. Gil Dong meminta Gong Hwa menunjukkan wajahnya, lalu tirai diangkat. (Gong Hwa adalah JANG NOK SU yang ada di episode 1)


Gil Dong mengatakan kalau Gong Hwa tak begitu cantik seperti yang dibicarakan orang banyak, lalu dia menawarkan bagaimana kalau berkencan dengan dirinya daripada Raja. Gil Dong menambahkan kalau dia tak pernah melihat orang seambisius Gong Hwa dan dia menyukai wanita yang ambisius. Ga Ryung menamparnya. Gil Dong menggerutu kalau tamparan Ga Ryung kuat dan bilang kalau dia tak bisa membantu Gong Hwa. Gil Dong bilang kalau dia dan Gong Hwa bertemu lagi itu artinya takdir, lalu Gil Dong pamit.

Di depan hutan, tiga orang laki-laki bilang kalau pemimpin Ikhwa-ri dan preman Heo Tae Hak akan berkelahi, Gil Dong terkejut.


Kita beralih ke tempat Amogae. Il Chung mengatakan bahwa preman Heo Tae Hak datang ke Geummalje sekitar 3 tahun lalu, dia mengelola  tempat judi, menjual wanita, dsb. Dia mendapat uang dengan cara memalsukan surat tanah orang. Soobori bilang kalau itu bisnis yang cukup menguntungkan. Gil Hyeon berkata kalau preman itu menginginkan bisnis mereka dan menyarankan agar Amogae menemuinya.


Amogae bertemu dengan Heo Tae Hak. Tae Hak meminta Amogae membantunya karena Amogae kenal banyak pejabat. Jika iya, Tae Hak akan memberinya 40% dari bisnisnya. Amogae tertarik, tapi menolak, kemudian dia bilang meskipun dia melanggar hukum, tapi dia  tak bisa menjual anak-anak sebagai budak apalagi rakyatnya sendiri.


Kita kembali ke hutan, mereka kembali membicarakan Amogae sambil mengejek nama Amogae terdengar rendahan. Lalu Gil Dong berkata kalau sebaiknya mereka juga sadar akan posisinya sebagai pelayan rendahan. Tak terima dikatai, Gil Dong pun dipukul.


Tim Pencuri makan dan menebak kapan Gil Dong pulang. Amogae berkata siapa peduli Gil Dong pulang atau tidak, perkataannya membuat keadaan menjadi canggung. Tiba-tiba Gil Dong masuk dengan wajah yang sedikit memar. Baru Gil Dong ingin memberi salam, Amogae malah pergi.



Gil Hyeon berkata agar Gil Dong tak tersinggung karena Amogae juga menunggunya pulang. Gil Dong membalas kalau ayahnya sudah kehilangan ketertarikan padanya. Gil Dong memberikan sebuah buku ujian tes kenegaraan pada Gil Hyeon. Gil Hyeon bilang kenapa harus bersusah payah kalau nanti tidak mendapatkan apa-apa (Di Joseon, kelas rendahan nggak bisa dapat pangkat tinggi, sekalipun cerdas). Lalu, dari belakang Ri Ni menutup mata Gil Dong. Gil Dong pun tersenyum sambil menebak kalau yang menutup matanya pasti si wajah jelek. Ri Ni pun protes dibilang jelek. 


Gil Dong memberi salam pada Amogae. Soobori bertanya apa yang Gil Dong dapat. Gil Dong menjawab kalau dia bertemu banyak wanita. Soobori berkata umur Gil Dong memang sudah waktunya menikah. Gil Dong malah membalas gadis baik mana yang mau nikah sama keluarga preman. Mendengar itu, Amogae meninggalkan ruangan. Soobori menasehatinya agar tak berbicara seperti itu. Alih-alih Gil Dong bertanya soal preman Heo Tae Hak. Soobori mengatakan agar Gil Dong tak perlu mengkhawatirkannya.


Gil bersaudara membicarakan perihal preman sambil tiduran. Tiba-tiba Ri Ni masuk dan mengatakan kalau dia takut. Ri Ni pun tidur di antara dua kakaknya itu. Gil bersaudara mengeluh karena Ri Ni memiliki tidur dengan kebiasaan buruk (tangannya itu ke muka kakak-kakaknya). Lalu mereka tertawa.


Gil Dong sedang bermain dengan Ri Ni. KEUTSAE (salah satu anggota Tim Pencuri) datang dan mengajaknya ke tempat gisaeng karena ada gisaeng baru yang cantik. Gil Dong mengejek kalau Keutsae akan dicuekin kalau datang bersamanya, Ri Ni setuju. Gil Dong bertanya keberadaan ayahnya. Keutsae menjawab kalau ayahnya bertemu hakim bersama Soobori, Yonggae, dan Il Chung. Gil Dong pun berlari.



