Sabtu, 11 Februari 2017

SINOPSIS Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 3

Di episode ini kita bakal ngeliat pertarungan antara Amogae dan Istri Tuan Jo. Hukum memang ada, tapi apa hukum sekuat itu?

Rebel: Thief Who Stole the People : Episode 3


Di awal episode ditampilkan Gil Dong yang sedang mencari ayahnya. Di tempat lain, Amogae membunuh Tuan Jo, tapi matanya dipenuhi kesedihan. Gil Dong terkejut melihat bayangan yang ada di rumah Tuan Jo, apalagi Gil Dong melihat ayahnya keluar membawa senjata yang sudah berlumuran darah. Lalu Gil Dong kabur dan muntah, dia terlihat sangat syok.


Tim penjahat (Soobori dkk) datang dan temannya Amogae datang membantu Amogae. Temannya Amogae bertanya apakah Amogae pikir hidup mereka akan aman setelah melakukan ini? Amogae mengingatkan kekejaman Tuan Jo pada temannya dan kesempatan tidak datang dua kali. Yonggae (Si Kusut) berkata pada temannya Amogae agar tak perlu khawatir, lalu Yonggae meninjunya.

Istri Tuan Jo bangun, perasaannya tak enak dan pergi keluar. Dia memanggil pelayannya. Dia menemukan ada pelayannya (temannya Amogae) telah terikat dengan wajah babak belur.  Dia melihat darah di tanah dan mengikutinya. Dia histeris ketika masuk ke kamar suaminya.


Kita masuk di episode sebenarnya.  Eomjachi pergi kepolisian setempat sambil mengatakan pencuri ada dimana-mana. Man Seok (pelayan kepercayaan Istri Tuan Jo) dan temannya Amogae bersaksi. Mereka mengatakan pencuri itu telah mengosongkan gudang dan membunuh Tuan Jo. Temannya Amogae menambahkan kalau pencurinya memakai topeng hitam dan membawa tali merah. Eomjachi terlihat terkejut dan mengatakan pada hakim (atasannya) bahwa beberapa hari yang lalu juga ada pencuri di Soodong-ri yang memiliki ciri yang sama seperti yang disebutkan tadi.


Mereka pergi ke TKP. Istri Tuan Jo terlihat sedang berpikir keras. Kemudian dia mengatakan bahwa ini bukan kasus pencurian, ini adalah pembunuhan. Eomjachi meminta Istri Tuan Jo berhati-hati dalam berbicara. Istri Tuan Jo memohon pada hakim untuk segera menangkap Amogae.


Amogae sekarang ada di penjara setelah polisi datang ke rumahnya. Dia mengingat percakapannya dengan Soobori.

Kilas balik. Soobori menyarankan agar setelah melakukan ini, Amogae harus meninggalkan desa ini sebelum dicurigai. Amogae menolak dan berkata, “jika aku lari, aku akan dikejar seumur hidup dan anak-anakku akan mati.”

Kembali ke dunia nyata. Eomjachi datang. Dia berkata kalau dia setuju melakukan ini hanya karena Amogae ingin mengambil hartanya, tapi membunuh majikannya sendiri tidaklah benar. Amogae berkata dia akan mati, tapi dia akan membongkar semuanya dulu. Amogae bertanya bagaimana caranya?


Beralih ke tempat sidang. Man Seok bersaksi bahwa ini adalah perbuatan Amogae karena dendam pada Tuan Jo yang telah menghardik Amogae. Amogae membuka bajunya dan memperlihatkan tubuhnya yang penuh bekas luka, lalu bertanya apa ada luka baru di tubuhnya? Amogae menyebut semua kejahatan Tuan Jo di masa lalu yang banyak meninggalkan bekas luka di tubuhnya. Rakyat yang sedang menonton persidangan mendengarnya ngeri. Amogae menambahkan buat apa dia membunuh Tuan Jo?

Hakim membenarkan bahwa semua omongan Amogae masuk akal. Istri Tuan Jo bersikeras kalau Amogae lah pelakunya, lalu dia mengatakan ada alasan lain, yaitu Amogae marah karena mengira kematian Geum Ok disebabkan oleh Tuan Jo. Istri Tuan Jo juga mengatakan kalau Geum Ok telah menggoda suaminya. Amogae tertawa miris. Amogae berdiri dan bertanya pada penonton apakah Geum Ok memang sepeti itu? Polisi langsung memukuli Amogae agar tetap tenang.

