Rabu, 08 Februari 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 2

Di episode ini kita akan melihat bahwa status keturunan keluarga itu menentukan nasib anak mereka ke depannya. Bangsawan mempunyai kekuasaan dan selalu benar, tak peduli apapun yang terjadi.

Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 2


Episode 2 dibuka dengan Hong Gil Dong yang sedang menunggu ayahnya di atas tebing. Gil Dong mengingat obrolan dengan ayahnya yang bercerita kalau jika Si Anak Perkasa tak bisa menahan diri, maka semua anggota keluarganya akan mati. 


Lamuannya terhenti ketika Gil Hyeon (kakak Gil Dong) memanggil adiknya untuk segera pulang. Gil Dong setuju dan membantu Gil Hyeon untuk membawa kayu, tapi Gil Dong pura-pura dan mengatakan bahwa kayunya sangat berat.


Gil bersaudara membantu Soo Hak (Tuan Muda) belajar. Gil Hyeon mengeja pelan apa yang ditulis Soo Hak. Lalu Gil Hyeon menghela napas. Ayah Soo Hak (majikan Amogae) bertanya apakah Soo Hak melakukan kesalahan? Gil Hyeon menunjuk tulisan yang salah. Soo Hak kesal. Alih-alih Gil Hyeon malah kena cambukan ranting di kakinya (padahal Soo Hak yang salah). Gil Dong melihatnya dengan sedih, tapi dia tak bisa berbuat apa-apa.


Episode yang sebenarnya dimulai. Anak-anak desa berkumpul untuk bertanding melempar batu ke kota sebelah. Soo Hak memimpin dan mengatakan bahwa desa mereka harus menang untuk membalas kekalahan tahun lalu. Soo Hak juga mengancam untuk menghukum mereka semua jika kalah.

Mereka mulai melempar. Eob Seon (yang pernah mengejek Gil Hyeon) menyarankan untuk melempar batu ke arah Soo Hak. Gil Hyeon setuju. (sepertinya mereka udah baikan)


Gil Dong mengayunkan batunya dengan penuh amarah, tapi dia mengingat nasehat ayahnya. Gil Dong menurunkan batunya. Gil Hyeon dan Eob Seon terus melempar dan kena! Soo Hak marah, lalu dia menangis.


Mereka mengintip ibu Soo Hak yang sedang memarahi bawahannya (Ayah Eob Seon) karena tak becus menjaga anaknya. Gil Hyeon merasa bersalah. Tapi Eob Seon mengatakan tak apa-apa. Dia bercerita kalau ayahnya bilang kalau disaat seperti itu lebih baik memikirkan makanan. Gil Dong ikut membenarkan. 


Pembicaraan mereka terhenti ketika Gil Dong melihat ayahnya. Gil Dong berlari memeluknya.

Geum Ok terkejut melihat kedatangan suaminya. Melihat kaki suaminya terluka, Geum Ok bergegas membantunya.


Gil Dong memberitahu kepulangan ayahnya pada semua orang yang berpapasan dengannya. Ayahnya muncul dan bertanya apakah Gil Dong melakukan nasehatnya? Gil tersenyum sambil mengatakan tentu saja. Amogae memuji kalau Gil Dong anak pintar.


Amogae bertemu atasannya. Dia memberi 2 gulung katun dan sutra. Tuan Jo (Ayah Soo Hak) bertanya bagaimana Amogae melakukannya? Amogae berbohong mengatakan kalau dia menjual katun kepada orang Ming dengan harga mahal menggunakan uang hasil penjualan ikannya. Ayah Soo Hak percaya dan mengizinkan Amogae tinggal di luar rumahnya dengan syarat dia harus datang jika keluarga mereka (keluaga Soo Hak) membutuhkannya. Amogae setuju dan berterima kasih.



Amogae dan keluarganya pindah. Mereka menempati rumah kosong yang ditawarkan teman Amogae. Geum Ok sangat menyukai rumah barunya. Lalu Amogae memberikan Gil Hyeon buku bacaan, Gil Hyeon sangat senang.


Geum Ok mengatakan bahwa dirinya tengah hamil. Amogae senang dan menyarankan untuk tabib memeriksanya. Tabib membenarkan bahwa Geum Ok benar-benar hamil. Amogae berseru girang.


Soobori (Si Penjahat) mengunjungi Amogae dan memperkenalkan Soobori sebagai rekan pedagang pada istrinya.

Soobori bercerita tentang Choyang-ri yang merupakan pertanian keluarga Lee yang sangat pelit. Amogae bertekad bahwa dia akan membeli kebebasannya, jika tidak, maka akan berbaya untuk Gil Dong.


Amogae dan Tim Penjahat menjalankan misinya.