Amogae melewati pasar. Orang-orang memberi hormat. Tapi ada dua orang laki-laki yang mencurigakan. Amogae disambut oleh Sun Ah (gisaeng kece) dan mereka menunggu Eomjachi (sekarang dia sudah jadi hakim). Tiba-tiba masuk seseorang yang sedang mabuk. Dia mengejek Amogae. Lalu Yonggae menyeretnya keluar dan datanglah anak buahnya. Anak-anak buahnya langsung menerima kemarahan Yonggae. Anak buahnya pun kabur keluar.


Yonggae dan Il Chung mengejar. Soobori keluar dan memperingatkan agar mereka tidak pergi terlalu jauh. Dari belakang Soobori dipukul hingga pingsan. Di sana ada laki-laki yang pernah bersama dengan Tae Hak (dia adalah putranya Tae Hak).


Gil Dong berlari diikuti Keutsae. Dia pun berhenti ketika melihat pintu masuk rumah gisaeng dijaga sama beberapa orang. Di dalam, anak buah Tae Hak dan putranya masuk menemui Amogae yang duduk sendirian.


Gil Dong mengendap untuk masuk ke dalam, tapi dia ketahuan. Di dalam, Tae Hak berkata kalau ayahnya mau kepala Amogae. Dia mengambil pedang. Keluarlah Gil Hyeon dan anak buahnya Amogae dari pintu samping. Si Putra berusaha menyembunyikan keterkejutannya (dan amarahnya). Amogae berkata apa Tae Hak pikir mereka tidak tahu apa yang Tae Hak rencanakan? Anak buah Tae Hak dan anak buah Amogae pun adu kekuatan.


Gil Dong berusaha melepaskan diri. Dia berlari sambil memanggil ayahnya dan melihat orang-orang yang sedang berkelahi dengan bingung. Dia melihat ayahnya, tapi si anak buah Tae Hak terus memukuli pakai besi. Yonggae datang membantunya.



Lalu mereka pindah ke jalanan. Masing-masing kubu kedatangan anggota baru yang sangat banyak. Banyak rakyat yang ikut melihat itu. Mereka pun berkelahi. (saya suka backsoundnya)


Perkelahian pun berhenti dengan banyak korban yang berjatuhan. Amogae datang dengan Tae Hak yang sudah dikawal sama anak buahnya. Putranya pun berlutut dan tak bisa berbuat apa-apa. Lalu Amogae menarik pisau dan memotong telinga Tae Hak. Amogae memperingatkan agar Tae Hak tak mengganggunya lagi. Gil Dong melihatnya dari jauh. Dia syok.



Gil Hyeon menjelaskan bahwa Tae Hak ingin membunuh ayahnya, jadi ayahnya berbuat seperti itu. Yonggae mengejek Gil Dong karena terlalu khawatir pada pria (ayahnya). Lalu Yonggae melihat Geum Ran (perempuan yang Yonggae sukai) lewat dan memanggilnya, dia malah gugup setengah mati. Yonggae bilang kalau dia takut wanita, apalagi sama Geum Ran. Gil Dong menenangkannya sambil tertawa tak percaya.


Gil Dong adu panco melawan Keutsae. Amogae berteriak bahwa dia akan memberi hadiah untuk yang menang. Gil Dong menambah kekuatan. Ri Ni menyemangati kakaknya. Gil Dong menang. Gil Dong senang bukan main. Rakyat bersorak dan menyanyikan sebuah lagu dengan kompak. Amogae melihatnya dengan tersenyum.


Amogae melihat semua orang yang sedang tiduran karena letih. Gil Dong mendekati ayahnya. Dia mengatakan kalau dia menang adu panco dan keinginannya adalah dia ingin mereka (Amogae, Gil Hyeon, Ri Ni) pindah dari desa itu. Gil Dong bilang kalau Tae Hak akan balas dendam pada ayahnya karena Amogae sudah mengejeknya, apalagi Tae Hak tak pernah gagal dalam membunuh orang.

Gil Dong mengajak ayahnya bertani saja karena dia menemukan sebidang tanah yang subur. Gil Dong bertanya apakah ayahnya tau apa yang akan terjadi jika terus hidup sebagai penjahat? Gil Hyeon datang dan memarahi Gil Dong karena telah berbicara kasar pada ayahnya.



Gil Hyeon mengatakan kalau Amogae adalah Raja di sini. Gil Dong membenarkan. Lalu Gil Dong berkata kalau ibu mereka meninggal akibat keserakahan ayah mereka. Gil Dong bilang kalau mereka semua akan mati jika terus hidup seperti ini. Dari belakang, Amogae bertanya apakah Gil Dong akan bisa menjalani hidupnya?

Amogae bercerita kalau pohon itu sudah diberkati oleh dukun Amogae juga bertanya pada dukun bagaimana cara agar Gil Dong tidak mati sebelum waktunya. Lalu Amogae mengajak Gil Dong bergulat. (kurasa itu pohon makamnya Geum Ok deh)


Amogae mengingatkan agar bergulat yang benar. Mereka pun mulai bergulat. Amogae masih mampu menahan Gil Dong, meskipun tak lagi muda. Setelah beberapa saat, Gil Dong berhasil mengangkat ayahnya hingga kakinya tak menyentuh tanah. Amogae berteriak agar Gil Dong menggunakan kekuatan yang sebenarnya. Gil Dong malah terlempar jauh karena ayahnya.