Eomjochi menyarankan agar atasannya bersikap adil agar tidak dipecat. Dia juga berkata mereka harus tau apa yang sebenarnya yang terjadi antara Geum Ok dan pamannya Tuan Jo.


Eomjachi mengumumkan pada rakyat untuk bersaksi siapapun yang melihat Geum Ok dan pamannya Tuan Jo. Seorang gisaeng mengejek kalau hakim daerah begitu naif, mana ada yang mau membela dan bersaksi untuk seorang pelayan.


Beralih ke sidang selanjutnya. Eomjachi mengatakan siapapun bebas berbicara mengingat pentingnya kasus tersebut. Awalnya tak ada yang bersaksi, tiba-tiba Eob Seon (temannya Gil bersaudara) maju dan bersaksi. Dia sempat menoleh pada Gil Dong, lalu mengatakan perbuatan yang telah paman Tuan Jo lakukan. Istri Tuan Jo berkata mana bisa perkataan anak kecil dapat dipercaya? Hakim membenarkan, kesaksian dari anak dibawah umur 10 tahun tidak diterima. Eob Seon mengatakan kalau umurnya itu 11 tahun. Hakim tetap menolak karena pelayan tak boleh melawan tuannya sendiri.

Gil Hyeon berteriak kalau itu tidak adil. Polisi langsung mengamankan Gil Hyeon, tapi berhenti setelah dua saksi maju (penjual bulu kelinci dan penjual sisir) dan mengatakan perilaku pamannya Tuan Jo yang semena-semena pada Geum Ok. Istri Tuan Jo bertanya pada hakim, apa hakim mempercayai perkataan penjual itu? Hakim membenarkan kalau pendapat bangsawan lah yang benar, lalu dia minta dipanggilkan paman Tuan Jo dan akan menganggap pengakuan Si Paman sebagai kebenaran. (pelaku disuruh ngaku, mana mau?!)


JEOK SUN AH (gisaeng yang tadi bilang hakimnya naif) kini ada di penjara. Amogae meminta bantuannya karena hanya dia yang dapat menyelamatkannya, bahkan berjanji akan membayar kebaikannya. Sun Ah membalas kalau dia ikhlas karena dia belum pernah melihat ada pria yang rela mati demi kehormatan istrinya seperti Amogae.


Persidangan selanjutnya. Si Paman hadir. Dia berbicara tentang Kode moral adalah dasar Neo-kunfusianisme, dia juga memberi contoh, yaitu Raja yang menurunkan Ratu karena Ratu yang cemburuan, itu menunjukkan kalau Raja menjunjung Kode Moral. Dia menambahkan kalau rakyat harus mengikuti jejak Raja. Si Paman mengaku kalau dia memang memarahi Geum Ok, tapi dia hanya ingin mengajari Geum Ok cara bersikap yang benar. Dia bertanya pada hakim apakah itu suatu kejahatan? Dia bahkan menyindir Amogae yang membela istrinya yang bersikap buruk.

Eomjachi memanggil Sun Ah masuk. Si Paman gegalapan. Sun Ah menjelaskan kalau tadinya Paman Tuan Jo itu miskin dan hanya bergatung pada keponakannya, dia juga mengaku kalau dia pernah dirayu, bahkan dipaksa menjadi selir Si Paman. Sun Ah menceritakan kalau dia bertanya, bagaimana cara Si Paman membeli dan membebaskannya dari perbudakan? Pada saat itu Si Paman memberitahu Sun Ah kalau kekayaan Amogae akan segera menjadi milik keponakannya dan keponakannya itu menjanjikan sudah menjanjikan banyak uang padanya. Sun Ah menambahkan kalau Tuan Jo pernah ingin menjual anak Amogae dan uangnya itu akan diberikan pada pamannya. Sun Ah juga memberikan surat cinta yang dia dapat dari Si Paman.