Amogae makan dan mendengar orang-orang membicarakan perihal ratu yang turun takhta. (ratu diturunkan padahal dia ibu kandung Raja Yeonsan) Mereka mengatakan ratu balas dendam atas kematian anaknya (selain putra mahkota) yang lain, makanya banyak rakyat yang mendekatinya untuk mendapat keuntungan. Bagaimanapun juga dia saat ini adalah ibu kandung dari Putra Mahkota Yeonsan.


Kita dibawa dimana putra mahkota berada. Kasim mengajarinya cara memanggil ayah pada Raja. Putra Mahkota Yeonsan bertanya kenapa dirinya tidak tinggal bersama ayahnya sendiri? Kasim menjelaskan kalau putra mahkota adalah anak yang sakit-sakitan.


Amogae kembali ke rumah. Keluarganya menyambut kedatangannya. Sepertinya Amogae sukses besar, melihat dia membawa banyak hadiah untuk keluarganya. Geum Ok tersenyum.  Lalu dia membuka peti dan terkejut ketika melihat beberapa tael (uang Cina, sekitar $1).

Paginya, lebih tepatnya Subuh, Amogae mengubur peti di satu lubang yang ada di dekat rumahnya. Istrinya datang dan membantu menutup lubangnya. Amogae bertanya kenapa istrinya tak bertanya apapun? Geum Ok menjawab asalkan suaminya tak melukai siapapun.


Amogae bertemu dengan Soobori. Dia mengatakan bahwa majikannya haus jabatan, dia bahkan menjual pelayan-pelayannya. Soobori bertanya bukankah majikannya itu tak akan menjual Amogae? Lalu Amogae meminta Soobori untuk mencarikan orang yang mau Amogae layani.


Soobori dan Amogae bertemu orang yang dimaksud. Dia adalah Eomjachi. Soobori memperkenalkan Amogae adalah salah satu pelayan Tuan Jo (Ayah Soo Hak). Amogae bertanya bisakah Eomjachi membelinya?


Kita beralih ke kediaman Tuan Jo. Pelayan-pelayan sudah berkumpul. Seorang pelayan menyebutkan kelebihan pelayan-pelayan yang akan dijual. Eomjachi melihat Amogae.


Kilas balik. Amogae meminta Eomjachi untuk membelinya dengan uangnya sendiri (pake uang Amogae sendiri). Amogae berkata ia ingin bebas. Eomjachi bertanya kenapa Amogae tidak membayarnya sendiri? Amogae bertanya balik, “apakah dia akan melepaskanku jika aku memiliki uang yang banyak?”



Eomjachi bertanya lagi, bagaimana jika dirinya tak melepas Amogae? Amogae berkata kalau dia mempercayai ambisi Eomjachi dan menawarkan kesetiaannya.


Kembali ke tempat pemilihan pelayan. Eomjachi mengatakan bahwa dia menyukai Amogae dan membuat Tuan Jo terkejut. Mereka membuat kesepakatan di ruangan Tuan Jo. Tuan Jo meminta 300 gulungan katun plus 200 gulung untuk harga tiap anaknya. Eomjachi tentu menolak, tapi Amogae memberi isyarat agar menyetujuinya saja. Akhirnya Eomjachi setuju dan Tuan Jo berkata akan segera mengirim Amogae keluar dari sana.


Istri Tuan Jo (Ibu Soo Hak) curiga, dia bertanya-tanya darimana menteri (Eomjachi) memiliki harta sebanyak itu. Tuan Jo meyakinkan istrinya bahwa semua ini benar. Istrinya berkata kalau dia akan mengirim mata-mata untuk mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


Amogae bertemu dengan Eomjachi membawa patung Budha. Eomjachi menyukainya. Tiba-tiba seorang gisaeng, dia berkata bahwa salah satu pelayan Tuan Jo memintanya untuk mengawasi Eomjachi.


Pelayan mata-mata melapor bahwa tak ada apa-apa ditempat gisaeng, hanya para menteri yang sedang berkumpul. Pelayan berkata kalau dokter datang rutin ke tempat Amogae, dia mengajarkan anaknya membaca dan menulis, dan rumahnya banyak makanan. Lalu istri Tuan Jo meminta suaminya untuk menunda kesepakatannya sampai mereka mengambil semua harta Amogae. Tuan Jo mengingatkan kalau aturan mereka adalah hanya mengambil upeti yang telah disepakati bersama.


Kita beralih ke pasar. Seorang laki-laki tua sedang berjalan, pandangan mengarah pada Geum Ok yang sedang berbelanja. Dia adalah pamannya Tuan Jo. Ia menghampiri Geum Ok yang ingin membeli karpet dari bulu kelinci. Geum Ok beralih ke tempat yang menjual sisir. Baru Geum Ok ingin mencoba, tapi sisirnya dirampas sama Paman Tuan Jo. Dia mengatakan bahwa dia menginginkan sisir itu dan meludahi Geum Ok (kayak anak kecil nih kakek tua). 