Amogae meminta bergulat lagi, tapi Gil Dong menolak. Amogae melihat sekitar, lalu meminta Gil Dong mengangkat batu besar. Gil Dong bilang kalau dia tidak bisa, dia hampir menangis. Amogae mendekatinya dan dia bertanya apa yang terjadi saat Gil Dong dulu bertemu dengan harimau di hutan? Gil Dong berbohong kalau dia tak pernah bertemu harimau. Gil Dong bilang kalau sudah lama dia kehilangan kekuatannya. Gil Dong menangis. Amogae mengingat saat Gil Dong kecil menangis dulu. (sedih bgt dengernya..)


Amogae berkata pada Soobori kalau dia ingin beristirahat dulu.


Keesokannya Soobori bertanya apa Gil Dong yang meminta Amogae berhenti? Gil Dong bertanya balik apakah benar ayahnya ingin berhenti? Lalu dia bangkit dan berlari.  Dia menemui ayahnya dengan hati yang riang. Gil Hyeon juga terlihat senang.



Ri Ni bertanya dirinya juga akan ikut bertani. Gil Dong berkata kalau dia tak ingin membuat wajah jelek Ri Ni bekerja sambil mencubit pipi Ri Ni gemas. Ri Ni protes kalau dia tidak jelek. Lalu Gil Dong memberikan sepatu yang bagus pada Ri Ni dan dia pamit. Ri Ni meminta agar Gil Dong menepati janji dan cepat kembali.



Gil Dong ke pohon kramat. Dia berdoa dan meminta perlindungan untuk keluarganya sampai dirinya kembali. Dia mengarahkan telinganya ke pohon dan tersenyum, seakan Gil Dong mendengar jawaban pohon, Gil Dong pun berterima kasih dan berjanji kalau dia segera pulang. Dia pun pergi.


Sesaat Gil Dong pergi, tumpukan batu yang ada di dekat pohon itu rubuh.


Eomjachi bilang pada Amogae kalau Pangeran Choong Won ingin bertemu dengannya. Amogae mengingatnya sebagai pangeran yang membuat kekacauan setelah membunuh pelayan wanita. Eomjachi berkata dia tetaplah keluarga kerajaan, jika Amoga dekat dengannya, maka akan mendapat keuntungan. Amogae membalas kalau dia tak perlu kenalan seperti itu. Eomjachi berkata Amogae harus mencari jalan lain agar anak Amogae tetap hidup.

Amogae dan Eomjachi bertemu dengan Pangeran. Sambil membungkuk, Amogae bertanya bagaimana Pangeran kenal orang serendah dirinya? Pangeran menjawab kalau dia dengar dari orang-orang dan Amogae berhasil menyingkirkan Tae Hak, dia meminta agar Amogae menjalankan bisnisnya. Mendengar Tae Hak disebut, air wajahnya berubah.

Pangeran melempar gulungan yang berisi gambar wanita. Dia meminta Amogae menangkap pelayan yang kabur dan boleh membunuh pria manapun yang bersama pelayan itu. Amogae terlihat terkejut.


Gil Dong berjalan dengan suasana hati yang sangat baik. Dia tersenyum.

BERSAMBUNG ke Ep 6

Komentar:

Sekarang Amogae bener-bener udah berubah. Dingin. Dia ngga main-main sama ucapannya. Saya merinding pas Amogae beneran motong telinganya Tae Hak. Pangeran juga meminta Amogae membunuh siapapun yang menghalanginya, dan pada saat itu muka Amogae berubah. Saya pikir Amogae memang anti ngebunuh, kecuali terhadap Tuan Jo. Bisa diliat dari Tae Hak, Amogae bisa aja langsung ngebunuh Tae Hak kalau mau, tapi Amogae lebih memilih membiarkannya hidup.

Sangat wajar kalau Gil Dong pengin pergi dari desa itu, mengingat banyak yang menginginkan nyawa Amogae. Gil Dong tentu nggak mau kehilangan keluarganya itu. Ada pepatah, makin banyak temen, maka makin banyak musuh. Kira-kira gitu gambarannya. Amogae memang dihormatin, tapi pasti ada aja yang iseng, entah itu ngiri atau semacamnya. Dan juga, dalam realitanya, kalau orang itu udah kaya maka dia juga cenderung punya keinginan untuk menambah kekayaannya.

Drama ini juga disisipi komedi dari Yonggae. Lucu pas ngeliat Yonggae di depan perempuan yang disukai, dia malah speechless. Padahal, kalo berantem, beuh, bukan main, nonjoknya kenceng bener. 


4 komentar:

  1. suka ama drama ini. BELUM ada yg posting sinopsis di blog lain. Semangat nerusin sinopsisnya ya..

    BalasHapus
  2. Makasih bgt tas sinopsisnya 👍👍👍

    BalasHapus
  3. Aku juga suka sama drama saeguk satu ini.. Gumawo sinopsisnya 😄😄😄

    BalasHapus