Hakim mengejek Si Paman yang tak tahu malu. Lalu hakim menghukum 30 pukulan untuk Si Paman, meminta Istri Tuan Jo untuk membayar 50 gulung katun atas kejahatan suaminya. Si Paman memberontak saat ditangkap polisi, dia berkata kalau bukan Amogae pelakunya, tapi anaknya. Dia mengatakan kalau anak Amogae benar-benar kuat, bahkan bisa memecah batu. Pernyataannya itu membuat semua penonton tertawa. (mungkin mereka kita Si Paman udah gila)


Eomjachi datang ke penjara dan mengatakan apa Amogae merasa baikan karena nama Geum Ok sudah bersih? Dia juga mengatakan kalau Si Paman sudah bebas dan bertanya, apa Amogae mempertaruhkan nyawanya hanya untuk mengurung Si Paman selama setengah hari? Amogae tersenyum, lalu berkata kalau dia harus hidup karena muak sama keluarga Jo yang tidak merasa bersalah sama sekali setelah apa yang mereka lakukan. Eomjachi bertanya apa rencana Amogae? Amogae melihat ke atas dan mengatakan hidupnya ada di tangan dewa. Jika terlambat, dia akan mati. Eomjachi berkata kalau Amogae sudah gila.

Amogae merenung. Dia mengingat peristiwa Ratu yang diturunkan.



Kilas balik. Soobori mengatakan kalau perempuan yang dulunya Ratu, sekarang malah ketakutan cuma karena dia tidak memiliki makanan dan pelayan yang mengasihani Ratu menerima kemarahan Raja. Soobori menambahkan kalau dia mendengar mantan ratu juga mengutuk Raja. Amogae berkata kalau dia merasa kasihan pada mantan ratu, tapi jika mantan ratu hidup maka dirinya akan mati.


Istri Tuan Jo melihat anaknya berdoa dan berjanji kalau dia akan membuat Soo Hak menjadi pejabat pemerintah, meskipun tanpa ayah. Soo Hak mengabaikannya dan malah mengatakan kalau Gil Dong memang kuat seperti monster.



Istri Tuan Jo mengunjungi Amogae. Dia berkata sikap aneh Amogae semakin masuk akal, jadi dia akan membunuh Amogae. Amogae tak gentar dan berkata kalau dia takkan mati.

Istri Tuan Jo menyinggung perihal Gil Dong yang mempunyai kekuatan. Dia mengancam akan memberi tahu semua orang kalau Gil Dong adalah Si Anak Perkasa karena dengan begitu orang-orang akan menyalahkan Si Anak Perkasa sebagai pembawa sial. Amogae tertawa dan mengatakan kalau tidak ada yang mau mempercayai hal semacam itu. Lalu Istri Tuan Jo mengingatkan bahwa Amogae masih pelayannya dan dia berencana untuk menyiksa Gil Dong agar Gil Dong menunjukkan kekuatannya. (-___-)


Di kediamannya Tuan Jo. Istri Tuan Jo meminta Gil Dong untuk memberikan bingkisan pada Tuan Park yang ada di atas bukit dan meminta Gil Dong untuk mengambil batang aprikot yang ada di depan rumahnya (tanaman aprikot cuma ada di rumah Tuan Park). Gil Hyeon berkata kalau banyak orang mati karena melewati bukit itu. Istri Tuan Jo mengancam jika Gil Dong gagal, dia akan mengirim Gil Hyeon. Bingkisannya adalah daging berdarah.



Gil Dong berjalan di hutan. Dia terlihat takut ketika ada binatang yang berlari sangat cepat. Harimau mendekat dan melihat ke arah daging yang dibawa Gil Dong.


Pagi telah tiba. Istri Tuan Jo terkejut melihat Gil Dong yang sudah berdiri di depan rumah. Gil Dong berkata dia meninggalkan dagingnya di depan rumah karena tidak ada orang di sana, dia juga menunjukkan ranting yang dia dapat. Lalu Gil Dong pingsan.


Gil Hyeon merawat Gil Dong hingga dia tertidur. Dia bangun dan Gil Dong tak ada di tempat. Dia keluar dan menemukan Gil Dong yang sedang bermain cacing. Gil Dong menanyakan keberadaan ibunya (Gil Dong ga inget kalo ibunya udah meninggal), lalu kembali pingsan.


Beralih ke sidang Amogae. Eomjachi meminta Amogae mengaku apa yang terjadi di hari Tuan Jo meninggal karena Amogae terbukti menyimpan dendam pada Tuan Jo. Karena Amogae diam, polisi terus memukulinya.

Kita mendengar narasi, dikatakan bahwa orang yang berteman dengan mantan ratu telah berani menjilat Putra Mahkota, mereka ditangkap dan diinterogasi sampai mengaku.