Paman Tuan Jo mengikuti Geum Ok dan berkata beraninya Geum Ok menghalangi jalannya dan terus menggangu Geum Ok. Makin kurang ajar, Geum Ok memberontak dan Paman Tuan Jo langsung menamparnya hingga terjatuh.



Gil Dong melihatnya dengan marah. Dia mengambil batu dari tasnya dan melempar. Batunya mengenai pohon dan batu hingga retak. Paman Tuan Jo ketakutan. Gil Dong mendekatinya dan melempar lagi. Buk! Kena batu dan mengenai jidat Paman Tuan Jo. Paman Tuan Jo hampir menangis.

Amogae datang menghentikan anaknya. Gil Dong sadar kalau dia sudah melanggar nasehat ayahnya. Paman Tuan Jo bangun dan berteriak kalau pelayannya mencoba membunuhnya dan meminta agar mereka menangkap Gil Dong. Seakan memang sudah diatur, prajurit datang dan menangkap Gil Dong. Amogae berbohong dan mengaku kalau dia yang melakukannya, mana mungkin anak kecil bisa melempar batu sampai seperti itu? Akhirnya prajurit menangkap Amogae.


Amogae disidang. Kepala prajurit mengatakan bahwa pelayan tidak boleh menyakiti majikannya apapun yang terjadi. Amogae membela, tapi itu tetaplah peraturan di Joseon. Paman Tuan Jo tersenyum menang. Sementara itu Geum Ok sedang melahirkan.


Amogae memohon untuk tidak dihukum mati. Dia berjanji akan melakukan apa saja. Tuan Jo meminta agar Amogae tak menyembunyikan  apapun darinya. Amogae mengaku hartanya itu untuk membebaskan anak-anaknya dari status pelayan. Tuan Jo tak nampak kasihan sedikit pun.


Amogae pulang dan Gil Hyeon memberi tahu kalau adiknya itu perempuan. 

Gil Dong minta maaf pada ayahnya sambil menangis, tapi ayahnya menegaskan kalau bukan Gil Dong yang melempar batu itu.


Amogae menimang bayinya. Geum Ok berkata kalau dia merasa ada yang salah pada tubuhnya, tapi dia menahan Amogae yang ingin memanggil tabib. Geum Ok bercerita kalau dia memiliki hidup yang menakjubkan, dia bersyukur telah menikah dengan Amogae. Dia juga berpesan  agar suaminya tidak terlalu keras pada Gil Dong. Perlahan-lahan tangannya lunglai. Geum Ok meninggal. Amogae terus memanggil istrinya. Gil bersaudara masuk dan mereka terlihat sangat terpukul.


Amogae menggendong istrinya. Gil bersaudara ingin ikut, tapi ayahnya bilang ada yang ia ingin bicarakan pada ibunya. Geum Ok dikebumikan. Ada temannya dekatnya, Soobori, dan Yonggae (Si kusut) yang menemani. Amogae terus menyalahkan dirinya.


Gil Dong mengintip dan mendengar Soobori yang mengatakan kalau Tuan Jo mengincar istrinya agar mendapat harta Amogae dengan koneksi pamannya. Amogae mengepalkan tangannya.


Amogae masuk ke ruangan dengan membawa senjata tajam (semacam clurit) dan membangunkan Tuan Jo yang sedang tidur. Tuan Jo ketakutan. Amogae berkata semua ini adalah salahnya karena terlahir sebagai anak pelayan.



Amogae menahan Tuan Jo yang mencoba keluar. Lalu Amogae mengayunkan senjatanya. Gil Dong terkejut melihat bayangan yang ada di rumah Tuan Jo. Amogae keluar dari rumah Tuan Jo dengan menenteng senjata yang sudah berlumuran darah.

BERSAMBUNG ke Ep 3

Komentar :

Aku nggak heran Amogae ngebunuh Tuan Jo karena memang keluarganya tak tahu malu. Udah dilayanin malah minta lebih. Pertanyaanku saat ini, apakah Amogae akan benar-benar berubah setelah istrinya meninggal? 

Aku juga tertarik sama peran Eomjachi di sini, dia keliatan bersimpati pada Amogae. Dan juga nampaknya Soobori bisa dipercaya untuk saat ini.


Oiya, pemeran utamanya sama sekali nggak muncul di episode ini. Sabar.. Tapi aku sangat menyukai Gil Dong yang kecil. Lucu.

2 komentar:

  1. Hai Maya, udah di share ya link-nya di kdramastory. Semangat terus ya nulisnya... :-)

    BalasHapus