Soobori datang ke penjara. Dia mengatakan kalau keberuntungan sedang berpihak pada Amogae karena orang yang berteman pada mantan ratu ditangkap.


Beralih pada keluarga Eob Seon yang sedang menuju rumah Gil bersaudara. Ayah Soo Hak berkata kalau Gil tidak ingat kematian ibunya. Ibu Eob Seon memberitahu suaminya kalau seseorang yang bertemu harimau di hutan, dia akan kehilangan ingatannya.

Keluarga Eob Seon menyapa Gil bersaudara. Gil Hyeon mengatakan bahwa Gil Dong sudah sehat dan mengingat semuanya.


Istri Tuan Jo pergi ke penjara, dia mengatakan bahwa dia akan membunuh Amogae beserta anak-anaknya karena jika dia hanya membunuh Amogae, Gil Dong akan balas membunuhnya.

Amogae tertawa dan mengatakan dia tahu seluruh kisah kehidupan majikannya. Amogae memberitahu bahwa mantan ratu mati karena minum racun atas perbuatannya. Amogae juga bertanya apa yang Istri Tuan Jo lakukan dengan surat yang diberikan oleh mantan ratu? (pengikut mantan ratu mendapat surat yang menjanjikan banyak keuntungan jika mantan ratu bisa kembali menjadi Ratu)


Kilas balik. Amogae sedang bersih-bersih lalu dia melihat surat di bawah bantal Tuan Jo. Karena penasaran, dia meminta Gil Hyeon membacakan suratnya (Amogae tidak bisa membaca). Kemudian dia bertanya pada Eomjachi maksud dari, “kita akan menghentikan langkah Yang Mulia di masa depan.” Eomjachi terkejut mendengarnya dan bilang kalau itu melanggar Kode Moral.


Kembali ke dunia nyata. Amogae melanjutkan perkataannya kalau orang yang melanggar Kode Moral Raja, maka dia akan diasingkan, anak-anak diperbudak, dan rumahnya akan dihancurkan. Istri Tuan Jo gemetar ketakutan, dia berteriak bahwa akan mencabik-cabik Amogae sampai mati. Man Seok membawa Istri Tuan Jo keluar sebelum ada yang datang.


Di persidangan Amogae, Istri Tuan Jo memberikan bukti pada hakim. Eomjachi mengambil dan mengatakan bahwa ini (pisau) adalah senjata yang sama yang dipakai pencuri kota sebelah. Hakim memarahi Istri Tuan Jo yang telah ngegabah. Lalu Istri Tuan Jo meminta pada Amogae.


Amogae dibebaskan. Anak-anaknya menyambutnya dengan gembira. Amogae menggendong bayinya. Gil Dong menjegatnya dan mengeluarkan sepasang sepatu dari tasnya, lalu meletakkan di depan kaki ayahnya. Gil Dong tersenyum.

BERSAMBUNG ke Ep 4

Komentar :

Oke, aku sangat menyukai episode ini. Kita bisa liat taktik yang Amogae pake. Cerdas dan Pede. Apalagi ekspresi mukanya itu kayak lagi terbang (di atas angin). Menurutku, Amogae beruntung, punya Eomjachi dan Soobari yang bener-bener berperan besar atas kemenangan melawan keluarga Jo. Ditambah gisaeng Sun Ah yang kece abis.

Aku baru ngeh ternyata maksud Amogae ‘ngebunuh’ mantan ratu, yaitu biar Kelurga Jo tidak mendapat keuntungan apapun dan suratnya itu bisa Amogae jadiin bahan anceman buat Istri Tuan Jo. Eh terbukti, kalau surat itu membuat Istri Tuan Jo tak berkutik.

Pertanyaan saat ini, apa yang terjadi di hutan saat Gil Dong berhadapan sama harimau?

Akhirnya kamu tersenyum.


4 komentar:

  1. Waaah...senangnya ada sinopsis rebel...semangat nulisnya yaaaa ��

    BalasHapus
  2. Para pemainnya mendapat piala lhoo dan drama nya menjadi drama terbagus di penghujung desember

    BalasHapus
    Balasan
    1. Udah ketebak si, soalnya banyak mendapat respons positif sebelumnya heheh. Emang daebaklah drama ini!

      Gomawo atas kunjungannya :)

      Hapus